<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123</id><updated>2012-01-06T23:12:31.170+08:00</updated><title type='text'>daeng Syamsoe</title><subtitle type='html'>.... and the story goes ....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-1148206921544239664</id><published>2012-01-06T07:26:00.001+08:00</published><updated>2012-01-06T23:12:31.472+08:00</updated><title type='text'>Jumat Kudus</title><content type='html'>Keajaiban Jumat. Semuanya berawal dari hari jumat. Konon saat dimana bumi dibentuk dan kelak sampai pada kiamat nantinya akan jatuh juga pada hari jumat. Entah apa secara kebetulan atau memang sudah digariskan, hari jumat di awal tahun 2012 ini menjadi sedikit special buatku. Rasa deg degan sudah menghampiri sejak awal pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hari ini kakak saya yang tertua akan mengawali operasi pertamanya. Tentunya ini adalah pengalaman baru dan pasti sangat mendebarkan untuknya. Setelah dua minggu terbaring di rumah sakit Bhayangkara, dokter memutuskan akan mengangkat tumor yang melekat pada dinding rahimnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya operasi harusnya sudah harus dilaksanakan sejak tgl 29 desember tahun lalu cuman karena salah satu dokter tim operasinya sedang bertahun baruan diuar negeri maka jadilah jadual operasinya diundur sampe waktu yg akan ditentukan kemudian. Nah selama masa penantian itu terkadang kondisi sang kakak naik turun. Karena hb nya yg sering turunsaya mesti bolak balik ke PMI mks tuk memesan kantung darah guna menyuplai atau untuk kebutuhan transfusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa pengobatan alternatif juga kami lakukan. Untuk menghancurkan tumor dan menjaga tekanan darah tetap stabil, kami rutin memberikan asupan juz saripati buah srikaya yg di masak secara manual. Alhamdulillah ada sedikit perubahan meski belum menampakkan hasil yg signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pagi ini skitar jam 8 kami semua sudah berkumpul dikamae kakak dgn tujuan memberi spirit dan semangat. Oleh dokter operasi janjinya adalah jam 9 pagi. Tapi rupanya sampai hujan berhenti pukul 10, panggilan tuk operasi pun belum jg datang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-1148206921544239664?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/1148206921544239664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=1148206921544239664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1148206921544239664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1148206921544239664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2012/01/jumat-kudus.html' title='Jumat Kudus'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-101818935324718232</id><published>2011-12-31T19:14:00.002+08:00</published><updated>2012-01-02T16:15:52.580+08:00</updated><title type='text'>Happy New Year 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ivVI0xfRr4s/TwFnryHpvjI/AAAAAAAAAOs/-lfWS8OTeX4/s1600/IMG_4228.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ivVI0xfRr4s/TwFnryHpvjI/AAAAAAAAAOs/-lfWS8OTeX4/s320/IMG_4228.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692945405858922034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak terasa pergantian tahun tinggal beberapa jam lagi. Berbagai peristiwa sepanjang tahun silih berganti mewarnai hidup. Kita telah mencatatkan beberapa goresan tinta dalam kitab kebajikan. Dan diantaranya juga terselip khilaf dan kesalahan yg membuat rencana hidup menjadi sedikit belok dan melenceng dari tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore terakhir ini setelah kembali dari menjenguk kakak dan bapak yg masih terbaring di RS, sy iseng untuk berolahraga sejenak, mengayuh sepeda kuning kesayangan tuk sekedar berkeliling kota mks. Niat awalnya adalah menunggu sunset dipantai Losari. Empat tahun terakhir ini biasanya saya tak pernah mendapatkan sore. Biasanya saat seperti ini masih harus tinggal dikantor tuk sekedar berceremony kecil dgn teman kantor dalam menyambut tahun baru. Untunglah penanggalan 31 tahun ini jatuh pada hari sabtu dimana hari terakhir tahun sepenuhnya dapat kami rasakan karena bertepatan dgn libur sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sore itu sendiri saya menyusuri ruas jalan. Terkadang disaat tertentu saya memang lebih senang mengayuh sendiri. Sepertinya lebih bebas kemana saja sesuka hati. melintasi kantor utama kami di Mks sy pun singgah sejenak bersay hello dgn beberapa karyawan yg nampak asyik bermain domino. Suasana jalan raya mulai ramai. Sepertinya mereka semua mulai mempersiapkan acara tahun baruan tuk sebentar malam. Tampak puluhan penjual terompet dan gerobak kuliner disetiap sudut jalan mks sudah mulai sibuk mempersiapkan dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit sore mks nampak cerah. Tak seperti hari hari sebelumnya dimana Mks terus diguyur hujan sepanjang hari. Belok ke jalan Haji bau nampaknya akses jalan ditutup. Ruas jalan diarahkan terus ke jalan arif rate. Untunglah saya yg bersepeda dpt melalui jln haji bau yg ramai dipenuhi oleh anak anak yg riang bermain bola diaspal jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Losari sore ini mulai padat. Beberapa rambu ditempatkan di setiap sudut membuat arus jalan semakin sempit tapi teratur. Setiap tahunnya pemerintah Mks membuat kebijakan menutup sebahagian jalan besar makassar guna menghindari kemacetan saat malam tahun baru. Sunset tertutup awan yg mendung. Karena tak berhasil melihat sunset akhirnya saya pun terus mengayuh menuju jln Nusantara belok ke sulawesi terus ke ahmad yani-sudirman-veteran-alauddin-hataco indah dan keluar di jalan kumala. Lumayanlah ada sekitar 15 kilo tuk sore ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2011 -jembatan kenangan yg layak diabadikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, tak terasa tahun kini akan berganti lagi. Setiap manusia tentu mempunyai cerita disepanjang tahun ini. Saya tak mau neko neko. Biarlah semua mengalir saja. Tentunya juga saya juga mempunyai beberapa harapan ditahun mendatang. Yang pastinya cuman satu yag saya harap semogcuma  ditahun depan kakak dan bapak kami yg sekarang masih terbaring di rumah sakit dapat segera sembuh dan kembali berkumpul ditengah keluarga. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-101818935324718232?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/101818935324718232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=101818935324718232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/101818935324718232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/101818935324718232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/12/happy-new-year-2012.html' title='Happy New Year 2012'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ivVI0xfRr4s/TwFnryHpvjI/AAAAAAAAAOs/-lfWS8OTeX4/s72-c/IMG_4228.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-4745399996726859362</id><published>2011-12-25T19:53:00.001+08:00</published><updated>2011-12-27T17:19:54.201+08:00</updated><title type='text'>Hospital ohh Hospital (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LfFXPCQJbI4/TvmNiPJRLlI/AAAAAAAAAOU/HnnC636Y8fI/s1600/pmi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LfFXPCQJbI4/TvmNiPJRLlI/AAAAAAAAAOU/HnnC636Y8fI/s320/pmi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690735223479807570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sy masih duduk didpn kamar bpk saat telp kakak berdering dihp. Kakak no tiga ini menanyakan perkembangan terakhir bpk dan kakak. Ia masih dirumahnya dan baru hendak menuju RS. Saya pun menjelaskan bahwa kondisi bpk sudah lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berembuk ditelp kami pun menyepakati untuk mencari kamar pasien yg lebih representatif. Kami hendak menyatukan kamar bapak dan kakak saja dlm sebuah ruangan yg lebih lapang dan privacy dgn pertimbangan lebih nyaman dan gampang menjaganya. Bolak balik dari satu kamar kekamar satu serta suasana kamar sbelumnya yang berbaur dgn pasien lain membuat saya, ibu dan kakak yg lain terus terang merasa kurang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kakak pun tiba di RS. Lewat bantuan seorang kenalan, kami pun mendapat kamar VIP kelas 1 di ujung sebelah utara RS yg masih berbenah. Menurut petugas RS, saat ini memang kamar lagi full2 nya akibat bnyaknya pasien serta renovasi bangunan disana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak pun sy bawa dengan bantuan kursi roda. Tampak suster bantu dan perawat jg sibuk merapikan kamar baru kami. Berhubung hari natal dan beberapa peg logistik cuti natal akhirnya tuk mempercepat gerakan sy turun tangan langsung mengangkat ranjang tambahan untuk kakak. Lumayan jg olahraga malam. Jarang2 sy ngangkat ranjang besi berdua dgn staf yg jaraknya sekitar 25 meter dari kamar kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Minggu, 25 des 2011 (hari libur Natal bagi umat kristiani)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah, setelah menyempatkan diri bersepeda dihari minggu, skitar pukul 10.00 Wita pagi saya pun kembali ke rumah sakit. Tampak terlihat kakak secara luar sudah sedikit lebih pulih. Ia telah mandi pagi sendiri setelah beberapa hari tak tersentuh air. Bapak hanya tidur bermalasan di pembaringan. Oleh suster penjaga saya pun menanyakan apa memang kakak sudah lepas infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya akibat tanganya yang bengkak akibat suntikan, suster pun sengaja melepas jarum infusnya. Ini jg krn keinginan dri kakak sendiri dan ia merasa lebih nyaman tanpa infus. Beberapa keluarga lain jg dtg menjenguk. Siang ini kami menghabislkan waktu dgn canda dan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini hujan turun sesekali. Cukup deras membasahi taman dpn kamar kami yg berada dipojok dkt ruang suster. Udara cukup dingin. Tiba2 dokter jaga masuk dan menginformasikan bahwa kakak kami harus transfusi darah karena kandungandarah putihnya(hb) lbh banyak dri darah merah. Kami pun sempat cemas dan bertanya kenapa sperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster jaga hanya meberikan dua resep tuk ditebus di apotik dan satunya lagi tuk ke PMI untuk mengambil darah. Meskipun sy dah coba memberi sedikit argument bagaimana kalo menunggu dulu hasil prodia tapi susuter mengatakan bahwa ini harus secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pada sore itu juga ditengah hujan keras sy memanggil taxi tuk diatar ke PMI jalan lanto dg pasewang mks tuk mengambil dua kantong darah. Untunglah jalanan sedikit lengang hingga cepat sampai ditujuan. Suasana sangat sepi. Saya hanya sendiri saat itu sebagai pasien. Setelah membayar biaya pengolahan darah senilai Rp.00 ribu, saya pun disuruh duduk menunggu sekitar 1,5 jam kedepan  Sampai tulisan ini sy ketik via hp, kantung darah yg sy tunggu belum jg selesai juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ahh semoga semua lancar... Amin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-4745399996726859362?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/4745399996726859362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=4745399996726859362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4745399996726859362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4745399996726859362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/12/hospital-ohh-hospital-2.html' title='Hospital ohh Hospital (2)'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LfFXPCQJbI4/TvmNiPJRLlI/AAAAAAAAAOU/HnnC636Y8fI/s72-c/pmi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-3011748563975888257</id><published>2011-12-24T19:04:00.006+08:00</published><updated>2012-01-02T16:17:43.446+08:00</updated><title type='text'>Hospital ohh Hospital (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-i5W5S6tgBCw/TvmOYwUqHrI/AAAAAAAAAOg/_yC24FL8WLQ/s1600/mioma.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-i5W5S6tgBCw/TvmOYwUqHrI/AAAAAAAAAOg/_yC24FL8WLQ/s320/mioma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690736160098885298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cukup lama tak mengunjungi blog ini. Dipenghujung tahun 2011 ini beberapa moment kisah tak sempat sy tuliskan. Moga2 tahun dpn semangat nulisnya kembali meningkat seiring dgn harapan harapan ditahun mendatang.&lt;br /&gt;                                            &lt;br /&gt;Ini kali pertama sy posting via blackberry. Kali pertama juga nulis tepat waktu. Biasanya sieh via PC.  Bb jadul type curve 8530 gemini yg sy rasa masih cukup membantulah kalo tuk sekedar berkomunikasi dan berjejaring social. Aksesnya ckup baik meski sudah bnyk bb generasi brikutnya yg lbh canggih dan menawarkan bnyak gadget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sy duduk sendiri menunggu bpk yg kembali terbaring di RS. Bhayangkara Mks. Tuk kesekian kalinya dlm tahun ini dia kembali harus menjalani perawatan dan terapi asma nya. Masih jelas dlm ingatan sekitar 2 minggu lalu ia keluar kini harus masuk lagi. Mgkin msh imbas dari kecapaian dan riwayat penyakitnya yg memang sudah ada jauh sebelum menunaikan ibadah haji plus bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisinya skg sudah cukup baik kembali. Yg sedikit merisaukan adalah kali ini beliau tak sendiri tetapi harus ditemani dgn kakak sulung yg harus menjalani&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-style: italic;"&gt; operasi tumor kandungan&lt;/span&gt;. Sang kakak jg baru mengetahui kalo ternyata sakit perutnya selama ini sudah mengarah ke tumor. Namanya orang tua, Mungkin inilah yg membuat pikiran bapak kembali sedikit `terusik`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UfO_uRTc8LY/TwFoDQPe5rI/AAAAAAAAAO4/wVR4PFAHvwI/s1600/IMG_4207.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 232px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UfO_uRTc8LY/TwFoDQPe5rI/AAAAAAAAAO4/wVR4PFAHvwI/s320/IMG_4207.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692945809081820850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sewaktu pulang haji beliau sudah memakai kursi roda. Menurut ibu saat sy menjemputnya di soekarno Hatta, bpk kembali jatuh sakit usai menunaikan seluruh kewajiban rukun Haji. Ia tak mampu lagi berjalan sampai tiba di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana depan kamar bpk cukup lengang. Yang tampak hanyalah beberapa keluarga penjaga pasien lain yg menggelar tikar didepan kamar. Ibu di ruangan lain juga tengah menjaga kakak yg masih terbaring. Jika memungkinkan, rencananya bsok sy akan mencari kamar kosong supaya mereka bisa disatukan saja dlm satu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aihh malam yg sepi. Suasana malam Natal diluar sana sepertinya ramai karena mungkin jg bertepatan dgn malam minggu. Dan saya masih duduk disini menunggu bapak yg sudah tertidur lelap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-3011748563975888257?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/3011748563975888257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=3011748563975888257&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3011748563975888257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3011748563975888257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/12/hospital-ohh-hospital.html' title='Hospital ohh Hospital (1)'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-i5W5S6tgBCw/TvmOYwUqHrI/AAAAAAAAAOg/_yC24FL8WLQ/s72-c/mioma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-3212367449879867160</id><published>2011-12-04T17:33:00.006+08:00</published><updated>2011-12-04T18:59:59.817+08:00</updated><title type='text'>Pulau Tinabo;  Mutu Manikam dari Ranah Doang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: arial;" href="http://1.bp.blogspot.com/-pvGER_zHIu8/TttOe5tYNfI/AAAAAAAAANg/E64Pj6e9rns/s1600/Selayar.GIF"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 258px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pvGER_zHIu8/TttOe5tYNfI/AAAAAAAAANg/E64Pj6e9rns/s320/Selayar.GIF" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682221647652206066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Adalah selayar, salah satu kabupaten di ujung paling selatan kota Makassar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dulu sewaktu kecil saya pernah mendengar cerita dari ayah tentang pulau itu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; saat ke rumah nenek di sebuah dusun kecil di kabupaten bulukumba.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beliau menceritakan bahwa pulau diseberang bulukumba itu amatlah elok.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah pulau yang subur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan lengkung garis pantai dan pasir putih serta banyak di tumbuhi pohon kelapa dgn nyiur melamba&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;i. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;xml style="font-family: arial;"&gt;&lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Namanya anak kecil, waktu itu saya belum begitu antu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;sias mendengar ceritanya. Malah berlari turun ke rumah panggung menyusul nenek yang hendak ke kebun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;jauh di sebelah SD di tengah dusun perkampungan perkebunan karet Lonsum-Balanriri Bulukumba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Seiring waktu berlalu, nama selayar selalu tergiang dalam beberapa kesempatan. Hingga akhirnya saat memasuki dunia &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;kerja saya pun mendapat &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;daerah tugas &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di Kab Sinjai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Suatu hari saat libur tiba, pergilah saya bersama beberapa teman ke pulau Sembilan, tepatnya diburunglohe. Seharian kami bermain air dan m&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;engelilingi pulau. Awalnya kami iseng coba mencari jejak peninggalan belanda yaitu berupa rumah tua tempat peristirahatan para kompeni dipuncak bukit. Kabarnya resort tua itu kini tin&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ggal puing ditengah belantara pohon puncak bukit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Karena ide dadakan itu, persiapan pun tak ada. Deng&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;an celana jins dan tanpa bekal kami coba naik lewat kaki bukit jalur selatan dengan harapan dapat sampai diatas sebelum sore tiba. Apa lacur akhirnya kami hanya duduk kelelahan disetengah perjalanan sambil memandang keluar la&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ut pulau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sore pun tiba, lembayung jingga dan merah b&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;erpadu padan. Membentuk rona lembayung sore yang fantastis. Seorang teman berteriak menunjuk kearah pulau diseberang seraya mengucap ‘hey, dari sini kita bisa melihat gugusan pulau &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;selayar’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sontak kami pun coba berdiri dari tempat pijaka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;n. Masih sambil berpegangan di akar pohon, kami lalu melayangkan pandang kearah yang dituju. Benar, Nampak kilatan memanjang membentuk pulau yang kata teman tadi disebut sebagai salah satu gugusan kepulauan selayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Jangan tanya saya tentang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kab. selayar saat itu. Yang tergambar dalam benak bahwa kepulauan itu hanyalah sebuah pulau yang cukup jauh dan sulit terjangkau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi beberapa teman, pulau selayar adalah pulau yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karang laut yang indah dan menakjubkan. Dari sana terlahir beberapa tokoh nasional seperti bapak tanri abeng yang dik&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;enal&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; dengan julukan manager satu milyar nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi sebahagian lagi, selayar malah menjadi semacam momok bagi mereka yang kebetulan ditugas dinaskan di pulau selayar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan yang l&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ebih ekstrim lagi, ditahun tahun 90 an, isyu paling ngeh nya adalah Pulau selayar yang berpotensi besar tapi kurang dilirik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pameo yang ada hanyalah menjadi tempat pebuangan bagi para PNS atau aparat pemerintahan propinsi ya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ng dianggap kurang bisa diajak kerja sama dalam tim. Lagi lagi sebuah isyu yang sangat mendiskreditkan tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Komunitas Blogger Anging Mammiri Mks; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;trip to takabonerate&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Benar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkadang saya merasa sebagai hantu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;milis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hit dan run kata seorang teman blogger, denun. Siang itu iseng saya kembali membuka gru&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;p obrolan mailing list. Sekedar bersay hello dan mengikuti kabar dan kegiatan teman teman blogg&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;er anging mammiri makassar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dari beberapa thread terakhir, perhatian saya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;tersita oleh informasi tentang rencana AM (Anging Mammiri) tuk trip to Takabonerate t&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;gl 17-20 November 2011. Katanya akan ada event tahunan yang kembali digelar disana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ssebuah acara promosi tahunan dari dinas pemerintah daerah yang dibawahi oleh dinas kehutanan dan pariwisata pemkab selayar dalam menarik wisatawan dan lebih memperkenalkan potensi dan keindahan alam Pulau Selayar Spiritnya adalah bagaimana lebih mempopulerkan dan mempromosikan selayar sebagai salah satu daerah tujuan wisata bahari yang patut dikunjungi oleh wisatawan domestic&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; dan international dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dengar dengar sieh katanya ini tahun ketiga pelaksanaan festifal tahunan Takabonerate Island Ekspedition atau disingkat TIE III. TIE adalah sebuah Even tahunan yang digelar Pemda setempat bekerja sama dengan Pemkot Mks u&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ntuk mengangkat potensi wisata laut dan terumbu karang serta memperkenalkan selayar&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;sebagai atol ketiga terbesar di dunia. Bermilyar dana APBD provinsi dan pusat siap digelontorkan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; demi suksesnya acara ini. Setiap tahunnya selalu ramai diselenggarakan di beberapa pulau yang pelaksanaannya digilir setiap tahun. Ada artis ibukota sampai kapal angkatan laut yang khusus didatangkan untuk mendukung sarana dan memeriahkan suasana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya tak perlu berpanjang lebar dalam menginfor&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;masikan lebih mendetail apa dan bagaimana acara TIE III ini karena selain kami tak sempat mengikutinya juga kita sudah bisa menemukan banyak file yang merujuk ke informasi dengan bantuan mesin pencari di internet. Yang pastinya semua pihak terkait saling bahu membahu dan s&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;etiap tahunnya selalu menjadi agenda wajib dari dinas pariwisata dalam mengangkat potensi daerah setiap kabupaten yang terangkum dalam visit Sulawesi selatan, yang pada tahun 2012 nantinya katanya sebutan TIE akan menjadi Welcom&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;e to Sail Takabonerate.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yWPttwDNnss/TttO1h7vF-I/AAAAAAAAANs/7t03YeaCU0E/s1600/di-Bira...-Copy.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yWPttwDNnss/TttO1h7vF-I/AAAAAAAAANs/7t03YeaCU0E/s320/di-Bira...-Copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682222036406966242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Akhirnya jadilah kami berdelapan pagi itu berkumpul di terminal Mallengkeri Mks. Sejatinya ada sepuluh orang blogger yang diberi kesempatan memenuhi undangan POSSI tuk trip to takabonerate. Dari beberapa nama yang sudah masuk daftar list, beberapa diantara teman kami sampai pada hari-H ternyata tak bisa hadir karena sesuatu dan lain hal masing masing. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Terlalu pagi untuk ukuran jam keberangkatan ke selayar. Maklum masih baru dan belum ada pengalaman kesana. Jadilah saat itu, saya absen&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;t pagi pertama sembari menunggu teman yang lain sambil duduk duduk di warung samping bus Aneka tujuan Selayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Satu persatu teman blogger pun berdatangan. Denun segera mendaftarkan kami kepada agent mobil dan mengambil karcis tempat duduk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yip&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;piee; akhirnya ipul, vby, toar, denun, ning, ichal, mappe dan saya sendiri akhirnya berangkat den&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;gan semangat menggebu gebu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Siang itu cukup panas; saya duduk di bus sambil membolak balik sebuah Koran Nasional. Penumpang lain masing masing sibuk dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;dirinya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masih banyak waktu tuk istirahat ataupun melihat lihat pemandangan luar men&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;gingat jarak tempuh ke bulukuba masih cukup jauh. Rute ke selayar sini sebenarnya sangat lah mudah : Dari terminal Mallengkeri Mks menuju kab gowa kemudian berturut turut kab takalar, jeneponto, bantaeng dan kab. Bulukumba. Itung itungan waktu adalah sekitar 5 jam dalam kondisi normal dan tanpa kendala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Selain lewat perjalanan darat, kita juga bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;menggunakan pesawat terbang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan merogoh kocek sekitar Rp. 300 ribuan /one way, kita sudah sampai di bandara udara aroepala selayar dengan waktu yg lebih singkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan disana ada beberapa tempat informasi yang akan memandu kita tuk menjelajahi kota selayar dan segala keunikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami sengaja memilih perjalanan darat karena selain lebih murah, kami juga ingin berlama lama menikmati perjalanan .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sempat beberapa ka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;li bus singgah sebentar untuk mengambil penumpang dan barang kiriman. Beberapa ku&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;rsi dilorong bus juga disiapkan tuk menampung mereka yang kebetulan tak mendapat jatah kursi duduk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suguhan beberapa snack dan minuman kecil yang disediakan oleh denun terasa pas dengan cuaca yang cukup panas. Meskipun bus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aneka bersupir haji supu ini jalannya lambat, saya yang duduk di dekat pintu belakang disisi kiri sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menikmati trip ini. Yang laen juga nampak asyik membaca. Dua karnet yang duduk diana&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;k tangga mobil malah terkantuk kantuk .Daeng ipul yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;duduk disamping saya malah nam&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;pak asyik berkutat dengan game layar ipad yang dibawanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Setelah sempat makan siang di Rumah makan bawakaraeng kab Bantaeng, mobil kembali bergerak menuju selatan. Nah, tiba di perempatan SPBU lama kota Bulukumba, salah satu teman blogger kami si Lelaki bugis alias Anchu yang sedari tadi menunggu akhirnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memastikan diri ikut dalam rombongan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sec&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;angk&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ir&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; kop&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;i d&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;an&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; s&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ecawan rindu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Sk0W7n1f5Vs/TttQszIpVaI/AAAAAAAAAOE/Y142f6qFUoU/s1600/386735_2216352609147_1257547884_31905557_1069838134_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 269px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Sk0W7n1f5Vs/TttQszIpVaI/AAAAAAAAAOE/Y142f6qFUoU/s320/386735_2216352609147_1257547884_31905557_1069838134_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682224085428950434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zTJJ41Fe8qA/TttQoX5dZLI/AAAAAAAAAN4/idvXqtE2bgY/s1600/386735_2216352769151_1257547884_31905561_983511017_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zTJJ41Fe8qA/TttQoX5dZLI/AAAAAAAAAN4/idvXqtE2bgY/s320/386735_2216352769151_1257547884_31905561_983511017_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682224009398019250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bus memasuki &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;erm&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;aga&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; bira se&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;kit&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ar p&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;uk&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;,00 wita lebih. Kapal ferry nya belum nampak. Masih ada waktu beberapa saat tu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;k minum kopi&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; dan sekedar mencharge baterai hp diwarung terdekat tempat kami menyeruput kopi. Pulau selayar masih jauh disana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Prakiraan waktu menyeberang via&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; ferry sekitar &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;dua jam. Kami sudah berada di atas kapal bersama puluhan penumpang lainnya. Saya mera&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;patkan jaket berusaha menepis angin yang mulai menusuk. Lepas dermaga bira tadi, sepanjang sore hingga ba’da magrib kami hanya nongkrong di sisi kanan kapal sambil mengabadikan beberapa objek yang menarik perhatian. Sunsetlah yang paling ditunggu tunggu. Jauh melepaskan pandang yang nampak hanyalah ujung daratan kota bulukumba yang semakin menghilang dari pandangan. Gelap pun turun diiringi angin darat dari selatan. Sontak suasana menawarkan romantisme laut dimalam hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami belum beranjak hingga hampir separuh perjalanan hingga pada akhirnya saya merasa kepala sedikit pening. Mungkin akibat semalaman kurang tidur. Efek kopi nya belum terasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya saya pun sejenak naik ke geladak bergabung bersama penumpang lain menonton mereka yang lagi asyik bermain domino&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Alhamdulillah, rupanya kapal merapat kurang lebih dari waktu yg ditentukan. Fiuhh, jadi juga saya menjejakkan kaki disini. Dari atas mobil saya melihat suasana sekitar dermaga. Dermaganya cukup bagus. Sarana transportasi sepertinya lancar. Beberapa diantara supir angkot itu tampak menawarkan diri. Saya juga melihat sebuah ATM dari salah satu bank berplat merah juga tersedia di bibir pintu dermaga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Di Dermaga pamatata ini kami pun kembali melanjutkan perjalanan masih dengan mobil yg tadi ditumpangi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebenarnya saya ingin sekali melihat suasana dermaga di waktu pagi. Tentu pemandangannya pasti mengagumkan. tapi tak apalah. meskipun temaram, sepintas diluar sana nampak jejeran pohon kelapa yang indah menyambut kami menyusuri jalan dermaga masuk kekota benteng.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Suasana Terminal Bonea di utara kota nampak cukup sepi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nampak satu dua mobil yang. Di terminal ini kami dijemput oleh Pak sharbini dari sileya Scuba divers dan juga seorang dari utusan disbudpar Selayar yang sudah menyiapkan mobil tuk mengantar kami ke tempat penginapan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sebenarnya ini bukan kali pertama saya bersua pak ben, sapaan akrab pak sarbini, Pak sharbini ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seorang PNS di dinas Pekerjaan Umum Kab. Selayar. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya mengenal beliau di sebuah situs jejaring social.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari jejaring inilah beliau tak hentinya mengajak saya tuk berkunjung menikmati keindahan kota Selayar. Terkadang jika lagi ada dinas ke Makassar kami biasa ngobrol di warung kopi. Beliau jualah yang kelak lebih sering mengurusi keseharian kami selama di kota benteng.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dari terminal kami langsung diajak berkeliling sejenak mengitari beberapa ruas jalan kota dan singgah sejenak di rumah makan padang yang letaknya persis dijantung kota Benteng. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tak jauh dari Rumah Makan, kami juga di ajak tuk singgah sejenak di TINABO DIVE CENTRE, sebuah Shop dan training centre dibilangan plaza Marina, jantung kota Benteng &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pak Nasrun Djamil. Demikian sapaan akrab berjabat tangan. Sungguh senang kami dapat berkenalan dengan beliau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asalnya dari padang Sumatera Barat. Sebagai pemilik dari tinabo dive centre ini, beliau juga mengaku belum terlalu lama menetap di pulau ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena kecintaannya pada laut dan dedikasi nya tuk tetap menjaga ekosistem dan kelestarian hidup biota laut membuat seorang uda nasrul tergerak hatinya untuk mendirikan sebuah rumah pelatihan bagi para mereka yang ingin belajar tuk diving. Kesehariannya beliau dibantu oleh rekan rekan sileya scuba diver Kami diajak melihat lihat koleksi peralatan selam serta video beberapa peserta pelatihan penyelaman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Puas berkeliling dan melihat koleksi peralatan selam uda Nasrun, oleh pak ben, kami lalu dibawa rumah bapak dinas pariwisata kota selayar Bpk. A. Mappagau. Rupanya beliau juga sudah menunggu kami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suaranya yang khas dan sambutan hangat serta jabat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;erat beliau membuat kami langsung merasa akrab. Dari bincang bincang ringan malam itu kami pun di jejali dengan informasi tentang apa dan bagaimana festifal tahunan takabonerate Island Expedition (TIE) ini. Ulasan beliau serta beberapa pertanyaan balik dari teman ditambah suguhan nikmat kopi dan beberapa kue kuliner khas kota membuat kami jadi semakin akrab dan serasa sudah seperti di rumah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Waktu semakin larut. Setelah berbincang dan saling share tentang potensi dan akhirnya memperoleh beberapa referensi mengenai TIE, kami lalu dibawa menuju penginapan Asgar di jalan Mappatoba. Soulnya mulai dapat. Wisma yang kami tempati cukup representative.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nuansa lokalnya terasa dengan tipikal pondok rumah panggung khas selayar. Teman teman yang sembari tadi terlihat sudah mulai kelelahan masing masing bergegas ke kamar yang sudah disediakan. Mereka tak sabar ingin menyiram tubuh yang penat sekedar membersihkan diri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tuk dapat bermalam jumat sejenak di kafe tempat biasa; sebuah kafe yang nantinya akan merupakan cikal bakal tempat berkumpulnya pengiat pengiat kreatif, para diver serta pemerhati lingkungan kab. Selayar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kafe Tempat Biasa;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat kami menemukan cinta dan spirit kemaritiman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sejatinya kafe adalah sarana untuk sekedar merelaksasikan diri, sejenak menjauhkan diri dari rutinitas keseharian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak dikota atau didesa, sepertinya keberadaan kafe sudah bersifat mutlak. Menjadi pelabuhan mereka yang ingin bersosialisasi atau sekedar tuk mencari tempat menenangkan diri, menuangkan ide, menyalurkan hobby atau sekedar kongkow, meleburkan diri dalam canda gelak tawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dulunya kafe tempat biasa ini hanya berupa tanah kosong disamping rumah penduduk. Pohon pisang dan rumput liar disana sini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gagasan dibuatnya kafe ini tak lepas dari tangan dingin ibu dokter mata wayan benedicta, saat bertugas di pulau selayar. Dedikasi dan kecintaannya pada dunia bawah laut menorehkan tinta penghargaan sebagai perempuan kartini tahun ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kini kafe itu telah menjadi muara insipirasi para komunitas pencinta laut serta seringkali menjadi tempat diskusi, sharing dan nonton bersama film dokumentasi mengenai habitat biota laut kawasan takabonerate selayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dan kini kami juga sudah berada di kafe itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Evi dan ani yang juga merupakan salah satu anggota sileya scuba diver menyambut kami dengan segelas coffe. Sejenak melayangkan pandang melihat sekeliling, suasana kafe terasa nyaman. Beberapa foto laut hasil jepretan Asri to, seorang fotografer jempolan dari tanadoang tampak menghiasi dinding bilik bambu. Ornament pasir dalam botol kaca hasil koleksi selam beberap diver juga menyatu dengan tumpukan buku dan majallah selam Indonesia. Dan malam itu kami habiskan dengan mengobrol hingga mata tak lagi mampu diajak kompromi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Morning Has Broken with Mappe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Keesokan harinya pagi sekali saat beberapa teman rombongan msh terlelap, saya sudah berdiri didepan wisma. Berbekal kamera dan sedikit uang saku. Iseng melihat sekeliling sekedar mengenal situasi dan merasakan pagi di selayar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Niat awalnya sieh mencari sepeda rentalan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sy yakin mungkin ada beberapa tetangga sekitar yang mempunyai sepeda tuk sekedar disewakan. Pun syukur syukur kalo dipinjamkan saja lebih baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Petantang petenteng sepagi itu membuat saya menjadi sadar diri bisa bisa jadi pusat perhatian tetangga sekitar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Akhirnya sy singgah diwarung depan seraya membeli jajanan ala kadarnya sekedar mengganjal perut sebelum waktu makan pagi tiba. Dari pemilik warung yg sy lupa namanya, akhirnya diperoleh kesepakatan sy dpt meminjam motor Honda wing tuana atuk dipakai berkeliling barang 2-3 x putaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Seraya melongok jam di hp, sepertinya kurang seru kalo cuman sendirian. Pucuk dicinta ulam tiba. Daeng mappe yang rupanya juga sudah bangun sejak pagi keluar dari rumah dan menuju kewarung. Saya ajaklah dia berboncengan tuk berkeliling kota.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jiwa pajokkanya pun timbul. Iya langsung mengiyakan dan langsung duduk manis di belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami pun berboncengan mencoba arah timur . naik dan belok kanan terus. Tepat dugaan saya. Suasana pagi diselayar sangatlah menyenangkan. Udara bersih serta langit biru ditambah jalan raya yang lengang membuat kami semakin penasaran melaju bersama motor pinjaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi rupanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa saya sadari rupanya daeng mappe sibuk ber tweet ria di belakang. Saya yg juga pelongok kiri kanan juga mulai kebingungan arah jalan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi show must go on. Sambil terus melajukan motor, kami pede saja jalan terus karena berfikiran kami tak mungkin hilang. Wong di pulau kok. Paling juga muter muter ato kalo nyasar bisa langsung nelp minta jemput. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tiba di ruas jalan sudirman kami melihat bnyak antrian mobil dan motor di depan SPBU. Usut punya usut dari informasi orang yg kami tanyai rupanya hal ini sudah biasa diselayar. Orang berbondong bonding antri tuk mengisi bbm karena akhir2 ini bahan bakar terbilang langka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Niat awal nya adalah ingin mengambil satu gambar antrian mobil itu. Tapi kami terus lanjut saja ke selatan dengan harapan dapat mencapai tempat dimana salah satu ikon bersejarah peninggalan kota selayar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yait gong nekara dapat kami jumpai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Rupanya itu merupakan petanda. Motor keabisan bensin. Karena tak adanya indicator bensin automatic di speedometer laiknya motor sekarang, saya jadi tak tau kalo sebenarnya motor itu dalam kondisi krisis bbm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Walhasil jadilah pagi itu sedikit ‘ternoda dengan acara dorong motor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah beberapa meter kedepan, saya memutuskan tuk naik becak saja mencari bensin botolan dan mappe yang tinggal menjaga motor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah hikmahnya, rupanya perjalanan pagi kami menjadi lebih mengesankan. Dari tukang becak yg saya tumpangi, sejenak saya berkeliling mencari bensin botolan dipagi buta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari beberapa tempat eceran, semuanya belum buka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kami terus mencari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saat turun bertanya di salah satu penjual eceran, tiba tiba saya merasakan hangat pada lengan tangan. Sontak saya melongok ke atas. Rupanya baru saja ada burung yang terbang melintas dan sepertinya membuang upss hajat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Grhh, sepertinya ini pagi yang sempurna. Tukang becaknya hanya tertawa sambil mengatakan bahwa bensinnya habis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami pun berkeliling lagi. Sampai depan rumah makan padang yang semalam kami singgahi, sepertinya daeng becak mulai putus asa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alhamduliillah setelah setengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jam berkeliling akhirnya sy mendapatkan sebotol bensin eceran dalam botol aqua dibilangan dermaga rahim rauf yang ternyata justru tak jauh dari tempat mappe dan motor kami nangkring tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Setelah mengisi bensin, rupanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mesin motor belum juga bisa di hidupkan. Saya dan mappe sudah berulang kali gentian menstaternya dengan kaki. Lutut terasa terkunci. Nafas ngos ngosan dan keringat sudah mulai bercucuran. Setelah berembuk akhirnya kami inisiatif saja menitipkan motor di rumah terdekat dan naik becak pulang kewisma.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Beberapa teman lain nampak sudah berkumpul diruang tengah lantai dua wisma.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menunggu pak ben yang hendak datang membawa sekantung nasi kuning tuk sarapan pagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya yang masih sedikit dongkol langsung ngeloyor masuk kamar tuk menyiram diri, mandi yang tak sempurna &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tridente Pulau (Gusung, Jinato dan Pulau Tinabo)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Hari ini penuh dengan perencanaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasanya jika hari jumat, waktu terasa singkat. Oleh denun, kami di isyarakan tuk segera bersiap karena sebentar lagi pak sharbini, ashrariyah abubakar dan mude zhulkifli &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari club sileya scuba diver akan datang menjemput tuk mengantarkan kami menyemberan ke pulau gussung. Pulau gussung ini menurut mereka adalah sebuah pulau dari gugusan beberapa pulau di selayar yang wajib dikunjungi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Katanya sieh, pulau ini mempunyai nilai khas saat sunset serta menjadi tempat berkumpulnya penyu sisik tuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kapal kecil kami sudah berada diair.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pohon bakau nampak menghiasi kiri kanan pemandangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semakin jauh kedalam, nampak rimbun bakau semakin lebat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seekor ular air nampak berenang tak jauh dari sampan kami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terik pun menghampiri. Sampan kecil kami pun mencoba mengambil rute yang tak biasa dikarenakan air sedang surut. Sempat bolak balik akhirnya perahu merapat di dermaga semula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Berjuta lambaian nyiur kelapa hendak mengucapkan selamat datang di pulau gussung. Karakteristik pulau dengan karang, pinus dan beberapa rumah penduduk memberikan kesan yg mendalam. Beberapa bintang laut dan bulu babi kecil seolah menyeruak sejuk begitu kaki menginjakkan air ditepi pulau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Hegemoni alam dan vegetasi kelapa membentuk rumbai gerbang seolah membimbing langkah tuk lebih jauh lagi melangkah, menyusuri jalan setapak peninggalan koloni. Beberapa meter kedepan kami berjumpa dengan sebuah gudang tua yang sekarang dimanfaatkan penduduk setempat sebagai gudang tempat menyimpan kopra. Sempat berpose sejenak, kami pun meneruskan perjalanan hingga ujung batang kelapa terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Cuaca semakin terik. Mendung yg sedari tadi menghiasi sontak hilang seiring kami dihadapkan pada hamparan pasir pantai yang surut hingga beratur meter.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut acca, panggilan akrab ashrariyah abubakar, dahulunya pulau gusung ini sempat bersatu. Akibat kikisan ombak, pulau gussung ini terbagi menjadi dua bagian saat air laut menyurut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jembatan tua itupun menjadi penghubung kedua pulau sekaligus sebagai tempat berlabuh beberapa sampan kecil milik beberapa penduduk pulau gussung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Karena terik semakin menyengat, dan waktu semakin sempit kami pun sepakat tak meneruskan perjalanan. Singgah sejenak dirumah penduduk tuk beristirahat dan bersiap kembali ke kota benteng lagi karena setelah sholat jumat, rombongan kami sudah harus bertolak ke pulau jinato.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kapal Motor Cahaya Illahi yang kami tumpangi bergerak meninggalkan dermaga Rahim Rauf kota benteng sekitar pukul setengah tiga sore waktu selayar. Perahu nampak penuh di jejali rombongan muspida dari berbagai instansi pemerintah, beberapa ibu pejabat teras selayar, tim satuan polres pengamanan, perwakilan POSSI, turis mancanegara, beberapa masyarakat umum dan rombongan blogger komunitas anging mammiri Mks sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perahu mengarah menuju titik pulau jinato saat matahari menjatuhkan bayangnya di ufuk timur. Mengingat perjalanan akan menempuh sekitar enam jam lebih, para penumpang lebih memilih berkumpul di tengah perahu membentuk kelompok sendiri sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami pun menuntaskan dahaga dengan mengambil beberapa gambar hingga malam datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Lepas jam sembilan malam, Kapal Motor Cahaya Illahi sudah melego jangkar. Karena kapal motor tak bisa merapat dikarenakan dermaga sedang dijejali perahu lain, para penumpang di naikkan di perahu kecil ditengah malam buta. Masing masing bergiliran menunggu lima perahu yang bolak balik mengantar penumpang ke dermaga jinato.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pulau Jinato adalah sebuah pulau di antara beberapa pulau dikawasan takabonerate.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk tahun ini Ia dipilih menjadi tuan rumah Festifal Takabonerate III. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pulau Jinato ini juga memiliki keunikan khas alam tersendiri. Mayoritas penduduk berasala dari pulau sebelah seperti bulukumba dan SinjaiNampak baliho dan slayer penyambutan sudah ramai disana sini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hari minus tiga sebelum pembukaan, pulau ini semakin bersolek tuk menyambut acara. Akan banyak tamu dan pejabat pemerintah nasional dan international yang akan datang tepat pada puncak acara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulsel pada hari senin, tanggal 21 Nov 2011.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aka nada banyak acara rangkaian kegiatan seperti lomba mancing international, penyelaman bersama, perahu hias jolloro dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Rombongan kami pun juga merasakan euphoria dari acara ini. Begitu naik ke dermaga, puluhan anak SD berseragam pramuka membentuk jalan lorong menyambut kami seraya menyanyikan lagu nasional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami merasa tersanjung. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Antusiasme mereka memberikan spirit baru ditengah kondisi badan yang mulai lelah. Oleh salah satu panitia, rombongan kami pun dibawa menuju rumah bpk kepala desa untuk bersantap malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Cintaku berlabuh di Tinabo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perahu melancar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;matahari memancar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setelah menginap semalam, Rombongan kami pun sudah kembali berada di pangkalan perahu uiung timur pulau Jitano. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sembari menunggu perahu bersandar iseng kami menyempatkan foto bersama berlatar pos polisi kehutanan bertuliskan taman nasional taman takabonerate. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Saya mengambil tempat di bilik belakang yang tertutup atap pelindung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sepagi ini kami sudah diatas perahu yang akan membawa rombongan blogger Makassar menuju pulau Tinabo, salah satu gugusan pulau di taman nasional takabonerate – Kab.Selayar-Propinsi Sulawesi Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Gelombang kecil menyapu pantai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lepas pantai tinabo, mataku awas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memandangi beberapa camar laut yg terbang satu dua. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pekiknya terdengar riuh. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Camar itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkejaran di awan putih yang Nampak seperti gulungan perut domba. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suguhan mahakarya epic &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sang pencipta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“biasanya kalo bulan bulan begini, para wisatawan senang datang ke tinabo”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ujar pengemudi perahu itu membuka percakapan. Saya yang tadinya duduk menyamping menikmati debur ombak belahan perahu akhirnya beringsut mendekat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kapal perahu melaju dengan tenang. Suasana jadi cair. Sambil ikut mengunyah suguhan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ia memperkenalkan diri. Sepintas mengamati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ismail.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anak itu berkulit legam dan nampak kuat. Sepertinya ia masih sangat muda. Ismail mengaku, ia sudah beberapa tahun ini selalu ikut melaut bersama kakak iparnya, Hamzah yang sibuk memegang kemudi perahu didepan sana. Mereka mengaku meski berprofesi melaut, tak jarang penghasilan yang diperoleh jauh lebih banyak dari hasil &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyewakan kapal perahu bagi para pengunjung yang ingin ke Tinabo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mail menyodorkan songkolo putih dan ikan maironya dalam plastic rantang bawaan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Saya yang tadinya asyik sendiri duduk menyamping melihat debur belahan ombak perahu yang laju akhirnya beringsut mendekat. Dengan senyum ramah, ismail menuangkan segelas air digelas plastic berwarna merah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ia mengaku kebiasaannya dari kecil adalah membawa bekal saat akan melaut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya mengambil irisan terkecil dan ikut menikmati. Teman teman blogger lainnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nampak asyik di ujung perahu depan sambil bersenda gurau, mengabadikan beberapa moment menarik di sepanjang kiri kanan perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut ismail, sebenarnya ada beberapa rute yang lebih singkat, dari kota benteng selayar ataupun langsung dari dermaga bira bulukumba, perahu dapat langsung menuju ke tinabo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cumin secara teknis dan structural masih terkendala dengan masalah jadual pemberangkatan dan ujung ujungnya kembali lagi ke masalah mahalnya biaya transportasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Untuk dapat sampai ke pulau tinabo, kita masih harus merogoh kocek sekitar 700 ribuan atau kalau mau sedikit cepat dan nyaman dapat juga menyewa speed yang harga sewanya berkisar diatas dua jutaan bahkan lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Obrolan ringan dengan ismail pun berlanjut. Menurutnya tinabo sebenarnya adalah pulau yang sangat eksotis. Apalagi bagi mereka yg suka dengan olahraga selam/diving tuk menikmati keindahan bawah laut. “Nah itu dia kendalanya kak, meskipun sudah beberapa yang tau, tetap saja sebahagian besar dari mereka masih enggan mengunjungi pulau ini karena jarak dan mahalnya biaya transportasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;mereka sudah terbentuk diopini nya bahwa selayar itu hanya sebuah pulau kelapa yang sunyi, masih jauh dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemajuan dan tempat bersemayamnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecemasan bagi para PNS atau abdi Negara yang kebetulan mendapatkan sk tugas penempatan di pulau Selayar.” celoteh Ismail.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Ismail memperoleh informasi itu setelah hasil dengar dari pengalamannya mengantarkan beberapa wisatawan berkeliling dipulau pulau sekitar. Cuman disayangkan beberapa wisatawan yang telah berkunjung mengatakan masih ingin kembali lagi ke jinato atau tinabo tapi terkendala oleh masalah transportasi yang mahal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tinabo ; Syurga tersembunyi para diving&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Ini kali pertama kami akan menjejakkan kaki ke pulau Tinabo. Beberapa teman rombongan blogger lainnya pun mengaku hampir sebahagian dari mereka juga tak pernah mengunjungi pulau ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Entahlah mungkin jika tak ada ajakan dan informasi serta gelaran acara TIE kami pun tak tau pulau Tinabo itu letaknya ada dimana dan bagaimana. Jujur kami akui untuk sampai ke tinabo sarana dan prasarana transportasi masih cukup sulit. Ujung ujungnya kembali ke masalah dana. Sebenarnya banyak sarana dan kapal jeep cepat yang bisa dicarter khusus tuk langsung kepulau ini. Perahu regular pun ada juga yang menyambangi pulau ini saban hari. Alhamdullilah, tentunya Rombongan blogger kali patut bersyukur bisa juga ikut berpartisipasi berkat undangan dari POSSI dan Dinas Pariwisata Selayar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pantas saja Om Denung, panggilan khas dari Kamaruddin Azis,selaku mediasi blogger AM dgn pihak POSSI tak henti hentinya menggaungkan panggilan tuk berkunjung ke TINABO seorang penggiat blogger dan juga ketua ISLA UH, jauh hari sebelumnya intens menginformasikan lewat milis grup Komunitas blogger Anging Mammiri Mks.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Berdasar cerita dan mengambil perbandingan setelah dua hari di selayar, sepertinya tinabo memang menjadi idola serta magnet bagi mereka yang suka dengan olahraga diving ataupun sekedar snorkeling, berenang di laut dan bermain pasir putih. Cuman memang untuk kesana perjalanan cukup jauh. Sekedar ilustrasi, setelah menempuh perjalanan dari kota Makassar ke kab Bira dan menyeberang ke dermaga Pamatata, kota benteng yang juga merupakan ibukota kab. Selayar, kita masih harus menempuh perjalanan sekitar 7 jam untuk sampai ke pulau Jitano . Untuk sampai ke tinabo, masih diperlukan sekitar 2 jam an tuk dapat menikmati keindahan bawah laut pulau tinabo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Nah, kunjungan kami ke pulau tinabo sebenarnya masih rangkaian dari acara pra menjelang Festifal TIE III, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena keterbatasan waktu, Sebagai leader rombongan, denun sengaja mengambil waktu dua hari tgl 19-20 Nov 2011 menjelang acara pembukaan festifal di pulau Jinato Tgl 21 Nov 2011 dengan harapan agar bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih lama menikmati keindahan pulau tinabo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pulau Tinabo sudah didepan mata. Tinggal beberapa meter lagi kami akan merapat ke dermaga. Nampak dermaga jembatan panjang dihiasi umbul bendera warna warni memberi kesan semarak. Pak Hamzah melemparkan tali ke dermaga sebagai isyarat kapal kami sudah tiba ditempat tujuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pulau Tinabo ini bentuknya memanjang. Referensi mengenai pulau ini juga sudah lumayan banyak bertebaran dimesin pencari Internet. Teletak di area kawasan dengan koral yang terluas dan terkaya akan biota lautnya di dunia. Mungkin butuh sekitar 45 menit tuk mengitarinya. Dan nampaknya tempat tak berpenghuni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;dua orang lalu menghampiri kami sambil berjabat erat. Denun memperkenalkan kami kepada mereka. Kami pun berkenalan dengan Asri To, salah satu staf pengelola taman nasional yang sering bertugas di tinabo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Setelah berbincang sebentar, denun lalu meninggalkan kami sejenak tuk segera ke pulau rajuni, yang letaknya tak jauh juga dari pulau tinabo. Rencanaya ia akan meloby dan mencari perahu yang akan kami pakai tuk pulang nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pulau yang indah. Kami langsung terpesona dan merasa kerasan. Pasir putih didepan mata tak lagi isapan jempol semata. Beberapa resort dan wisma nampak disana. Jembatan kayu yang kami pijak ini member aksentuasi bauran alam yang modern dan alami. Nampak jutaan ikan kecil bergerombol hitam membentuk koloni tersendiri. Asri membimbing kami terus berjalan dan akhirnya sampai di sebuah tempat terbuka samping salah satu resort pulau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami lalu dikenalkan kembali dengan pak Nasrun. Ahhhay, rupanya beliau sudah datang terlebih dahulu dari kami. Rupanya hari ini beliau memberikan short training dan dasar mengenai teknik penyelaman bagi para karyawan sebuah bank negeri yang kebetulan lagi mengelar acara family gathering seluruh instansi ke kab. Selayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami pun ikut nimbrung sejenak mendengarkan instruksi dari pak Nasrun. Beberapa teman lain nampak sudah tak sabaran segera berganti baju tuk siap berbasah basahan, merasakan sejuknya air pantai tinabo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Meskipun suasana siang sangat terik, berada di tinabo semuanya serasa terindahkan. Sebuah ayunan raksasa yang dikaitkan pada pohon di pinggir laut, beberapa kursi tempat berjemur, dua buah kano, perahu banana boat dan hamparan pasir putih menjadi pemandangan kami siang itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami pun berhamburan kepantai. Peralatan snorkeling dan kamera under water sudah dibawa serta. Saya yang turun belakangan memilih melihat lihat keadaan sekeliling dahulu. Tiba tiba ada keinginan tuk kembali ke tempat pak Nasrun. Rupanya rombongan karyawan bank tadi sudah siap tuk ke perahu menuju tengah laut, mempraktekkan teori dasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk kategori kelas introduce, sebuah kelas pemula bagi para diver.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Saya pun ditinggal sendiri, menatap kepergian mereka. Tak ingin sendiri, akhirnya satu dari dua kano yang berada dipasir pantai menjadi awal perkenalan saya dengan tinabo. Asri dan beberapa pengurus pantai yang tengah duduk duduk mengawasi kami dari kejauhan hanya tertawa kecil dan memberi semangat saat saya mulai mendorong perahu kano ke air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kayuh ditangan, kaki sudah diselonjorkan. Namanya beradaptasi, rupanya tak semudah seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang saya banyangkan. Kano yang ditumpangi hanya bergerak diseputaran tempat saya. Terkadang maju terkadang oleng. Butuh beberapa saat hingga akhirnya kano tersebut bisa berjalan diatas air meski dengan tersendat sendat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Diving bersama Pak Nasrun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sudah lebih dua jam kami bermain air. Teman teman blogger sepertinya ingin betul betul memuaskan diri berada ditinabo, merasakan sejuk dan segarnya air laut yang sebenarnya. Tak henti hentinya teman teman bereksplorasi, berenang, snorkeling, dan mencoba menyelam, menyembulkan kepala dari bawah keatas permukaan air, sekedar merasakan sensasi dan mengambil beberapa moment.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dari tepi pantai, kami semakin bergeser hingga hampir ke bibir dermaga. Rupanya di sekitar itu bulu babi dan terumbu karang tak sebanyak di tempat semula. Suasana mandi jadi lebih leluasa. Asri pun akhirnya ikut bergabung bersama kami. Sebagai seorang diver dan juga fotografi, ia cukup banyak membantu kami dalam mengajari teknik dasar penyelaman dan mengambil foto dari bawah air. Hingga akhirnya saya merasa cukup dan sedikit kedinginan hingga naik sebentar untuk duduk duduk di atas dermaga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tak lama berselang datanglah kapal yang mengangkut rombongan pegawai bank dan Pak Nasrun sebagai instrukstur selam. Mereka sudah habis melakukan latihan penyelaman di titik soft coral sekitar beberapa meter ke tengah laut. Nampak rasa puas pada raut wajah peserta diving. Tak lupa juga mereka membawa sekeranjang ikan oleh oleh dari laut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kami pun ditantang oleh pak Nasrun Djamil untuk mencoba belajar diving. Tanpa berpikir panjang saya yang memang sudah penasaran dari tadi akhirnya memberanikan diri mengacungkan tangan untuk ikut mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Fiuhh, terus terang ini kali pertama saya melakukan penyelaman. Boro boro menyelam, berenang saja kadang masih tak becus. Beribu prasangka timbul dikepala. Bagaimana kalo begini, kalo begitu bagaimana dan banyak lagi. Pak Nasrun memberi semangat dan mendorong motivasi bahwa Insya Allah semuanya akan lancar lancar saja sepanjang mengikuti teknik dan aturan mengenai dasar penyelaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pakaian, spin dan tabung udara pun disiapkan. Saya tak bisa mundur lagi. Dengan pasrah, saya pun didandani dengan coat selam, kacamata, spin katak dan diakhiri dengan cara menggunakan tabung oksigen saat sudah berada dilaut Masih ragu ragu, saya pun mengikuti instruksi yang diberikan. Teman teman hanya tertawa sambil terus menyemangati, ‘syamsoe pasti bisa’. Behhh &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Akhirnya semua sudah ready. Pak Nasrun lebih dahulu turun keair dan menanti saya dibawah. Laiknya robot yang kesiangan, saya berjalan patah patah dan akhirnya melompat turun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Byuarrrrr, air menyembur cukup tinggi. Harusnya saya tak melompat tadi tapi cukup berjalan saja dan menjatuhkan diri. Teman teman kembali tertawa diatas sana. Saya yang sempat blank selama 3 detik akhirnya mulai beradaptasi dengan baju selam dibawah air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kini tinggal saya dengan pak Nasrun. Sebentar lagi beliau akan mengajak saya kebawah sana. Saat saat yang mendebarkan. Laiknya memasuki episode penting dalam hidup, saya tak lupa berdoa dan tetap sigap mengikuti instruksi demi tuk kelancaran dan keselamatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Alhamdulillah, awal yang tak terlalu buruk, setelah beberapa saat di bawah laut, saya pun merasakan sensasi dan pengalaman yang tak terlupakan tuk pertama kali. Sempat meminum beberapa liter air laut dan melihat ikan serta terumbu karang secara langsung dibawah laut merupakan suatu hal yang luar biasa tuk saya saat itu. Meski masih sebahagian kecil dari berjuta terumbu dibawah sana, saya semakin meyakinkan diri bahwa pulau tinabo memang mempunyai keindahan laut yang luar biasa dan wajib tuk dikunjungi bagi wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sampai pada saat makan siang, saya masih terbawa suasana pengalaman bawah laut tadi. Rupanya inilah yang selama ini para diving itu menggilai. Ada kehidupan lain disana. Kehidupan dimana kita tak sendiri di dunia ini. Kehidupan dimana mereka menyadarkan kita tuk selalu menjaga kelestarian alam, utamanya ancaman kepunahan bagi species langka dan terumbu karang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sampai pada saat kami sudah beranjak hendak pulang kembali saya masih tak habis pikir. Tinabo secantik ini masih sedikit pengunjungnya. Memang peer pemerintah setempat masih sangat besar. Di butuhkan orang orang ‘gila yang berbasis kelautan untuk menjaga kelestarian terumbu dari ancaman orang orang yang tak bertanggung jawab..para personil dan SDM perlu ditambah mengingat keterbatasan mereka tuk menjaga area taman nasional ta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bahkan menurut beberapa orang yang saya tanyai, orang selayar aslipun hampir sebahagian besar belum menginjakkan kaki disini. Tinabo butuh polesan. Ibarat emas, ditaruh di tempat manapun ia tetap bernilai. Butuh tangan dingin investor local dan asing untuk terus menggeliatkan Tinabo Sebagai icon Maritim kota Selayar di masa mendatang. butuh orang orang muda yang dapat berceloteh mempromosikan tinabo tuk wisatawan agar semakin banyak berkunjung ke Tinaboi. Pulau yang butuh action promosi secara spesifik agar dapat bersaing dengan pulau pulau lain yang lebih dahulu tersohor akan keelokannya. Sekali lagi kami merasa beruntung, bisa juga ikut merasakan keindahan pulau tinabo, mendapat referensi dan pengalaman baru serta merasakan sensasi laut Tinabo, syurga tersembunyi para diving.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Angin Silanjara, di laut yang penuh bintang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bulan Menghilang. Jauh dibelakang, pulau Tinabo tak nampak lagi dimata. Lepas sore tadi, rombongan kami sudah duduk diatas perahu. Menjelang Magrib, inilah moment yg ditunggu tunggu. Cuaca begitu bersahabat. Langit bersih dan beberapa camar terbang tak beraturan.Fatamorgana berubah jadi sejuta lukisan indah bak muncul dari kawah kaki langit. Matahari berpijar rendah menghasilkan lukisan mahakarya sempurna saat sunset tiba. Tak hentinya kami memuji dan merefleksikan bentuk keindahan itu dengan cara masing masing. mengambil posisi yang dianggap terbaik tuk sekedar merekam gambar sunset diatas laut tambolongang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perjalanan pulang dari tinabo ini menempuh rute yang berbeda dari kedatangan kami. Denun sengaja membawa kapal Haji kusa, melewati apata’nah tuk menuju dermaga Pattumbukang dengan harapan kami juga dapat menikmati perjalanan dari sisi lain kota Selayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sunset pun tiba. Saat saat seperti ini sepertinya memang sulit dilupakan. Dan saya rasa sepanjang ia manusia, tak bisa dipungkiri, sifat sentimental dihatinya akan timbul dan berdecak kagum melihat keindahan alam. Moment yang sepertinya cukup langka bagi rombongan kami. Dari atas geladak perahu, ditengah laut lepas, memandang sunset yang tenggelam diufuk barat serta debur ombak dan angin darat yang mulai berhembus memberikan makna mendalam tentang arti perjalanan kami kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bersama teman teman, kami bersenda gurau sepanjang perjalanan, dan sepertinya semakin lengkap dengan cemilan dan air putih yang ikut menemani perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perahu bergerak tenang namun pasti digelapnya laut malam menuju pattumbukang. Sambil berbaring, saya melayangkan pandang ke langit luas. Ada berjuta bintang diatas sana. Kerlipnya membawa fikiran jadi melambung. Tiba tiba kami merasa kecil dilaut yang luas ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teman teman lain sibuk bermain dengan fikirannya masing masing. Suasana jadi syahdu. Yang terdengar hanyalah deru mesin perahu dan angin malam yang kian menusuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Malam terakhir di pulau selayar. Sorot lampu suar dari dermaga pattumbukang akhirnya mengakhiri perjalanan panjang kami hari itu. Hari yang sangat melelahkan tapi sangat menyenangkan. Dari dermaga pattumbukang, kami pun dijemput oleh rekan andry yang langsung membawa kami keluar dari dermaga menuju rumah kabag Humas Selayar, bpk Gunawan di kota Benteng. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-3212367449879867160?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/3212367449879867160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=3212367449879867160&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3212367449879867160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3212367449879867160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/12/pulau-tinabo-mutu-manikam-dari-ranah.html' title='Pulau Tinabo;  Mutu Manikam dari Ranah Doang'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pvGER_zHIu8/TttOe5tYNfI/AAAAAAAAANg/E64Pj6e9rns/s72-c/Selayar.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8931637481827112419</id><published>2011-08-29T10:32:00.007+08:00</published><updated>2011-08-29T10:45:05.819+08:00</updated><title type='text'>Kenapa Yahudi Pintar?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EeFVVq0neSY/Tlr7wZZFjxI/AAAAAAAAAMo/x2spCWQ8D3w/s1600/url.htm"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EeFVVq0neSY/Tlr7wZZFjxI/AAAAAAAAAMo/x2spCWQ8D3w/s320/url.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646101891730738962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya tertarik me repost tulisan ini dari sahabat sy dr.iqbal, berhubung masih suasana penghujung Ramadhan 1432H, tak ada salahnya sebagai umat muslim, saya ikut menyebarluaskan tulisan yang tentunya dapat bermanfaat dan menggugah semangat persaudaraan muslim tuk selalu mempersiapkan diri dan menjadi penerus generasi islam dimasa akan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena  kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun  teknologi. Allah Ta’ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi  suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik  mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan  dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini  hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian. &lt;p&gt;Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari  fenomena kelebihan mereka ini. Artikel Dr Stephen Carr Leon patut  menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung.  Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship  dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang  menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa  Yahudi Pintar?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang  menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa  sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada  mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka  Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. untuk Anda ketahui, tesis  ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan  data-data yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;PERSIAPAN MELAHIRKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah  mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan  bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan  menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya  yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa  soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus  perkembangannya.Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon  ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;CARA MAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal  mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu.  Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad  yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk  perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang  dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.  Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam  kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu  Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada  setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging  tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging  dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama  kacang badam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama.  Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan  dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan  kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan  menyebabkan kita merasa ngantuk.Akibatnya lemah dan payah untuk memahami  pelajaran di sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;ROKOK&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_uMdWXcCiLs/Tlr8EK011WI/AAAAAAAAAMw/o_4s7jlGzyM/s1600/rok.htm"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_uMdWXcCiLs/Tlr8EK011WI/AAAAAAAAAMw/o_4s7jlGzyM/s320/rok.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646102231418000738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah  Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh  Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah  mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin  dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen.  Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (  bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi.  Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan  bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil  lever).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata  mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil  mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu  kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat  meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut  saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak  pakar musik dari kaum Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;1 – 6 SD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika  berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam  pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam  tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi.  Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.  Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih  otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela  negara.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sekolah Menengah – Perguruan Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini  murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk  menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan  memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti  itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang  lebih tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh  terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar  ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan  proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team  Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!  (kurang lebih Rp. 10 millar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, MELAHIRKAN ANAK dan KETURUANAN  YANG CERDAS adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa  diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi  mungkin?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;PENDIDIKAN ANAK DI PALESTINA&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita  di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab  sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008  kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur  Gaza.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban  tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih.  Hampir setengah darinya adalah anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target  anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429  Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak  Palestina yang sudah hafidz al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber  ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah  menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti  apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran.  Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan  mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play  Station atau game bagi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang  masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500  bocah penghafal Quran itu telah syahid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa  generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok  bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah  Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara  tetangganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh  yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan  aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok  bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon  sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran,  teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium  bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak  universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh  sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?  Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini  bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaskus.us /dr. Muh. Iqbal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8931637481827112419?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8931637481827112419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8931637481827112419&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8931637481827112419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8931637481827112419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/08/kenapa-yahudi-pintar.html' title='Kenapa Yahudi Pintar?'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EeFVVq0neSY/Tlr7wZZFjxI/AAAAAAAAAMo/x2spCWQ8D3w/s72-c/url.htm' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-2292608746975976037</id><published>2011-08-27T21:32:00.009+08:00</published><updated>2011-08-29T09:55:55.368+08:00</updated><title type='text'>Berpusing pusing : Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-IzCc1A30QFM/Tljz99Jj8VI/AAAAAAAAAMI/zuN58__kLWk/s1600/Picture%2B573.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IzCc1A30QFM/Tljz99Jj8VI/AAAAAAAAAMI/zuN58__kLWk/s320/Picture%2B573.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645530378621153618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini adalah postingan setengah hati. Kecapean pulang dari taraweh. Tulisan yang tak mendetail dan sekedar tuk menggores. Jadi begini:  Berawal dari tawaran teman akan tiket pp air asia yang batal. Meski pun sebenarx dasarnya tiket ini murah, sumpah, sy belum familiar dan begitu tau jika harus booking tiket lewat websitenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya, Ke KL dengan durasi hari hanya dua Hari. Waktu yang singkat memang. Bagi sebahagian orang berkunjung keluar negeri meskipun itu 'hanya' negara tetangga yg terbilang dekat dan dapat dilakukan kapan saja apalagi bagi mereka yang berdomisil di jakarta tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu memang saya berniat tuk mengunjungi negara itu. Min dapat dualah, malaysia dan singapura. Mencari cari waktu yang tepat sepertinya masih sulit melihat aktifitas kantor yang cukup padat.  saya pun menyempatkan diri disebuah kesempatan tuk singgah di beberapa travel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya tawaran pakansi tuk kedua negara itu cukup 'mencekik' kantong juga. Tuk ukuran pegawai biasa seperti saya tentunya.  Meskipun demikian cerita mengenai rumpun temasek dan negeri jiran itu masih menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya hasil ngobrol dengan beberapa anak dari komunitas backpaker mks, keinginan tersebut muncul kembali. Keinginan tuk berlibur dengan budget murah dengan hasil yang sama. Sampai akhirnya tawaran tersebut pun datang. Karena sesuatu dan lain hal sehingga rombongan dari sebuah travel batal berangkat. Walhasil tiketnya pun dijual murah tuk kunjungan KL pp dengan budget satu jeti rupiah. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba hari pemberangkatan dengan modal ransel dan makanan berbuka puasa serta nomor telepon kakak teman yang katanya akan menjemput dibandara nanti, saya pun dengan 'pede'nya membulatkan tekat tuk sekedar maen ke KL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yipppe, pengalaman pertama backpacker keluar negeri sendiri tenyata ada suka dukanya.  Sebenarnya saya pun tak mau sendiri. Beberapa teman yg saya ajak rata rata dengan alasan yang senada. 'Ini bulan puasa, bro' ... but show must go on. Karena dah terlanjur semuanya harus dihadapi.  Ternyata tak sesulit yang dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting awalnya adalah, begitu menjejakkan kaki dibandara, saya akan nginap semalam dulu dan besok shubuhnya baru ke singapura by bus. Usut punya usut setelah nanya sana sini ternyata tuk kesingapura harus menempuh jarak sekitar 300 KM atau kurang lebih 5 jam lah dari KL. Itu belum termasuk waktu tuk menyeberang dan berkeliling disana dan pulang kembali ke KL. Dengan mempertimbangkan waktu serta melihat jadual tiket yang hanya sampai Minggu siang, tuk mengurangi resiko keterlambatan pulang seperti macet atau hal lain akhirnya saya putuskan tuk berkeliling KL saja selama dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia Truly Asia. Semuanya pengalaman baru dan menarik. Mulai dari mencari guest house, sempat kesasar dibandara dan lebih sering menggelandang jalan kaki karena  sempat salah ngambil rute, fluktuasi tukar Ringgit yang aneh, supir taxi india yang menjengkelkan serta pengalaman ber-monorail membuahkan kesan yang mendalam.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aScaG9XfqKY/Tlj-mCBsR7I/AAAAAAAAAMY/ClZ0ezTBiPE/s1600/Picture%2B646.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aScaG9XfqKY/Tlj-mCBsR7I/AAAAAAAAAMY/ClZ0ezTBiPE/s320/Picture%2B646.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645542062241367986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contek Kelebihannya ::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari beberapa perseteruan politik dua rumpun negara yang sempat berpolemik beberapa waktu lalu, beberapa catatan dari perjalanan kuala lumpur adalah : yang pasti kotanya menarik, point plusnya adalah beberapa ciri kota dunia adalah dari bahasa yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar disamping bahasa melayu itu sendiri. Kota dan suasana nya modern dan bersih. Serta sistem kota dan transportasi yang mudah dan tidak ribet. Saya melihat Kuala Lumpur sebagai ibukota Malaysia menerapkan pembangunan fisik yang terencana sehingga mampu mengatasi masalah substansial kota besar yaitu kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memaksimalkan angkutan kota dan kendaraan monorail yang terbukti mampu menciptakan kesan sebagai kota yang modern, monorail juga membuat transportasi menjadi nyaman dan bebas macet. Hal menarik lainnya adalah kota Modern Putra raja (dekat dari Bandara KLIA) dimana pusat pemerintahan disatukan sehingga rapi dan tentunya dapat lebih terjalin korelasi dan kerjasama secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu membayangkan setiap dinas pemerintahan jika membuat suatu hajatan biasanya menutup jalan protokol yang berada didepan kantornya. Disisi lain jalan tersebut ternyata adalah jantung poros transportasi kota. Bukankah hal itu salah satu dari biang kemacetan juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Putra Raja adalah salah satu solusi. Bagi saya yang awan, tentunya berfikir jika skali waktu setiap dinas secara serentak menghelat suatu hajatan dengan menutup jalan, tentunya transportasi kota umum pun tak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan Makassar, dari empat kota besar di Indonesia, Jakarta sekalipun, cerita macet masih menjadi komsumsi klasik. Bahkan pengoperasian kereta api di tengah kota pun masih belum mampu mencegah tingkat kemacetan. Gimana ngg macet, volume jalanan yang diperlebar sebanding dengan volume kendaraan yang juga terus ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf yee, ini sekedar share, sampai sekarang penanganan dan solusinya seperti tumpang tindih. saya selalu membayangkan kota kita sebenarnya tak kalah dengan mereka (KL). tentunya dibutuhkan kerja keras lagi tuk menciptakan iklim kota yang tenang. Minimal tidak macetlah dulu. tak usah muluk muluk dengan tagline go green.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya wacana dari pak JK mengenai penerapan Monorailnya terkhusus dulu di kota Makassar sepertinya memberi angin segar (buatku). Sebagai pengguna jalan raya yang setia setiap hari, tentunya saya berharap wacana ini lebih cepat lebih baik di realisasikan di kota Makassar dan 'menyusul' bandung, katanya sieh.... Bravo pak JK, kami tunggu ide 'gila' ta' daeng...*teplak teplok&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-2292608746975976037?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/2292608746975976037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=2292608746975976037&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2292608746975976037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2292608746975976037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/08/berpusing-pusing-malaysia.html' title='Berpusing pusing : Malaysia'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IzCc1A30QFM/Tljz99Jj8VI/AAAAAAAAAMI/zuN58__kLWk/s72-c/Picture%2B573.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-3745250218598548690</id><published>2011-07-27T11:00:00.012+08:00</published><updated>2011-07-27T11:59:40.590+08:00</updated><title type='text'>Don Antonio Blanco :   Dia lebih Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-au-ld6Z67Zc/Ti-Aqgdtm_I/AAAAAAAAALo/-HQnqkxE0N4/s1600/mario005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-au-ld6Z67Zc/Ti-Aqgdtm_I/AAAAAAAAALo/-HQnqkxE0N4/s320/mario005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633863126621199346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                           &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vI0ZuHeuJ7c/Ti-Ac8A9YaI/AAAAAAAAALg/CMePxVDUiKA/s1600/262254_1853903748152_1257547884_31595958_2456531_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vI0ZuHeuJ7c/Ti-Ac8A9YaI/AAAAAAAAALg/CMePxVDUiKA/s320/262254_1853903748152_1257547884_31595958_2456531_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633862893498622370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;In Front of Antonio Blanco's Picture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan holiday pun tiba: di waktu yang cukup sempit itu, kantor kami berkesempatan tuk bergathering di pulau dewata- Bali.  Yach,  pulau bali, sebenarnya ini tuk kali kesekian saya berkesempatan mengunjungi pulau ini. Meskipun masih banyak tempat di sana yg belum sempat saya kunjungi tapi entah kenapa tiba2 saya terbersit niat tuk berkunjung ke museum lukisan sang maestro &lt;a href="http://www.blancomuseum.com/"&gt;Antonio Blanco.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya menyukai lukisan.  Yang penting indah, tak peduli siapapun pelukisnya. Nah, mumpung ada kesempatan lagi ke bali, niat yang sudah lama terkubur tuk berkunjung ke sasana museum Antonio akhirnya bisa terwujud. disempat sempatin lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tak ada rute tuk kesana: yang ada hanyalah jadual kunjungan ke tegalalang, melihat sistem sawah subak yang bertingkat tingkat itu. Nah, saat singgah sebentar di pasar traditional setempat, saya nekat belok dengan menumpang ojek minta diantar ke museum yg kata guide dimobil tadi, ubud itu selain terkenal dengan  cinderamata kelas dunia juga menawarkan khas bali yang sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali yang sebenarnya? maksudnya apa bli eh om?... ougghh, rupanya Ubud itu syurga bagi mereka yang suka dengan cinderamata kelas dunia.  Dikatakan kelas dunia karena rata rata harga souvenir yang ditawarkan itu sedikit lebih mahal dibanding cinderamata dari daerah bali lainnya. Selain itu Ubud dari zaman dahulu katanya adalah  satu dari ikon yang lebih intens tuk menonjolkan seni cinderamata, art dan bentang alam rayanya... *sekali lagi bocoran dari guide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gpkcTEWKLc4/Ti-KF0I8ZyI/AAAAAAAAAL4/p72QmV5UTt0/s1600/Antonio%2BBlanco%252C%2B28x34%252C%2Bkertas..jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gpkcTEWKLc4/Ti-KF0I8ZyI/AAAAAAAAAL4/p72QmV5UTt0/s320/Antonio%2BBlanco%252C%2B28x34%252C%2Bkertas..jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633873491363915554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lukisan ' Girl &amp;amp; Apple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-d40AO7VNHFA/Ti-KazzfS6I/AAAAAAAAAMA/kmfAzACCeLM/s1600/269852_1846100633079_1257547884_31584248_404640_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-d40AO7VNHFA/Ti-KazzfS6I/AAAAAAAAAMA/kmfAzACCeLM/s320/269852_1846100633079_1257547884_31584248_404640_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633873852051180450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.. Just Action :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah,  kembali saat saya sudah niat dari hotel tuk melarikan diri. Sewaktu diperempatan jalan itu, saya melihat banyak jasa rental sepeda, berhubung kondisi waktu yang kurang memungkinkan dan saya belum mengetahui berapa lama jarak dan lama saya disana jika hendak 'melarikan diri sesaat' akhirnya saya mencoba mengajak beberapa teman saya ajak tuk 'belok' bersama, hitung hitung ada teman tuk dihukum bersama qkkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya mereka lebih senang berbelanja dan foto di pure sambil melihat persiapan acara ngabenan::, apa lacur sy pun memilih berjalan kaki sesaat ke arah utara dan menyetop sebuah ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai 10 menit berkendara motor, saya pun tiba di museum tiga tingkat peninggalan pelukis spanyol tersebut. Yihaaa,, ini adalah liburan yang sebenarnya... puas berkeliling dan foto foto dibeberapa tempat, saya sempat nanya sana sini kepada petugas disana, oohh rupanya museum ini sekarang di kelola oleh putra semata wayang maestro, bpk Mario yang juga seorang pelukis dan sekarang lebih sering bolak balik jakarta - bali. Beberapa lukisan dilantai dua tak lekat dari pandangan. Mengingat jadual kaboer ku yang semakin mepet akhirnya saya pun mengakhiri "petualangan singkat' ini dengan berfoto bersama burung peliharaan di taman dan belum sempat menguplodnya qkkk.  Ubud, Promise to see u again **&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-3745250218598548690?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/3745250218598548690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=3745250218598548690&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3745250218598548690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3745250218598548690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/07/blanco-ubud.html' title='Don Antonio Blanco :   Dia lebih Indonesia'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-au-ld6Z67Zc/Ti-Aqgdtm_I/AAAAAAAAALo/-HQnqkxE0N4/s72-c/mario005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-7059486107099818159</id><published>2011-06-27T15:11:00.006+08:00</published><updated>2011-06-29T11:07:18.040+08:00</updated><title type='text'>OMG: My Birthday Today</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SGiZ2aNREEc/TglD5znU8YI/AAAAAAAAAJE/-HMmeQKE_pE/s1600/27062011087.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 284px; height: 282px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SGiZ2aNREEc/TglD5znU8YI/AAAAAAAAAJE/-HMmeQKE_pE/s320/27062011087.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5623100270135538050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya saya tak terlalu menganut ritual acara ulang tahunan. Seperti tahun tahun sebelumnya, milad 'return of my day' nyaris berlalu seperti hari hari biasanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membaca beberapa ucapan selamat ultah mengalir di jejaring social, membuat saya kembali mengingat ..yakkzzz, , rupanya hari ini hari ulang tahun *hikzz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surprise juga melihat kue ultah sederhana sudah tersedia di meja kerja begitu saya masuk kantor pagi ini. Teman kantor memberi selamat dan mempersilahkan saya memotong kue ulang tahun ini. Ya ya.. Tak terasa umur saya berkurang setahun lagi. Jika diberi umur panjang dan kesehatan yang baik, insya Allah seperti hal nya yang lain tak lupa pula dihari ini saya juga mengharapkan agar semua keinginan dan harapan yang belum terealisasi agar dapat terpenuhi ditahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Ya Rabb, Semoga saya dan keluarga terutama Orang Tua tetap sehat dan diberi umur yang panjang dan keluasan rezeki dihari mendatang. Semoga doa dan harapan yang baik untuk saya dapat terkabulkan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-7059486107099818159?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/7059486107099818159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=7059486107099818159&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/7059486107099818159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/7059486107099818159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/06/omg-my-birthday-today.html' title='OMG: My Birthday Today'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SGiZ2aNREEc/TglD5znU8YI/AAAAAAAAAJE/-HMmeQKE_pE/s72-c/27062011087.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6018798468305061657</id><published>2011-06-12T18:40:00.023+08:00</published><updated>2011-06-29T20:43:07.775+08:00</updated><title type='text'>Salim &amp; Sapardi::  'Aku ingin mencintai I Lagaligo dengan sederhana'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sEG2-sluP9I/TfScQ8cIcOI/AAAAAAAAAIE/NzYoFQYyDVI/s1600/muhammad-salim-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 286px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sEG2-sluP9I/TfScQ8cIcOI/AAAAAAAAAIE/NzYoFQYyDVI/s320/muhammad-salim-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617286450153812194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ivankavalera.com/2011/03/muhammad-salim-maestro-penterjemah-i-la.html"&gt;Muhammad Salim &lt;/a&gt;adalah penerjemah serta pembaca aksara Lontara Bugis yang ulung. Karyanya berupa epik&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sureq_Galigo"&gt; I laga Galigo&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sureq_Galigo"&gt; &lt;/a&gt;tergurat di atas lembar-lembar lontar dalam bentuk puisi  dengan bahasa Bugis kuno. Mahakarya ini diperkirakan ditulis pada  kisaran abad ke-13 hingga abad ke-15 Masehi. Puisi dalam bentuk sajak  bersuku lima yang menceritakan asal-usul manusia ini juga berfungsi  sebagai almanak sehari-hari. &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Patut  dicatat bahwa naskah I La Galigo adalah karya sastra paling tebal  sedunia, mengalahkan epik legendaris dari India, Mahabharata. Jumlah  larik syair Mahabharata adalah 160.000 larik, sedangkan I La Galigo  memiliki jumlah larik syair lebih dari dua kali lipatnya, yakni lebih  kurang sebanyak 360.000 larik. Inilah mahakarya peradaban Bugis yang  luar biasa. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Cerita  I La Galigo dikembangkan melalui tradisi lisan masyarakat Bugis dan  masih sering dilantunkan dalam pelaksanaan beberapa upacara adat Bugis.  Sebagian rangkaian kisah dalam naskah monumental ini masih tersimpan di  Museum I La Galigo, Makassar, Sulawesi Selatan. I La Galigo dinilai  sebagai salah satu bukti bahwa orang Bugis adalah suku bangsa yang besar  dan berperadaban tinggi. Namun, karya besar ini seolah tidak mendapat  perhatian lagi, termasuk sosok Bissu (pelantun I La Galigo) yang  sebenarnya memiliki peran sentral dalam pelestarian I La Galigo. Bissu  seringkali menuai anggapan miring dari masyarakat hanya karena berjender  ganda. Padahal, mereka adalah penjaga setia tradisi I La Galigo.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Hx0YC9JeQXU/TfyafBZDq5I/AAAAAAAAAI0/3ZuvVHO0Tmw/s1600/222090_1694814051009_1257547884_31417465_7105037_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 204px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Hx0YC9JeQXU/TfyafBZDq5I/AAAAAAAAAI0/3ZuvVHO0Tmw/s320/222090_1694814051009_1257547884_31417465_7105037_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619536292791692178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Cukupkah  kita hanya sekadar membanggakan I La Galigo? Tentu saja tidak! Aksi  nyata untuk melestarikan aset budaya ini jauh lebih penting daripada  hanya membanggakannya semata. I La Galigo sudah kenyang akan sanjungan.  Yang diperlukannya hanyalah perhatian yang serius dan berkelanjutan dari  pihak-pihak terkait. Bentuk dari perhatian itu mungkin dapat dimulai  dengan mengangkat derajat sosok Bissu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Cerita  tentang kebesaran bangsa Bugis seakan-akan hanya menjadi awan gelap di  negeri sendiri, termasuk di tempat asalnya, Sulawesi Selatan. Di negeri  para pelaut itu, I La Galigo hanya mengisi imajinasi di ruang ingatan  orang semata. Hanya sedikit kalangan tertentu yang masih merawat  mahakarya ini dengan sungguh-sungguh. Ironisnya, di luar negeri, I La  Galigo justru lebih dihargai. Pada tahun 2004, misalnya, kisah dalam  epik I La Galigo dipentaskan di berbagai belahan dunia, termasuk di  Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan di negara-negara di Asia. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Baru  pada tahun 2011 ini, I La Galigo pulang kampung ke tanah Bugis. Pada  22-24 April 2011, bertempat di pelataran Benteng Fort Rotterdam,  Makassar, epik I La Galigo dipentaskan. Akan tetapi, pergelaran I La  Galigo di Makassar masih menyisakan kesan miris karena pementasan ini  justru disutradarai oleh seniman Barat, Robert Wilson, dan diadaptasi  oleh Rhoda Gruer.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sebuah  kesalahan fatal jika epik seagung I La Galigo malah menjadi tamu di  negeri sendiri. Kesadaran kita baru muncul ketika I La Galigo menjadi  perbincangan media massa di luar negeri. Adalah sesuatu yang sungguh  aneh ketika karya besar bangsa sendiri justru lebih dihargai di  mancanegara daripada di negeri sendiri. Jangan sampai kejadian seperti  ini terulang lagi. [ /bp.guru.bp/&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;*foto jempretan Dul, teman saya yang (entah dia sbenarx fotografer jempol atau pasapeda keren:) ) dari pementasan I lagaligo Mks bisa di intipz d&lt;a href="http://foto.detik.com/readfoto/2011/04/23/125656/1623673/157/5/"&gt;i sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sengaja saya awali postingan ini tuk memberi sekilas gambaran mengenai I lagaligo . Jujur, saya sendiri sbenarx nd ngerti ngerti amat tentang sastra. Adapun karya Epik I lagaligo itu kembali mencuri perhatian setelah pementasan nya beberapa waktu lalu di Fort Rotterdam Mks&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}   catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rxZxbPqnRPw/TfyPzKlzM0I/AAAAAAAAAIk/RKAgVH4k8JY/s1600/sapa.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rxZxbPqnRPw/TfyPzKlzM0I/AAAAAAAAAIk/RKAgVH4k8JY/s320/sapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619524544230536002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Sapardi Djoko Damono)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah, masih di beberapa waktu lalu tepatnya hari selasa tgl 14 Juni 2011, beberapa penggiat seni kota daeng yang tergabung dalam rumah budaya makassar '&lt;a href="http://rumata-artspace.org/"&gt;rumata'&lt;/a&gt; menggelar acara &lt;a href="http://www.blogger.com/www.makassarinternationalwritersfestival.com"&gt;Makassar International Writer Festifal&lt;/a&gt; (MIWF) atau pertemuan para penulis dari berbagai belahan dunia di Makassar. Rumah Budaya yang di prakarsai oleh Sineas Jempolan, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riri_Riza"&gt;Riri Riza&lt;/a&gt; dan  serta dari Panyingkul,  &lt;a href="http://lilyyuliantifarid.com/"&gt;LilY&lt;/a&gt;, yg mencurahkan kecintaannya dalam bentuk mendesain ulang rumah Riri yg sementara ini sudah dalam proses tahap pembangunan untuk nantinya dijadikan sebagai wadah kreasi para seniman Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini berlangsung dengan sukses dan meriah. Satu hal yang menarik perhatian adalah hadirnya sang professor puisi, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sapardi_Djoko_Damono"&gt;Sapardi Djoko Damono&lt;/a&gt; yang tampil membawakan delapan karya puisinya yang khusus dia interpretasikan dari terjemahan I Lagaligo. Bahkan seorang Sapardi pun sampai meluangkan waktunya, memberikan apresiasi kepada sang maestro Alm.Muh. Salim  yang tak sempat lagi melihat karya monumentalnya di angkat ke dalam mahakarya teater  epos lagaligo berkeliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada maksud untuk mengelu elukan kedua tokoh ini. Mereka lahir dijaman yang sama dan telah menyumbangkan beberapa karya seni syair dan roman yang layak untuk dikenang. Dan tentunya belajar dari kesederhanaan 'duo-S' ini, tak salahlah jika saya sendiri, sebagai orang yg juga masih awam akan seni sastra, saya kira karya mereka dapatlah dijadikan acuan untuk belajar bagaimana membuat karya sastra yang BAIK, HUMANIS, MEMBUMI dan yg terpenting, DIAKUI oleh berbagai lapisan masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-6018798468305061657?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/6018798468305061657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=6018798468305061657&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6018798468305061657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6018798468305061657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/06/muh-salim-kepingan-lagaligo-itu.html' title='Salim &amp; Sapardi::  &apos;Aku ingin mencintai I Lagaligo dengan sederhana&apos;'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sEG2-sluP9I/TfScQ8cIcOI/AAAAAAAAAIE/NzYoFQYyDVI/s72-c/muhammad-salim-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5988152591691428299</id><published>2011-05-17T16:18:00.017+08:00</published><updated>2011-06-12T10:48:37.758+08:00</updated><title type='text'>Pulau Lakkang:  Menyisir sejarah Nippon Tempo doeloe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SEJARAH&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;KKANG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pulau Lakkang konon sudah dihuni sejak awal agam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;a Islam m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;asuk ke Sulawesi Selatan sekitar abad ke-14.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari segi sejarah sejar&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ah sendiri, d&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;esa Lakkang dulunya b&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;rnama ‘Bonto Mallangngere’. Jika diartikan dalam bahasa M&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;akassar artinya adalah gunung tinggi dan memilik&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;i pe&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;nde&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;ngara&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;n yang tajam. Entah kenapa sampai di sebut seperti itu, cuman menurut cerita warga s&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;etempat, pada jaman pen&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;jajahan dahulu, pe&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;nduduk waktu itu mempunyai kemampuan mendengar kejadian yang ada di kota Makas&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;sar dengan naik puncak tebing. Penamaaan ini bisa jadi betul dengan me&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;lihat dari kultur tanah yang terma&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;suk&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt; lebih tinggi dibanding kota Makassar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sJ__0nNp8xg/TdI0pp8e4mI/AAAAAAAAAHA/ABY-AwqGDO0/s1600/IMG_0685_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sJ__0nNp8xg/TdI0pp8e4mI/AAAAAAAAAHA/ABY-AwqGDO0/s320/IMG_0685_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607602376268505698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Di zaman penjajahan, Serdadu Jepang sempat me&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;diami pulau&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt; ini selama kurang lebih tujuh bulan. Waktu itu. Delta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tallo (sekarang desa Lakkang) di&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;pilih sebagai tempat un&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;tuk berlindung dan menyelama&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;tkan diri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari serangan darat dengan memperkirakan lokasi Lakkang masih sulit di&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;jan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;gkau karena dikelilingi air sungai Tello. Nah, setelah Hiroshima dijatuhi dibom atom, para ser&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;dadu n&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;pon ini akhirnya mengungsi keluar dari lakkang dengan meninggalkan sekitar tujuh bungker.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Setelah jepang pergi, gerombolan Kahar Muzakkar datang dan mengusir penduduk asli. Mereka mendiami tempat itu sampai a&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;khirnya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;ditumpas oleh ten&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;tara dari Pulau Ja&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;wa. Melihat Delta tak lagi berpenghuni, Warga asli pun kembali lagi. Penduduk asli yang kembali itu pun akhirnya menamai pulau ini dengan sebutan LAKKANG (tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;bisa berpisah). Kira kira kalo di EYD kan disebut Leka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;ng *tak lekang oleh waktu*&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;. Harapan mereka agar supaya mereka dan keluarga bisa kembali hidup tenang dan tak lagi berpisah dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;tem&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;pat yang mereka cintai ini &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DESA LAK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;KA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;N&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;G&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0E5RiPmYzus/TdI3PSVywpI/AAAAAAAAAHg/44pYbaS0ZLw/s1600/180492_1572898923207_1257547884_31254140_4208551_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 292px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0E5RiPmYzus/TdI3PSVywpI/AAAAAAAAAHg/44pYbaS0ZLw/s320/180492_1572898923207_1257547884_31254140_4208551_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607605221790499474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1BypoqtWbG0/TdIx0mzjxJI/AAAAAAAAAGY/kdAn7FzmOUw/s320/IMG_0724_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607599265869448338" border="0" /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rCosUTctFdA/TdIyRtg4PJI/AAAAAAAAAGg/0BMnxy13qDw/s1600/IMG_0714.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rCosUTctFdA/TdIyRtg4PJI/AAAAAAAAAGg/0BMnxy13qDw/s320/IMG_0714.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607599765886352530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ini kali kedua saya berkunjung di desa ini. Sebelumnya karena urusan jalan jalan, dan kali ini saya datang bersama teman teman pasapeda kantor, hmm jalan jalan lagi :). Seingat saya, desa ini sudah cukup berkembang. Apalagi jamuan ikan ba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kar dan udang sebagai menu siang dari pak Imam desa menambah semangat sekaligus kembali memutar roda kenangan manis akan desa Lakkang, tanah jejak para nippon dulu berlabuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebenarnya ada beberapa referensi mengenai desa ini. Kita dengan mudahnya tinggal men-search nya saja di mesin pencari di Internet. Tapi tak apalah saya menyarikan kembali dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Desa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lakkang ini memiliki luas 165 hek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;tar dengan didominasi lahan tambahan seluas 122 hektare dipesisir sungai.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Terkurung oleh perairan sungai Tallo dan Sungai Pa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;mpang, dua dari tiga sungai yang membelah kota Makassar&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Beberapa informasi menyebutkan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lebar sungai hampir mencapai 10 meter dari depan dermaga Kera kera (Unhas) tapi bisa mencapai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;50 Meter dengan kedalaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; empat hingga lima meter jika semakin menuju ke pertengahan sungai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Desa Lakkang masuk dalam area Kelurah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;an Lakkang, kecamatan Tello Kota Makassar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menyusuri Sungai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; TELLO&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-K1ehCnhc610/TdIytXJEe_I/AAAAAAAAAGo/ZQ1N4PaoCac/s1600/IMG_0689.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-K1ehCnhc610/TdIytXJEe_I/AAAAAAAAAGo/ZQ1N4PaoCac/s320/IMG_0689.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607600240917249010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebenarnya terlalu dini untuk menyebut Lakkang laksana Kota Air Venesia, di Itali sono. Atau bungker yang mirip vietkong ala Vietnam. Butuh waktu beberapa tah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;un kedepan untuk memolesnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setidaknya jika dipe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;rtahankan, keaslian desa dengan konsep terpadu menjadi modal dasar untu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;k menyulap kawasan ini menjadi asset pemerintah yang menjanjikan dimasa datang. Letaknya c&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ukup mudah dijangkau serta tranportasi dekat dan murah. Untuk menuju kesana kita untuk sementara ini harus menggunakan transportasi sungai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu dua buah perahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fiber yang diberi papan diatasnya berukuran 4x3 meter, dapat mengangkut sampai belasan orang ditambah muatan barang bawaan. Bisa juga menggunakan roda dua seperti motor ata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;u sepeda yang kemudian diangkut diatas pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;rahu untuk dipakai berkeliling di sana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada beberapa dermaga yang bisa dipilih at&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;au yang diangga&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;p mudah terjangkau dari tempat tinggal. Dermaga yang paling familiar adalah Dermaga Kera Kera yang berada didalam area kampus Unhas Tamalanrea. Lokasinya di arah barat atau di belakang teaching farm fakultas pertanian dan peternakan Universitas Hasanuddin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;. Dermaga yang lainnya berada di lokasi tol Lama Jl. Ir. Sutami, yaitu dikawasan pergudangan Industri Makassar, dekat Gudang PT. Ajinomoto. Aksesnya bisa dilalui lewat jalan sa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;mping SPBU Kima. Di dermaga Kima ini ada dua te&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;mpat menunggu perahu penyebrangan. Bisa dengan dengan menunggu di pinggir sungai atau bisa juga menyusuri jalan tambak kira&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2 kilo meter sepanja&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ng pematang tambak untuk menuju dermaga berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Dermaga lainnya adalah dermaga R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;appokalling di Kecamatan Tallo. Untuk menjangkaunya masuk lewat di sekitar jl Gatot Subroto atau dekat dengan Bosowa F&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;otbal Centre.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan dermaga terjauh adalah dermaga bukit baruga yang terletak di belakang perumahan bukit baruga. Bagi mereka yang ingin menikmati wisata ba&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kau sungai lebih lama dapat memilih rute dermaga ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Biaya transportasi juga sangat murah. Jika &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;menyebrang tanpa kendaraan bermotor cukup dikenakan Rp. 2000,-, Jika membawa kendaraan dua roda maka ditambah Rp. 1000,- dengan lama perjalanan sekitar &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;15 menit dari dermaga tedekat (Kera-Kera Unh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;as). Sepanjang jalan s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ungai banyak ditumbuhi bakau serta Nira yang tumbuh hampir disepanjang daerah aliran sungai. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BERSEPEDA di DESA LAKKANG&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-d-pReegjpRc/TdI-0LuvMqI/AAAAAAAAAHo/qsIQfA0YcpU/s1600/230125_223862857640236_100000495705143_962354_5681339_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-d-pReegjpRc/TdI-0LuvMqI/AAAAAAAAAHo/qsIQfA0YcpU/s320/230125_223862857640236_100000495705143_962354_5681339_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607613552252629666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak kenal maka tak sayang. Sekali waktu saya sempat bertanya kepada seorang alumni Unhas dari sebuah fakultas. Rupanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia juga tak me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ngetahui pasti letak desa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Lakkang tersebut. Yang satunya lagi malah lebih parah, boro boro untuk sampai kesana, mendengar nama Lakkang juga baru sekali dua kali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sepertinya Desa Lakkang memang masih harus terus berbenah untuk dapat memproklamirkan dirinya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aspek geologis sendiri, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Desa Lakkang adalah sebuat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt; delta (pulau yang dikelilingi oleh Sungai) . Sebuah delta yang terbentuk karena endapan sendimen selama ratusa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;n tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluar 200 meter persegi yang akhirnya disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delta Sungai Tallo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;Menyusuri jalan masuk desa, sebuah gerbang selamat datang berdiri sebagai penanda. Tampak logo sebuah perusahaan selular dan perbankan ada disana. Suasana asri dan alami langsung terasa. Lakkang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;enawarkan jalan kecil setapak dengan rimbun pohon bambu, k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ebun serta tambak di antara rumah panggung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kayu berarsitektur Makassar khas masyarakat Lakkang. Dua &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bangunan Mesjid, lapangan desa serta kuburan rakyat tampak menyatu. Menurut Sekretaris Lurah Pak Anas yg saya temui, desa ini dihuni sekitar 125 keluarga atau sekitar 1000 lebih jiwa penduduk yang berprofesi sebagai petambak dan nelayan musiman tergantung hujan atau kemarau yang siap menerima perubahan positif demi kemajuan desa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Laiknya karakteristik delta ditengah sungai, Lakkang f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;miliar dengan rimbun pohon bakau selama perjalanan menuju kesana. Buat para fishering tentunya ini merupakan alternative dan surga local bagi mereka yang senang dengan santapan ikan baronang, mujair dan bandeng serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;udang dan kepiting. Semuanya mudah didapatkan. Udaranya masih jauh dari Polusi serta tetap mempertahankan langgam kehidupan yang harmonis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jalan desa sudah terbuat dari paving blok di beberapa alu&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;r berkat bantuan dana kompensasi sektor infrastruktur. Jalannya terbuat dari paving blok selebar dua meter. Sisi kiri dan kanan jalan berjejer rumah panggung. Masyarakat terbuka menerima perubahan positif demi kem&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ajuan desa&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;VIETKO&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;NG ALA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);font-size:130%;" &gt;MA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);font-size:130%;" &gt;KA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);font-size:130%;" &gt;SS&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;AR&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-0KGNzI7O6Ns/TdI1VILAdrI/AAAAAAAAAHI/8qU_BDRoFaw/s1600/IMG_0678.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0KGNzI7O6Ns/TdI1VILAdrI/AAAAAAAAAHI/8qU_BDRoFaw/s320/IMG_0678.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607603123116865202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FL1n6QnYfeo/TdI2oUYhCvI/AAAAAAAAAHY/hL1CocdYn24/s1600/IMG_0723_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FL1n6QnYfeo/TdI2oUYhCvI/AAAAAAAAAHY/hL1CocdYn24/s320/IMG_0723_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607604552323894002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SiQt6XL_fdE/TdI2FdjTxdI/AAAAAAAAAHQ/LcJxOWgaArw/s1600/IMG_0720_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SiQt6XL_fdE/TdI2FdjTxdI/AAAAAAAAAHQ/LcJxOWgaArw/s320/IMG_0720_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607603953489659346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selain suguhan alam khas desa ditengah kota, Lakkang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;em&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;iliki tiga dari tujuh bunker tua peninggalan jepang yang masih utuh. Tak seperti bunker di vietkong -Vietnam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;yang lebih besar dan panjang, bunker peninggalan di lakkang ini relatif lebih kecil dan pendek. Bunker ini sudah tertimbun sekitar 50 tahun lamanya hingga akhirnya atas inisiatif dari pemerintah untuk membuka lokasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Lakkang sebagai potensi yang bisa dipoles dan juga mengandung nilai sejarah, akhirnya penggalian dilakukan secara bahu membahu oleh personil koramil Tallo, Lantamal VI dan masyarakat lakkang atas prakarsa LPP dan dinas kebudayaan dan pariwisata Makassar beberapa waktu lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Hasilnya adalah 3 (tiga) Bunker yang masih bisa diselamatkan, empat &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;lainnya sudah dinyatakan hancur dan sudah dibanguni rumah warga diatas tanah bunker tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Desa Lakkang mempunyai tujuh bunker peninggalan Jepang  yang dimana antara bunker satu dan lainnya saling terhubung. Hanya saja,  penggalian dilakukan terhadap tiga bunker yang masih bisa diselamatkan.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bunker pertama bentuknya seperti ruang lebar dengan kedalaman tanah kurang lebih 15 x15 meter. Lubang masuknya berbentuk terowongan kecil berdiameter 70 centimeter. Saya cukup kesulitan juga tuk masuk kedalamnya karena harus merebahkan badan sekitar 30 derajat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;Diperkirakan bunker pertama ini sebagai tempat perlindungan dan logistic melihat ruang yang cukup besar berbentuk persegi empat tanpa sekat yang diperkirakan bisa memuat sampai 20 orang fisik serdadu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bunker kedua letaknya disebelah barat bunker utama dengan diameter lebih kecil. Ukurannya sekitar 7x7 dengan dua pintu berbentuk terowongan berukuran sedikit lebih besar dari bunker pertama. Bunker kedua ini diperkirakan sebagai bunker pertahanan yang berfungsi melindungi bunker utama dari serangan tentara sekutu dari arah kota Makassar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sedangkan bungker ketiga bentuknya seperti terowongan  memanjang dengan dua pintu. Ukurannya seperti bunker pertama dengan  fungsi yang juga sama seperti bunker pertama yang berfungsi sebagai  bunker pertahanan dari serangan tentara sekutu dari arah timur laut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hampir dipastikan antara bungker satu dan yang lainnya saling terhubung. Salah satu bunker hingga sekarang telah diberikan tanda dan pengaman seadanya. Sedangkan empat bunker lainnya hanya terlihat seperti gundukan tanah dengan onggokan daun yang menghampar menutupi tanah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Materil bunker adalah semen, batu sungai dan pasir muara yang diperkirakan dibangun di jaman kemerdekaan antara 1944 -1945 yaitu masa berakhirnya kekuasaan jepang di Indonesia. Bunker ini selai berfungsi menyimpan logistic juga diperkirakan sebagai tempat pertahanan saat jepang terdesak kalah dan menunggu sampai bantuan datang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5988152591691428299?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5988152591691428299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5988152591691428299&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5988152591691428299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5988152591691428299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/05/pulau-lakkang-venesia-from-anging.html' title='Pulau Lakkang:  Menyisir sejarah Nippon Tempo doeloe'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sJ__0nNp8xg/TdI0pp8e4mI/AAAAAAAAAHA/ABY-AwqGDO0/s72-c/IMG_0685_picnik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-1530654704353971395</id><published>2011-04-03T17:18:00.002+08:00</published><updated>2011-06-12T10:47:20.885+08:00</updated><title type='text'>Detik Dot Com - Ini Jaman Digital life  Bung !!</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JWQhZ_Q_nJo/TZg40KlFD6I/AAAAAAAAAGI/Z6yTGB0T9z0/s1600/IMG_0767.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JWQhZ_Q_nJo/TZg40KlFD6I/AAAAAAAAAGI/Z6yTGB0T9z0/s320/IMG_0767.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591281406224699298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mendapat telefon dari pihak detik.com, akhirnya saya yakin dapat ikut juga di acara itu. Waktu yang cukup mepet mengingat saya baru melakukan registasi online di alamat urlnya beberapa hari sebelum acara seminar di gelar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Road Show detik.com bekerja sama dengan operator selular terkemuka Telkomsel ini berlangsung pada hari Sabtu, tgl 2 April 2011 bertempat di Aula Hotel Horison Mks&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di jalan Sudirman Mks.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tema acara adalah SEMINAR ONLINE MEDIA: CITIZEN JOURNALISM &amp;amp; ENTREPRENEURSHIP yang di gelar di tujuh Kota&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Besar Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengendarai angkutan umum, agar tak telat, Pukul 08.00 Wita teng, saya telah berada di Hotel tersebut dan segera ke ke panitia untuk register ulang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ternyata acaranya sangat meriah. Ratusan peserta dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri seminar ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kota Mks adalah kota terakhir kunjungan Road Show detik.com. Rata rata berasal dari mahasiswa dan beberapa komunitas jejaring dan blogger kota Mks.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan dipandu MC dari Prambors Mks. Pemateri pertama di buka oleh Bp &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Andry Huzain, Director Of Commerce IT detik.com yang memaparkan mengenai sekilas dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sarana penunjang teknologi Detik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada sesi dua, materi di bawakan oleh bpk Budiono selaku Founder dan Pimpinan Redaksi Detik.Com. Secara gambling dan lugas ia menjelaskan awal berdiri serta beberapa hal serta ulasan dilengkapi dengan visual yang memikat membuat seluruh peserta menjadi antusias dan berebutan untuk mengajukan pertanyaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yangmembuat saya terkesan adalah pak budiono sangat komunikatif . Humornya cerdas dan tak garing. Pemilahan kata tak slapstick dan  always update dgn khasnya sendiri. Itu terlihat dari caranya menjelaskan dan bagaimana meramu materi hingga menarik. Perusahaan berbasis maya dengan tagline DETIK COM-DIGITAL LIFE STYLE ternyata mampu membuka cakrawala berpikir bagi peserta mengenai pentingnya arti teknologi dan cara pandang hidup serta perlunya menggali potensi tanpa henti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesi ketiga, materi sponsor diisi oleh GM&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Communication Telkomsel sendiri hingga turun waktu coffebreak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hingga akhirnya peserta di buat terbahak bahak oleh humor cerdas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari penulis buku Raditya Dika. Raditya dika adalah seorang penulis yang berangkat dari blogger. Tulisannya telah di buat dalam bentuk buku dan film.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemuda berusia 26 tahun ini piawai dalam berimprovisasi dan tampil dengan gaya yg khas . Tak salah memang jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukunya menjadi best seller. Si dika ini mampu menebarkan semangat positif dan pengajaran tuk selalu melihat dari sudut pandang yg beda dan menggali kreatifitas dengan karakter sendiri. Bagaimana membuat hobby dapat menghasilkan income dan menambah teman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-1530654704353971395?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/1530654704353971395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=1530654704353971395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1530654704353971395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1530654704353971395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/04/detik-dot-com-ini-jaman-digital-life.html' title='Detik Dot Com - Ini Jaman Digital life  Bung !!'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JWQhZ_Q_nJo/TZg40KlFD6I/AAAAAAAAAGI/Z6yTGB0T9z0/s72-c/IMG_0767.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5832498186951336696</id><published>2011-03-05T19:57:00.010+08:00</published><updated>2011-03-12T17:13:24.011+08:00</updated><title type='text'>Habibie : Life is show must go on</title><content type='html'>SIAPA SIEH PROF DR ING. BJ. HABIBIE?&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sepertinya tak cuma Seorang habibie, siapapun ia sangat manusiawi jika ia bersedih karena ditinggal oleh orang yg sangat dikasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak berbicara banyak tentang siapa &lt;a href="http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html"&gt;&lt;/a&gt;HABIBIE. &lt;span class="isiberitaok"&gt;Seorang cendekiawan, tokoh intelektual, dan bapak teknologi Indonesia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya di jerman serta aktif dalam berbagai kegiatan amal social.&lt;/span&gt; begitu yakinnya saya pada ketenaran beliau apalagi bagi Masyarakat Indonesia bahkan 'mungkin' dunia membuat saya tak perlu mengulas terlalu banyak tentang apa dan siapa beliau. Literatur dan history beliau bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencari internet.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;RESENSI BUKU&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Postingan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘semoga’ belum terlambat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebenarnya waktu itu saya belum bisa memastikan tuk bisa hadir pada acara itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena beberapa kesibukan akhirnya saya lupa tuk mendaftarkan diri pada panitia sampai pada hari minus tiga dialog talk show. Talkshow bedah buku pak habibie di adakan oleh harian&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; FAJAR&lt;/span&gt;&lt;a href="http://fajar.co.id/"&gt; &lt;/a&gt;Mks Pada hari Sabtu, Tgl 12 Januari 2011 bertempat di Studio Fajar TV, Lantai dua Gedung Graha Pena Mks dan kemudian setelahnya itu lalu dilanjutkan dengan peluncuran buku HABIBIE &amp;amp; AINUN yang digelar di Gramedia Mall Panakkukang Mks pada hari yang sama.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jhTsXNBqpp0/TXI3tmd7nsI/AAAAAAAAAFM/m5Jq4rP0Uv8/s1600/182037_1566783170317_1257547884_31245044_6458003_n.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xCPB-95dDjk/TXI34KKyb3I/AAAAAAAAAFU/iIEi3g82v7A/s1600/175447_1566756249644_1257547884_31244935_3493698_o.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xCPB-95dDjk/TXI34KKyb3I/AAAAAAAAAFU/iIEi3g82v7A/s320/175447_1566756249644_1257547884_31244935_3493698_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580584326207270770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L0F9oa7eeRU/TXI3_8C94hI/AAAAAAAAAFc/39uwPjg_Jdc/s1600/175689_1566756289645_1257547884_31244936_4780089_o.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-L0F9oa7eeRU/TXI3_8C94hI/AAAAAAAAAFc/39uwPjg_Jdc/s320/175689_1566756289645_1257547884_31244936_4780089_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580584459855323666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Garis besar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bukunya banyak menceritakan tentang perjalanan manis kisah hidupnya bersama ibu Ainun, bersama menjalani hidup dalam suka dan duka hingga kenangan dalam mendampingi beliau saat di rumah sakit hingga maut menjemput. Kerinduan dan semua kenangan itu akhirnya di curahkan dalam beberapa goresan yang menjadikan buku ini layak tuk di jadikan referensi .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;BERTEMU HABIBIE&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya nyaris putus asa karena kelupaan tuk melakukan registrasi ulang tiga hari menjelang hari H sebagai peserta talkshow pada Panitia. Akhirnya pada sabtu pagi, saya iseng tuk datang lebih awal di lokasi acara sambil celingak celinguk mencari informasi serta cari tau. Itung itung berharap siapa tau ada kenalan atau informasi terkini yang dapat menolong saya tuk sekedar mendapatkan id card sebagai bukti peserta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jam delapan pagi waktu studio suasana masih sepi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena belum adanya penjagaan dari panitia akhirnya saya pun nekat nyelonong masuk ke studio yang waktu itu masih kosong melompong tuk sekedar meliat liat suasana. Hanya tampak beberapa kru yg sibuk mempersiapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tata panggung serta beberapa penonton yang sepertinya sudah datang lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Meskipun sudah merasa aman karena telah mendapatkan tempat duduk, tetapi rasa was was itu masih ada takut ada sidak mendadak dari panitia. Sambil menggeserkan diri, mencari tempat duduk saya coba membaurkan diri dengan &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;beberapa mahasiswi&lt;span style=""&gt; tampak &lt;/span&gt; duduk bergerombol di kursi bagian depan. Salah satu dari mereka menjawab bahwa tuk menjadi peserta memang harus mempunyai id card. Saya yang kelimpungan karena sebentar lagi ruangan akan disterilkan menjadi gelagapan dan akhirnya ‘sedikit nekat’ mencoba menanyakan siapa tau ada tempat pendaftaran lain tuk mendapatkan id card,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pucuk dicinta ulam tiba. Seorang dari mereka menawarkan diri tuk memberikan id card Karena seorang temannya yang lain berhalangan tuk hadir. Tambahnya lagi, katanya yang menjadi MC sebentar itu adalah ayahnya. Weikz, Orang yang tepat nieh.. gadis yang cantik dan baik hati &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kesempatan itu saya sambar dengan suka cita. Saat ruangan sudah benar benar harus dikosongkan, Akhirnya kami beriringan keluar tuk ikut antre di panitia tuk mengambil id card. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sampai pada akhir acara talkshow, kami pun berpisah, saya belum sempat menanyakan nama dari mahasiswi tersebut. Bidadari kecil &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu tampak duduk di kursi sisi sebelah kanan panggung berbaur dengan teman temannya sedangkan saya lebih memilih melantai bersama beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wartawan media tuk sekedar mengambil beberapa gambar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;HABIBIE &amp;amp; AINUN :&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jhTsXNBqpp0/TXI3tmd7nsI/AAAAAAAAAFM/m5Jq4rP0Uv8/s1600/182037_1566783170317_1257547884_31245044_6458003_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jhTsXNBqpp0/TXI3tmd7nsI/AAAAAAAAAFM/m5Jq4rP0Uv8/s320/182037_1566783170317_1257547884_31245044_6458003_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580584144825196226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setiap orang mempunyai cara, media dan ruang masing masing tuk menumpahkan ekspresi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rupanya teknokrat ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memilih media &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;buku sebagai tempat tuk mencurahkan isi hati. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Alhamdulillah, saya bias berkesempatan tuk bertatap muka dengan beliau&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah dalam kesempatan itu, Putra Pare-pare ini mencoba bersinergi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan gaya yg khas laiknya kuliah umum, beliau berkisah di hadapan&lt;span class="isiberitaok"&gt; ratusan peserta yang juga tampak dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;gubernur, pejabat teras hingga ikatan wanita pengusaha Indonesia. &lt;/span&gt;Sebenarnya dalam kesempatan itu, ingin pula saya rasanya tuk sekedar bertanya: ' kenapa tidak di bekali dengan beberapa gambar sebagai  penguat cerita di setiap bab? kesedihan verbal yang menawarkan  romantisme tempo dulu ala habibie apakah bisa diterima oleh generasi  muda sekarang?... dan beberapa pertanyaan yg terpaksa harus disimpan dalam hati karena kalah bersaing dengan ratusan peserta lain yang ikut tunjuk tangan ke atas.. *panitia nd pilihki bela hikzz.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;PELUNCURAN BUKU&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Usai acara dialog talkshow buku Habibie &amp;amp; Ainun, rombongan di bawa ke Lantai Empat Graha Pena tuk bersantap siang. Ratusan peserta tampak masih penasaran tuk sekedar mendekat, berjabat tangan dan berfoto dengan beliau tapi penjagaan sudah lebih cepat membentuk barikade tak memberi ruang gerak bagi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lagi lagi kali ini saya merasa cukup beruntung bisa ikut naik bergabung di Lantai 4. Pak habibie berserta rombongan ditemani oleh direktur media Fajar di bawa tuk menikmati suguhan makan siang yang telah disediakan. Tampak juga Adrie Subono, promotor musik terkenal yg merupakan ponakan dari beliau serta Ilham habibie, putra pertama beliau yang mendampingi menikmati suguhan makan siang. Seraya bersantapm Akhirnya kesempatan ini kami termasuk saya digunakan dengan sebaik baiknya. Puas rasanya melihat beliau lebih dekat, ngobrol  bahkan sempat makan bersama meskipun mejanya berlainan qkkkk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;penyesalan tiba karena disaat santai ini dimana suasana berlangsung lebih dekat dan akrab, tak ada penjagaan yang ketat, saya lupa membawa buku tuk sekedar di bubuhi tanda tangan #tepok jidat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;PELUNCURAN BUKU DI GRAMEDIA&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pukul dua siang saya telah berada di gramedia bersama rombongan beliau. Secepat mungkin saya mencari susunan rak tuk membeli buku beliau. Rupanya jejeran antrian sudah sangat panjang. Tak hanya oleh bapak dan ibu, ratusan pengunjung dari berbagai kalangan terlihat sudah membentuk antrean sambil menenteng buku. Saya sempat menanyakan seorang diantaranya. Rupanya banyak diantara mereka yg sudah menunggu sejak jam 10 pagi. Melihat antrean semakin meluber, saya pun ikut berdiri di tengah antrean.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-y6rf7_5NEZM/TXI5O2uNIQI/AAAAAAAAAF0/IhcsjjwLk7o/s1600/172784_1566766129891_1257547884_31244983_3393835_o.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-y6rf7_5NEZM/TXI5O2uNIQI/AAAAAAAAAF0/IhcsjjwLk7o/s320/172784_1566766129891_1257547884_31244983_3393835_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580585815635730690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8xYTV_bKsw0/TXI5Ewjn4fI/AAAAAAAAAFs/VJ7b31BIwzo/s1600/172784_1566766089890_1257547884_31244982_1459507_o.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8xYTV_bKsw0/TXI5Ewjn4fI/AAAAAAAAAFs/VJ7b31BIwzo/s320/172784_1566766089890_1257547884_31244982_1459507_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580585642182042098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mendapatkan foto dan tanda tangan beliau. diantara beberapa foto yg saya dapatkan digraha pena tadi, saya lebih puas karena bisa mendapatkan moment bersama beliau saat melihat buku akhrinya telah dibubuhi tanda tangan beliau&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5832498186951336696?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5832498186951336696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5832498186951336696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5832498186951336696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5832498186951336696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/03/habibie-live-is-show-must-go-on.html' title='Habibie : Life is show must go on'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xCPB-95dDjk/TXI34KKyb3I/AAAAAAAAAFU/iIEi3g82v7A/s72-c/175447_1566756249644_1257547884_31244935_3493698_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8487816443408988844</id><published>2011-01-14T20:31:00.026+08:00</published><updated>2011-01-15T17:03:00.605+08:00</updated><title type='text'>Surat Cinta dari Padang Lampe</title><content type='html'>Dua bulan Haitus karena beberapa kesibukan, spertinya kangen juga sekedar corat coret - nulis lagi di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi begini : Setelah lulus dari Politeknik Unhas 10 tahun silam,  Alhamdulillah  kini ada kesempatan untuk kembali lagi ke bangku kuliah. Hohoho,  Inilah konsekuensi tugas didaerah, juga beberapa faktor lain (yg salah satunya bisa jadi juga karena faktor malas qkkk) hingga tibalah masa  membulatkan tekad menambah eh melengkapkan ilmu dan titel sarjana,  Hikzz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ought!!  ternyata sudah banyak kebijakan yang berlaku. Semakin kurangnya kelas Ekstensi Negeri bagi mahasiswa transfer dan jadual perkuliahan yg padat bagi mereka yang lanjut di kelas reguler hingga saya pun  mengambil keputusan tuk mengambil Jurusan Pertanian kelas Eksekutif di Universitas Muslim Indonesia - Makassar.  Yupzzz, ini adalah bagian dari resolusi tahun kelinci . Sebuah resolusi yang sering tertunda karena hal lain yang harus d segera diwujudkan dan tak mungkin ditunda lagi  :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah sambil kerja ternyata menyenangkan. Capek sieh.  Tapi  memang menyenangkan. Kita dapat suasana dan teman baru kembali. Dinamis lah. di bawa senyaman mungkin lah.  Mungkin karena  memang saya yang senang dengan suasana kampus dan perkuliahan  (qkkkk) atau karena memang jadual kuliahan yang hanya sabtu minggu hingga ada kesempatan tuk sekedar menarik nafas dan mengurut kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah beberapa bulan kuliahan, saya pun di wajibkan tuk mengikuti salah satu kegiatan kerohanian  yaitu pencerahan qalbu. Rupanya kegiatan ini adalah agenda Tahunan dari kampus kami. Dalam setahunnya bisa diadakan beberapa kali. dan kegiatan ini sudah berjalan sekitar 10 tahun tepatnya di tahun 2000 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang notabene masih terhitung 'baru' sebagai anak mahasiswa tentunya antusias. Anggap saja reuni ekstrakul anak kuliahan. hihihi, Ternyata acaranya akan di adakan di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin, sebuah nama yang sering saya dengar tapi belum familiar. Mungkin pernah saya lewati tapi terindahkan begitu saja... *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari yg di nanti. Bertolak dari Kampus, beberapa bus pun mengantarkan kami menuju kesana. Perjalanan memakan waktu hampir dua jam karena mobil yg lambat dan sempat terjebak macet di daerah daya. Gerimis kota menyambut kami begitu memasuki area pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBDSQQtZ0I/AAAAAAAAAEA/UfF-KujYyug/s1600/PL1ok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBDSQQtZ0I/AAAAAAAAAEA/UfF-KujYyug/s320/PL1ok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562019520684320578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pesantren ini ternyata berlokasi di Dusun Sambau Desa Padanglampe, Kec. Ma'rang Kab Pangkep atau sekitar 70 km dari kota Makassar. Begitu sampai di kota pangkep, kita mengambil jalan belokan sebelah kanan dan terus  masuk di jalan menuju pabrik semen Tonasa. Nanti jika sampai disebuah belokan sebelah kiri, kita masuk lagi dan terus hingga kira kira jaraknya sekitar 9 Km dari jalan raya belokan pertama. Nah, Jalan inilah yang akan mengantarkan kita  masuk menuju pintu gerbang pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBDkTYm8XI/AAAAAAAAAEI/1bnlGDiR-PY/s1600/PL2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBDkTYm8XI/AAAAAAAAAEI/1bnlGDiR-PY/s320/PL2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562019830760403314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Desa Padanglampe ini bersebelahan  dengan utara Desa Alesipitto, sebelah selatan Kecamatan Labbakkang  Kelurahan Alau Salo, sebelah timur Kecamatan Bungoro Segeri dan sebelah  barat Kecamatan Ma'rang dengan luas wilayah 1.385 h. Sebuah desa yang  subur dan memiliki potensi seperti pertanian, perkebunan dan tambang.  Suhu udaranya antara 25 – 30°, desa ini dikelilingi oleh pegunungan  dengan ketinggian antara 20-50 m di atas permukaan laut, dengan jumlah  penduduk 3102 orang, mayoritas muslim (Islam 3082, Kristen 12 dan  Katolik 8 orang) dengan mata pencaharian utama pertanian dan perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa ini  juga di kenal sebagai syurga buah Jeruk dan merupakan salah satu dari sekian banyak desa  binaan  UMI. Desa Padanglampe binaan UMI ini awalnya dinegosiasi  pembentukannya  oleh para tenaga pengabdi dari UMI  sendiri pada tahun  1997. Dan pada  tanggal 26 Juli tahun yang sama secara seremonial  diresmikan oleh Bupati  Kepala Daerah Tk. II Pangkep yang saat itu  dijabat oleh A. Baso  Amirullah yang disaksikan oleh Ketua YBW-UMI,  Alm Prof. Dr.H.Abdurahman A.  Basalamah (Rektor waktu itu) serta seluruh pemuka dan tokoh  masyarakat desa Padanglampe.  Pesantren ini sendiri pertama kali  dibuka/digunakan pada tanggal 22  September tahun 2000* Om Wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBZ4OlytkI/AAAAAAAAAFA/MgpW8na2mtg/s1600/PL6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBZ4OlytkI/AAAAAAAAAFA/MgpW8na2mtg/s320/PL6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562044362326718018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBErdgPP-I/AAAAAAAAAEo/915K0cid370/s1600/PL5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBErdgPP-I/AAAAAAAAAEo/915K0cid370/s320/PL5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562021053247471586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama tiga hari dua malam, kami tinggal di pesantren ini. Meskipun singkat,  ada banyak hal yang kami peroleh dari tempat ini. Setidaknya kami mempunyai gambaran mengenai bagaimana suka duka menjadi santri, belajar dan tinggal bersama dilingkungan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi Pesantren berada di tengah tengah bukit dan pegunungan desa. Terdiri dari beberapa Gedung termasuk asrama santri. Setiap kamar di isi oleh 16 orang santri. Ranjang yang digunakan adalah ranjang tidur bertingkat yang di atur sedemikian rupa. Asrama putra dan putri pun dipisahkan dan jaraknya cukup berjauhan baik antar asrama maupun gedung belajar dan mesjid utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang sangat berkesan adalah pada saat bangun malam dan makan bersama. Pukul Tiga shubuh kami sudah dibangunkan untuk bersama sama sholat Malam di mesjid. Nanti barulah selepas dhuha pukul 7.15 pagi waktu setempat, kami baru beranjak tuk kembali kekamar, diberi waktu tuk mandi dan berkumpul kembali tepat jam 8 tuk makan pagi untuk akhirnya masuk ke kelas dan mesjid secara bergantian. Belajar hingga pukul 10 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses  pembelajaran selama pemondokan adalah dengan melakukan kegiatan ibadah   secara intensif, shalat berjamaah di masjid, zikir,  diskusi dan kajian   keislaman dan pembentukan sikap dan prilaku yang  mulia melalui  interaksi  sosial antara dosen/pembimbing dengan mahasiswa  santri  maupun sesama  mahasiswa santri sendiri. Sehingga rasa ukhuwah  yang  telah dibangun di  pesantren dapat terbawa ketika masuk di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBHgXPCdWI/AAAAAAAAAE4/vkGbjN5-CLQ/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 312px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBHgXPCdWI/AAAAAAAAAE4/vkGbjN5-CLQ/s320/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562024161121039714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesi makan pun harus teratur dengan tetap mengutamakan kebersamaan. Secara bergiliran, dosen kelas membuat jadual untuk mengambil makanan di dapur dan menyiapkannya di tengah ruangan. Makanan dibagi dalam setiap baki dimana satu baki terdiri dari empat porsi bagi empat santri untuk disantap bersama. Yihaaaaa *tepok jidat :(&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBEHoZAU5I/AAAAAAAAAEY/zEhfP9C_HY0/s1600/PL4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 258px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBEHoZAU5I/AAAAAAAAAEY/zEhfP9C_HY0/s200/PL4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562020437694632850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBD1L-iqSI/AAAAAAAAAEQ/It0016NczOg/s1600/PL3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 255px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBD1L-iqSI/AAAAAAAAAEQ/It0016NczOg/s200/PL3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562020120829798690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi beberapa alumni, Pesantren itu dahulunya adalah sebagai laborotorium lapang  Fakultas Pertanian UMI dan lahan penggemukan sapi. Berada di atas area lahan hampir 194 M2. Oleh penduduk sekitar, daerah ini juga di kenal sebagai penghasil jeruk untuk memasok kebutuhan masyarakat. Dari hasil rembuk beberapa pejabat kampus (waktu itu), akhirnya di tahun 2000, tempat ini resmi dijadikan sebagai sarana pembelajaran untuk penambahan pembelajaran ilmu islam bagi setiap mahasiwa baru UMI. Nah, Bagi mahasiwa reguler, (yg masuk lewat jalur UMPTS), mereka di beri pencerahan qalbu selama satu bulan penuh. Seiring waktu berlalu, secara bertahap hingga kini. Seiring dengan aktifitas Pesantren  ygdi jadikan sebagai sarana bina ilmu dan pencerahan qalbu maka dibangunlah sarana dan prasarana, mesjid, asrama,  aula, kelas dan kantin. Pesantren pun difungsikan sebagai pesantren dengan peserta dari mahasiswa baru UMI  dengan program bernama 'Pencerahan Qalbu', yang melibatkan dosen pembimbing dalam dan luar negeri, masyarakat serta instansi pemerintah dan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak UMI menyadari bahwa  mahasiswa yang masuk di UMI itu berasal dari lembaga  pendidikan/sekolah yang  berbeda-beda. dan bisa jadi dari tahun ke tahun, tingkat intelektualitas menunjukkan semakin rendahnya  pemahaman dan pengetahuan dasar keislaman. Tipisnya  kesadaran tentang akhlaqul karimah itulah yang menjadi alasan hingga diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini setidaknya mahasiswa khususnya UMI dapat semakin meningkatkan pengetahuan dasar keislamannya, dapat  tumbuh  kesadaran berakhlaqul karimah dan pembentukan pola pikir Islami  sebelum  mereka menekuni perkuliahan di kampus.&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Pesantren-Mahasiswa-Darul-Mukhlisin-UMI-Padanglampe-Pangkep/207687822159#" onclick="show(ge('personal_info0-essay-summary'));hide(ge('personal_info0-essay-full'));return  false;" style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8487816443408988844?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8487816443408988844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8487816443408988844&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8487816443408988844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8487816443408988844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/01/padang-lampe.html' title='Surat Cinta dari Padang Lampe'/><author><name>syamsoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04202058085237740025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/SVsJlPgr-KI/AAAAAAAAACo/0bNjcu4YvYs/S220/oldies.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0ubqg9dBqU/TTBDSQQtZ0I/AAAAAAAAAEA/UfF-KujYyug/s72-c/PL1ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-257782618283046168</id><published>2011-01-01T08:28:00.003+08:00</published><updated>2011-01-14T22:54:14.908+08:00</updated><title type='text'>Happy New Year 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TR53QoQ35zI/AAAAAAAAA_c/-GhpeB7UkK0/s1600/72058_1506546704443_1257547884_31128288_544772_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TR53QoQ35zI/AAAAAAAAA_c/-GhpeB7UkK0/s320/72058_1506546704443_1257547884_31128288_544772_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557010117791573810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Ijabahlah Doa Kami&lt;br /&gt;Semoga kami selalu&lt;br /&gt;Mendekatkan diri pada semua harapan&lt;br /&gt;dan senantiasa menjauh dari segala kekhawatiran ...&lt;br /&gt;Amin.&lt;/span&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-257782618283046168?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/257782618283046168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=257782618283046168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/257782618283046168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/257782618283046168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2011/01/happy-new-year-2011.html' title='Happy New Year 2011'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TR53QoQ35zI/AAAAAAAAA_c/-GhpeB7UkK0/s72-c/72058_1506546704443_1257547884_31128288_544772_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5719094096085375408</id><published>2010-10-10T22:41:00.015+08:00</published><updated>2010-10-18T01:14:18.147+08:00</updated><title type='text'>Baso itu temannya Basse !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVEgWy2oI/AAAAAAAAA_I/sS_ViAV753k/s1600/SDC11615_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVEgWy2oI/AAAAAAAAA_I/sS_ViAV753k/s320/SDC11615_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526432491142044290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepasang gambar disamping ini diberi nama &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Baso&lt;/span&gt; dan  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Besse&lt;/span&gt;.  Sebuah perumpamaan dalam bentuk karikatur yang cukup unik dan lucu. Saya melihat dan mengambil gambar nya pertama kali dari baliho sewaktu melintasi ruas jalan Urip Sumohardjo depan kantor Gubernur Sulsel -Kota Mks.  Dengar dengar sieh, maskot ini oleh pemerintah setempat akan di perkenalkan kepada khalayak sebagai kado Hari Ulang Tahun Ke- 341 Provinsi Sulsel tepat tgl 19 Oktober 2010 nanti.  Sebuah Ikon baru  bermuatan lokal yg sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam gambar disamping menggambarkan tokoh perempuan dan lelaki tengah bersanding. Ana' dara dan daeng  Ahh, tapi  sepertinya gambar itu bukan anak dara dan daeng.  Maskot itu di simbolkan sebagai pasangan yang berusia dewasa . Tentunya itu terlihat dari gambar kumis yang melintang di atas bibir tokoh lelaki Baso dalam gambar. Hmm kira kira mirip kumis siapa yach&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria berkumis, I Baso, memakai pakaian adat Sulsel, jas tutup lengkap dengan badik (senjata tajam khas Sulsel) yang terselip dipinggang bagian depannya. Tak salah lagi, tentunya itu berarti ia  mewakili karakter masyarakat Sulsel yang dari dahulu terdengar pemberani dan pantang menyerah.  Lengkap dengan penutup kepala khas, juga kumis melintang bak pahlawan nasional Sultan Hasanuddin- I Mallombassi Daeng Mattawang atau Ayam Jantan dari Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara I Besse, sang perempuan cantik bermata bundar itu di sosokkan mengenakan baju khas daerah Sulsel yakni baju bodo berwarna merah dengan rias empat tusuk sanggul. Kedua karakter tersebut nampak memberi salam tangan dengan mengatupkan kedua tangan berhias senyum menawan seakan mengucapkan selamat datang di kota Propinsi Sulsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVzZxyCuI/AAAAAAAAA_Q/hjTtzpexu04/s1600/SDC11617_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 304px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVzZxyCuI/AAAAAAAAA_Q/hjTtzpexu04/s320/SDC11617_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526433296830040802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut informasi di koran, sejatinya maskot atau logo ini akan diluncurkan dengan menggandengkan sebuah tagline  baru. Tagline itu bertuliskan “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju”.  Sebuah tagline yang melambangkan ciri khas Sulsel dengan karakter masyarakatnya yang ramah, ceria, serta cinta kepada adat dan budayanya. Budaya  mengakar yang menganut empat etnis Makassar, Bugis, Toraja dan suku Mandar (Kini menjadi Propinsi Sulbar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bagi masyarakat diluar Sulsel, mungkin masih ada yg belum tahu apa arti nama tersebut. namun bagi sebahagian besar masyarakat asli makassar, kedua nama Maskot tersebut sudah tak asing lagi di telinga. Terkadang nama ini biasanya di berikan kepada mereka atau anak kecil yang belum mempunyai nama. Malah sekali waktu dijadikan sebagai guyonan dan bernada konotasi jenaka disana.  Nama yg juga  seringkali 'maaf'  masih sering dijadikan olok olokan, panggilan akrab bersahabat, juga dalam suasana santai bercanda dengan teman serta kenalan baru. Beragam penafsiran mengenai arti nama tsb. Namun sampai sekarang juga masih banyak yang belum mengetahui makna arti dari balik nama itu termasuk saya sendiri :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah siapa dan dari mana asal mula nama itu muncul. setahu saya sewaktu kecil dulu, nama tersebut sudah begitu familiar di telinga. Hanya ada beberapa versi. Setahu saya sieh Aco dan Acce, atau Baco dan Bacce. Kini nama nama "gelaran" itu kini di munculkan kembali dalam bentuk Maskot "I Baso dan I Basse".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memperkenalkan tagline baru, Maskot tersebut juga menampilkan gambar rumah Tongkonan Tanah Toraja yang bersanding dengan kapal kebanggaan Sulawesi Selatan yakni kapal pinisi dengan Tulisan Dirgahayu Sulsel 341 tercantum di dalam logo tongkonan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meretas kenangan Makassar yang terus bersolek. Roda kepemimpinan pun silih berganti memberi warna dalam pembangunan. Kota daeng ini semakin mengembeli dirinya dengan lencana tagline dalam balutan jas pembangunan.  Kilas balik ke belakang. Dengan tagline Ujung pandang Kota Teduh Bersinar, Ujung Pandang – Pintu Gerbang Emas Timur Indonesia, Makassar kota Anging Mammiri,  Makassar The Great Ekxpectation, Makassar Menuju Kota Dunia, kini sosisalisasi tagline  “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju” mulai digulirkan di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa tagline yang telah di tempelkan ke dlm penggambaran karakteristik ranah daeng tentunya diharapkan tak hanya sebagai bumbu pemanis  ucapan selamat datang kepada menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke makassar. Implementasi serta dukungan timbale balik antara pemerintah dan masyarakat dalam mengusung tagline tsb tak  lagi berada di luar kurung. Berhasil atau tidaknya ikon baru ini tentunya tak lepas dari apresiasi masyarakat itu sendiri dalam menginterpretasikan makna yang ingin disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tagline tsb benar benar melekat dan di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Siapapun mereka  yang merasa atau pernah mempunyai ikatan darah dan emosional dgn tanah sulawesi Selatan. Bukan tagline yang hanya semusim dan gaungnya kembali terbang  hilang di tiup angin selatan Anging Mammiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="display: none;" id="YontooInstallID"&gt;62C65532-409C-3B0E-CDBB-EB7DEBD3727D&lt;/div&gt;&lt;div style="display: none;" id="YontooClientVersion"&gt;1.02.28&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5719094096085375408?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5719094096085375408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5719094096085375408&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5719094096085375408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5719094096085375408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/10/baso-besse.html' title='Baso itu temannya Basse !!'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVEgWy2oI/AAAAAAAAA_I/sS_ViAV753k/s72-c/SDC11615_picnik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8867312439106953164</id><published>2010-09-09T18:56:00.008+08:00</published><updated>2010-09-19T13:03:52.314+08:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Walfaidzin, Maksudnya apa Sieh ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TImC7Kq_iaI/AAAAAAAAA-o/eVwuNGNTEFc/s1600/mn2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 282px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TImC7Kq_iaI/AAAAAAAAA-o/eVwuNGNTEFc/s320/mn2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515083171680455074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Malam Lebaran 1431 H) :)&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;19:58 Wita tepatnya kamis malam. Sehabis berbuka puasa, sholat magrib berjamaah serta ikut sejenak mengumandangkan takbir dan tahmid serta puja puji kepada Allah, iseng saya kembali membuka note book di kamar seraya menunggu waktu isya masuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebuah artikel menarik dari rekan &lt;a href="http://abi-azzahra.blogspot.com/"&gt;Ismail&lt;/a&gt; dari Iran tentang arti dari Minal Aidin Walfaidzin. dimana tentunya bisa menambah referensi kita mengenai makna dari kata tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Berikut penulisan beliau :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Arti kata Minal ‘Aidin wal Faizin apa sieh?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mohon maaf lahir dan batin kan?” jawab yang ditanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang bertanya dan di tanya serta jutaan orang di negeri kita mungkin masih ada yang  menganggap arti ucapan bahasa Arab yang sering diucapkan setelah shalat ‘idul fitri tersebut adalah “Mohon Maaf Lahir dan Batin.” Sebenarnya wajar juga jika disangka demikian, media elektronik dan cetak dalam ucapan lebarannya suka merangkai kedua ucapan dengan bahasa yang berbeda ini sehingga sering dianggap, rangkaian kalimat bahasa Indonesia pada bait kedua adalah arti dari bait pertama yang terucap dalam bahasa Arab, padahal tidak demikian. Perangkai pertama kalimat ini, juga awalnya (tentu) tidak bermaksud demikian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Terus artinya apa dong kalo bukan mohon maaf lahir batin?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TJWX-lQW14I/AAAAAAAAA-4/fbYG2jssJrE/s1600/IMG_0602_picnik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 98px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TJWX-lQW14I/AAAAAAAAA-4/fbYG2jssJrE/s320/IMG_0602_picnik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518484019820812162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TJWZe2pxbYI/AAAAAAAAA_A/k55c2DTZ03k/s1600/IMG_0601.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 315px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TJWZe2pxbYI/AAAAAAAAA_A/k55c2DTZ03k/s320/IMG_0601.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518485673758256514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Minal ‘aidin wal faizin memiliki dua kata inti, ‘aidin dan faizin. ‘Aidin akar katanya sama dengan ‘aid pada ‘idul fitri yang artinya kembali, yang maksudnya adalah sesuatu yang kembali atau berulang, sedangkan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yakni orang-orang yang kembali. Sedangkan, faizin berasal dari kata &lt;em&gt;fawz&lt;/em&gt; yang berarti kemenangan. Maka, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;faizin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;orang-orang yang menang&lt;/strong&gt;. Sedangkan Min dari kata minal  berarti “menjadi bagian” dari kedua kata berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau secara literal kita artikan, sesungguhnya rangkaian kalimat tersebut tidak memiliki makna yang jelas, “…menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan menang.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karenanya sebenarnya ada kalimat yang hilang dari kalimat ucapan tersebut. Supaya memiliki makna kita tambahkan kata &lt;em&gt;ja’alanallaahu&lt;/em&gt; (semoga Allah menjadikan kita). Jadi lengkapnya begini:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faizin&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketakwaan dan kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu selama Ramadhan).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, tambahan kata “Mohon Maaf Lahir dan Batin” tidak ada salahnya, namun merupakan permohonan yang mesti kita terima dan jawab. Bukan lantas diklaim sebagai ucapan bid’ah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang ucapan “Minal ‘Aidin wa Faizin” tidak pernah dicontohkan atau diamalkan oleh Nabi saww beserta sahabat-sahabatnya, namun bukan berarti tidak boleh, bid’ah, sesat dan terlarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang dilakukan oleh sahabat-sahabat Nabi saww, bisa kita lihat dari atsar berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jubair bin Nufair meriwayatkan:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Para sahabat Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabballallaahu minna wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan orang-orang setelah mereka menambahkan: Shiyamana wa Shiyamakum (Puasaku dan juga puasamu)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446])&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang ada baiknya melakukan amalan berdasarkan petunjuk Nabi saww, namun selama Nabi tidak memberikan pengkhususan dan batasan, maka kita juga boleh berinovasi dalam hal ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi apa pun yang kita ucapkan, selama tidak ada memberikan pengkhususan dan batasan, kita kembali ke Nawaitu, untuk itu dengan ini saya  menghaturkan maaf seraya mengucapkan Taqabballalahu minna wa minka / Minal aidin Walfaidzin / selamat berlebaran,  mari kembali  ke fitrah /Maaf Lahir Batin 1431 H...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga amalan kita tercatat dalam kitab kebajikan dan diterima oleh Allah SWT. Amin&lt;/p&gt;&lt;div style="display: none; text-align: justify;" id="YontooInstallID"&gt;62C65532-409C-3B0E-CDBB-EB7DEBD3727D&lt;/div&gt;&lt;div style="display: none; text-align: justify;" id="YontooClientVersion"&gt;1.02.28&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8867312439106953164?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8867312439106953164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8867312439106953164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8867312439106953164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8867312439106953164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/09/ied-mubarak-1431-h.html' title='Minal Aidin Walfaidzin, Maksudnya apa Sieh ?'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TImC7Kq_iaI/AAAAAAAAA-o/eVwuNGNTEFc/s72-c/mn2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-1304372173644605362</id><published>2010-08-29T11:37:00.013+08:00</published><updated>2010-08-29T14:10:02.996+08:00</updated><title type='text'>Ambruk (Again)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/THnWIR6PU6I/AAAAAAAAA-Y/11EfVtYwDik/s1600/i.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/THnWIR6PU6I/AAAAAAAAA-Y/11EfVtYwDik/s320/i.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510671056799486882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk kelima kalinya dalam setahun terakhir, si Bapak harus dirawat kembali kerumah sakit. Keluhan sesak nafas dan tekanan darah tingginya kembali kumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari sebelumnya, si Bapak kembali mengeluhkan sesak nafas disertai batuk yang berkepanjangan setelah seminggu terakhir hanya berbaring saja di rumah karena lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki masa pensiun, sepertinya si Bapak memang tak mau istirahat. Ada ada saja kegiatan yang dilakukannya. Bahkan di bulan Ramadhan sekarang ini, sepertinya si Bapak tetap 'memaksakan diri'nya untuk mengikuti rapat warga, disamping tarawehan di mesjid ataupun tak jarang pulang larut akibat aktifitas warga yang 'tak jelas' juntrungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga &amp;amp; warga.  Lagi lagi urusan  klasik sialan itu. Urusan yang sering bapak katakan sebagai pengabdian tuk kemaslahatan warga. Pengabdian tanpa pamrih.   fiuhhh, dan akhirnya ibarat lilin,  ketulusan sang Bapak pun terbayar ambruk dan luluh demi menerangi ruang sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Father, fucking about Ur activity. Cukuplah pengabdianmu selama ini.  Fisik yg sudah tak memungkinan disertai usia yang terus bertambah akhirnya membuat kamu harus absent pagi lagi di kamar infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lagi harus terus di ingatkan, sepertinya mulai sekarang, si Bapak harus tunduk dan jera untuk segera memulihkan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh, Si bapak. Semoga cepat sembuh agar dapat berkumpul dan berlebaran di tengah keluarga. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dedicated for my father)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-1304372173644605362?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/1304372173644605362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=1304372173644605362&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1304372173644605362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1304372173644605362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/08/ambruk-again.html' title='Ambruk (Again)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/THnWIR6PU6I/AAAAAAAAA-Y/11EfVtYwDik/s72-c/i.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-2472545115953030474</id><published>2010-08-28T08:23:00.012+08:00</published><updated>2010-08-28T14:43:28.646+08:00</updated><title type='text'>She's Gone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 144px; height: 144px;" src="http://www.pic4ever.com/images/anwei.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;She's Gone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Out of my life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;I was wrong,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;I'm to blame,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;I was so untrue.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;I can't live without her love.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my Life&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;There's just an empty space.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;All my dreams are lost,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;I'm wasting away.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Forgive me, girl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;Lady, won't you save me?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;My heart belongs to you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;Lady, can you forgive me?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;For all I've done to you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;Lady, oh, lady.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;She's gone,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Out of my life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Oh, she's gone.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;I find it so hard to go on.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;I really miss that girl, my love.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Come back into my arms.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;I'm so alone,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;I'm begging you,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;I'm down on my knees.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Forgive me, girl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;she's gone.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;I find it so hard to go on.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;I really miss that girl, my love.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-2472545115953030474?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/2472545115953030474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=2472545115953030474&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2472545115953030474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2472545115953030474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/08/shes-gone.html' title='&lt;marquee scrollamount=&quot;3&quot;&gt;She&apos;s Gone&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-4525925819839349204</id><published>2010-08-15T22:50:00.016+08:00</published><updated>2010-08-17T13:38:15.214+08:00</updated><title type='text'>Radio dan Sejarah Proklamasi (Dirgahayu Indonesia Ke -65)</title><content type='html'>Pekik Kemerdekaan kembali di kumandangkan. Derap langkah Pasukan pengibar bendera di Istana Merdeka-Jakarta ikut menderap jiwa nasionalisme kita seraya ikut serta bersama sama mengibarkan bendera sang saka merah putih di halaman Istana. Ya, Indonesiaku kini telah menginjak usia ke -65. Saatnya teks Proklamasi kembali di perdengarkan ke seluruh dunia. Ngomong Ngomong tentang proklamasi, Iseng Googling di ranah maya, saya tertarik untuk mereview ulang tulisan menarik dari blog seorang rekan, yaitu bung Rane Hafidz yg kini bertugas di kantor berita NHK Jepang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, tahukah anda bahwa rekaman pembacaan naskah proklamasi oleh Bung Karno, yang hingga kini bisa kita dengar di Monas dan juga banyak beredar di internet itu, tidak direkam pada tanggal 17 Agustus 1945 ? Tahukah anda bahwa kabar tentang proklamasi yang pertama kali disiarkan melalui radio ke seluruh dunia tidak keluar dari mulut Bung Karno langsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="285" height="280"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8JyKAFVBEIE?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8JyKAFVBEIE?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TGoeqpXsiQI/AAAAAAAAA-A/iKmQLRm4Wi0/s1600/aa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TGoeqpXsiQI/AAAAAAAAA-A/iKmQLRm4Wi0/s200/aa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506247212422433026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya inilah kepingan sejarah kemerdekaan Indonesia yang melibatkan satu nama yang sangat penting dalam sejarah dunia radio siaran di Indonesia. Beliau adalah almarhum Muhammad Jusuf Ronodipuro, salah seorang pendiri Radio Republik Indonesia (RRI), bahkan yang pertama mengeluarkan slogan : “Sekali di Udara Tetap di Udara!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa informasi tentang peran beliau di masa kemerdekaan Indonesia yang saya sarikan kembali dari berbagai sumber (lihat tautan terkait di akhir artikel ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KABAR TENTANG PROKLAMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang -ya paling tidak saya- berpikir bahwa  suara Bung Karno membacakan proklamasi itu mengudara juga di radio pada hari yang sama saat Indonesia merdeka. Ternyata bukan begitu ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Agustus 1945, sekitar jam 17:30 WIB. Saat itu  Pak Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku (Radio Militer Jepang di Jakarta). Tiba-tiba muncullah Syahruddin, seorang pewarta dari kantor berita Jepang Domei dengan tergesa-gesa. (Catatan: Pak Jusuf sempat meralat kebenaran berita bahwa yang datang itu adalah sejarawan Des Alwi). Syahruddin yang masuk ke kantor Hoso Kyoku dengan melompati pagar itu menyerahkan selembar kertas dari Adam Malik yang isinya “Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud adalah Naskah Proklamasi yang telah dibacakan Bung Karno jam 10 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, semua studio radio Hoso Kyoku sudah di jaga ketat sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya sehari setelah  Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika. Jusuf kemudian berunding dengan rekan-rekannya, diantaranya Bachtiar Lubis (kakak dari Sastrawan dan tokoh pers Indonesia Mochtar Lubis) dan Joe Saragih, seorang teknisi radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, studio siaran luar negeri tidak dijaga. Saat itu juga dengan bantuan Joe, kabel di studio siaran dalam negeri di lepas dan disambungkan ke studio siaran luar negeri. Tepat pukul 19:00 WIB selama kurang lebh 15 menit Jusuf pun membacakan kabar tentang proklamasi di udara, sementara di studio siaran dalam negeri tetap berlangsung siaran seperti biasa untuk mengecoh perhatian tentang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan tentara Jepang mengetahui akal bulus Jusuf dan kawan-kawannya. Mereka pun sempat disiksa. Beruntung mereka selamat. Malam itu pun radio Hoso Kyoku resmi dinyatakan bubar, tetapi dunia saat itu juga sudah mengetahui kabar tentang proklamasi langsung dari mulut Jusuf Ronodipuro. Sayang rekaman suara ini tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sudah tidak ada mengingat malam itu juga radio tersebut ditutup oleh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIKAL BAKAL RADIO REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara luka-luka dipukuli tentara Jepang, Jusuf Ronodipuro berobat ke seorang dokter bernama Abdurrahman Saleh. Mengetahui apa yang baru dilakukan oleh Jusuf, Abdurrahman Saleh kemudian menyarankan agar Jusuf membuat pemancar radio sebagai sarana komunikasi pemerintahan Indonesia yang baru dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya diperlukan waktu tiga hari bagi Jusuf dan kawan-kawannya untuk merakit pemancar itu. Laboratorium milik dokter Abdurrahman Saleh di belakang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, RSCM, pun kemudian dipakai sebagai ruang siaran. Maka berdirilah radio Voice of Indonesia yang siaran 2 jam sehari, satu jam dalam bahasa Indonesia, satu jam dalam Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumber menyebutkan bahwa untuk masuk ke studio ‘radio gelap’ tersebut harus melewati kamar mayat RSCM yang baunya busuk, sehingga setiap habis siaran bajunya pun tertular bau busuk itu dan harus direndam selama 2 hari untuk menghilangkan baunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dari ruangan berbau busuk mayat itulah, Voice of Indonesia mengudara dan menjadi media utama untuk mengabarkan perjuangan Indonesia kepada rakyat dan juga ke masyarakat internasional. Bung Karno sendiri pertama kali berpidato di radio tersebut pada tanggal 25 Agustus 1945 sementara 4 hari kemudian Bung Hatta juga mengudara dari studio yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voice of Indonesia kemudian menjadi cikal bakal Radio Republik Indonesia. Abdurrahman Saleh adalah direktur RRI yang pertama, dan Jusuf Ronodipuro kemudian dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan slogan “Sekali Di Udara, Tetap Di Udara!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREKAM PEMBACAAN NASKAH PROKLAMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Proklamasi itu hanya satu kali!” begitu kata Ir. Sukarno dengan nada marah kepada Jusuf Ronodipuro pada suatu hari di awal tahun 1951. Dalam pengakuan kepada salah seorang kerabat dekatnya Louisa Tuhatu, Jusuf Ronodipuro dengan rendah hati mengatakan, kebetulan sekali saat RRI baru saja membeli peralatan baru dan mendadak pula muncul ide di benaknya untuk merekam suara Bung Karno membacakan proklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sempat ‘ciut’ juga dimarahi oleh Sang Pemimpin Besar Revolusi, tetapi Jusuf tetap bersikukuh. “Betul, Bung. Tetapi saat itu rakyat tidak mendengar suara Bung,” bujuknya. Bung Karno pun bersedia merekam suaranya tengah membacakan naskah proklamasi. Ini terjadi hampir 6 tahun setelah proklamasi yang asli dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kebenaran cerita ini sempat menjadi kontroversi tersendiri. Bahkan -bisa ditebak- nama seorang Roy Suryo pun sempat terbawa-bawa disini. Tapi sudahlah. Itu urusan dia hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh ada beberapa bukti yang bisa memperkuat kebenaran cerita ini. Kalau anda dengar pembacaan naskah proklamasi, maka akan terdengar kualitas rekaman yang relatif bersih, tidak ada suara-suara latar apapun. Senyap, seolah direkam di studio. Yang ada hanya suara Bung Karno. Padahal diasumsikan saat itu suasana saat proklamasi dibacakan sangatlah ramai. Nada suara Bung Karno pun tidak berapi-api seperti biasanya saat ia berpidato, bahkan ada kesan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain diceritakan oleh Louisa Tuhatu, orang terdekat Jusuf Ronodipuro di blognya (silahkan temui tautannya di akhir artikel ini). Anda mungkin tahu bahwa dalam naskah asli proklamasi yang hingga kini masih tersimpan rapi, tercetak tanggal “ hari 17 boelan 8, tahoen 05 “, sesuai penanggalan Jepang yakni tahun 2605 yang sama dengan tahun 1945. Tetapi dalam pembacaan saat rekaman, Bung Karno menyebutkan tahun 1945 dan bukannya tahun 05 atau 2605.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan bandingkan tanggal pada naskah, dengan tanggal pada rekaman pembacaan naskah proklamasi di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah-Proklamasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TGoUGrGfoSI/AAAAAAAAA9w/E_1CQJ1WoPs/s1600/pk-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TGoUGrGfoSI/AAAAAAAAA9w/E_1CQJ1WoPs/s320/pk-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506235599295586594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit catatan sejarah tentang sosok Jusuf Ronodipuro dan bagaimana radio berperan besar pada masa proklamasi kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Jusuf Ronodipuro meninggal pada tanggal 27 Januari 2008 dalam usia 88 tahun. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Berita wafatnya beliau tidak banyak beredar, karena pada hari yang sama banyak media lebih terfokus pada kematian Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh Indonesia akan selalu mengenang beliau sebagai salah seorang yang paling berperan mewartakan kemerdekaan Indonesia kepada seluruh dunia, selain juga berbagai jasa lainnya yang bisa anda baca selengkapnya dalam tautan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah membalas semua jasamu di alam sana, Pak Jusuf!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali Di Udara, Tetap di Udara!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*disarikan lagi dari berbagai sumber oleh daeng Syamsoe . Copas dari Om Rane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tautan Terkait&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://louisa-tuhatu.blogspot.com/2008/01/jusuf-ronodipuro.html"&gt;Blog Louisa Tuhatu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang kerabat dekat Jusuf Ronodipuro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  &lt;a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1201689741&amp;c=ART&amp;s="&gt;Antara.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;In Memoriam Jusuf Ronodipuro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Hiburan/0608/17/122523.htm"&gt;Kompas.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jusuf Ronodipuro, Penyebar Kabar Proklamasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.biografitokoh.com/ensiklopedi/j/jusuf-ronodipuro/index.shtml"&gt;Biografitokoh.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jusuf Ronodipuro, Pemekik Awal Semboyan RRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://suarane.org/?p=191"&gt;Rane Hafidz (wartawan NHK jepang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Suarane.Org (Radio dan Sejarah Proklamasi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-4525925819839349204?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/4525925819839349204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=4525925819839349204&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4525925819839349204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4525925819839349204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/08/radio-dan-sejarah-proklamasi.html' title='Radio dan Sejarah Proklamasi (Dirgahayu Indonesia Ke -65)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TGoeqpXsiQI/AAAAAAAAA-A/iKmQLRm4Wi0/s72-c/aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5304557049022546909</id><published>2010-08-02T22:13:00.009+08:00</published><updated>2010-08-02T22:59:15.956+08:00</updated><title type='text'>JAZZ @ FORT ROTTERDAM 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TFbTuAlzjTI/AAAAAAAAA9Q/-U77dbkzG4c/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TFbTuAlzjTI/AAAAAAAAA9Q/-U77dbkzG4c/s320/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500816782265650482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Perhelatan akbar Jazz for Rotterdam pun telah usai. Sebagai bagian dari komitmen untuk turut mengembangkan khasanah musik jazz di tanah air serta mendukung promosi pariwisata Indonesia, One Note Entertainment (unit dari PT. One Note Indonesia) kembali sukses menggelar “2nd Annual Jazz @Fort Rotterdam(JFR)” tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2010 bertempat di Benteng Fort Rotterdam, Makassar. Festifal jazz ini untuk kli kedua telah  menasbihkan dirinya menjadi acara festival jazz tahunan yang memberikan tawaran baru penyelenggaraan festival jazz di Indonesia khususnya pencinta jazz kota Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TFbb_JrwgnI/AAAAAAAAA9Y/Z9xlIfzGZJI/s1600/b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TFbb_JrwgnI/AAAAAAAAA9Y/Z9xlIfzGZJI/s320/b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500825872857334386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun kemaren, Jazz for Rotterdam ini masih menggunakan 2 panggung yang diisi oleh pendukung acara secara bergantian. Ada sekitar 8 grup jazz dari luar Makassar yang hadir di JFR 2010 kali ini diantaranya Krakatau Band, Barry Likumahuwa Project feat. Benny Likumahuwa, Oele Pattiselanno Trio,  Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra feat. Dira &amp;amp; Ivan Nestorman, Nikita Dompas &amp;amp; His Fellow Musicians feat Andien, Zarro &amp;amp; Mercy serta Balawan Trio. Sementara untuk grup band dari Makassar yang akan tampil yaitu La’Biri Band, Rizcky &amp;amp; the Strangers, Pakarena N Jazz, Dakochang Jazz Junior Band, Sky Project yang tampil di stage 1 sebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan JFR 2010 juga merupakan salah satu event yang turut mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai “&lt;a href="http://www.new7wonders.com/"&gt;New 7 Wonders&lt;/a&gt;”. Program ini didukung oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasaran Kemenbudpar yang akan menampilkan Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra yang menggarap nomor khusus dengan menampilkan Ivan Nestorman dan Dira. Selain itu JFR 2010 didukung pula oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mempromosikan Visit Sulsel 2012 dan Pemerintah Kota Makassar dalam rangka Visit Makassar 2011.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;-----------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;** dikutip dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5304557049022546909?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5304557049022546909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5304557049022546909&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5304557049022546909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5304557049022546909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/08/jazz-fort-rotterdam.html' title='JAZZ @ FORT ROTTERDAM 2010'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TFbTuAlzjTI/AAAAAAAAA9Q/-U77dbkzG4c/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-9082091954434862318</id><published>2010-06-28T20:10:00.016+08:00</published><updated>2010-07-02T22:57:38.186+08:00</updated><title type='text'>Jump to Thirty</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TC30aVXEIeI/AAAAAAAAA9I/lFUzj16hnuc/s1600/ok2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TC30aVXEIeI/AAAAAAAAA9I/lFUzj16hnuc/s320/ok2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489312254082163170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TC3vW31ZewI/AAAAAAAAA9A/NJ2bkm_OuPA/s1600/ok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TC3vW31ZewI/AAAAAAAAA9A/NJ2bkm_OuPA/s320/ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489306697058581250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Ada Pesta: Yang ada hanyalah beberapa ucapan selamat tersusun rapi dalam dinding sebuah jejaring sosial. Isinya tak lain mengucapkan selamat dan mengirimkan doa doa kebajikan di hari ulang tahun ini. Hoho, ternyata setelah menyimak, sepertinya ucapan itu lebih ke arah "menghakimi" untuk segera menikah " Glekkkk !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat gelandang bertahan, seruan itu hanya seperti angin lalu yang singgah sejenak dan kemudian  melaju kemana saja. Dan kini, ibarat bola yang menggelinding di lapangan rumput Soccer City Stadion, Usia pun kembali bergulir ke tahun berikutnya dengan meninggalkan beberapa catatan yang (tak begitu) penting :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara Blogging, Fotografi, Bike dan Jurnalistik&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kwak kwik kwek kwok.. Quartet itu kini hampir menghiasi hari. Laiknya simbiosis mutualisme, ke empat mozaik tersebut kini menjadi "holic" baru selama kurang lebih setahun ini. Bersepeda mengikuti arah hati, menemukan hal menarik diluar sana dan mengabadikannya untuk kemudian ditorehkan dalam sebuah sasana blog sederhana,  dengan ulasan dan polesan sekenanya. Membuat rutinitas hidup sedikit tak monoton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, kesenangan tersebut semakin bertambah dengan bergulirnya musim kompetisi piala dunia. .. Meskipun tak hobby hobby amat dan I'not a player football, setidaknya mulai sekarang mulai ingin berakrab ria menjalin persahabatan dengan hangatnya rumput sintetis  lapangan futsal   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz, Mungkin ini hanyalah hal yang biasa. Sebuah pergeseran ke minat untuk lebih mewarnakan hidup. Kembali melompat ke tahun berikutnya. Dan di usia yang semakin berkurang. Resolusi hidup untuk tahun kemaren telah berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Daeng Syamsoe ... Jalan Kita Masih Panjang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-9082091954434862318?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/9082091954434862318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=9082091954434862318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/9082091954434862318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/9082091954434862318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/06/jump-to-thirty.html' title='&lt;marquee scrollamount=&quot;3&quot;&gt;Jump to Thirty&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TC30aVXEIeI/AAAAAAAAA9I/lFUzj16hnuc/s72-c/ok2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-2294708236434441361</id><published>2010-06-06T17:11:00.016+08:00</published><updated>2010-06-19T11:58:46.043+08:00</updated><title type='text'>Susur Desa Kintamani</title><content type='html'>&lt;div style="margin: auto; visibility: visible; width: 390px;"&gt;&lt;embed src="http://flash.picturetrail.com/pflicks/3/spflick.swf" quality="high" flashvars="ql=2&amp;amp;src1=http://pic50.picturetrail.com:80/VOL1643/11869383/flicks/1/8241043" wmode="transparent" bgcolor="#000000" name="3D Hexagon" allowscriptaccess="sameDomain" style="height: 300px; width: 390px;" type="application/x-shockwave-flash" width="390" align="middle" height="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TBRKGBzpQAI/AAAAAAAAA8g/nLbpI6pmkBo/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TBRKGBzpQAI/AAAAAAAAA8g/nLbpI6pmkBo/s320/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482088113841455106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kintaman merupakan sebuah desa yang terletak di kabupaten Bangli,-Pulau Bali. Seperti layaknya tempat wisata di bali, Kintamani ini merupakan salah satu tempat wisata favorit pilihan wisatawan baik domestik maupun luar negeri. Dengan menawarkan gunung kintamani dan hamparan air biru danau batur yang erletak persis di bibir kaldera batur, danau batur menawarkan sejuta magnet untuk melongok danau yang terletak sekitar beberapa meter kebawah dan kuburan bayi yang tersimpan tertata berjejer di bahan pohon trunyan-Desa Trunyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pic4ever.com/images/choir.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 64px; height: 60px;" src="http://www.pic4ever.com/images/choir.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menawarkan suasana perbukitan yang segar dengan suhu udara sekitar 18 derajat celcius, mirip seperti udara di Bedugul, daya tarik utama dari kawasan Kintamani adalah pemandangan Gunung Batur. Gunung Batur merupakan gunung yang masih berstatus aktif dan tertinggi kedua setelah gunung Agung di Besakih. Suasana terbaik adalah ketika menikmati hidangan santap siang sambil menikmati keindahan danau dan gunung ini yang menyemburkan asap bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pic4ever.com/images/2cf37ep.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 71px; height: 76px;" src="http://www.pic4ever.com/images/2cf37ep.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Sabtu pagi, bertepatan dengan hari libur  Nasional-Galungan tgl 29 Mei 2010, bersama 53 rekan yang lain, rombongan sepeda kami bergerak menyusuri jalan desa dalam pelukan alam hijau kintamani. Meski hujan mengguyur sejak tadi pagi, udara dingin dan kabut tak menyurutkan semangat untuk menuruni jalanan berliku serta beberapa tanjakan berbatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuapekk?.. fiuh jangan ditanya :).. yang pastinya selama kurang lebih tiga jam menuruni lembah. akhirnya kami tiba di daerah klungkung untuk sekedar take a luch di local resto sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan bus, back to hotel di daerah Legian-Bali.**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-2294708236434441361?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/2294708236434441361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=2294708236434441361&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2294708236434441361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2294708236434441361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/06/bike-to-kintamani.html' title='Susur Desa Kintamani'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TBRKGBzpQAI/AAAAAAAAA8g/nLbpI6pmkBo/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-2386126107047253695</id><published>2010-05-23T16:16:00.016+08:00</published><updated>2010-05-28T07:24:24.350+08:00</updated><title type='text'>Selalu Begitu  (Catatan perjalanan Umrah)</title><content type='html'>Belum cukup terlambat untuk menuliskannya. Syukurlah kembali ada waktu untuk sekedar corat coret, setelah hampir tiga bulan tak mengunjungi blog ini. Hoahh, masih ngantuk stelah euphoria final Liga Champion semalam, seolah tak ingin ketinggalan mengikuti euphoria demam bola menjelang bergulirnya musim kompetisi terakbar piala dunia bulan Juni depan meski aslinya jarang bermain bola hehe. Dalam koran hari ini, berita bola tersebut mengisi hampir beberapa pojok halaman berbarengan dengan berita duka cita untuk mantan ibu Negara, Almarhumah dr. Hasrie Ainun Habibie, Metafisika Mama Laurent dan maestro keroncong Gesang yang kemaren baru saja berpulang kembali menghadap Sang Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bulan Januari 2010.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Berawal dari keinginan orang tua yang sedari dulu berniat ingin menunaikan ibadah haji setelah berdua memasuki masa pensiunnya. Namun rencana sebatas rencana.  Di usianya yang semakin senja, kondisi fisik yang semakin menurun serta mengharap gaji dari pensiunan guru yang tak seberapa, sepertinya keinginan tersebut belum juga terwujud sampai sekarang.  Kini, Uang pensiun itu telah cair. Ditambah dengan sedikit tabungan akhirnya menghasilkan rembuk untuk berencana berangkat Haji tahun ini. Informasi mengenai sistem pendaftaran haji untuk musim tahun 2010 mulai di rangkum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anaknya menyarankan, agar mereka mendaftar di ONH Plus saja dengan melihat pertimbangan keruwetan dan rumitnya sistem pendaftaran haji di Depag. Jujur saja, Akhir akhir ini kepercayaan kami terhadap system haji melalui jalur pemerintah sedikit menurun. Stigma yang terbentuk beberapa waktu terakhir, membuat  orang tua menjadi enggan untuk mendaftar di KBIH Depag. Selain peluang untuk memperoleh quota yang kecil, banyaknya para jamaah yang terlantar di pemondokan, keterlambatan subsidi nasi ke tenda jamaah, dan hal lain yang rupanya menjadi momok bagi mereka. Belum lagi proses mendaftar tahun ini, entah empat atau lima tahun baru mendapatkan porsi. Itupun tidak menjamin kestabilan biaya haji yang semakin merangkak naik setiap tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teman nya, akhirnya disarankan untuk mendaftar disalah satu Biro perjalanan Haji mengenai informasi haji khusus ONH Plus. Menurut rekan beliau, sekarang ini banyak Biro perjalanan dengan nama besar tapi ternyata hanya sebagai agen pengumpuli jamaah untuk disuplai ke biro resmi. Dari beberapa informasi lewat obrolan dan media massa, kami pun mencoba merekomendasikan nama yang menurut kami sepertinya bagus.Tetapi tampaknya dari pihak ibu sudah membulatkan tekad dan berkeras untuk akhirnya memutuskan menyetorkan uang muka pemberangkatan ONH Plus  atas rekomendasi dari teman sepengajarannya yang sudah lebih dahulu berhaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diawal Februari 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat melintasi salah satu jalan di bilangan pusat kota Mks, saya iseng singgah disalah satu perusahaan travel biro perjalanan umrah dan haji plus. Dari beberapa travel yang saya tanyai, sepertinya paket dan harga biro ini cukup menarik. Harganya sedikit lebih terjangkau dari harga travel yang lain termasuk biro yang dipilih ibu saya. Setelah tanya sana sini,  terlintas dalam fikiran, kenapa bukan saya saja dahulu yang pergi kesana? Berumrah dengan perjalanan spiritual ke Baitullah dan nantinya bisa memberi penggambaran meski secara garis besar mengenai bagaimana kondisi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama saya berada di Biro Travel tersebut. Akhirnya dengan sedikit nekat, saya putuskan untuk mendaftar saja pada pemberangkatan minggu ketiga setelah mempertimbangkan secara fisik dan financial serta schedule kerja dan waktu pemberangkatan. Keputusan yang mungkin terlalu dini pada saat itu, tanpa mengabarkan lagi kepada pihak rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jk1jJQZ4I/AAAAAAAAA7A/FUVDU-F38mk/s1600/15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jk1jJQZ4I/AAAAAAAAA7A/FUVDU-F38mk/s320/15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474376955687102338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jlM20HLSI/AAAAAAAAA7I/Al4_vx1iY9k/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jlM20HLSI/AAAAAAAAA7I/Al4_vx1iY9k/s320/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474377356104117538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jlfEIvV1I/AAAAAAAAA7Q/CdFSqd1VMdo/s1600/20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jlfEIvV1I/AAAAAAAAA7Q/CdFSqd1VMdo/s320/20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474377668917942098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadi begini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan segala administrasi dan mendapat bimbingan singkat / manasik umrah dari biro Umrah, akhirnya tiba hari- Tersebut. Meski telah memperoleh gambaran dan sedikit searching informasi di internet, terus terang perasaan deg-degan dan kekhawatiran yang mungkin (tak) beralasan itu masih sempat menghantui. Ini kali pertama juga saya melakukan perjalanan sejauh ini. Perjalanan melintasi benua dimana saya sendiri tak mengetahui seperti apa suasana dan kondisi di “Atas” sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.00 Wib waktu Jakarta: Beberapa jamaah dari biro perjalanan haji lain tampak tidur terlentang di beberapa sudut ruang bandara. Secara bergerombol, beberapa diantara mereka tampak menggelar tikar dan menggunakan tas bawaan sebagai bantal tidur. Dari informasi pembimbing travel kami, ternyata rombongan itu sudah menginap selama beberapa hari di bandara akibat belum mendapatkan visa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut, kami langsung ciut. Hal yang tak pernah terpikirkan kini terlihat di depan mata. Tak urung kegelisahan langsung membayangi. Meskipun dari pihak travel telah memberikan keyakinan bahwa insya allah rombongan kami tidak akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai schedule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ternyata Begitu:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Ternyata  isyu kabar di media beberapa bulan lalu itu mengenai kisruh kepengurusan visa umrah haji itu kini terbukti kbenarannya. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan memperketat visa bagi jamaah haji dan umrah untuk bulan Januari dan diperkirakan hingga akhir musim haji tahun 2010 atau dengan kata lain pemberangkatan umrah kali ini delapan puluh persen akan mengalami penundaan. Gleggkk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya adalah akibat dari pihak Kedubes Arab Saudi yang membatasi kouta visa dengan alasan kekhawatiran akan semakin banyaknya penyusup illegal yang mencoba membuat keonaran dan untuk menghindari penyalahgunaan visa oleh jamaah untuk tetap tinggal di Tanah Suci hingga musim haji atau untuk bekerja di sana serta beberapa alasan keamanan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut biro perjalanan umrah Indonesia, sebenarnya pihak kedubes Arab Saudi di Jakarta sudah memberi kebijakan, namun dari pihak pemerintah arab Saudi tidak bisa di ubah. Biro perjalanan umrah ini harus menjalin  antri dan kalau perlu menjalin mitra kerja dengan perusahaan provider yang memiliki jaminan bank dan persyaratan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan alasan banyaknya penyusup yang masuk, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan syarat tambahan khusus visa umrah dimana  pemberitahuan itu baru disampaikan beberapa hari sebelum keberangkatan kepada Pihak Biro Haji dn Umrah yaitu dengan mewajibkan lampiran tiket penerbangan pulang-pergi dan surat pengesahan muhrim yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Islam.  Para petugas Biro yang bertanggung jawab pada kepengurusan visa jamaah memburu deadline dan terkadang mengalami kesulitan saat melakukan entry visa hanya untuk sekedar mndapatkan nomor registrasi visa untuk di cetak dan ditempel di paspor jamaah.  Tak jarang mereka menunggu di sampai dini hari hanya untuk mendapatkan kepastian jumlah visa jamaah yang telah disetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Brakk&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; !! :(  Tidak hanya Jamaah Umrah Indonesia,  pihak jasa maskapai penerbangan dan biro perjalanan Haji  Umrah  ikut menanggung kerugian dikarenakan jauh hari sebelumnya, mereka  sudah memesan tiket pesawat dan kamar hotel. Entahlah, Apa sebab musabab hingga pemerintah arab Saudi mengeluarkan kebijakan terkhusus untuk calon jamaah Umrah dan Haji yang mungkin akan berlangsung sampai musim  haji 2010 ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut di sesalkan adalah  kemana campur tangan para pihak pemerintah yang selama ini bertanggung jawab atas pemberangkatan jamaah haji dan umrah dalam menyikapi kebijakan pemerintah Arab Saudi ini?  Apakah mereka sangat sibuk sehingga lupa mencari solusi  akibat keterlambatan kepengurusan visa tersebut? Atau minimal ada upaya pembicaraan pembicaraan yang berujung pada tindak lanjut sehingga keterlambatan penerbitan visa tidak sampai mengakibatkan tertundanya pemberangkatan. Yupzzz, para calon jamaah. Kini kembali dihadapkan pada masalah keterlambatan pemberangkatan akibat VISA yang MOLOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ada isyu monopoli dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta agar jamaah yang akan berangkat umrah harus mempergunakan maskapai penerbangan tertentu yang sudah di-protect dan menjadi persyaratan pengurusan visa ini. Ini mungkin yang menjadi penyebab keterlambatan visa tersebut. Atau bisa juga kebijakan ini hanya di berlakukan khusus di beberapa negara asia tenggara seperti Indonesia dan Malaysia dimana  banyaknya TKI yang bermasalah atau di permasalahkan selama bekerja disana. atau mungkin ada hal hal lain yang menjadi penyebab lahirnya kebijakan keterlambatan visa terkhusus untuk jamaah umrah Indonesia. Ya ya.. bisa jadi begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, akibat keterlambatan proses pencetakan visa dari Arab Saudi itu akhirnya juga  mengakibatkan beberapa pihak terkait ikut terkena imbas. Sebagai calon jamaah pada saat itu, saya ikut merasakan perjuangan mereka dalam memperjuangkan keberangkatan kami. Mereka kembali mengurus segala kekurangan di sana sini dengan memberikan penjelasan seterang terangnya dgn tetap memberikan keyakinan kepastian pemberangkatan.. Tak hanya pihak biro Perjalanan umrah Indonesia,  perusahaan penerbangan pun dibuat ketar ketir. Mereka harus me re-schedule kembali seat penumpang dan kembali bernegosisasi dengan sejumlah biro penyelenggara umrah dan haji yang mau tak mau kembali jadwal pemberangkatan yang sudah disusun demi mengikuti kebijakan yang ada jika tak ingin terbang kosong melompong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semalam di Jakarte&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jmHUD_r9I/AAAAAAAAA7Y/zJhw6eOjKC0/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jmHUD_r9I/AAAAAAAAA7Y/zJhw6eOjKC0/s320/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474378360387776466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jmfutAB5I/AAAAAAAAA7g/RP-0Fmgvwqs/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jmfutAB5I/AAAAAAAAA7g/RP-0Fmgvwqs/s320/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474378779855947666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_79BLuGFwI/AAAAAAAAA8Y/ibqr2kdbbBA/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_79BLuGFwI/AAAAAAAAA8Y/ibqr2kdbbBA/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476092393696925442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi itu pun akhirnya kami terima. Menurut pihak pengelola Biro, setelah kembali mengecek dan memperjuangkan nasib visa serta hasil lobi sana sini, akhirnya panitia dan jamaah  harus mengalah dan berbesar hati terpaksa di tunda keesokan harinya karena visa jamaah rombongan kami belum terbit dari Kedubes Saudi di Jakarta. Ini sudah diluar rencana. Saya sendiri tak mengira. Sedianya dari makassar kami telah mempersiapkan diri untuk terbang sehari penuh kini harus merelakan diri untuk bermalam sejenak menunggu giliran pemberangkatan sambil menunggu hasil pengurusan visa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pihak biro menunjukkan sikap profesionalisme nya dan bertanggung jawab atas perjalanan kami. Dari bandara akhrinya mereka membawa rombongan di giring menuju bus travel yang telah menunggu untuk seterusnya di bawa ke Hotel terdekat di Bandara. Segala biaya hidup selama sehari menjadi tanggungan biro dan sebagai bentuk kompensasi agar tak gundah mengira mengira dan menunggu pemberangkatan, dari pihak biro mengajak kami untuk berwisata keliling kota mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jakarta hingga malam tiba untuk segera tidur dan berangkat keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya berpikir, bagaimana jika kami bernasib seperti mereka yang terpaksa menginap di bandara hanya lantaran ke tak profesionalan biro perjalanan yg akhirnya tak mau menambah kerugian atas imbas kebijakan ini. Terkatung katung tanpa ada kepastian  menunggu waktu pemberangkatan. Tentunya di antara mereka ada yang malu atau bahkan cemas karena semakin lama berpisah dengan keluarga.. Semoga pemerintah Indonesia dalam kapasitasnya sebagai pengurus dan penyedia regulasi system pemberangkatan umrah dan haji tentunya harus memperhatikan lagi kenyamanan dan kemudahan dalam membantu mereka yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Road To Mecca.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kesan selama di Tanah suci sepertinya tidak cukup untuk di gambarkan dengan kata kata. Alhamdulillah, maha suci Allah:;  saya bisa berkesempatan melihat Rumah Allah. Tak pernah terpikir bisa menginjak kota suci secepat ini. Semuanya berjalan begitu cepat. Selama sebelas hari di kota antara kota Jedah- Medinah al Munawawr &amp; Kota Suci Mekah Al Munawarah, kami juga berkesempatan untuk bertamu di rumah suci Baitullah dan mengunjungi beberapa tempat bersejarah sarat nilai history mengenai sejarah perkembangan Islam. Berusaha meneladani jejak nabi di masa lalu dalam perjuangannya menyebarkan ajaran islam di Jazirah Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jnBsqMpqI/AAAAAAAAA7o/H171cW_2yT0/s1600/22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jnBsqMpqI/AAAAAAAAA7o/H171cW_2yT0/s320/22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474379363422873250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jnUfw4huI/AAAAAAAAA7w/erqivs_eazo/s1600/77.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jnUfw4huI/AAAAAAAAA7w/erqivs_eazo/s320/77.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474379686378768098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jp0lQLBqI/AAAAAAAAA8Q/F_ito3ZwAUU/s1600/55.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jp0lQLBqI/AAAAAAAAA8Q/F_ito3ZwAUU/s320/55.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474382436631250594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jo14EJ-YI/AAAAAAAAA8I/WxsYPrMlrXU/s1600/107.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jo14EJ-YI/AAAAAAAAA8I/WxsYPrMlrXU/s320/107.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474381359349365122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jn545La5I/AAAAAAAAA8A/tbAcuZivOZg/s1600/120.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jn545La5I/AAAAAAAAA8A/tbAcuZivOZg/s320/120.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474380328779606930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Back To Home&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada perjalanan pulang kembali ke tanah air, kami masih berbagi cerita dan pengalaman mulai dari proses pemberangkatan, saat di Jakarta dan suka duka dalam menjalankan ibadah Umrah. Rasa puas, bahagia dan bangga nampak terpancar dari para wajah jamaah anggota setelah melewati semua itu. Seiring Sore yang semakin merendah. Matahari memancarkan setengah pijar merahnya masuk menembus jendela pesawat sesaat sebelum kami mendarat di kota Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melongok keluar jendela,  mencoba menikmati pemandangan indah kota jakarta. Mengingat kembali pengalaman sebelum pemberangkatan, Pengalaman Visa tersebut kembali melintas. Dada berdesir.  Tiba tiba ketakutan itu muncul. Bagaimana jika pengalaman pemberangkatan itu juga terjadi pada orang tua kami? Bagaimana jika mereka juga mengalami kejadian yang sama dalam rombongan biro yang belum kami ketahui kinerja dan kredibilitas sepenuhnya? Saya tak bisa membayangkan wajah mereka yang semakin keriput dengan keterbatasan fisik dan tenaga harus tidur berhimpitan, menggelar karpet  di emperan bandara akibat kelalaian Biro Haji yang tak bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang disalahkan. Kami hanya berharap pemerintah semakin intens dalam meningkatkan lagi pelayanan di semua aspek terkait dalam proses pemberangkatan, masa pemondokan dan proses pemulangan jamaah ke tanah air dengan bercermin dari  pengalaman yang sudah sudah. Sigap dalam mengatasi segala kemungkinan bisa terjadi karena kita tak tahu  bahwa segalanya sesuatunya bisa saja terjadi.. Wallahu Alam bis’shawab ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-2386126107047253695?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/2386126107047253695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=2386126107047253695&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2386126107047253695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2386126107047253695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/05/selalu-begitu-catatan-perjalanan-umrah.html' title='Selalu Begitu  (Catatan perjalanan Umrah)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S_jk1jJQZ4I/AAAAAAAAA7A/FUVDU-F38mk/s72-c/15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5889154116513135326</id><published>2010-02-28T13:15:00.008+08:00</published><updated>2010-06-19T18:40:58.037+08:00</updated><title type='text'>Love Mom : Pahlawan Tanpa Tanda Jasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4n-2qIF19I/AAAAAAAAA6o/D4zAa8ys1ig/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4n-2qIF19I/AAAAAAAAA6o/D4zAa8ys1ig/s320/ibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443161839628572626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya ya.. Ini adalah Kado untuk merayakan Jurnalisme orang Biasa. Sekedar ikut mencicipi kue pembangunan layaknya masyarakat yang lain. Dan interpretasi diri tak salah jika diwujudkan dalam bentuk ungkapan kasih sayang kami terhadap ibu. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pic4ever.com/images/16.gif"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 19px; height: 19px;" src="http://www.pic4ever.com/images/16.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.10 Wita. Sedari pagi tadi,  beliau sudah siap dengan seragam mengajarnya. Menurutnya, hari ini ada acara perpisahan disekolahan. Sembari mengetok pintu kamar, Beliau berkata ingin meminjam kamera saku yang sering saya gunakan untuk dibawa kesekolahya. Katanya ia ingin meminta bantuan salah satu teman guru disekolahnya untuk berfoto anak-anak muridnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ini hari yang special bagi dirinya. Hari terakhirnya untuk memberi pelajaran kelas kepada muridnya. Tak ada kado special. Yang ada hanya ucapan selamat jalan dan salam mesra dari rekan sejawat dan guru sekolah serta beberapa bingkisan kado kenang kenangan dari tempat sekolahnya mengabdi. Jangan berharap menemukannya dalam jejeran parade buku biografi orang terkenal dideretan rak toko buku berisi pesan sponsor dan gelimangan kalimat beraksentuasi mewah berbungkus CV dan kisah "kepahlawanan" dalam meraih bintang bintang mahakarya. Pun dalam keseharian, polesan gincunya hanyalah sebatas pemanis dibibir untuk menutupi belah yang mulai keriput. Seorang Ibu bertubuh kecil yang kini siap mewakafkan diri untuk keluaga setelah hampir tigapuluh tahun lamanya mengabdi di sekolah Dasar Negeri. Tak pernah ada sasak tinggi pada gelungan rambutnya yang selalu bertutup kerudung. Juga tak terlihat parade bunga dan ucapan selamat yang menghiasi halaman depan rumah atau hampir sepertiga kolom utama di media massa. Sosoknya tak lebih dari seorang ibu yang hanya mewakili tipikal karakter sederhana pada zamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini...  beliau sudah diambang senja. Bersiap memasuki masa purna bakti. Menuntaskan kewajibannya sebagai seorang guru SD dari sebuah Sekolah dasar kecil Negeri dikota Makassar. Siap memberikan tongkat estafet kepada generasi selanjutnya. Beliau mungkin juga sedikit beruntung, bisa terlahir tanpa beban nama besar dari keluarga yang mewarisi silsilah darah biru pahlawan dari Negeri Antah Berantah. Almarhum bapaknya hanyalah seorang pemecah batu  dengan mengandalkan upah harian untuk menghidupi istri dan sembilan orang anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh doa, kami berharap pintu selalu selalu mencurahkan limpahan kasih sayang, rezeki dan kesehatan untuknya dan keluarga. Tak ada kata post power syndrome. Yang ada hanyalah segempal doa berharap bisa juga menunaikan ibadah haji.  Salah seorang anaknya yang pernah bersekolah di SD beliau, tentulah kini tak risau lagi karena sekarang ada pengantar sekolah baru untuk anaknya. Sang cucu kini dapat tertawa lepas melenggang bersama neneknya berjalan pagi menuju sekolah SD yang kini telah ia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated for my Mom (GBU)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5889154116513135326?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5889154116513135326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5889154116513135326&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5889154116513135326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5889154116513135326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/02/love-mom-pahlawan-tanpa-tanda-jasa.html' title='Love Mom : Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4n-2qIF19I/AAAAAAAAA6o/D4zAa8ys1ig/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-4853926657883901334</id><published>2010-02-13T21:05:00.018+08:00</published><updated>2010-06-19T18:44:42.641+08:00</updated><title type='text'>Bantimurung  - The Kingdom Of Butterfly</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3a4oQ-TGxI/AAAAAAAAA54/puZwmO4xMv0/s1600-h/Bantimurung-Entrance-l.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3a4oQ-TGxI/AAAAAAAAA54/puZwmO4xMv0/s320/Bantimurung-Entrance-l.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437736601986997010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BANTIMURUNG DALAM PERSPEKTIF SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Bungaya I dan II (1667-1669), Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda. Hal ini menjadikan bentuk-bentuk pemerintahan atau kerajaan-kerajaan kecil yang berada di dalam wilayah Kerajaan Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal bergelar Regent (setingkat bupati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Maros berubah menjadi Distrik Adat Gemenschaap yang dipimpin oleh seorang kepala distrik yang dipilih dari bangsawan lokal dengan gelar Karaeng, Arung atau Gallarang. Kerajaan Simbang merupakan salah satu Distrik Adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah Kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar Karaeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun 1923, Patahoeddin Daeng Paroempa, menjadi Karaeng Simbang. Ia mulai mengukuhkan kehadiran kembali Kerajaan Simbang dengan melakukan penataan dan pembangunan di wilayahnya. Salah satu program yang dijalankannya ialah dengan melaksanakan pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang agar mobilitas dari dan ke daerah-daerah di sekitarnya menjadi&lt;br /&gt;lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan jalan ini, rencananya akan membelah daerah hutan belantara. Namun, suatu waktu pekerjaan tersebut terhambat akibat terdengarnya bunyi menderu dari dalam hutan yang menjadi jalur pembuatan jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, para pekerja tidak berani melanjutkan pekerjaan pembuatan&lt;br /&gt;jalan. Karena suara gemuruh tersebut begitu keras. Karaeng Simbang yang memimpin langsung proyek ini lalu memerintahkan seorang pegawai kerajaan untuk memeriksa ke dalam hutan belantara asal suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sang pegawai kerajaan melakukan pemeriksaan lokasi, Karaeng Simbang lalu bertanya; “Aga ro merrung?” (Bahasa Bugis; suara apa itu yang bergemuruh?).&lt;br /&gt;“Benti, Puang,“ (Air, Tuanku), jawab sang pegawai tadi. "Benti", adalah Bahasa Bugis halus atau tingkat tinggi untuk air. Kosa kata seperti ini biasanya diucapkan oleh seorang hamba atau rakyat jelata ketika bertutur dengan kaum bangsawan. Mendengar laporan tersebut, Karaeng Simbang lalu berkenan melihat langsung asal sumber suara gemuruh dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempat asal suara, Karaeng Simbang terpana dan takjub menyaksikan luapan air begitu besar merambah batu cadas yang mengalir jatuh dari atas gunung. Beliau lalu berujar; “Makessingi kapang narekko iyae onroangngnge diasengi Benti Merrung!“ (Mungkin ada baiknya jika tempat ini dinamakan air yang bergemuruh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMPAT ITU DISEBUT KAMPUNG BARU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kata Bentimerrung inilah kemudian berubah bunyi menjadi Bantimurung. Penemuan air terjun tersebut membuat rencana pembuatan jalan tidak dilanjutkan. Malah, daerah di sekitar air terjun tersebut dijadikan sebagai sebuah perkampungan baru dalam wilayah Kerajaan Simbang. Kampung ini dikepalai oleh seorang kepala kampung bergelar Pinati Bantimurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Bantimurung menjadi salah satu kecamatan dalam wilayah&lt;br /&gt;Kabupaten Maros, begitu pula Simbang. Sedangkan air terjun Bantimurung menjadi kawasan wisata alam. Air terjun ini berasal dari luapan air yang mengalir jatuh dari atas, merambah batu cadas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah. Air terjun ini menggemuruh sepanjang hari sehingga menjadikannya tempat rekreasi yang sangat populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3a6SIqPe4I/AAAAAAAAA6I/A6kEMSgO408/s1600-h/Bantimurung2.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3a6SIqPe4I/AAAAAAAAA6I/A6kEMSgO408/s320/Bantimurung2.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437738420821523330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan wisata alam Bantimurung terletak di lembah bukit kapur.&lt;br /&gt;Dikelilingi pemandangan indah dan berhawa sejuk. Lokasi ini mudah dicapai karena kendaraan umum dari dan ke lokasi selalu tersedia. Apalagi jaraknya hanya sekitar 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari pusat kota Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pic4ever.com/images/chase.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 73px; height: 61px;" src="http://www.pic4ever.com/images/chase.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain air terjun, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Karena di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana di dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi. Selain itu, kondisi alam tropis yang subur menjadikan kawasan ini sebagai pemukiman ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu. Saat ini tercatat sekitar 150 spesies kupu-kupu yang hidup di sini. Beberapa diantaranya merupakan spesies khas yang sulit ditemui di daerah lain. Tak heran bila tempat ini pernah terpilih sebagai pelaksana konferensi internasional kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pic4ever.com/images/122fs329172.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 73px; height: 61px;" src="http://www.pic4ever.com/images/122fs329172.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempromosikan kawasan wisata alam Bantimurung, Pemerintah Daerah Kabupaten Maros pernah membuat akronim nama Bantimurung yang mirip parodi yaitu: Banting Murung, tempat anda membanting kemurungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Karaeng Simbang wafat pada tahun 1957 dan dimakamkan di Belakang Masjid Pakalu (salah satu kampung dalam wilayah Kerajaan Simbang, sekarang bernama Lingkungan Pakalu dalam wilayah Kecamatan Bantimurung), yang dibangun dengan dana swadaya di atas tanah pribadinya. Karena itulah ia bergelar Matinroe ri Masigi’na (yang dimakamkan di mesjidnya). Nama lengkapnya, Patahoeddin Daeng Paroempa Sultan Iskandar Muda Matinroe ri Masigi’na.(p!) .. &lt;a href="http://www.panyingkul.com/view.php?id=199&amp;jenis=tahukahkita"&gt;Panyingkul.Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Yihaaaa !!!.. Week End Telah Tiba. Berada di Kab Maros ini tak elok rasanya jika tak menyempatkan diri tuk sekedar berjalan jalan disalah satu objek wisata yang berada di kabupaten Maros.  Yupz, Absolutely ur right, apalagi Ikon Kota Maros kalo bukan Bantimurung dan syurga Park kupu kupunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3arG4R6vWI/AAAAAAAAA5g/ST90q1WOKOU/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3arG4R6vWI/AAAAAAAAA5g/ST90q1WOKOU/s320/19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437721734771555682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa objek wisata yang ada di kab Maros, Bantimurung Waterfall masih menjadi primadona bagi mereka yang belum atau sudah pernah mengunjungi tempat ini. Ini diakui juga oleh penjual langsat, tempat saya berhenti sejenak di rehat perjalanan, mencoba sebiji dua biji langsat jajanannya sebelum melanjutkan perjalanan sekedar melepas penat dari aktitas sehari hari, menjauhi hiruk pikuk kota. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4oEuJ-_4jI/AAAAAAAAA6w/llv_cLWmK3U/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4oEuJ-_4jI/AAAAAAAAA6w/llv_cLWmK3U/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443168290631311922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4oFJZB6-BI/AAAAAAAAA64/FTqQx5gcJCE/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S4oFJZB6-BI/AAAAAAAAA64/FTqQx5gcJCE/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443168758526572562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah banyak referensi yang mengangkat objek wisata bantimurung ini. Bagi anda yang mungkin tertarik untuk coba coba kesana, ada baiknya mencari tau dulu beberapa informasi dasar dengan menemukannya di media pustaka wisata Nusantara atau bisa juga mencarinya dengan googling di ranah maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kunjungan Presiden SBY ke Bantimurung, dalam rangkaian Hari Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun 2006 lalu di Desa Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Objek wisata Bantimurung semakin berbenah. Beberapa papan informasi di refresh dan mengalami cat ulang. Beberapa tempat peristirahatan juga telah di perbaharui.  Troly barang juga telah disiapkan oleh pengelola setempat untuk memudahkan  bagi para pengunjung yang kebetulan membawa bekal yg banyak untuk menikmatinya di pinggir jatuhnya air terjun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Bantimurung adalah obyek wisata air terjun yang terletak di Kabupaten Maros, berjarak kurang lebih 12 km dari kota Makassar, Jalan menuju kesana di kelilingi oleh hamparan sawah dan bukit pegunungan karst Bulusaraung. Kita bisa menempuhnya sekitar 20 menit dari kota Maros (jika arus lancar) dengan menggunakan jalur trayek umum yang melewati daerah tersebut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Ciri khas gerbang tergambar dari patung Kera raksasa, yang konon pada saat Presiden Megawati menyempatkan berkunjung, tak mau melewati jalan bawah patung kera (kata orang sieh), Nah patung kera ini juga mmengisyarakan bahwa dahulunya, kota maros ini adalah kota yang banyak dihuni oleh pasukan Kera. Baru pada beberapa waktu terakhir, dibuatlah Ikon Patung Kupu Kupu yang terletak persis di depan patung Kera yang secara simbolis lebih mengisyaratkan Bantimurung sebagai area The Kingdom of Butterfly of south Celebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya bertamasya ke syurga Kupu-Kupu. disana kita akan menemukan banyak souvenir cendramata kupu kupu yang telah diawetkan untuk dibawah sebagai hiasan rumah dan bisa menikmati sejuknya air pengunungan sambil mengunjungi tempat penangkaran koleksi kupu kupu langka. ya ya, Sesuai namanya, Bantimunrung banyak memiliki koleksi kupu-kupu yg masih bebas berterbangan dengan bebas. Jika punya cukup waktu jangan lupa untuk mengunjungi dream cave ato goa mimpi yang berada di dekat air terjun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3asU6CBdMI/AAAAAAAAA5o/EAYRRsDiRuE/s1600-h/images3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3asU6CBdMI/AAAAAAAAA5o/EAYRRsDiRuE/s320/images3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437723075271554242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfred Russel Wallace (1823-1913)- Seorang Naturalis dari inggris saat berada di Bantimurung (Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan), menuangkan kekagumannya akan kupu kupu bantimurung yang ditulis dalam buku The Malay Archipelago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekerumunan kupu-kupu Tachyris zarinda memamerkan warna kemerah-merahan dan jingga terang sayapnya. Di antara mereka sesekali melintas Papilio sambil mengipas-ngipaskan sayap lebarnya yang berwarna hitam dengan ornamen hijau-biru. Pada dahan-dahan berdaun rimbun di seberang sana, saya berharap dapat mengamati Ornithoptera dari dekat. Dan di semak belukar saya berhasil menangkap sejumlah kupu-kupu Amblypodia, serta beberapa kumbang dari famili Hispidae dan Chrysomelidae."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu eksotis dan beragamnya kupu-kupu di Bantimurung yang dia temui waktu itu sehingga biolog naturalis Inggris yang menghabiskan sebahagian waktunya di Bantimurung ini menyebut Bantimurung adalah the Kingdom of Butterfly (Kerajaan Kupu-kupu). &lt;a href="http://bz.blogfam.com/2006/10/menikmati_eksotisme_bantimurun.html"&gt;http://bz.blogfam.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELAMATKAN BANTIMURUNG : NOW OR NEVER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3axvmVxW4I/AAAAAAAAA5w/dPSpw7WlehM/s1600-h/SLANK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3axvmVxW4I/AAAAAAAAA5w/dPSpw7WlehM/s320/SLANK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437729031400283010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu,  sekitar akhir januari 2010, Sekelompok mahasiswa dari salah satu Universitas Negeri di Makassar mengkampanyekan Save Our Bantimurung sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pelestarianlingkungan hidup khususnya dan nasib species kupu kupu bantimurung yang semakin berkurang. Semakin banyaknya penangkapan kupu kupu liar mengancam populasi habitat kupu kupu. Hal yang sangat memiriskan dimana tentunya mereka yang datang berkunjung  justeru karena ingin melihat secara langsung keunikan dan keragaman khas kupu kupu Bantimurung sebagai "The Kingdom of Butterfly"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-4853926657883901334?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/4853926657883901334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=4853926657883901334&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4853926657883901334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4853926657883901334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/02/bantimurung-kingdom-of-butterfly.html' title='Bantimurung  - The Kingdom Of Butterfly'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/S3a4oQ-TGxI/AAAAAAAAA54/puZwmO4xMv0/s72-c/Bantimurung-Entrance-l.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6227159687910809171</id><published>2010-01-02T09:57:00.005+08:00</published><updated>2010-01-02T10:06:41.786+08:00</updated><title type='text'>Sinjai - Never Ending Memories</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6o6F28HPI/AAAAAAAAA4g/RyekxK4XMGw/s1600-h/gerbang+kota.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6o6F28HPI/AAAAAAAAA4g/RyekxK4XMGw/s320/gerbang+kota.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421956717359144178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Relatif Santai. Hanya ada pesta kecil dan para undangan terdiri dari rekan kantor. Alunan Electone dan Ceramah Tauziah yang dilaksanakan di Main Hall Gedung kantor malam ini menjadi pengantar Perpisahan saya dan seorang teman untuk memulai lembaran baru bertugas di Kantor Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa kurun waktu dua tahun saya berdomisili di Sinjai. Banyak suka duka yang telah tertoreh disana.  Sebenarnya saya juga tak menyangka Farewell Party Nite dilaksanakan lebih cepat sehari dari yang direncanakan. Semuanya mengalir begitu saja. Dari penyampaian pimpinan, akhirnya saya memaklumi bahwa di akhir tahun ini segala macam prosedur administrasi termasuk harus segera rampung termasuk prosedur mutasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6p3oIt5HI/AAAAAAAAA5I/WtU8hCT8Djs/s1600-h/grak+jalan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6p3oIt5HI/AAAAAAAAA5I/WtU8hCT8Djs/s320/grak+jalan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421957774532535410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang terasa singkat. Setelah mengisi liburan kantor bersama di Kota Bandung-Jakarta tgl 24-27 Desember 09 lalu, sampai jugalah saatnya untuk kami harus berpisah. Saya dan teman bergantian memberikan kesan dan pesan selama bertugas di kota Sinjai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6pFuEKByI/AAAAAAAAA4o/UeBd_Ko4b2Y/s1600-h/1+fix.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6pFuEKByI/AAAAAAAAA4o/UeBd_Ko4b2Y/s320/1+fix.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421956917130561314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6pSm5wiEI/AAAAAAAAA4w/okQDaFnknXA/s1600-h/2fix.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6pSm5wiEI/AAAAAAAAA4w/okQDaFnknXA/s320/2fix.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421957138546198594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berlangsung khidmat dan manis. Di akhir acara, kami saling bertukar cenderamata. Penuh haru, saya pun mendapat bingkisan dari rekan kerja dan sebuah simbolis berupa cincin emas sebagai kenang kenangan dari pimpinan Sekantor….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6ph1N7dyI/AAAAAAAAA44/GYDRfypDyd8/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6ph1N7dyI/AAAAAAAAA44/GYDRfypDyd8/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421957400086935330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6priYBrCI/AAAAAAAAA5A/Dg8oMTb_YD0/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6priYBrCI/AAAAAAAAA5A/Dg8oMTb_YD0/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421957566827703330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ini kado akhir tahun yang tak terlupakan. Kini cincin itu telah melingkar di jari manis. Seperti Filosofi Emas, dimanapun dia berada akan tetap bernilai, saya pun berharap demikian di tempat baru nanti. Sepertinya sangat berat meninggalkan mereka semua, Namun perjalanan masih panjang. Ini hanyalah sebuah proses dari pencapaian sebuah tujuan. Namun disuatu saat nanti, kami berharap bisa kembali dipertemukan dalam suasana dan waktu dimasa akan datang. Semoga….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-6227159687910809171?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/6227159687910809171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=6227159687910809171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6227159687910809171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6227159687910809171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2010/01/sinjai-never-ending-memories.html' title='Sinjai - Never Ending Memories'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sz6o6F28HPI/AAAAAAAAA4g/RyekxK4XMGw/s72-c/gerbang+kota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-2555707284393552878</id><published>2009-12-18T20:04:00.007+08:00</published><updated>2009-12-18T20:44:19.207+08:00</updated><title type='text'>Sop Konro Bagi Jiwa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SytwOoqndvI/AAAAAAAAA4Y/hn78Gs40pHc/s1600-h/konro-buku.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SytwOoqndvI/AAAAAAAAA4Y/hn78Gs40pHc/s320/konro-buku.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416546373579798258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan lahirnya buku “Sop Konro untuk Jiwa” ini berawal dari keinginan anggota komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri (www.angingmammiri.org) untuk mempersembahkan tulisan-tulisan inspiratif pembangun dan penyemangat yang mampu mencerahkan jiwa guna menandai usia ketiga tahun komunitas ini yang diperingati setiap tanggal 25 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mengambil istilah Sop Konro?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memilih nama salah satu hidangan kuliner khas ala Makassar ini sebagai “ikon” buku ini selain untuk mengabadikan nama makanan ala Makassar itu, juga menjadikan judul buku ini memiliki “cita rasa” unik dan berbeda dengan buku-buku serupa yang sudah beredar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sop Konro sendiri adalah berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar seperti tulang rusuk sapi atau kerbau, dimasak/dibakar dengan bumbu ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, garam, vitsin yang sudah dihaluskan. Sop Konro pada umumnya disajikan/dimakan bersama nasi putih dan sambal. Rasanya sangat eksotik dan nikmat.(Copas Fr &lt;a href="http://www.angingmammiri.org"&gt;Angingmammiri.org&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Senang, akhirnya saya bisa ikut juga berpartisipasi bersama teman teman bloggers Mks dalam sebuah proyek buku ke-dua persembahan komunitas blogger AngingMammiri Mks. Dari tiga tema besar yaitu Tentang Cinta, Pengorbanan dan Persahabatan, Tentang Sudut Pandang dan Pengajaran , Tentang Rasa Sakit, Kehilangan dan Ketabahan, saya menyumbangkan dua tulisan berjudul "Kelong untuk Anak" di kategori sudut pandang, dan "Kami harus usung kerandanya" untuk kategori tentang rasa sakit, kehilangan dan ketabahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Cerita ini mengalir begitu saja. Saya ketik sewaktu malam senggang di Sinjai. isinya erisi murni pengalaman pribadi yg coba saya pindahkan dalam bentuk script untuk komsumsi buku. Ohya, sedikit bocoran mengenai dua kisah saya, tokoh sentral di cerita KUA adalah ponakan dan Almarhum Teman SMP untuk cerita KHUK ..wkk (siap siap tanda tangan artis) :). Nah, Informasi terakhir dari soft launcing blogfest buku "sop konro untuk jiwa"  yg sempat saya hadiri beberapa waktu lalu di kafe blogger Mks, rencananya buku ini akan beredar Awal Januari 2010 bulan depan ditoko toko buku kesayangan anda. (Promosi adalah bagian dari gaya hidup wkkk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak ada gading yg tak retak, kami terkhusus saya pribadi menyadari sepenuhnya masih banyak yg mungkin harus di benahi terutama dalam hal teknis dan gaya masing masing penulis. Namanya sop Konro, tentu akan banyak warna dan rasa yang akan semakin memperkaya isi buku. Akhirnya penuh harap, semoga apa yg tersaji dalam buku ini nantinya dapat menambah referensi kita terutama memperkaya keberagaman buku karya anak bangsa. Mari kita sama sama sharing dan belajar, bersilaturahim dan saling berbagi melalui sebuah persembahan buku dari ranah daeng-Kota Makassar. Jangan lupa kritik dan sarannya di tunggu lho, hehe.. mmmmm Marikidii''&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-2555707284393552878?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.angingmammiri.org' title='Sop Konro Bagi Jiwa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/2555707284393552878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=2555707284393552878&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2555707284393552878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/2555707284393552878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/12/sop-konro-bagi-jiwa.html' title='Sop Konro Bagi Jiwa'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SytwOoqndvI/AAAAAAAAA4Y/hn78Gs40pHc/s72-c/konro-buku.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5067944217298033128</id><published>2009-12-15T20:32:00.012+08:00</published><updated>2009-12-15T22:19:31.774+08:00</updated><title type='text'>Kala 'Semut" Menggoda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SyeEFw2O5XI/AAAAAAAAA3w/-f6AP4rK6ro/s1600-h/bekam1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SyeEFw2O5XI/AAAAAAAAA3w/-f6AP4rK6ro/s320/bekam1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415442311482893682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sempat tak mengindahkan dan optimis akan sembuh dengan sendirinya, akhirnya kondisi badanku mengalami drop. Fiuhh,  aku kembali lalai dalam menjaga pola makan, tanpa di barengi olahraga dan istirahat yang teratur untuk menjaga kebugaran. Bisa jadi ini juga adalah kebiasaan menyantap gorengan seafood dan junkfood secara berlebih dalam tempo yang sesingkat singkatnya secara kontinyu tanpa mengimbanginya dengan mengkomsumsi sayur dan buah. Akhirnya berdampak pada rasa nyeri dan kesemutan utamanya pada kaki dan punggung disertai keringat yang berlebih.. Dari hasil diagnosa sementara dokter setempat dan search / mencari tambahan informasi lewat bantuan “Om Google”, untuk sementara ini dapat disimpulkan adalah gejala awal Asam Urat atau Rematik tengah mengintai diriku…Damn!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oughhh !! Sangatlah tak nyaman beraktifitas dengan kondisi seperti ini. Merasa belum puas atas obat obatan yang diberi, akhirnya saya mencoba mencari pengobatan alternative. Bukannya tak percaya pada ahli medis. Selain murah, tentunya pengobatan alternative kadangkala terbukti mumpuni. Akhirnya berbekal informasi dan saran dari Ibu Kost, saya pun di anjurkan untuk melakukan bekam. Katanya orang itu  cukup ahli jugalah dalam hal bekam membekam.  Hanya mengiyakan sayapun mengiyakan saja meskipun sebenarnya secara sekilas saya juga sering mendengar istilah bekam tersebut namun apa dan bagaimana teknisnya saya hanya sendiri belum terlalu jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik dengan metode tersebut, maka sampailah saya di rumah salah satu Uztad yg dimaksud. Rupanya ia juga bukan penduduk asli kota ini. Ilmunya ia dapatkan dari seorang teman sekolahnya sesama pemondokan di pesantren dulu. Beliau mengatakan sebenarnya metode Bekam  bukan hal yang baru lagi dalam dunia pengobatan. Bekam kata beliau adalah pengobatan alternative turun temurun berlangsung lama yang awalnya tuh berasal dari Timur tengah. Beliau juga menambahkan, bekam juga salah satu cara pengobatan yang dianjuran oleh Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata Makan Al Hijamah yang dalam bahasa Arab merupakan asal kata dari “Al Hajmu” yaitu Membekam dimana peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan teknik vakumisasi atau penghisapan setelah melakukan penyayatan pada kulit luar . Nah, bekam ini dapat menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah bersih kepermukaan kulit dan jaringan otot yang mengalam stagnasi serta merangsang system syaraf perifer sehingga mampu memulihkan reaksi pengobatan mejadi lebih cepat. (Sumber : HFM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak berbasa basi, Singkat cerita saya pun menceritakan keluhan ke pak Uztad  Beliau pun menawarkan saya untuk mencoba terapi bekam. Masih berbekal keraguan, saya pun sempat bertanya apa efek samping dan kemungkinan terburuk dari bekam ini. saya  ragu mendengar kata “ disayat”, apa ngga sakit tuh? Pasti berdarah dan perih  jika kulitnya terpercik air saat mandi. Belum lagi membayangkan benda asing semacam jarum yang masuk ke tubuh, malpraktek dan berbagai kekhawatiran  lainnya, &lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya saya cukup tenang dan bisa di yakinkan setelah beliau mengatakan bahwa sampai saat ini dia belum pernah mendapat keluhan dari pasien yg telah ia bekam. Pun, jika akhirnya jika ada yang bermasalah, tentunya akan di kembalikan lagi kepada yang diatas dan ahli terkait untuk ditangani lebih lanjut. Belia menjelaskan bahwa fungsi utama dari bekam ini adalah untuk mengeluarkan drainase cairan tubuh berlebih yaitu darah kotor yang dapat merangsang memperlancar kembali peredaran darah, dengan bantuan jarum dan tabung penghisap yg juga berfungsi sebagai cawan darah kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SyeSq_nHllI/AAAAAAAAA4Q/Ibk-2_WqCQU/s1600-h/bekam2_thumb1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SyeSq_nHllI/AAAAAAAAA4Q/Ibk-2_WqCQU/s320/bekam2_thumb1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415458344263980626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berselang kemudian, akhirnya saya sudah bertelanjang dada dan duduk bersila membelakangi sang Uztad. Beliau mencoba menempel  satu alat tabung di perut ku.  Cukup geli juga merasakan kulit tertarik keluar membentuk tabung. Setelah berselang beberapa menit, akhirnya tabung di lepas. Tampak bekas bundaran merah terukir di perut. Setelah itu beliau kemudian menembakkan alat jarum dengan cara menekan tabung jarum dengan cepat beberapa kali. Ternyata tak sakit. Rasanya kulit hanya seperti di semprot minyak wangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai disitu, akhirnya pak Uztad memasang kembali tabung penghisap ke bekas bundaran semula dan menarik ujungnya agar menghisap pori pori kulit yang sudah terluka tadi. Darah merah kehitam hitaman tampak merembes keluar dari bekas tembakan tadi.  Tak terasa satu dua bekam di perut akhirnya berlanjut ke punggung belakang. Setelah merasa cukup, kulit bekam tadi kemudian di semprot alcohol dan di lap dengan kasa pembersih untuk mencegah infeksi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari pasca bekam, perubahan signifikan sangat terasa. Tengkuk terasa segar dan nyut nyutan mulai hilang. Semoga ini hanyalah gejala sesaat, dan Inilah hasil akhirnya.. Melihat cermin belakang, saya cukup bergidik juga melihat tato tato yang telah bertengger manis di sekujur punggung. Wkkkk  karena berharap kesembuhan, walhasil inilah akibat yang harus ditanggung dari hasil bekam tersebut. Ucapan Pak Uztad benar juga, dua tiga hari bekas lingkaran itu mulai menghilang dengan sendirinya dan saya kembali beraktifitas seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waletemas.wordpress.com/?s=bekam"&gt;Apa dan bagaimana bekam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5067944217298033128?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5067944217298033128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5067944217298033128&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5067944217298033128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5067944217298033128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/12/kala-semut-menggoda.html' title='Kala &apos;Semut&quot; Menggoda'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SyeEFw2O5XI/AAAAAAAAA3w/-f6AP4rK6ro/s72-c/bekam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6555131849939816527</id><published>2009-11-29T11:43:00.013+08:00</published><updated>2009-11-30T19:11:13.101+08:00</updated><title type='text'>Ber-qurban Dua Ribu Dua Belas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SxHxJGNJPJI/AAAAAAAAA3o/wPafoDIw7rA/s1600/film-2012.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SxHxJGNJPJI/AAAAAAAAA3o/wPafoDIw7rA/s320/film-2012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409369766035537042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya belum cukup terlambat untuk sekedar menuntaskan janji bersama teman untuk menonton film 2012. Sebuah film bergenre Action Drama Thriller yg menggambarkan akan datangnya bencana di Tahun 2012. Lagi lagi sebuah halusinasi yang ditransformasikan kedalam alur teknologi audio visual yang luar biasa. Hingga akhirnya datanglah Liburan Ied Adha Ini. Pembuktian bahwa Film ini cukup kontroversi, terjawab sudah diselingi rasa puas  sampai keluar studio. ya ya memberi sedikit referensi baru yang membekas untuk bekal di bawa pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan yg sempat saya tinggal adalah : Film ini sama sekali tak menggambarkan hari kiamat yang sebenarnya. Layaknya film Amerika yang hampir beragam dan sudah sudah dimana saya merasa film Amerika selalu menyisipkan pesan moral yg menyentuh, tentang ikatan emosional antara anak dan ayah, bagaimana sang ayah berusaha memperbaiki kembali keutuhan keluarga meskipun dalam situasi yang kurang menguntungkan. Dalam situasi apapun. Mampu mengaduk dan mempermainkan emosi penonton hingga mengharubiru. Yang adalah hanyalah penggambaran sebuah kejadian bencana dibumbui kisah heroik dan romantisme yang tak berakhir di atas ranjang seperti filem amerika pada umumnya dan tentunya sedikit ke "arogansian" menurut saya dimana bukan hanya di film ini, di beberapa film laen dpt kita lihat di beberapa scene adegan film terselip gambar bendera Amerika (sebuah bentuk nasionalisme berbalut halus tapi mengena) hingga semuanya mengalir begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran cerita cukup variatif, menyebabkan penduduk dunia menjadi musnah. berawal dari sebuah penelitian yang berkelanjutan dari ramalan suku  Maya Inca Peru yaitu  suku Indian Amerika Tengah yang menghuni kawasan-kawasan yang sekarang menjadi wilayah Meksiko, Guatemala, dan sekitarnya.  Nah, beberapa ahli astrofisika India dan Amerika ini melakukan penelitian akan gejala fenomena bumi yang akhir akhir ini menunjukkan aktifitasnya menunjuk ke ciri semakin dekatnya sebuah bencana besar akan kehancuran dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada usaha untuk membelokkan sejarah atau berusaha membentuk opini bahwa Kiamat memang akan terjadi di tahun 2012. Film ini murni hiburan semata. Cerita terkemas Apik dengan balutan intrik intrik yang cukup Ringan. Justru Nilai positif yang bisa diraih adalah bagaimana kita semakin mengingat sang pencipta dengan menyaksikan dasyatnya dampak bencana yg ditimbulkan. Ini hanyalah sebuah Film bergenre, tentunya isyu akan bencana mungkin hanya timbul dari segelintir orang yg mungkin masih terbawa emosi alur cerita setelah menonton film ini.  Penggambaran pemikiran dan beban berat yang seharusnya disandang  setelah sejam lebih bergelap gelap ria    menyaksikan rupa bencana dan kerusakan yang dihasilkan. Sekali lagi semuanya serba mungkin atas Izinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya cerita berlanjut dan berakhir dengan mengisahkan sebahagian penduduk Amerika yg akhirnya selamat dan bergerak menumpang kapal bahtera IV menuju ke benua daratan Afrika selatan  yang sekarang menjadi lebih tinggi (dalam cerita). Ya ya.. Saya menganggap film ini akhirnya berakhir Happy Ending :) :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika betul terjadi maka bersyukurlah kalian yang tinggal di belahan Asia Tenggara khususnya Kepulauan Nusantara - indonesia karena bencana ini hanya mngkin terjadi di beberapa Negara dibelahan bumi lainnya hehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru film ini setidaknya mengajarkan usaha pengorbanan dari seorang Ayah demi menyelamatkan keluarganya dan penduduk bumi dengan melepaskan lilitan yang membelit roda pintu kapal Bahtera IV yang akan membawa mereka menuju dunia baru yang cerah.. Sebuah filosofi yang mungkin hampir sama dengan hakikat dari Hari Raya Idul Adha 1430 H ini, bagaimana kita di tuntut untuk berkurban, membunuh sifat keegoan dengan menyembelih hewan ternak sapi, kambing atau unta sebagai symbol nafsu hewani yang selama ini memperbudak diri ..Ya,  Momentum Hari Raya Idul Adha setidaknya mengantarkan bahtera perahu bagi saudara saudara kita yang sementara juga tengah berjuang, memenuhi panggilan Baitullah untuk memperoleh Kemenangan, mereka yang sekarang lagi menunaikan Ibadah Haji agar selamat tiba kembali di tengah keluarga dan menjadi Haji Mabrur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari Raya Kurban Idul Adha 1430 H…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan Terkait :&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.liputankita.com/resensi-2-liputankita/kiamat-2012-investigasi-akhir-zaman-berita-liputankita.html"&gt;Investigasi Akhir Zaman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gosipboo.blogspot.com/2009/11/resensi-film-2012.html"&gt;Resensi Film&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-6555131849939816527?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/6555131849939816527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=6555131849939816527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6555131849939816527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6555131849939816527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/11/berqurban-di-2012.html' title='&lt;marquee scrollamount=&quot;3&quot;&gt;Ber-qurban Dua Ribu Dua Belas&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SxHxJGNJPJI/AAAAAAAAA3o/wPafoDIw7rA/s72-c/film-2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-4815389486999940346</id><published>2009-10-04T08:58:00.006+08:00</published><updated>2009-10-08T18:55:44.782+08:00</updated><title type='text'>Aku Bangga Memakai Batik: How About You ?</title><content type='html'>Awal bulan kesiang. Aktifitas yang lebih padat dari hari biasanya. Walhasil, Malamnya langsung terkapar ketiduran hehe.. Ya ya, tapi Blum terlambat khan? Harusnya tulisan dah terbit dua hari lalu dimana bertepatan dengan Hari Batik (hari jumat Tanggal 2 October 2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforian batik, Tulisan ini tak ingin mengulas batik secara mendetail, karena tentunya sudah banyak juga tulisan dari beberapa teman dengan mengangkat tema yang sama dari sudut pandang yang beragam tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ss2_GTTXoZI/AAAAAAAAA3g/Eyg31XijJSo/s1600-h/batik+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ss2_GTTXoZI/AAAAAAAAA3g/Eyg31XijJSo/s320/batik+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390174444013986194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ngomong ngomong soal Hari batik. Sebagai masyarakat Umum, Tentunya ikut bersuka cita menyambut Hari Batik. Setidaknya Pemerintah sudah mengambil satu Langkah Kedepan. Menjadikan suatu hari simbolis, Hari batik Sebagai Hari simbolis. Pengakuan atas hasil karya budaya warisan dari nenek moyang secara turun temurun. Sejak pengukuhan batik masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia (Representative List of Intangible Cultural Heritage) atau UNESCO, peresmiannya ditetapkan pada tanggal yang sama diatas. hoho.. saya sempat berpikiran, jangan hanya karena sudah merasa dicurangi, di klaim oleh negara lain hingga akhirnya baru mengambil langkah. Setidaknya pengakuan UNESCO telah menjadi langkah proteksi bagi mereka yang ingin mengklaim semau gue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-shadow:2px 2px 2px #000;"&gt;Di Klaim Serumpun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, masih lekat di ingatan, Negeri tetangga serumpun mengklaim Batik sebagai karya budaya mereka..Wokkkkoo, yang pastinya ini memicu reaksi dari masyarakat Indonesia  :) . . Negara Melayu itu lagi lagi berulah.  Wong milik indonesia kok malah di klaim..  yang benar aje Mas, eh daeng !! .. Sangat disesalkan mengingat hal ini dapat menimbulkan berbagai reaksi masyarakat Indonesia. Terang saja, banyak pihak yg menyayangkan tindakan Malaysia.  Mungkin ada (benar) nya juga kalo kita sebut saja Mereka sebagai plagiat budaya. I just say : "We must voice loudly on the importance of saving our national heritage from malaysia claims: ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate"&gt;Memakai Batik Dalam Beberapa Kesempatan&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai batik dalam setiap kesempatan sebenarnya sudah di lakukan oleh sebahagian besar masyarakat Indonesia. Sejujurnya, saya sendiri juga suka dan sering menggunakan batik. Entah itu di pesta kondangan, Acara Aqiqah, Narsis day maupun dalam tugas keseharian kantor khususnya di Hari Jumat. Koleksi batik adalah barang satu dua biji. Saya masih setia dengan batik 6 tahun lalu yg masih layak pakai (jarang beli soalx). Satu dua diantaranya berasal dari papua dan pulau bali. Kalo yg ini nieh justru sarung bantal kamar gue di kost-an yg ber batik ria hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ss233nV1irI/AAAAAAAAA3I/cG-eYWjPnmU/s1600-h/my+pillow.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ss233nV1irI/AAAAAAAAA3I/cG-eYWjPnmU/s320/my+pillow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390166495113611954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Resmi bisa, Santai pun Bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa acara kenegaraan, pejabat pemerintah selalu mengenakan busana batik dalam menjamu setiap koleganya. Memimpin forum rapat kerja kenegaraan, ceremony, kunjungan kerja dan beberapa acara yang sifatnya ceremony kenegaraan. Di momentum hari batik,  Presiden SBY meninjau lokasi korban gempa di Padang-Sumbar pun tak lekang mengenakan batik sebagai simbol Batik Day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain orang lain batiknya. Berbagai corak dan bahan seakan mewakili karakter mereka yang ingin tampil mengapresiasikan diri di hari Batik. Ada yang handmade atau batik tulis dan ada yg terbuat dari sentuhan teknologi sablon. Seiring waktu, batik tematik pun bermunculan. Mulai dari batik bermotif ceria meremaja sampai berlogo Harley Davidson. (foto Batik HD tematik by Jeffrey Eugene )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ssgc3HY26NI/AAAAAAAAA3A/jQirsSiYO8k/s1600-h/batik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ssgc3HY26NI/AAAAAAAAA3A/jQirsSiYO8k/s320/batik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388588687350491346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;br /&gt;Anak SD sekarang pun malah menjadikan batik sebagai seragam sekolah mereka. Batik Kontemporer terus bermodifikasi. Para penggiat batik terus berinovasi. Up Dating. Tidak lagi mesti bermotif traditional cultural. Seakan terkomando, Mayoritas karyawan kantor baik lingkup negeri maupun swasta tampil anggun dan bersahaja dengan balutan batik masing masing. Seakan memaklumatkan diri bahwa mereka peduli dan bangga serta ikut memeriahkan hari Batik : Menjadikan momentum hari Batik ini, sebagai ajang tampil beda, sekedar tuk beraktualisasi diri dan pembuktian karakter.."  i'am very proudly wear Batik: its a National cultural Heritage from My Country-Indonesian" so dont forget for wear Batik As traditional wardrobe at anytime and anywhere. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan lupa, lain padang lain belalang. Diantara gemerlap ide ide dari pengrajin batik yang terus melahirkan karya, Hari batik ternyata tak terlalu berpengaruh bagi (maaf) mereka yang masuk dalam kategori masyarakat kecil marginal, pinggiran, pekerja buruh, tukang becak dan lain lain. Berdasar pengamatan, sebahagian besar diantara mereka belum antusias dan bahkan malah tidak tahu kapan dan bagaimana mengapresiasi hari batik ini. Boro boro memakai baju batik, membeli makanan tuk kebutuhan sehari hari saja susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti selamat Hari Batik Indonesia. Silahkan anda berbatik Ria. demikian Halnya saya. Saya bangga memakai batik buatan Indonesia. memaknai Hari Batik bagi diri sendiri adalah belajar bagaimana menghargai dan bangga atas hasil karya anak bangsa, menjaga warisan budaya leluhur dan tentunya menjadi simbol /ikon sebagai warga Negara Indonesia yang berdedikasi dan cinta akan budaya daerah sendiri.. So, How About You?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-4815389486999940346?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/4815389486999940346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=4815389486999940346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4815389486999940346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/4815389486999940346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/10/hari-batik-kenapa-tak-dari-dulu.html' title='&lt;marquee scrollamount=&quot;3&quot;&gt;Aku Bangga Memakai Batik: How About You ?&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Ss2_GTTXoZI/AAAAAAAAA3g/Eyg31XijJSo/s72-c/batik+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-961060119061103588</id><published>2009-09-13T14:20:00.000+08:00</published><updated>2009-10-04T12:22:07.355+08:00</updated><title type='text'>Trans Kalla MakasaR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SqyWgTe2WtI/AAAAAAAAA2g/-GLDZvQSztA/s1600-h/trans1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SqyWgTe2WtI/AAAAAAAAA2g/-GLDZvQSztA/s320/trans1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380841136530545362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makassar Kini tidak sekadar menjadi pintu gerbang menuju wilayah timur &lt;br /&gt;Indonesia. Pertumbuhan ekonomi, sarana dan prasarana serta pariwisata yang &lt;br /&gt;demikian pesat beberapa tahun terakhir ini telah menjadikannya sebagai pusat &lt;br /&gt;perhatian dari berbagai pihak. Kehadiran mega proyek Trans Studio turut &lt;br /&gt;membentuk identitas baru kota ini, sebagai magnet di timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trans Studio Theme Park berlokasi di jalur utama Jalan Metro Tanjung Bunga, &lt;br /&gt;Makassar, sekitar 2 km barat daya atau 3 menit dari kawasan Pantai Losari. Theme &lt;br /&gt;Park seluas 2,7 hektar ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari pusat-pusat &lt;br /&gt;terpenting di kota Makassar. Ia juga dekat dengan rencana terminal kendaraan &lt;br /&gt;umum yang peresmiannya telah di lakukan tgl 9 September 2009 beberapa waktu lalu oleh Bapak Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Memilih Makassar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya, mengapa Theme Park ini dipilih dibangun pertama di &lt;br /&gt;Makassar, bukan di Bandung, Surabaya, Medan, atau Denpasar, misalnya? &lt;br /&gt;Jawabannya: Coba lihat besarnya pasar yang jadi target. Jumlah penduduk di &lt;br /&gt;lingkungan Makassar ada 3,4 juta. Sedangkan penduduk di lingkungan Sulawesi &lt;br /&gt;Selatan ada 4,6 juta. Jika ditotalkan, ada 8 juta penduduk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian, pertumbuhan ekonomi di kawasan ini sangat tinggi. Nah, GDP Makassar &lt;br /&gt;lebih tinggi dari GDP rata-rata Nasional, dan mengalami pertumbuhan yang signifikan, &lt;br /&gt;dari Rp 7,1 juta di tahun 2002 menjadi Rp 9,3 juta di tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai investasi proyek wahana hiburan terbesar di dunia, Trans Studio Makassar, mencapai Rp 3 triliun. Wahana itu berdiri di atas lahan seluas 24 hektare milik keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla.dibangun di area seluas 24 hektar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Srye12ZEUYI/AAAAAAAAA2o/2idTTTA3QBo/s1600-h/trans3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Srye12ZEUYI/AAAAAAAAA2o/2idTTTA3QBo/s320/trans3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385353902399181186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan tahap pertama menghabiskan anggaran lebih Rp 1 triliun untuk Trans Studio theme park yang merupakan pusat hiburan keluarga yang berkelas internasional dan Trans Studio walk yang merupakan pusat perbelanjaan kelas dunia yang artistik dan nyaman. Pembangunan tahap II meliputi dua hotel berbintang masing-masing bintang 3 dan bintang 5, residential apartemen serta marina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Trans Studio theme park yang merupakan taman hiburan indoor terbesar di dunia, seluas 2,7 hektar, dengan konsep from TV to reality. Menyajikan 21 wahana permainan dan berbagai bentuk pertunjukan hiburan yang dibagi dalam 4 zona yakni studio central, lost city, cartoon city dan magic corner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SryfjmzIbKI/AAAAAAAAA2w/4HZRsrHzNFo/s1600-h/trans4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SryfjmzIbKI/AAAAAAAAA2w/4HZRsrHzNFo/s320/trans4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385354688487517346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Empat zona di Trans Studio Theme Park meliputi, pertama, Studio Central, tempat pengunjung bisa merasakan menjadi bintang dan tahu rahasia di balik layar tayangan favorit. Kedua, Lost City, suatu kawasan seru yang menampilkan petualangan menegangkan ala Indiana Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Anak anak Cartoon City, dunia penuh warna, fantasi dan keajaiban. Di zona ini anak-anak akan larut dalam kegembiraan pada kenangan masa kecil yang ceria. Keempat, Magic Corner, zona penuh suasana magis yang membuat pengunjung yakin pada apa yang disaksikan karena sensasi yang ditimbulkan. Sedangkan Trans Studio Walk memiliki lima lantai, luas 55.000 m2, dilengkapi tiga atrium. Pusat perbelanjaan ini akan menyediakan busana bermerek internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari peta theme park studio yang disebarkan, harga minimum paket per orang untuk masuk Rp 90.000. Harga ini sudah termasuk kartu pass studio serta tarif masuk berikut 15 wahana permainan, masing-masing satu kali main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiket tambahan per orang per wahana dijual bervariasi, mulai Rp 10.000 dan Rp 15.000, tergantung jenis permainan. Sedangkan, tiket permainan yang tidak termasuk dalam paket per orang yaitu bioskop 4D, Kids Studio, Magic Thunder Coaster, Dragon’s tower, Jelajah dan Dunia Lain, masing-masing Rp 25.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar info, di dalam studio, uang kartal tidak berlaku. Alat tukar untuk menikmati aneka permainan di tempat itu adalah kartu mikrochip. Alat tukar digital ini baru pertama kali digunakan di Makassar, bahkan konon pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahana rekreasi kelas dunia macam Disneyland di Los Angeles dan Disneyworld di Orlando kabarnya baru akan menggunakan teknologi ini tahun depan. Kartu mikrochip pengganti uang ini berlaku seumur hidup dan dapat untuk membeli cinderamata serta untuk kartu tol prabayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tunggu apa lagi, Ayo rasakan sensasi wahana Trans Studio Mks.. (kok jadi kayak promosi yach hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto pribadi Diambil Menggunakan Camera Pocket Casio X-Slim&lt;br /&gt;(Informasi dikutip dari berbagai Sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-961060119061103588?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/961060119061103588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=961060119061103588&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/961060119061103588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/961060119061103588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/09/trans-studio-makassar.html' title='Trans Kalla MakasaR'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SqyWgTe2WtI/AAAAAAAAA2g/-GLDZvQSztA/s72-c/trans1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8519886326545054425</id><published>2009-08-17T08:44:00.000+08:00</published><updated>2009-08-20T22:27:13.248+08:00</updated><title type='text'>Mengenang Sang Komponis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SoipXuV8WpI/AAAAAAAAA2I/WZ8s8opZlfE/s1600-h/im.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SoipXuV8WpI/AAAAAAAAA2I/WZ8s8opZlfE/s320/im.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370728780681468562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah, hari ini Bangsa Indonesia tepat berusia 64 Tahun. Semarak Ulang Tahun dan peringatan detik detik proklamasi di Indonesia masih berlangsung di Istana Merdeka. Gemuruh Lagu Lagu perjuangan di sesi Aubade kembali menggelorakan semangat patriotisme kebangsaan Kita akan Cinta tanah Air. Peran serta para pejuang komponis kemerdekaan itu turut meberikan karya monumental dalam menyerukan semangat meraih kemerdekaan. Diantara nama nama besar komponis kemerdekaan seperti Kusbini, WR Soepratman, H Mutahar dan lain lain, sosok Komponis mendiang Ismail Marzuki merupakan satu dari beberapa nama yang patut tercatat dalam sejarah perjuangan republik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail Marzuki mendarma baktikan sumbangsih pemikiran dan perasaan cinta tanah airnya dalam bentuk ritme syair dan lagu berlafadz patriotik. Ia berperang dengan caranya sendiri, memberi sumbangsih ode berupa karya lagu romantisme dan kekuatan syair monumental perjuangan sepanjang masa. Nah, Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia Ke &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;46&lt;/span&gt; Saya ingin ikut berbagi kebahagiaan dengan informasi Copas Dari &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/panggung/2009/01/27/brk,20090127-157049,id.html"&gt;Tempo Interaktif&lt;/a&gt;  semoga bermanfaat :) :)&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Ismail Marzuki telah tiada 50 tahun lalu, dalam usia 44 tahun. Namun, nama sang komponis tetap hidup hingga kini. Putra Betawi ini meninggalkan sekitar 250 karya musik. Tema romantisme perjuangan dan cinta mendominasi karyanya. Siapa tak kenal Rayuan Pulau Kelapa, Halo-halo Bandung, dan Sepasang Mata Bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat malam pekan lalu, karya-karya Ismail Marzuki diperdengarkan di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan. Ratusan tamu menyimak reinterpretasi yang dibawakan Tohpati Big Band. Di ujung mikrofon, beberapa biduan ternama bergantian menyanyikan lagu-lagu karyanya. Ada Baim, Rio Febrian, Andien, Rieka Roeslan, penyanyi senior Gatot Soenjoto, dan penyanyi cilik berusia 11 tahun, Farah Di.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format big band, dengan belasan musisi di seksi tiup, lengkap dengan seksi ritme: dua pemain keyboard, basis, drummer, dipilih bukan tak sengaja. Menurut pengarah program Kumoratih Kushardjanto, era Ismail dulu, trennya adalah big band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swing jazz, yang populer pada era 1930-an hingga 1940-an, bahkan identik dengan big band. Di era perjuangan kemerdekaan itu, banyak komposer Indonesia yang dipengaruhi gaya swing jazz dalam format big band. "Maka, Ismail Marzuki pun membuat karya-karya yang cocok dibawakan big band," kata Kumoratih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitaris Tohpati memimpin para musisi: empat peniup trombon, empat peniup saksofon, empat peniup trompet, seorang pianis, seorang pemain keyboard, dua penyanyi latar, basis, perkusionis, dan drummer. Tak hanya sebagai penata musik, Tohpati tentu saja memegang gitar listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para musisi kompak bersetelan hitam-hitam. Lima pemain teater meramaikan dengan aksi teatrikal dan dialog-dialog singkat. Kris Biantoro, sebagai penasihat artistik, berperan sebagai host sambil menceritakan berbagai kisah seputar Ismail Marzuki dan karya-karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karya Ismai Marzuki tak hanya lagu perjuangan, tapi juga percintaan," kata Kris. Di tengah masa merebut kemerdekaan, kepasrahan terhadap perjuangan pun menyelip dalam lagu-lagu cinta karya Ismail. Misalnya, dalam karya Karangan Bunga dari Selatan. Kris mengutip sebaris lirik, ..hiaskan di batu nisanku karangan indah darimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karya Ismail ada "warna" selatannya. Misalnya, Sapu Tangan dari Bandung Selatan dan Bandung Selatan di Waktu Malam. Kris pernah bertanya soal ini ke almarhum Soedono, teman dekat Ismail Marzuki. Rupanya, saat membuat lagu-lagu itu, Ismail tengah kasmaran kepada seorang gadis yang tinggal di Soreang, Bandung Selatan. Gadis itu adalah Eulis Zuraidah, yang kemudian menikah dengan sang komponis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah, Ismail Marzuki tetap setia dengan istrinya. "Beliau tidak suka lirik-lirik (wanita lain)," kata Rahmi Ismail Marzuki, putri Ismail. Dia mengenang ayahnya sebagai orang disiplin dan penyayang keluarga. Selain mencipta lagu, kata Rahmi, Ismail gemar memasak. Pada akhir pekan, Ismail membuat sayur asem dan ayam goreng yang disantap bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, total ada 12 lagu yang dipersembahkan. Komposisi lagu disesuaikan dengan vokalisnya--dari rock, jazz, hingga pop. Lagu-lagu yang dibawakan, antara lain Sersan Mayorku, Juwita Malam, Halo-halo Bandung, Kopral Jono, dan Rayuan Pulau Kelapa. Seusai persembahan Payung Pantasi, Kris menambah sekelumit sejarah lagu itu. Dulu, para gadis yang takut panas matahari biasa memakai payung terbuat dari kertas. "Payung itu buatan Tasik," kata Kris. Dia juga menegaskan, judul lagu itu memang Payung Pantasi, bukan Payung Fantasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Air Beta menjadi pamungkas persembahan malam itu, dibawakan semua vokalis. Penonton pun berdiri. Tepuk tangan panjang membahana mengenang sang komponis besar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Related Posting mengenai sang Komponis Ismail Marzuki dapat di baca juga disini&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.kampungbetawi.com/gerobog/dedengkot/dedengkot1.php"&gt;Riwayat Hidup &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.tamanismailmarzuki.com/"&gt;Taman Ismail Marzuki &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Unduh Lagu &lt;a href="http://www.4shared.com/file/54871943/f92e3e2b/Keroncong_Sepasang_Mata_Bola_-_Sundari_Soekotjo_NEW.html?err=no-sess"&gt;Sepasang Mata Bola&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.4shared.com/file/91683847/e84594c7/HALO-HALO_BANDUNG.html"&gt;Halo Halo Bandung&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Negeriku yang Ke 46.. Damai Bangsaku, damai dibumi, damai di hati !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8519886326545054425?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8519886326545054425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8519886326545054425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8519886326545054425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8519886326545054425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/08/mengenang-sang-komponis.html' title='Mengenang Sang Komponis'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SoipXuV8WpI/AAAAAAAAA2I/WZ8s8opZlfE/s72-c/im.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8495711039130816679</id><published>2009-08-04T19:21:00.000+08:00</published><updated>2009-08-04T21:17:19.966+08:00</updated><title type='text'>Mengayuh Sepeda ke Tapal Batas</title><content type='html'>Sepertinya ini waktu yang tepat untuk kembali bersepeda. Di minggu pagi, rutinitas beberapa waktu terakhir ini adalah mengayuh sepeda di ruas jalan jalan protokol  sampai  menyusuri lorong lorong sudut kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngdvpR1ecI/AAAAAAAAA1w/KCllNtbeRZI/s1600-h/blog1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngdvpR1ecI/AAAAAAAAA1w/KCllNtbeRZI/s400/blog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366071660383664578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya.. Makassar kembali marak bersepeda. Kembali terjangkiti demam mengendarai "besi tua" bermesin manusia seperti halnya kota kota besar lain di Indonesia.  Seiring waktu, eksistensi kegiatan bersepeda khususnya di Makassar kembali dihidupkan. Kesadaran akan berolah raga bersepeda kembali tumbuh bak jamur di musim hujan. Bisa jadi ini hanya akan menjadi sebuah trend sesaat lagi. Atau karena memang selera masyarakat yang kembali tergugah setelah terpicu oleh kesadaran akan pentingnya berolahraga, atau juga mungkin dikarenakan juga mobilitas kerja  yang semakin meningkat seiring bergulirnya waktu. rutinitas yang monoton,  iklim trend, pola pikir, serta wadah silaturahim dan aktualisasi diri dari beberapa penggiat olahraga menuntut mereka akhirnya berduyun duyun kembali mencari sebuah varian baru :  keluar dari rutinitas dengan sebuah relaksasi baru : Bersepeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi penggiat itu tidaklah sia sia. Olahraga bersepeda jaman sekarang pun kini mulai mengarah ke gaya hidup masa kini. Setidaknya Para Pencinta sepeda  kini boleh bernafas lega setelah beberapa pekan lalu pemerintah kota Mks akhirnya mengagas hari minggu pagi sebagai hari “Car free day” atau kawasan di sepanjang jalan pantai Losari Mks terbebas dari kendaraan roda empat  dan roda dua (motor) sampai pukul 10 pagi. Program ini diharapkan menjadi central point bagi masyarakat untuk memanfaaatkan pantai losari sebagai sarana  tempat olahraga khususnya air, wisata budaya kota, dan  rekriasi kuliner  bersama keluarga.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngeH7pb1TI/AAAAAAAAA14/Wq8xrv_AnVw/s1600-h/wali.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngeH7pb1TI/AAAAAAAAA14/Wq8xrv_AnVw/s320/wali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366072077631345970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini di sambut secara antusias oleh Masyarakat. Kegiatan Berolahraga di pantai Losari akhirnya menjadi lebih leluasa dan sudah terbebas dari riuhnya kemacetan dan suara bising kendaraan. Di Losari selain bersepeda santai, kita dapat melakukan Senam pagi bersama, menikmati pasar tani wisata kuliner para penjaja dagangan disepanjang pantai atau bergabung dalam kelompok Persatuan jalan kaki Losari (PERJAKA) Mks dan beberapa group sepeda yang sering mangkal di minggu pagi pantai losari.  Dalam wajah barunya menuju kota The Great Expectation, geliat minggu pagi Losariku  pun kini semakin berwarna … :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YessS ..  Hari ini kami kembali memulai perjalanan mengayuh sepeda. Menembus matahari pagi tuk sekedar berpusing pusing ria (kutip: Malaysia)  demi mencari peluh. Menyusuri rute jalan jalan kota ikut dalam tour fun bike yang diadakan oleh salah  perusahan perbankan di kota makassar.  Start di jalan Jenderal Sudirman, berbelok di ujung Karebosi, terus  memutar ke selatan kota dan selanjutnya mengarah ke Tanjung Bunga Akkarena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai hasil rembuk sebelumnya, akhirnya rombongan kami pun memisahkan diri dari peserta Fun Bike dengan mengambil rute trek lurus menuju luar kota. Daerah Galesong Kab. Takalar adalah tujuan selanjutnya. Rencananya akan ada pesta bakar ikan disana. Tak ayal lagi, penuh semangat empat lima, tak jarang sepanjang perjalanan, Sepeda kami saling mendahului untuk segera sampai di tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngaod0F6mI/AAAAAAAAA04/VwP7UFBs-2Y/s1600-h/blog2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngaod0F6mI/AAAAAAAAA04/VwP7UFBs-2Y/s200/blog2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366068238512155234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Snga8FZrc8I/AAAAAAAAA1A/mQgqSaSsmQY/s1600-h/blog3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Snga8FZrc8I/AAAAAAAAA1A/mQgqSaSsmQY/s200/blog3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366068575556301762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngbUkrLacI/AAAAAAAAA1I/hjrUVHAvtOo/s1600-h/blog4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngbUkrLacI/AAAAAAAAA1I/hjrUVHAvtOo/s200/blog4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366068996268059074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngbmimer2I/AAAAAAAAA1Q/4Q0DzqX9Kik/s1600-h/blog5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngbmimer2I/AAAAAAAAA1Q/4Q0DzqX9Kik/s200/blog5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366069304949124962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Takalar terletak di sebelah utara Kota Makassar. Dengan Motto Kota "MENYALA" (Menarik, Nyaman dan Asri), sebahagian besar Topografi alam kab. Takalar meliputi laut dan persawahan. Beberapa masyarakat Takalar terkhusus Daerah Galesong utara sampai ke selatan menggantungkan hidupnya pada hasil laut dan persawahan. Terkadang dihari libur, sebahagian orang memilih untuk melepaskan penat di beberapa objek wisata yang ada di kabupaten Takalar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh ya, Sebenarnya Kab.Takalar ini masih termasuk dalam program pengembangan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa-Gowa, dan Takalar) oleh pemerintah kota Makassar. Konsep pengembangan kota ini diharapkan kedepannya dapat saling berkesinambungan. Dengan menggandeng beberapa kabupaten yang berada disekitar makassar, sarana transportasi dapat semakin lancar. Pesatnya pembangunan kota Makassar setidaknya dapat berimbas kepada kabupaten yang berada di dekatnya. Beberapa aspek penunjang seperti ekonomi, budaya, distribusi dan jasa setidaknya menciptakan aglomerasi antar kota yang menunjang satu dengan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pengembangan kota inilah yang sekarang menjadi lebih mudah di jangkau oleh masyarakat Makassar. Kami memilih jalur melewati Daerah tanjung bunga menuju Takalar, menghabiskan paruh waktu minggu dengan mengambil trek bersepeda bersama sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan terkadang kami berpapasan dengan beberapa penduduk desa yang mengangkut hasil bumi dengan menggunakan sepeda tua. Tak nampak letih pada raut wajah mereka. Lamat lamat di kejauhan nampak juga motor melintas dari arah berlawanan melaju kencang menuju kota.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kalah dengan semangat warga desa, Sesekali kami harus menghindari gundukan tanah dan bahu jalan yang rusak. Melintasi persawahan tampak sebuah truk yang baru saja terperosok masuk ke sawah akibat kelalaian supir. Sekali waktu terlihat juga beberapa petani yang sibuk menyiangi tanaman sayur setelah musim panen padi usai. Kami pun tak menyia nyiakan kesempatan ini tuk pose sejenak di area persawahan layaknya bak laskar Ilalang.. Siappp.. Satu dua tiga.. Jeprett :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sng0iEQBPVI/AAAAAAAAA2A/NpFHF2awrC4/s1600-h/bpd+blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sng0iEQBPVI/AAAAAAAAA2A/NpFHF2awrC4/s320/bpd+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366096715873074514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat yang tak luruh akhirnya berbuah kebajikan. Sesampainya di tujuan, rekan kami sudah menyiapkan menu kadarnya khas desa. Makan siang dengan menu ikan bakar dan sajian kelapa muda. Suasana semakin meriah dengan iringan keyboard dari pak syaiful. Beberapa rekan di daulat untuk menyumbangkan lagu. Perjalanan yang cukup melelahkan dengan  di hibur oleh dendang  lagu cinta dari pak Ketua, membuat “kampung tengah” semakin tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngb2HaBvcI/AAAAAAAAA1Y/BkLmBZSwHLY/s1600-h/blog6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sngb2HaBvcI/AAAAAAAAA1Y/BkLmBZSwHLY/s200/blog6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366069572527046082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngcnPKJ6VI/AAAAAAAAA1o/KAmIQCP0je4/s1600-h/blog7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngcnPKJ6VI/AAAAAAAAA1o/KAmIQCP0je4/s200/blog7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366070416421546322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngcUXM9koI/AAAAAAAAA1g/WUQigLtE-Vk/s1600-h/blog8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngcUXM9koI/AAAAAAAAA1g/WUQigLtE-Vk/s200/blog8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366070092163289730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya lahap menikmati hidangan. Semilir angin dalam suasana desa terasa begitu tenteram.  Sejenak melupakan kepenatan setelah lelah beraktifitas selama seminggu. Mengingat bayangan sudah sepenggal hasta, perjalanan ini pun sudah harus di akhiri. Kami segera mengucapkan salam perpisahan kepada tuan rumah dan berkemas untuk segera kembali pulang ke kota Makasar… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kab. Takalar, Minggu 02 Agustus 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8495711039130816679?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8495711039130816679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8495711039130816679&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8495711039130816679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8495711039130816679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/08/mengayuh-sepeda-ke-tapal-batas.html' title='Mengayuh Sepeda ke Tapal Batas'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SngdvpR1ecI/AAAAAAAAA1w/KCllNtbeRZI/s72-c/blog1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-1908645687375445817</id><published>2009-07-09T19:52:00.000+08:00</published><updated>2009-07-12T13:32:40.768+08:00</updated><title type='text'>LanjutKan !!  (Standing Ovation For SBY)</title><content type='html'>Akhirnya pesta demokrasi indonesia Tgl 8 Juli 2009 pun bergulir. Dari tiga pasangan presiden, &lt;a href="http://www.megaprabowo.com"&gt;Mega Pro&lt;/a&gt; yakni Megawati soekarno puteri dan prabowo subianto di nomor urut satu, &lt;a href="http://www.sby presidenku.com"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono dan Boedhiono&lt;/a&gt; di no urut 2 dan &lt;a href="http://www.jk-wiranto.net"&gt;Jusuf kalla &amp; Wiranto&lt;/a&gt; di nomor urut 3. Masing2 mengusung program kampanye jika nantinya terpilih menjadi presiden RI periode 2009-2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat libur sehari tuk pemilihan, akhirnya sy putuskan tuk mencontreng di kab. Sinjai. Walhasil ternyata KTP setempat belum ada.  Akhirnya sy putuskan untuk ikut memberikan hak suara di Mks saja. Yach itung2 ngumpul dengan keluarga lah. Sekitar jam 10 pagi, sy pun menuju ke  TPS 07 RT 01 RW 05 Kelurahan Bongaya kecamatan Tamalate sesuai dengan yang tertera pada kertas undangan.. Sebelum Mencontreng, nd papa lah berpose sejenak dengan kertas undangan pemilih sebagai bukti tanda pemilih yang syah dan terdaftar pada TDP setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sllz1pAmJII/AAAAAAAAA0o/audiAvGzUCQ/s1600-h/budiono.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sllz1pAmJII/AAAAAAAAA0o/audiAvGzUCQ/s200/budiono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357440597112530050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SllzfhWJuyI/AAAAAAAAA0g/jGYGGcYi5g0/s1600-h/sby.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SllzfhWJuyI/AAAAAAAAA0g/jGYGGcYi5g0/s200/sby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357440217098337058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, suasana cukup ramai. Masyarakat sekitar cukup antusias berpartisipasi. Meski di basis JK-Win ternyata pasangan sby-berbudi cukup tangguh. Ini dibuktikan dengan jumlah pemilih kertas suara yg tidak terlampau jauh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, Akhirnya Pasangan JK-Win berhasil membukukan perolehan suara tertinggi disusul oleh SBY dan Megapro..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ASekytuPHzA&amp;rel=0&amp;border=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ASekytuPHzA&amp;rel=0&amp;border=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="425" height="349"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu telah berlalu.. H+1 ini, media cetak dan televisi telah ramai memberitakan hasil pemilu kemaren. Meski belum ada putusan fix dari KPU Pusat, dapat dipastikan pasangan SBY-Boediono memimpin perolehan suara dengan kemenangan mutlak. Himbauan gerakan satu kali putaran sepertinya akan menjadi kenyataan. Untuk itu, tak lupa saya ucapkan selamat untuk beliau.. semoga kepemimpinan 5 tahun kedepan dapat memberikan perubahan yang lebih berarti lagi untuk Indonesia Tercinta. LANJUTKAN !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-1908645687375445817?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/1908645687375445817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=1908645687375445817&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1908645687375445817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/1908645687375445817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/07/tes.html' title='LanjutKan !!  (Standing Ovation For SBY)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sllz1pAmJII/AAAAAAAAA0o/audiAvGzUCQ/s72-c/budiono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-3508981222232567886</id><published>2009-06-27T20:49:00.000+08:00</published><updated>2009-06-28T12:02:55.200+08:00</updated><title type='text'>BEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SkYtqOQfn4I/AAAAAAAAA0I/_HWRYsUSXrw/s1600-h/jacko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SkYtqOQfn4I/AAAAAAAAA0I/_HWRYsUSXrw/s200/jacko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352015410581446530" /&gt;&lt;/a&gt; BEN&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Michael Jackson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben the two of us need look no more&lt;br /&gt;We both found what we were looking for&lt;br /&gt;With a friend to call my own&lt;br /&gt;I'll never be alone&lt;br /&gt;And you my friend will see&lt;br /&gt;You've got a friend in me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben you're always running here and there&lt;br /&gt;You feel you're not wanted anywhere&lt;br /&gt;If you ever look behind&lt;br /&gt;And don't like what you find&lt;br /&gt;There's something you should know&lt;br /&gt;You've got a place to go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I used to say&lt;br /&gt;I and me&lt;br /&gt;Now it's us&lt;br /&gt;Now it's we&lt;br /&gt;(Repeat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben most people would turn you away&lt;br /&gt;I don't listen to a word they say&lt;br /&gt;They don't see you as I do&lt;br /&gt;I wish they would try to&lt;br /&gt;I'm sure they'd think again&lt;br /&gt;If they had a friend like Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A friend&lt;br /&gt;Like Ben&lt;br /&gt;==================================================================================&lt;br /&gt;Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 – wafat di Los Angeles, Amerika Serikat, 25 Juni 2009 pada umur 50 tahun, dialah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. dekenal sebagai King Of Pop / Raja Pop” dan mempopulerkan gerakan dansa “moonwalk” yang telah menjadi ciri khasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jackson lahir sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Keluarga itu memang penuh bakat musik, Ia mulai karir bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson yang kita kenal The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971, dia membuat debut di musik professional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 1980-an, dia menjadi figur yang sangat dominan dalam musik pop and musisi Afrika-Amerika pertama yang mempunyai crossover kuat di MTV. Popularitas dalam musiknya menanjak saat berbagai video klipnya ditayangkan di MTV, antara lain “Beat It”, “Billie Jean” dan Thriller dianggap telah mengubah video klip menjadi sebuah bentuk karya seni dan sebagai alat promosi untuk mempopulerkan sebuah channel tv. Video-video seperti “Black or White” dan “Scream” membuat Jackson menjadi andalan utama MTV pada tahun 1990-an. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Jackson mempopulerkan sejumlah teknik menari seperti robot dan moonwalk. Suara dan gaya vocal Jackson juga mempengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop dan R&amp;B hingga saat ini. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan - penghargaan yang telah dia raih termasuk beberapa kali Guinness World Records—termasuk Thriller sebagai album terlaris di dunia dengan penjualan 104 juta copy — 13 Grammy Awards, 13 buah single nomor 1 dalam solo karirnya dari musisi pria lainnya dalam Hot 100 era—dan penjualan 750 juta unit di seluruh dunia. Hidup Jackson sangat terkenal di seluruh dunia, didampingi dengan karirnya yang sangat sukses, membuatnya menjadi bagian dari kebudayaan pop selama 4 dekade. dalam beberapa tahun dia sering disebut - sebut sebagai salah satu pria paling terkenal di dunia. (Kutif: &lt;a href="http://metrofmjambi.com/michael-jackson-in-memoriam/"&gt;MetroFM&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;==================================================================================&lt;br /&gt;Penggemar Jacko? haha, ngga juga .. Saya bukanlah (termasuk) salah satu penggemar dari Jacko. Lagunya paling satu dua lah yang cukup familiar di telinga. Heal the world, earth song, black or white etc.. Standartji kesiang. Sebuah lagu atau karya yang indah bisa lahir dari siapa saja. Saya suka dengan mazhab karya yg indah. apapun bentuk medianya. Menghargai sebuah karya indah, apapun itu tanpa melihat latar, rasis, dan kehidupan dibalik pemilik karya tersebut. Mengenai Jacko, diantara beberapa lagu nya yang saya gandrungi adalah BEN seperti syair diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu BEN dan Ulang tahun saya tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi tak apalah jika di hari berbahagia ini sy ingin berbagi lagu Jacko. Terus terang saya cukup suka lagu ini. liriknya sederhana. Sekali waktu jika ada waktu waktu tertentu, lagu ini sering saya putarkan baik untuk komsumsi pribadi sekedar pemuas ego pribadi semata. Sepertinya Mendiang Jacko membawakannya dengan sepenuh hati. Mr.Jacko dan Ben nya.  Ini adalah lagu hits pertamanya setelah bersolo karir diluar jackson five.  Jika belum pernah dengar BEN, Lagunya bisa di Download &lt;a href="http://www.4shared.com/file/22445719/b8071fa5/01_-_Michael__Jackson_-_Ben.html"&gt;Here&lt;/a&gt;. Yach, Tak terasa sudah 29 Tahun. Terima kasih ucapan selamat ultahnya di Fezbuk &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Daeng-Syamsoe/1257547884"&gt;daeng Syamsoe&lt;/a&gt;. Meski hanya berbagi teks dan lagu BEN, saya berharap semoga di penambahan usia saya yg ke 29 pada hari ini, iringan doa tulus tetap menyertai agar segala cita, dan harapan saya agar bisa lebih terealisasi lebih baik lagi dimasa akan datang. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-3508981222232567886?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/3508981222232567886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=3508981222232567886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3508981222232567886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/3508981222232567886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/06/ben-dalam-ulang-tahun-ke-29.html' title='BEN'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SkYtqOQfn4I/AAAAAAAAA0I/_HWRYsUSXrw/s72-c/jacko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-7711278551555348324</id><published>2009-06-10T18:21:00.000+08:00</published><updated>2009-06-10T18:28:31.634+08:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Uang Palsu” (Just For Laugh)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Si-JdAdReCI/AAAAAAAAAx8/YnJGRMIitM0/s1600-h/uang+palsu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Si-JdAdReCI/AAAAAAAAAx8/YnJGRMIitM0/s200/uang+palsu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345642414144059426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengetahui uang kita palsu atau asli, ada beberapa tips menarik yang saya dapatkan dari link di internet, berikut ulasannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Mengetes uang Rp 100.000 – 50,000 dan 20,000 an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang&lt;br /&gt;2. Tekan uang tersebut dengan perasaan secukupnya&lt;br /&gt;3. Buka perlahan-lahan lipatan uang tsb&lt;br /&gt;4. Bila kacamata Bung Hatta,WR Supratman atau Ki Hajar pecah berarti palsu&lt;br /&gt;5. Khusus 50.000 an, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia raya&lt;br /&gt;pasti palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Mengetes uang Rp. 10,000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Lipat menjadi 4 bagian secara memanjang&lt;br /&gt;2. Tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya&lt;br /&gt;3. Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah; atau kalau konde Cut&lt;br /&gt;Nyak Dien lepas berarti palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Untuk uang Rp.5000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut.&lt;br /&gt;2. Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti palsu. Apabila tambah&lt;br /&gt;panjang berarti palsu juga!!&lt;br /&gt;# Untuk ngetes palsu-tidaknya seribuan – 1.000&lt;br /&gt;Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah, kalau&lt;br /&gt;hilang berarti asli….&lt;br /&gt;# Uang 500 an kertas agak susah dites, karena anak-anak SD aja sudah&lt;br /&gt;nyuekin, satu-satunya cara adalah remes kenceng2, kalau monyetnya teriak&lt;br /&gt;berarti palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.binus.web.id/index.php?topic=1755.0"&gt;BInus&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-7711278551555348324?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/7711278551555348324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=7711278551555348324&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/7711278551555348324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/7711278551555348324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/06/ciri-ciri-uang-palsu-just-for-laugh.html' title='Ciri-Ciri Uang Palsu” (Just For Laugh)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Si-JdAdReCI/AAAAAAAAAx8/YnJGRMIitM0/s72-c/uang+palsu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-47975767366377662</id><published>2009-05-20T20:36:00.003+08:00</published><updated>2009-05-22T12:07:03.089+08:00</updated><title type='text'>Primordialisme !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/ShP9k-_QKbI/AAAAAAAAAxU/ACYjZjBmfi4/s1600-h/pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/ShP9k-_QKbI/AAAAAAAAAxU/ACYjZjBmfi4/s200/pemilu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337888795189586354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Genderang mulai di tabuh. Gemuruh sorak sorai para simpatisan pilpres sepertinya akan kembali menghiasi hari hari. Wajah Ibu Pertiwi akan kembali berwarna dengan berbagai janji dan tagline dari tiga pasangan capres periode 2009-2013. Dan akan terus memuncak hingga jelang seminggu sebelum hari H tentunya (8Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah keniscayaan publik. Tak bisa di pungkiri bahwa pesta demokrasi terakbar ini telah berhasil menyita perhatian masyarakat. Sejenak menenggelamkan beberapa permasalah krusial yg sempat juga menghiasi layar kaca beberapa waktu lalu. Masing2 tim pemenangan capres terkait saling berlomba tuk menarik simpati dengan menebar kantung2 simpatisan, sekedar menambah pundi pundi suara tuk memenangkan kompetisi kursi nomor satu di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masih dalam euforia pilpres 2009, eloklah kiranya jika sebagai warga negara yg (merasa) baik, tentunya berkompeten juga untuk memberikan sudut pandang dan persepsi tersendiri dalam melihat peta perpolitikan di Indonesia sekarang. Telalu naiflah kiranya jika saya tidak mengkitabkan beberapa kesah, sekedar menasbihkan beberapa pendapat dan opini meskipun itu sifatnya hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indonesia spertinya masuk kategori latah akut. Hanya karena melihat OBAMA sukses berkampanye lwat fezbuk, eh beberapa diantaranya ikutan menjaring simpatisan dengan harapan dapat mengelembungkan suara.. tanpa disadari bahwa penguna internet di Indonesia masih berkisar 20% dari jumlah penduduk di Indonesia.. Efektif ngga sieh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai negara kepulauan yg terdiri dari berbagai suku dan ras memang menjadi lahan yang empuk dalam memanfaatkan ikatan emosional. Membangun kepercayaan berdasar primordialisme, politik perkauman, atau mengkristalnya subkultur. Jawa memilih jawa, non jawa pun sama adanya. Sebagian besar rakyat dan elite masih mengandalkan isu primordial dalam pesta demokrasi yang sebenarnya, Membentuk opini publik yg (mgkn) kurang rasional, akal sehat, pertimbangan sehingga akhinrya emosi meengalahkan segalanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Semoga ini bukan fenomena indeks pengetahuan rakyat dan pola demokrasinya yg rendah. Ibarat Kemarau setahun dihapus hujan, sepak terjang selama ini tidak lagi di indahkan. Yang ada hanyalah hujan kritikan, cemooh bahkan sindiran yang menyiratkan ketidak percayaan lag masyarakat tanpa elite penguasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala timbul rasa welas asih juga melihat para calon pemimpin kita sekarang. Kadang di cela bahkan dihujat. Tanpa lagi melihat track record orang sebelum mengambil asumsi atau bahkan menjustice .. Perlu di ingat, kemungkinan baru beberapa waktu lalu kita mengenal mereka.. Seiring sejalan barulah pada masa bulan madu musim kampanye ini, kita lebih menfokuskan diri untuk mengenal mereka lebih jauh dan mendetail. Nah, apakah kita selalu bersama mereka di tahun2 sebelumnya? memperhatikan polah tingkah dan mengkategorikan mereka dalam raport biru atau mungkin merah sepanjang riwayat dari lahir sampai sekarang? Tak ada salahnya, saya sedikit berapriori, bisa jadi terkadang kita hanya menerima begitu saja isyu miring mengenai sepak terjang dan perilaku dan isyu2 negatif yg dihembuskan oleh selentingan orang yg ingin mengambil keuntungan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memanfaatkan primordialisme untuk kepentingan politik. Entah disadari atau tidak, primordialisme terutama isu agama dan suku, memiliki dua sisi sebagai kekuatan pemersatu atau justru menjadi pemecah-belah. Primordialisme menjadi sebuah harga mati. Tidak loyal rasanya jika tidak memilih berdasarkan ikatan emosional, ketokohan, suku dan kedekatan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlepas dari rasa  sikap yang (cenderung) ber-primordialis, mungkin ada baik, ada juga buruknya.. Semuanya sah sah saja. Tak ada aturan yg mengharuskan sikap  primordialisme itu di tolak atau diyakini dalam kancah perpolitikan Indonesia. semuanya dikembalikan lagi ke diri masing-masing. Apakah anda merasa nyaman dengan sikap Primordialisme atau tidak menuju pilpres 2009 mendatang .. Whetever !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-47975767366377662?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/47975767366377662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=47975767366377662&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/47975767366377662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/47975767366377662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/05/primordialisme.html' title='Primordialisme !!'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/ShP9k-_QKbI/AAAAAAAAAxU/ACYjZjBmfi4/s72-c/pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8176113183252442064</id><published>2009-04-30T17:49:00.000+08:00</published><updated>2009-05-09T11:02:32.544+08:00</updated><title type='text'>The Swallow -  Kepak Sayap kecil di Ujung Senja</title><content type='html'>Sore mulai merendah. Lembayung senja di cakrawala sepertinya beradu dengan batas fatamorgana. Kilau percik air laut menyatu dengan kaki langit, melukiskan rona jingga dan merah di langit kota Sinjai.  Udara sejuk menghampar turun sampai jauh menyusup  ke rumah pemukiman penduduk nun jauh disana.  Teh seduh yang di sediakan oleh tuan rumah juga sudah  hampir habis. Sambil menyulut kreteknya, Fadjar mendongak kan kepala ke atas “Lihat, sudah ada beberapa kawanan  menuju ke sini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipenuhi rasa penasaran, saya dan Pak Adi ikut melayangkan pandang ke langit lepas. “biasanya mereka terbang satu, dua atau berkelompok. Berkeliling keliling dulu sebelum masuk, terkadang bermain  memutari rumah dan sarang, pohon dan pergi menghilang kemudian akhirnya datang kembali dari berbagai penjuru kota  bersama kawanannya. Semakin gelap, kawanan tersebut biasanya semakin ramai. Satu atau dua ekor diantaranya  langsung masuk ke sarang rumah” Sela  Pak Sahabuddin, keluar dari dalam Rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak beberapa waktu lalu, pak Udin,  Panggilan akrab salah satu rekan kantor kami membuat sarang burung wallet disamping rumahnya. Kontur tanah rumah yang berada diketinggian bukit serta udara yang terbuka diselingi suasana alam yang sejuk dan sedikit lembab membuat kawanan burung wallet menjadi suka untuk bergerombol, membuat sarang di rumah Pak Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl2k-A8A5I/AAAAAAAAAvs/mBjBUBP6Pz0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl2k-A8A5I/AAAAAAAAAvs/mBjBUBP6Pz0/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330422011463992210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl25N_4LuI/AAAAAAAAAv0/sk0buqWaYjE/s1600-h/tangga+rumah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl25N_4LuI/AAAAAAAAAv0/sk0buqWaYjE/s200/tangga+rumah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330422359351897826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl5fEF5_3I/AAAAAAAAAwM/1KbHRm9jlms/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl5fEF5_3I/AAAAAAAAAwM/1KbHRm9jlms/s200/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330425208551112562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang sekitar rumah beliau menganggap Pak Udin cukup beruntung  mendapatkan lokasi perumahan tepat berada daerah  ketinggian  kawasan bukit Gojeng – Kota Sinjai. Setelah lelah "berpusing pusing" keliling kota, sejenak bersantai di atas bukit saat sore menjelang sangatlah menyenangkan. Sambil melepas pandang sejauh mata memandang, yang nampak hanyalah "City View" dari ketinggian berlatar biru laut dengan gugusan pulau sembilan yang nampak menjulang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl4baDat5I/AAAAAAAAAwE/YFHNo24DrqQ/s1600-h/depan+rumah+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl4baDat5I/AAAAAAAAAwE/YFHNo24DrqQ/s200/depan+rumah+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330424046215149458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6BRUu1CI/AAAAAAAAAwU/f-0xnHh6HKU/s1600-h/b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6BRUu1CI/AAAAAAAAAwU/f-0xnHh6HKU/s200/b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330425796218508322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Pak Udin hanya membiarkan burung burung wallet bertengger di bawah atap rumahnya. Seiring waktu berlalu serta rasa ingin tahu yang tinggi setelah  mendengar cerita dari beberapa orang tentang beberapa keunggulan dengan beternak burung wallet, akhirnya ia pun memutuskan untuk "mengorbankan" salah satu kamar dengan mempertinggi sekitar 5 Meter dari atap rumah. Pak Udin akhirnya membuat sarang burung dengan menyisihkan sebahagian dari penghasilannya untuk sekedar mencoba menjadi “peternak” burung Walet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6ZwdclEI/AAAAAAAAAwc/giiZC3fiT_4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6ZwdclEI/AAAAAAAAAwc/giiZC3fiT_4/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330426216893420610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6trAKTLI/AAAAAAAAAwk/BcxX4nI4emU/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl6trAKTLI/AAAAAAAAAwk/BcxX4nI4emU/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330426559025794226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl7EReb4mI/AAAAAAAAAws/l4QLWkKeMwc/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl7EReb4mI/AAAAAAAAAws/l4QLWkKeMwc/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330426947310445154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Udin mengaku, ilmu beternak Wallet-nya di peroleh secara otodidak. “Yang penting ada kemauan dan usaha”, katanya. Untuk itu, beliau  membeli beberapa buku tentang cara beternak Burung Walet sebagai referensi pengetahuan. Peternakan Walet nya ini baru seumur jagung. Sebagai pemain baru di kelasnya, terkadang pertama kali, terkadang beliau juga mengaku mengalami beberapa kendala  kecil dalam hal menjalankan usaha peternakan Burung Walet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setiap pagi dan sore selama kurang lebih 2,5 Jam, Pak Udin mempunyai rutinitas baru yakni menyalakan kaset berisi suuara Burung Walet dari radio stereo yang khusus dipasang di dinding masuk sarang. Menurut Pak Udin, Hal ini memang sengaja di lakukan untuk memancing burung wallet untuk segera masuk ke sarang sampai datangnya musim panen tiba.  Trik ini beliau dapatkan dari buku beternak Walet yang dibelinya beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu, ia mengaku, setiap sorenya jumlah burung Walet yang terbang mengelilingi rumah dan hinggap masuk ke sarang semakin bertambah banyak. Pun, Jika dikemudian hari jika hasil  usahanya tidak sesuai dengan yang di harapkan, Pak Udin akan tetap membiarkan burung burung wallet tersebut terbang bebas berkeliaran di sekitar rumahnya agar ekosistem tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Parade Bunga Dari Bukit Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di atas bukit Gojeng, dirumah bapak Udin, meninggalkan hiruk pikuk aktifitas keseharian dengan meleburkan diri, sejenak berbagi waktu dengan alam desa, dan menambatkan hati pada semak udara di puncak bukit dalam suasana temaram sore merupakan salah satu bentuk relaksasi tersendiri bagi beberapa kawan termasuk saya sendiri.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl8PLVde2I/AAAAAAAAAw8/CMvbAAtkBPo/s1600-h/depan+rumah+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl8PLVde2I/AAAAAAAAAw8/CMvbAAtkBPo/s200/depan+rumah+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330428234152377186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl8nSHRo5I/AAAAAAAAAxE/APiGaIlRosk/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl8nSHRo5I/AAAAAAAAAxE/APiGaIlRosk/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330428648288789394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl86bRs1yI/AAAAAAAAAxM/o-lo8P-kHMQ/s1600-h/pekarangan+bunga+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl86bRs1yI/AAAAAAAAAxM/o-lo8P-kHMQ/s200/pekarangan+bunga+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330428977165948706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parade bunga di atas bukit bak sahabat pelipur lara. Setiap kuntum bunganya dapat mewakili sejuta perasaan bagi siapa saja yang ingin memilikinya. Di penghujung musim hujan di awal bulan Mei sekarang ini, beberapa bunga tropis khas bukit tampak tumbuh indah bermekaran. Seolah mengucapkan salam perkenalan bagi mereka yang ingin berkunjung dan berbagi cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach, The Swallow dan bunga di bukit selatan sepertinya telah berhasil menggugah hati kami. Seolah mengumbar kembali nuansa romantisme keindahan dan kasih sayang. Mereka berlomba menunjukkan "keangkuhan" akan karunia keindahannya. dan akhirnya berhasil meruntuhkan hasrat kami untuk akhirnya berlarut larut sejenak di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Foto2 pribadi sederhana ini di ambil dari kamera :Casio E-Xilim 7,2 MegaPixel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan terkait&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ngraho.wordpress.com/2008/01/01/ternak-burung-walet/"&gt;Burung Layang layang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ternakwalet-layang.blogspot.com/"&gt;burung Walet&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8176113183252442064?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8176113183252442064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8176113183252442064&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8176113183252442064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8176113183252442064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/04/swallow-kepak-sayap-kecil-di-ujung.html' title='The Swallow -  Kepak Sayap kecil di Ujung Senja'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/Sfl2k-A8A5I/AAAAAAAAAvs/mBjBUBP6Pz0/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5822472269334091635</id><published>2009-04-16T17:51:00.000+08:00</published><updated>2009-04-21T14:50:00.004+08:00</updated><title type='text'>Backpacker : Gajah Mati Meninggalkan Gading</title><content type='html'>Akhirnya Pesawat Garuda No. Penerbangan GA 866 yang saya tumpangi mendarat di Bandara International Suvarnabhumi lewat tengah malam, sekitar pukul 12.10 Waktu Thailand (perbedaan waktu satu jam lebih lambat dari Makasar)  atau memasuki hari Jumat tgl 10 April 2009 :) :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan lampu kota Bangkok dari ketinggian cukup apik nan eksotis. Deru Pesawat sudah benar benar berhenti. Saya menjejakkan kaki di bumi gajah putih ini sambil merapatkan jacket yang membungkus tubuh. Cuaca cukup sejuk. Tak sabar rasaya untuk sekedar merenggangkan badan, melepas lelah setelah kurang lebih 3 jam lamanya menempuh perjalanan dari Bandara Halim Perdana Kusuma-Jakarta. Suasana Malam di Bandara saat ini cukup Lengang.  Hanya terlihat beberapa percik air di beberapa ruas hall  bandara. Hujan baru saja reda  beberapa jam lalu, mengguyur kota Bangkok membius kota bertabur malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran dalam diri akan situasi politik di Negara ini pun berangsur sirna. Sepertinya semuanya masih tampak aman. Nyaris tak ada tanda tanda bahwa sehari sebelumnya, kota Bangkok telah diwarnai oleh aksi  demo besar besaran oleh loyalitas Kaos Merah Thaksin (Mantan PM Thailand) dengan aksi turun di jalan jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh petugas bandara, saya bersama beberapa teman pun bergegas meninggalkan tempat untuk menuju ke ruangan passport controller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecDEK5i0AI/AAAAAAAAAt0/j7WqhHUYJV4/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecDEK5i0AI/AAAAAAAAAt0/j7WqhHUYJV4/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325228454568972290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecDbZxRt5I/AAAAAAAAAt8/unHm5zqK3ZA/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecDbZxRt5I/AAAAAAAAAt8/unHm5zqK3ZA/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325228853697820562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoahhh, jadi ngantuk nieh. Seraya menunggu antrian,  saya mengambil salah satu koran harian nasional tanah air dari backpacker. Untunglah beberapa koran indonesia yg sempat di bagikan oleh crew Garuda yg cuantikkk cuantikk sempat saya lipat dalam saku kantong celana belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha ha, Keasyikan mengikuti jalannya proses pilkada usai mencontreng di TPS dekat rumah sebelum berangkat ke bandara membuat saya baru ada kesempatan tuk baca koran hari ini. Ya ya.. Isi koran menerangkan, kemaren itu (tgl 9 April 2009) adalah puncak dari aksi yang sudah di gelar oleh para loyalis “Red Shirts” alias Kaos Merah, pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra sejak 26 Maret lalu dan malah berniat memboikot Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Asean yang rencananya akan  digelar pada hari ini (jumat) 10 April 2009 di Royal Cliff Hotel  Beach– Patayya, Thailand untuk membahas cara cara mengatasi krisis financial global di asia pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Sebagai Negara dengan sistem pemerintahan Monarkhy (kerajaan), Thailand dipimpin oleh Seorang Prime Minister. Bagi masyarakatnya, PM ini juga dianggap sebagai Raja. segala titah dan petuah sang Raja kudu di laksanakan. Nah cuman akhir akhir ini, terjadi aksi demo besar besaran. Aksi demo kali ini dari pihak PM terdahulu yang tidak puas terhadap sistem pemerintahan sekarang. Mereka pun akhirnya turun ke jalan dan berunjuk rasa. Tersebutlah dari loyalis Takhsin SInawatra (Ex PM) yang menuntut agar perdana Menteri Thailand yang sekarang untuk segera mundur dari jabatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menganggap bahwa pemilu yang lalu dimana terpilihnya PM thailand yang sekarang yaitu Abhisit Vejjajiva terbukti tidak syah. Tetapi Demonstran ini pun sering juga mendapat perlawanan dari kelompok yg PRO ke pemerintah sekarang. Mereka di sebut 'Yellow Shirts' atau kelompok baju kuning. Merah lawan Kuning..haha kayak partai saja. Kalo Di Indonesia mah warna ini malah berkoalisi. Masing masing kelompok pendukung sering beradu argument dan perang urat syaraf. Kelompok kaos Merah dengan pendukungya menuntut untuk segera menggelar pemilu ulang karena mereka mengganggap naiknya PM sekarang tidak lebih karena menggunakan militer untuk mematikan demokrasi, politik praktis dan beberapa tuntutan tuntutan lainnya yg dianggap tidak sesuai prosedural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gambaf bpk yg demo dibawah ini sy unduh dari : &lt;a href="http://www.tribunkaltim.co.id"&gt;www.tribunkaltim.co.id)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecL2jQnI7I/AAAAAAAAAvc/m-D9k76RQ20/s1600-h/12.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecL2jQnI7I/AAAAAAAAAvc/m-D9k76RQ20/s200/12.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325238116194657202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecMf6ac0aI/AAAAAAAAAvk/pK4qf3vshi8/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecMf6ac0aI/AAAAAAAAAvk/pK4qf3vshi8/s200/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325238826784575906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa petugas bandara, Meski aksi demonstrasi masih berpotensi berkelanjutan untuk beberapa hari kedepan tetapi suasana untuk saat sekarang ini masih dapatlah dikatakan dalam taraf kondusif. Jadi "Dont Worry" lah Katanya. Rute Wisatawan sedapat mungkin akan di hindarkan dari jalan jalan yang rentan terjadi kemacetan akibat aksi demonstran. Para pejabat Negara yang akan menghadiri konferensi juga katanya tidak akan melalui bandara Suvarnabhumi tetapi melalui bandara International U-Tapao, sebuah bandara fungsional juga  di Kota Bangkok – Thailand yang memang telah dipilih dan di persiapkan untuk lalu lintas para peserta KTT Asean kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecIFXsHqHI/AAAAAAAAAvM/FmZO8c2D6zo/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecIFXsHqHI/AAAAAAAAAvM/FmZO8c2D6zo/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325233972740335730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecHEUWFFgI/AAAAAAAAAvE/DTSELVzt85A/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecHEUWFFgI/AAAAAAAAAvE/DTSELVzt85A/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325232855151089154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to Thailand. :) :. Fiuhh, Tidak banyak yg bisa sy ceritakan disini. Yang pastinya, Thailand adalah negara dengan Sejuta Pesona kuil dan pagoda nya. Sebagai salah satu Negara tujuan wisata di Asean, Thailand adalah salah satu dari beberapa Negara di Asia yang tidak mengharuskan para pengunjung dengan aturan visa kunjungan. Meskipun suasana politik Thailand saat ini cukup memanas, geliat pariwisata di kota kota Thailand tidaklah surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjung wisatawan yang datang berkunjung tetap ramai. Sepanjang antrian diruang Pasport Controller lebih di hiasi oleh wajah wajah dari luar seperti India, Cina, bahkan Inggris. Karena hari sudah larut, akhirnya kami pun bergegas menuju Meridien Hotel di Jantung kota Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, Acara jalan jalannya  pun di mulai. Mengingat waktu yang cukup mepet yakni berselang dua hari, akhirnya putuskan untuk menyisir marathon beberapa tempat ikon wisata di kota Bangkok. (foto fotonya intipz di Fezbuk &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Daeng-Syamsoe/1257547884"&gt;Daeng Syamsoe&lt;/a&gt; Yach) dan sorenya bergegas untuk segera meninggalkan kota Bangkok menuju Patayya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Lengkap rasanya berkunjung ke Negeri Thailand tanpa menyaksikan Antraksi gajah. Sebagai Simbol dari Negara Thailand. Oh ya,  Mayoritas masyarakat Thailand ini   menganut agama budha. Gajah bagi penduduk setempat merupakan hewan yang dianggap suci dan merupakan perwujudan dari Dewa. Meskipun gajah putih semakin sulit di temukan, di beberapa tempat di kota Thailand, sosok gajah sering dijadikan sebagai tempat penyembahan maupun akronim akronim benda lainnya yang menyerupai atau mewakili gambar perwujudan gajah. Dari beberapa atraksi show Gajah dan kunjungan tempat wisata yang ada di kota Patayya, Yang sangat  berkesan dan Full Entertaint dari aksi para gajah terlatih Thailand di Elephant Show Nong Nooch -Sukhumvit Highway Sattahipcholbury- Patayya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecEVJb5sHI/AAAAAAAAAuU/LKoLgEAdtdk/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecEVJb5sHI/AAAAAAAAAuU/LKoLgEAdtdk/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325229845745610866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecIYbFjmqI/AAAAAAAAAvU/_p8eoS76N_c/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecIYbFjmqI/AAAAAAAAAvU/_p8eoS76N_c/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325234300069845666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecE7Z-Kx5I/AAAAAAAAAuk/JXu3TD3Mqek/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecE7Z-Kx5I/AAAAAAAAAuk/JXu3TD3Mqek/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325230503019333522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFLAKxSDI/AAAAAAAAAus/j_j9-hKsheg/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFLAKxSDI/AAAAAAAAAus/j_j9-hKsheg/s200/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325230770970773554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFaBYkL0I/AAAAAAAAAu0/PK4SGWqrow4/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFaBYkL0I/AAAAAAAAAu0/PK4SGWqrow4/s200/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325231028995108674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi “demonstrasi” dari  beberapa gajah terlatih ini tidak terlepas dari peranan pawang yang pandai menghidupkan suasana dan membuat gajah menjalankan perannya dengan sempurna. Bersepeda, bermain bola, lompat tali, menembak balon sasaran, menggambar pohon, menyapa penonton, bemain bowlin sampai memberikan gerakan message di punggung sukarelawan penonton memberikan sebuah suguhan bertaraf dunia dengan balutan profesionalisme dan guyonan khas negeri gajah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFor6gHZI/AAAAAAAAAu8/ZAdQLA4Cqe4/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecFor6gHZI/AAAAAAAAAu8/ZAdQLA4Cqe4/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325231280929906066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski  sempat di dera oleh kekisruhan suhu politik Negeri yang memanas sejak beberapa waktu terakhir, kekhawatiran akan adanya kerusuhan dan blockade jalan di beberapa tempat oleh para demonstran yang akan mengurangi kenyamanan  berdarmawisata,  tidaklah sampai berimbas kepada suasana keceriaan di liburan kami. Rasa lelah sepertinya terobati oleh rasa kegembiraan :) :). Perjalanan yg cukup melelahkan ini setimpal lah dengan pengalaman mengasyikkan yang di peroleh. Nah, dar balik hingar bingar aksidemonstrasi warga setempat, hingar bingar aksi “demonstrasi” para gajah pilihan di pentas Show Pattaya – Salah satu kota di Negeri Gajah Putih, bisa menjadi tambahan referensi atau alternatif tempat pilihan yang yg bisa di catat dalam agenda buku kunjungan liburan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Foto2 pribadi lainnya hasil jepretan dari Kamera pocket Casio E-Xilim 7 mega)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5822472269334091635?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5822472269334091635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5822472269334091635&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5822472269334091635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5822472269334091635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/04/gajah-mati-meninggalkan-belang.html' title='Backpacker : Gajah Mati Meninggalkan Gading'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SecDEK5i0AI/AAAAAAAAAt0/j7WqhHUYJV4/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5525712171747202879</id><published>2009-03-07T11:20:00.000+08:00</published><updated>2009-03-07T11:52:01.953+08:00</updated><title type='text'>Mesjid Al-Markaz Al-Islami  Makasar, Al-Markaz kita semua !!</title><content type='html'>Beberapa tahun terakhir, saya tidak pernah lagi berkesempatan untuk sholat jumatan di mesjid Al-Markaz-Makasar. Yach, domisilinya sudah dikabupaten soalnya sehingga kurang memungkinkan untuk sering ke sana lagi seperti dulu. Alhamdulillah, kemaren kesempatan itu ada. saya pun tidak menyia nyiakannya. Dengan segera mencoba bernapak tilas kembali akan beberapa kenangan beberapa tahun lalu disana, dan membaurkan diri dalam suasana keramaian sholat jumat di mesjid kebanggaan kota Makasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, sholat jumatan di Al-Markaz sebagai salah satu ikon kota Makassar banyak menorehkan kenangan bagi siapa saja yang pernah berkunjung kesana. Dahulu, Di masa masa awal setelah peresmian mesjid Al-Markaz. biasanya saya bersama beberapa teman sengaja menyempatkan diri untuk sholat disana dan menikmati suasana jumatan khas ala Al-Markaz.  Banyak kegiatan jumat disana sampai pada riuh rendahnya pedagang kaki lima di sepanjang trotoar jalan (waktu itu). Hingga pada akhirnya saya menemukan sebuah leaflet artikel diperpustakaan mesjid. Isinya cukup menarik. Menerangkan tentang  riwayat singkat mengenai asal muasal pembangunan Mesjid Al-Markaz ini. Mengingat keberadaan dan informasi Referensi mengenai mesjid ini masih kurang dan masih  dalam hal literature tertulis, akhirnya saya berinisiatif  untuk  meng (copy paste) saja garis besar brosur ini, memindahkan tulisan hasil selebaran mesjid menuju ke ranah maya. Fiuhh.. Semoga Bermanfaat !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHpEem-s4I/AAAAAAAAAsM/0QwTqHyK4IU/s1600-h/al+markaz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHpEem-s4I/AAAAAAAAAsM/0QwTqHyK4IU/s200/al+markaz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310281698791830402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekilas Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide awal muncul di tahun 1989 dimana waktu itu Almarhum Jenderal M. Jusuf sebagai Amirul Hajj menyampaikan gagasan untuk mendirikan mesjid yang monumental di Ujung Pandang (Kini Makasar) kepada sejumlah tokoh yang menunaikan ibadah haji, diantaranya Munawir Sjadzali, Edi Sudradjat, M. Jusuf Kalla dan beberapa lagi yang lain; dan mendapat sambutan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bulan Ramadhan 1414H (3 Maret 1994), Jenderal (Purnawirawan) M. Jusuf mengundang beberapa menteri dan sejumlah pengusaha. Beliau lalu mengemukakan gagasan membangun pusat pengembangan peradaban Islam yang berintikan sebuah masjid, dan ditempatkan di Makassar. Bukan semata mata karena beliau berasal dari Sulawesi Selatan tetapi karena kota itu merupakan titik sentral kawasan timur Indonesia, dan masyarakatnya agamis, terlihat misalnya presentasi jemah haji cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang terkumpul secara spontan saat pertemuan tersebut, tidak saja berasal dari pejabat dan pengusaha muslim. Tapi juga dari pengusaha non muslim seperti Prayogo Pangestu, James T Riyadi atau Harry Darmawan. Jumlahnya cukup besar untuk pembangunan sebuah mesjid dan perlengkapannya sebagai idaman pencetusnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gagasan tersebut kemudian direalisasikan. Langkah pertama adalah dikonsultasikannya kepada Gubernur Sulawesi Selatan waktu itu, Prof. Dr. A. Amiruddin sebagai Gubernur. Gubernur pun dengan cepat menanggapi gagasan mulia itu karena sudah lama Majelis Ulama Sulawesi Selatan mengusulkan perlunya pemugaran Mesjid Raya yang dibangun tahun 1955. Beliau segera melakukan langkah langkah kearah terwujudnya gagasan tersebut. Kemudian Zainal Basri Palaguna yang menggantikan Prof Dr.A. Amiruddin sebagai Gubernur Sulsel, juga tetap mendukung pendahuluya untuk mewujudkan sebuah masjid yang menjadi Pusat Islam di Sulsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 Maret 1994 M atau 20 Ramadhan 1414 H disepakati sebagai hari lahirnya Yayasan Islamic Center (YIC) yang dibuatkan aktanya oleh Notaris Mestariany Habie di Ujung Pandang dengan nomor akta 18 tahun 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dimanfaatkan selama sepuluh kali bulan Ramadhan, secara alami Mesjid Al-Markaz Al-Islami akhirnya resmi menggunakan nama lengkap : “Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M.Jusuf”, sebagai penghargaan kepada Almarhum Jenderal M Jusuf (Wafat 8 Septermber 2004) yang telah menjadi pemrakarsa dan pendiri mesjid serta ketua umum Yayasan Islamic Center (Al-Markaz Al-Islami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Markaz sendiri diresmikan pemanfaatannya tanggal 21 Sa’ban 1416H atau 12 Januari 1996. Penggunaanya nama itu telah diresmikan oleh M.Jusuf Kalla, selaku wakil Presiden Republik Indonesia sampai sekarang  pada hari Jumat, tanggal 9 Syawal 1326 H atau 11 Januari 2005. Saat itu HM.Jusuf Kalla juga menjabat sebagai ketua Yayasan Islamic Center (Al-Markaz Al-Islami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHq-o1hQEI/AAAAAAAAAsU/KSsMPLXHP-c/s1600-h/pengajian+almarkaz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHq-o1hQEI/AAAAAAAAAsU/KSsMPLXHP-c/s200/pengajian+almarkaz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310283797481209922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHsFV3xKiI/AAAAAAAAAsc/Q9lCpwh6gxQ/s1600-h/toko+almarkaz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHsFV3xKiI/AAAAAAAAAsc/Q9lCpwh6gxQ/s200/toko+almarkaz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310285012161079842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asal Muasal Nama Masjid Al Markaz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jenderal M Jusuf itu sesungguhnya sudah disepakati sejak akhir Desember 1995, dalam rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta untuk diberikan sebagai nama mesjid di Makasar yang akan diresmikan sebelum bulan ramadhan 1416H oleh pemrakarsa dan pendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, mesjid berkapasitas 10.000 orang ini mempunyai beberapa versi  nama yang menjadi pembicaraan dikalangan pengurus Yayasan dan juga di kalangan public. Dari Pihak keluarga diusulkan hanya menggunakan nama :Muhammad Jusuf seperti tercantum pada akte Yayasan Islamic Center (Akter Notaris no 18 1994) dan surat surat yang ditandatangani dalam kapasitas beliau sebagai ketua Umum Yayasan Islamic Center saja. Namun dari pihak lain, juga muncul versi lain yaitu menggunakan nama Jenderal M Jusuf untuk menjelaskan identitas beliau, sebagai prajurit sejati yang berpangkat jenderal Bintang Empat (satu satunya kelahiran Sulsel di Angkatan Darat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan identitas itulah nama itu tidak akan dikacaukan dengan orang orang yang mempunyai nama yang sama , terutama dengan nama H.M Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Harian yayasan Islamic Center yang juga besar jasanya dalam pembangunan dan pembinaan mesjid ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Jusuf Kalla memutuskan bahwa nama yang akan digunakaan adalah nama yang menjelaskan identitas dari tokoh yang dikaguminya itu yaitu Jenderal M Jusuf. Jenderal M Jusuf sendiri belum langsung mau menggunakan nama itu kecuali jika “waktunya sudah tepat”. Akhirnya pernyataan itu pun dipahami oleh semua pihak yang hadir sebagai sikap yang bijak, bahwa beliau tidak menolak penggunaan namanya, namun setelah beliau sudah tiada. Disepakati  pula bahwa untuk sementara nama yang akan digunakan bagi mesjid yang akan berdiri dibekas kampus Universitas Hasanuddin itu akan menggunakan nama MASJID AL-MARKAZ AL-ISLAMI (Mesjid pusat Islam atau Mesjid Islamic Center)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Al-Markaz dirancang oleh Ir. Ahmad Nu’man sebagai konsultan perencana dan pengawas yang juga sebagai Direktur PT. Birno-Bandung. Berarsitektur dengan berqiblat pada mesji Haram Makka Al Mukarramah dan Mesjid Nabawi Madina Al Munawwarah dengan memasukkan unsure Arsitektur Mesjdi Katangka Gowa dan Rumah Bugis Makassar yaitu tidak memiliki Kubah (Atap bundar) tetapi kuncup segi empat, meniru kuncup mesjid katangka dan rumah bugis. Pembangunan Mesjid diatas lahan kompleks seluas + 10 ha yang terletak dipusat kota, Jala Mesjid Raya No. 57 (Bekas kampus Universitas Hasanuddin) dengan pembangunan rencana awal sebanyk 3 fasilitas yaitu : Mesjid, Auditorium dan kompleks Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena keterbatasan lahan, akhirnya diputuskan auditorium itu tidak jadi dibangun. Sebagai gantinya, Lantai 1 Masjid dirubah tata letaknya sehingga berfungsi sebagai Aula. Pemancangan tiang pertama oleh Yogi S Memet (Menteri Dalam Negeri) waktu itu, dan edy Sudrajad yang juga Menteri Pertahanan dan keamanan juga pada waktu itu. Pemancangan dilakukan tanggal 8 Mei 1994 dan dilakukan awal juli 1994 oleh PT. Adhy Karya (Persero). Penentuan arah kiblat dilakukan tanggal 16 Juli 2004 oleh Tim IAIN (Institut Agama Islam Negeri) makasar (Prof. Dr. Syuhudi Ismail dkk) bersama pengurus YIC. Pembangunan Mesjid hanya berlangsung 17 bulan dan menelan biaya Rp. 14 Milyar. Dana itu bersumber dari sumbangan pemerintah dan sumbangan tokoh-tokoh masyarakat. terutama dari kalangan Pengusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah pertama oleh Prof. Dr. H.M.Quraisy Shihab, MA (Waktu itu Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan ceramah ilmiah perdana Oleh Almarhum Prof.Dr.H. Nurcholish Madjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Al-Markaz memiliki sebuah perpustakaan yang selalu ramai dikunjungi. Taman Kanak kanak (TK), Taman bacaan Alquran (TPA), Baitul Maal Watanwil (MMT, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kelompok bimbingan ibadah Haji (KBIH), Koperasi, Lembaga penterjemah Alquran, Kursus Bahasa Inggris, Arab, Radio Penerbitan dan kegiatan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5525712171747202879?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5525712171747202879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5525712171747202879&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5525712171747202879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5525712171747202879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/03/mesjid-al-markaz-al-islami-makasar-al.html' title='Mesjid Al-Markaz Al-Islami  Makasar, Al-Markaz kita semua !!'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SbHpEem-s4I/AAAAAAAAAsM/0QwTqHyK4IU/s72-c/al+markaz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6327520303421913783</id><published>2009-02-14T16:06:00.000+08:00</published><updated>2009-08-30T16:46:53.108+08:00</updated><title type='text'>Urang Awak Di Ranah Daeng</title><content type='html'>Dalam zaman perkembangan Islam di Jazirah Sulawesi Selatan, tercatat beberapa ulama dari ranah minang yang  berperan dalam memperjuangkan dan  menyebarkan syiar Islam di Sulawesi selatan. Beberapa ulama termasyur tersebut adalah Datuk Ri Bandang, Datuk Sulaeman atau yang lebih dikenal dengan nama Datuk Patimang, serta Datuk Ditiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, sepak terjang, buah pikiran dan perjalanan dakwah  mereka masih menjadi inspirasi dan suri tauladan bagi para generasi penerus. Corak dan sumbangsih pemikiran mereka masih sering menjadi landasan serta panutan dalam pengamalan ilmu ilmu agama untuk kemaslahatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang apresiasi, rasa kekaguman, ikatan emosional dan bentuk penghargaan terhadap ulama dari ranah Minang tersebut tidak hanya dalam bentuk mencontoh perilaku dan pengamalan ilmu, tetapi juga wujudkan dalam bentuk ornamen Simbolis rumah gadang pada beberapa bangunan rumah tempat tinggal atau kantor organisasi keagamaan untuk mengenang napak tilas perjuangan dari ketiga srikandi ulama dari Minang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Salah satu gedung bercorak budaya Sumatera barat yang dapat kita jumpai di Kota Makasar adalah Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah-Sulawesi Selatan yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan atau sebelah Timur dari Pusat kota Makasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8bac56OI/AAAAAAAAArs/U4jdB517K80/s1600-h/Pusat+Dakwah+Muhammadiyah+Sulsel+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8bac56OI/AAAAAAAAArs/U4jdB517K80/s200/Pusat+Dakwah+Muhammadiyah+Sulsel+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302562421674207458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah adalah salah satu gedung yang berfungsi sebagai pusat dari kegiatan salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia Cabang Sulawesi Selatan. Sebuah Gedung yang pembangunan sudah dimulai sejak tahun 1996. Luas gedungnya adalah 50 x 15 meter ditambah serambi depan dengan luas 10 x 5 meter. Gedung ini direncanakan 3 lantai: Lantai pertama untuk kepentingan organisasi Muhammadiyah Sulsel berupa ruangan pengurus dan tempat kegiatan organisasi. Lantai satu juga dilengkapi dengan klinik umum yang akan melayani masyarakat di bidang kesehatan dengan ahli spesialis kesehatan serta layanan Koperasi Surya Sejahtera yang sekarang sudah beroperasi. Sebenarnya, lantai dua yang masih dalam tahap finishing. Rencananya berfungsi menampung kegiatan Muhammadiyah sehingga lantai satu sepenuhnya hanya akan digunakan sebagai klinik kesehatan. Lantai tiga rencananya akan dijadikan  sebuah aula pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya sempat bertemu dengan Bapak Haji Haddist, bendahara pusat lembaga dakwah Muhammadiyah. Dari beliau, saya mendapat beberapa informasi yang  mengatakan bahwa tanah tempat gedung ini dibangun di atas tanah wakaf milik Bapak Mustamin Daeng Mattutu, seorang pria yang berasal dari Kab. Bulukumba yang sekarang menetap tidak jauh dari Gedung Pusat Dakwah. Di usianya yang sudah menginjak umur 84 tahun, Mustamin Daeng Mattutu kini sudah sering sakit-sakitan dan tidak bisa lagi  berjalan-jalan keluar rumah. Sekarang,  anak-anaknya lah yang dengan telaten memperhatikan dan merawat kondisi kesehatan sang ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Pak Haji Haddist, sewaktu Pak Mustamin berniat mewakafkan tanahnya, ia sempat mengamanahkan agar kiranya, gedung yang akan dibangun diatas tanah wakaf ini nantinya akan berarsitektur Sumatera Barat. Hal itu tidak lain dikarenakan oleh kekaguman dan  sikap dan watak beliau yang  memang dipengaruhi oleh tokoh penyebar Islam dari Sumatera Barat  yang banyak meletakkan dasar dasar pengajaran agama Islam kepada masyarakat di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pak Kyai dan Daeng Naba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di era tahun 1940 – 1980-an, Indonesia pernah mempunyai seorang sosok ulama, cendikiawan muslim dan sastrawan hebat yang berasal dari ranah Minang. Ulama termasyur itu bernama Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama Prof. Buya Hamka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena kebetulan atau tidak, Sosok ulama kharismatik dari Makassar ini juga berasal dari ranah Minang. Ulama Tersebut Bernama KH. Bakri Wahid. Dengan tidak bermaksud untuk mensejajarkan atau melebih lebihkan beliau dengan Alm. Prof Buya Hamka, Mereka berdua mempunyai kesamaan yaitu tokoh Ulama berdarah Minang  yang patut di teladani di lingkup dan zamannya masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkup Sulawesi Selatan sendiri, nama Pak Kiai Bakry Wahid sudah tidak asing lagi.  Sejak pertama kali menjejakkan kaki di ranah daeng sekitar tahun 1954, Pak Kiai Bakry  memutuskan untuk menjadi perantau di ranah daeng dengan menganggap bahwa inilah bahagian dari usaha perjalanan hidupnya untuk menyampaikan dakwah.  Ulama Kyai Bakry Wahid pun memulai dakwahnya dengan mengabdi menjadi Guru agama di sebuah SMP Islam di daerah Taman roya – Kab. Jeneponto-Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu, beliau menjalani karir dan akhirnya menjadi Kepala kantor penerangan agama kotamadya ujung pandang sekitar tahun 1964. Perhatiannya yang sangat besar terhadap dakwah Islamiyah membawa perjalanan hidup seorang perantau bernama Kyai haji Bakrie Wahid menjadi seorang  seorang sosok Ulama yang kharismatik dan hingga kini dikagumi dan di cintai oleh masyarakat di kota makassar dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8IY1TcDI/AAAAAAAAArk/lj_D5s67tw8/s1600-h/ustadz+H.+bakri+wahid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8IY1TcDI/AAAAAAAAArk/lj_D5s67tw8/s200/ustadz+H.+bakri+wahid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302562094822158386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak kenal maka tak Sayang.  Di Era tahun 90-an, Suara Pak Kiai sangat akrab di telinga pendengar Radio RRI Nusantara IV Makassar dalam acara dialog agama “Pak Kiai dan daeng Naba” yang disiarkan setiap harinya waktu sahur di bulan Ramadhan. Secara rutin acara ini mengajak pendengar untuk berbagi masalah mengenai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama almarhum Drs. Syamsu Marlin, Setiap tahunnya di bulan puasa, beliau rutin menyapa pendengarnya di gelombang RRI Nusantara IV Makasar . Dialog dialog yang mengalir segar dan ringan tapi berbobot membuat acara ini menempati rating yang cukup tinggi di hati pendengar. Nama “Pak Kyai” bagi sosok KH. Bakry Wahid pun kian melekat dan secara tidak langsung telah mempopulerkan dirinya dalam pentas dakwah lingkup masyarakat Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyapa pendengarnya di siaran udara RRI Nusantara IV Makasar, pak Kiai juga rutin memberikan materi ceramah agama di berbagai tempat, mesjid, kantor pemerintah, undangan resmi dan perorangan serta kelompok pengajian dan di berbagai majelis taklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil dengan sosok bersahaja dengan balutan sederhana, materi dakwah sang Kiai biasanya lebih banyak menyentuh soal akidah dah permasalahan konstektual yang terkadang bagi sebahagian masyarakat kita masih dinilai ringan. Dalam setiap khutbahnya, Pak Kiai selalu membahas secara tuntas hal-hal yang terkadang dianggap sepele dan mungkin masih sering terjadi dalam masyarakat kita, tanpa sadar telah menjadi kebiasaan kita sewaktu menjalankan kewajiban kita sebagai muslim seperti cara berwudhu yang benar, zakat yang sesuai dan lain lain. Materinya ringan tapi sangat  berbobot dan mendetail. Pak Kiai selalu menyampaikannya dengan gaya bahasa yang membumi dengan selalu merujuk kembali  kepada Al-quran dan hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8tWMtj6I/AAAAAAAAAr0/gi4RgTpUczs/s1600-h/bersama+Pak+Kiai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8tWMtj6I/AAAAAAAAAr0/gi4RgTpUczs/s200/bersama+Pak+Kiai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302562729770192802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema mendasar inilah yang sebenarnya di butuhkan dan sangat di butuhkan oleh masyarakat karena selain merupakan hal yang sangat mendasar, materi yang disampaikan juga mudah di serap, dikemas dalam penyajian yang moderat dengan sesekali di selingi guyonan. Tak jarang di setiap akhir materi ceramah, dan berhubung keterbatasan waktu, acapkali pak Kiai  “mendesain” materi dakwahnya  sehingga layaknya bersambung ke episode atau pertemuan berikutnya. Tentunya hal ini membuat pendengar  tetap tertarik untuk terus mengikuti lanjutan ceramah dari pak Kiai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kampuang Nun Jauh di Mato&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kultur dan darah Minangkabau tetap mengalir deras dalam dirinya. Meski telah berpuluh puluh tahun menetap di Kota Makassar, tidak membuat Seorang Bakri Wahid lupa pada Tanah kelahiran di ranah Minang.. Hampir disetiap kesempatan, jika memungkinkan, beliau menyempatkan diri untuk mudik ke kampong halaman, baik secara perseorangan, keluarga dan anggota majelis Taklim Asuhannya. Beliau juga aktif bersilaturahmi dengan kerukunan keluarga Sapayuang – komunitas warga Sumatera barat yang ada di kota Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kyai Bakri Wahid merupakan sosok ulama yang “unik” pada masanya dan hingga kini. Beliau adalah seorang figure ulama yang tidak hanya mampu berbicara secara retorik secara sederhana dan  mendokumentasikan sejumlah gagasan gagasannya dalam bentuk brosur tertulis untuk kegiatan mesjid dan majelis dengan selalu bersandar pada quran dan hadist sehingga  mudah di pahami. Kemampuan Pak Kiai dalam memadukan artikulasi, dokumentasi dan organisasi berbalut kesederhanaan dengan suguhan materi dakwah yang ringan tapi berbobot menyiratkan kedalaman ilmu terkadang mengundang decak kagum bagi para pendengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ7yQT6UfI/AAAAAAAAArc/BXrjWQ1n0h0/s1600-h/majelis+taklim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ7yQT6UfI/AAAAAAAAArc/BXrjWQ1n0h0/s200/majelis+taklim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302561714577494514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kini, di usianya yang sudah menginjak umur 78 tahun, KH. Bakry Wahid masih tetap aktif melakukan perjalanan memenuhi panggilan dakwah di berbagai tempat dan daerah di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Selain Berdakwah, beliau juga aktif mengelola berbagai  majelis taklim, melakukan pengajian rutin  dan membina yayasan majelis taklim dekat rumahnya untuk acara pengajian dan pengkaderan regenerasi. Terkadang, beliau masih mampu membawa mobil sendiri jika kebetulan ada menghadiri undangan dakwah di sekitar rumahnya. Dakwah telah menjadi panggilan jiwanya. Meski aktif berorganisasi, sampai sekarang beliau belum tertarik untuk ikut terjun ke panggung politik.  Jika ada waktu senggang, Pak Kiai menyempatkan diri untuk berolah raga renang di laut, badminton dan jalan pagi shubuh di sekitar rumah untuk menjaga kondisi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Riwayat:&lt;br /&gt;Buku Ulama Kesayangan Umat, Sebuah Sketsa Perjalanan dakwah&lt;br /&gt;Penerbit Cakrisma dan esatek bekerjasama Yayasan Majelis Kajian Islam (Makin Islah) Tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini juga di muat di &lt;a href="http://www.panyingkul.com/rssview.php?id=1056"&gt;Panyingkul- Jurnalisme Orang Biasa&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-6327520303421913783?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/6327520303421913783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=6327520303421913783&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6327520303421913783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6327520303421913783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/02/urang-awak-di-ranah-daeng_14.html' title='Urang Awak Di Ranah Daeng'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SZZ8bac56OI/AAAAAAAAArs/U4jdB517K80/s72-c/Pusat+Dakwah+Muhammadiyah+Sulsel+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-747103461873991934</id><published>2009-01-13T19:42:00.000+08:00</published><updated>2009-01-13T21:45:01.987+08:00</updated><title type='text'>Jadi Inget Taon Lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SWx_L5KaGJI/AAAAAAAAAqk/tV_NZHRVCrA/s1600-h/Gerbang+Kota+Sinjai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SWx_L5KaGJI/AAAAAAAAAqk/tV_NZHRVCrA/s200/Gerbang+Kota+Sinjai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290743504553253010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ada waktu juga untuk sekedar ber-Rehat. "Kembali Ke Laptop" kata Mas Tukul. Setelah berkutat dengan pekerjaan akhir tahun sampai sampai harus rela “mengorbankan” malam Tahun Baru 2009 dengan lembur holiday di kantor, akhirnya “dahaga virtual” yang terpendam untuk berbagi cerita dapat tersalurkan juga di Postingan Pertama Tahun Baru - 2009 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuhh,  Tak terasa  taon baru lagi. Tahun 2009  menurut penanggalan Cina adalah Tahun Kerbau Tanah. Tahun keberuntungan bagi anda yang bershio sesuai tahun itu.  Semoga saja rencana rencana kemaren sudah terealisasi dengan baik. Masih suasana Euphoria tahun baruan, dan seiring pusaran waktu yang berputar, tak terasa pula sudah setahun saya menetap di &lt;a href="http://www.sinjai.go.id"&gt;Kab. Sinjai&lt;/a&gt; Ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disengaja, akhir-akhir ini saya sering bercerita mengenai kota Sinjai. Namanya juga Pendatang, sepertinya ini merupakan bahagian dari kisah perjalanan hidup ke fase selanjutnya. Terus terang juga tidak pernah terlintas di benak akan menetap di kota ini. Entah sampai batas waktu yang be saya ketahui. Tapi yang pasti, tentunya ini merupakan titik untuk ke babak epilog hidup berikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kab. Sinjai adalah salah satu dari 23 kab di Propinsi Sulawesi Selatan- Kawasan Timur Indonesia. (Data 2004).  Jaraknya +/- 220 KM dari ibukota Propinsi – Makasar. Lumayan jauh juga lah kalau jalan kaki hehe. Dengan menumpang mobil umum, rata rata butuh waktu sekitar 5 jam lah untuk sampai kesana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa rute umum yang bisa kita lalui untuk sampai kesana. Dari Kota Makasar, kita bisa lewat jalur selatan dengan melewati beberapa kabupaten yaitu Kab.Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai. Bisa juga lewat Jalur Utara dengan rute Mks-Maros-Bone dan Sinjai. Untuk jalur ini jarak tempuhnya sedikit lebih pendek. Cuman jalannya sedikit berkelok dan naik turun karena melintasi hutan konservasi camba – Maros dan Wisata alam Bantimurung. Buat yang suka dengan jalur alternative yang lebih cepat bisa Mengarah ke Timur: Makasar-Malino-Sinjai Barat. Yg suka dengan jalur ekstrim biasanya lebih suka dengan jalur yang terakhir ini. Pemandangan alam Kawasan wisata Malino menawarkan sejuta pesona. Kita bisa menikmati pemandangan hutan pinus dan kebun Teh Milik Nittoh Company yang berada di kaki gunung bawakarang. Cuman yach itu tadi. Kadangkala di musim hujan, jalur ini kurang diminati karena kekhawatiran tanah longsor dan jalan yang curam dan masih taraf pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Sinjai. Dengan Mengusung motto kota "SINJAI BERSATU" (Bersih, Elok, Rapi, Sehat, Aman, Tekun dan Unggul), salah satu hal inilah yang kembali menguatkan tekad saya bahwa semuanya akan lancar lancar saja disana. Terus terang sejak mendapat SK penempatan kerja , Inilah kali pertama juga saya menjejakkan kaki di daerah Sinjai. Kali pertama juga  merasakan Indekost dan jauh dari keluarga… Haha :) sebuah ketakutan yang mungkin cukup beralasan. Tapi begitu pertama kali menginjakkan kaki dikota ini, Kesan pertama ternyata cukup menggoda. Semuanya berbalik 180 Derajat. Suasananya begitu menyenangkan. Mengingat tidak ada keluarga di kota ini, Pak supir yang membawa saya dengan senang hati malah membantu mengantarkan saya ke sebuah wisma untuk menginap sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, barulah saya hunting rumah Indekosan di sekitar wisma. Oleh ibu wismanya, saya mendapat rekomendasi beberapa tempat yg dianggap representative dan layak huni. Berhubung waktu mepet karena besok sudah harus melapor ke kantor, akhirnya saya memutuskan untuk memilih sebuah indekost yg dekat dari kantor saja. Kebetulan jaraknya juga tidak terlalu jauh juga dari wisma yang saya tinggali. Lumayan lah bisa saving untuk uang transport dan living cost haha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun tinggal di kota ini banyak pengalaman yang manis dan mungkin pahit. Tapi pada dasarnya sampai saat ini, Kota Sinjai  masih cukup menyenangkanlah.. Semuanya ada disini lho. Untuk melepas penat kita tinggal milih saja. Ada lembah, gunung, hutan dan laut.  Penduduknya juga ramah ramah. Sangat jarang terjadi keributan dan tindak kriminal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga kota kabupaten, pasti ada plus minusnya. Tergantung dari kitanya saja. Enaknya tinggal di kota kecil yach seperti ini. Suasana selalu tenang dan segar. Tidak seperti di kota Makasar yang seperti tak ada matinya. Hal yang sedikit membedakan adalah kota ini tidak lebih ramai dibanding kota kabupaten sebelumnya dimana mereka merupakan jalur lintasan.  Terkadang keheningan mulai merayap. Jika  sudah larut,  hanya terdengar deru satu dua saja mobil saja yang melintasi jalan. Mungkin karena letak Kota Sinjai yang merupakan tujuan terakhir perjalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-747103461873991934?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/747103461873991934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=747103461873991934&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/747103461873991934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/747103461873991934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2009/01/setahun-yang-lalu.html' title='Jadi Inget Taon Lalu'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SWx_L5KaGJI/AAAAAAAAAqk/tV_NZHRVCrA/s72-c/Gerbang+Kota+Sinjai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-8259642162208275771</id><published>2008-12-13T19:24:00.000+08:00</published><updated>2008-12-30T18:21:08.070+08:00</updated><title type='text'>Ber "LOVELY DECEMBER" di Pulau Batang Lampe - Kab. Sinjai</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.sinjai.go.id"&gt;Kab. Sinjai&lt;/a&gt; Pukul 15.30 Wita. Cuaca sore terlihat mendung. Saya jadi sedikit khawatir perjalanan ke Pulau kali ini menjadi kurang mengasyikkan akibat hujan deras. Untungnya nahkoda kapal bisa meyakinkan bahwa tidak lama lagi langit akan kembali biru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga. Beberapa saat setelah perahu kami bergerak meninggalkan dermaga Cappa Ujunge, awan hitam segera berarak pergi. Yang tampak hanya lembayung mega dengan rona senja mengantar perjalanan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju kapal bergerak perlahan. Ombak tenang. Sepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu dengan hanya duduk bengong di dalam perahu. Karena sedikit gerah, kami akhirnya memilih naik dan duduk di atap perahu sambil melepaskan pandang. Sejauh mata memandang yang tampak hanyalah riak biru air dan beberapa gugusan pulau kecil disekitar perairan kabupaten Sinjai- Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOefl_52lI/AAAAAAAAAoU/Q_G37ZZwQqg/s1600-h/1+at+the+sea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOefl_52lI/AAAAAAAAAoU/Q_G37ZZwQqg/s200/1+at+the+sea.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279237453821631058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOkXnFv93I/AAAAAAAAAqM/b-W26R0j5_A/s1600-h/2+buih+ombak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOkXnFv93I/AAAAAAAAAqM/b-W26R0j5_A/s200/2+buih+ombak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279243913745397618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOkiPYWPbI/AAAAAAAAAqU/5f7Nwt-FCgY/s1600-h/3+Pulau+Batang+Lampe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOkiPYWPbI/AAAAAAAAAqU/5f7Nwt-FCgY/s200/3+Pulau+Batang+Lampe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279244096359513522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kami kali ini adalah mendata ulang serta menverivikasi beberapa kelompok petani rumput laut di Pulau Batang Lampe. Pulau Batang Lampe adalah salah satu Pulau dari gugusan Pulau Sembilan yang merupakan pulau terjauh dari gugusan pulau sembilan Kab.Sinjai. Bentuk Pulau ini memanjang seperti balok kayu. Mungkin inilah yang membuat pulau ini dalam bahasa setempat disebut "Batang Lampe" (Batang kayu yang memanjang). Jadi Pulau Batang Lampe adalah Pulau yang memanjang layaknya batang atau kayu. Letaknya di sebelah paling utara lepas pantai Sinjai. Pulau terdekatnya adalah Pulau Kodingare, sebuah pulau yang terkenal sebagai “surganya Rumput Laut” bagi penduduk sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di lihat dari jauh, kedua pulau ini seperti tampak bersambung menjadi satu. Meski jumlahnya tidak sebanyak di Pulau Kodingare, di Pulau Batang Lampe ini, kita juga bisa menemui beberapa keramba rumput laut petani yang tersebar di sekitar pulau. Upz hampir lupa, meski berbeda Pulau, Pulau Batang Lampe dan Kodingare merupakan satu kesatuan wilayah desa admistratif yaitu  Desa Padaelo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh orang rombongan kami saat ini. Sambil sesekali bersenda gurau, tak ayal kami tergelak dan bercengkrama riang jika ada hal yang terasa menggelitik. Duduk di atas geladak perahu sepertinya tak lengkap tanpa ditemani secangkir minuman kaleng atau kopi dan penganan kecil sambil memandang laut luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOfb3cWF7I/AAAAAAAAAos/L27jz8do92Q/s1600-h/4+rombongan+kami.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOfb3cWF7I/AAAAAAAAAos/L27jz8do92Q/s200/4+rombongan+kami.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279238489296476082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menggunakan perahu biasa menempuh waktu kurang lebih 1.jam 30 menit untuk sampai ke Pulau Kambuno. Itu jika laut tenang. Begitu tiba, Rombongan kecil kami langsung menuju ke Rumah Pak Sabir, salah satu ketua kelompok petani rumput laut di kecamatan Pulau Sembilan untuk beristirahat sejenak. Sekalian menjemput beliau untuk bersama sama menuju ke Pulau Batang Lampe yang jaraknya masih sekitar 30 menit dengan menggunakan perahu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa basa basi kami langsung menyantap hidangan ala Tuan Rumah. Seiring dengan suasana sore dipulau yang mulai temaram, Lampu Genset sudah mulai dinyalakan. Maklum, Sebagai pulau kecamatan, resor kepolisian dan pulau terpadat,  Pulau Kambuno ini mendapat fasilitas genset langsung dari PLN yang bisa beroperasi mulai dari jam 6 sore - jam 6 pagi (12 Jam). Sedikit lebih lama dibandingkan dengan beberapa pulau sekitar termasuk pulau Batang Lampe yang hanya dari jam 6 sore sampai 11 malam      (5 Jam) saja. Itu karena untuk sementara hanya mengandalkan genset swadaya  masyarakat. Jadi Untuk mensiasatinya, beberapa penduduk memanfaatkan sumber energi surya untuk mengalirkan listrik. Tetapi cara itu juga hanya terbatas untuk penerangan lampu rumah yang hanya mampu bertahan untuk masa pakai berkisar 2-3 jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuhh.. saat yang ditunggu telah tiba. Informasi dari nahkoda mengatakan kami sudah harus bersiap siap. Perjalanan pun dilanjutkan. Suasana jadi hening. Hanya deru mesin motor yang memekik di telinga, memecah keheningan malam. Bertepatan dengan temaram cahaya bulan purnama yang mulai tertutupi awan gelap dan angin yang berhembus keras sehingga tidak mampu menerangi malam di laut. Akhirnya nyala lampu perahu berpijar seakan menari mengikuti irama tiupan angin laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin malam serasa ke tulang sum sum. Saya jadi sedikit mual. Syukurlah, hal ini tidak berlangsung lama. Perahu kami pun sukses berlabuh di dermaga Batang Lampe yang sunyi. Di kejauhan tampak sudah menunggu pak Makmur – Kepala Desa Pulau Batang Lampe dan beberapa stafnya yang menyambut kami dan langsung mengantar untuk menuju rumah pak kades. Tetapi beberapa rekan termasuk saya akhirnya "membelot" karena tidak sabar untuk langsung melempar mata kail. Mengadu peruntungan tuk sekedar mencari ikan atau cumi pelengkap makan malam nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOfuIdD-1I/AAAAAAAAAo0/hh9zofjcbe8/s1600-h/5+pak+kades.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOfuIdD-1I/AAAAAAAAAo0/hh9zofjcbe8/s200/5+pak+kades.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279238803100531538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOf6KO_BFI/AAAAAAAAAo8/g5Yd68WqMiU/s1600-h/6+selamat+datang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOf6KO_BFI/AAAAAAAAAo8/g5Yd68WqMiU/s200/6+selamat+datang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279239009736787026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgGZiHP9I/AAAAAAAAApE/07KZlc4nzDo/s1600-h/7+mancing.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgGZiHP9I/AAAAAAAAApE/07KZlc4nzDo/s200/7+mancing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279239220001980370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan malam, kami duduk duduk  di teras rumah pak kades. Seraya menghisap rokoknya, beliau berbicara panjang lebar mengenai kondisi dan kehidupan masyarakatnya. Rupanya Pak kades masih tergolong Kades baru juga dipulau ini. Beliau seorang Insinyur Teknik &lt;a href="http://www.unhas.ac.id/~teknik/ne/"&gt; Perkapalan &lt;/a&gt;  dari &lt;a href="http://www.unhas.ac.id"&gt; UNHAS &lt;/a&gt; yang lama di perantauan hingga akhirnya memutuskan untuk kembali kekampung, menelorkan ide dan pemikiran untuk mengajak penduduk Pulau untuk bersama sama membangun desa tercinta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Horeee …  akhirnya acara bebas. Usai berbincang bincang dengan pak Kades, kami minta ijin untuk sekedar melihat lihat suasana malam di pulau. Tak lupa sebelum berjalan jalan mengitari pulau, pak kades kembali mengingatkan bahwa kalau bisa kembali sekitar jam 11 malam nanti, karena lampu genset akan dimatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwisata Ke Pulau Batang Lampe bisa di jadikan sebagai salah satu alternatif tempat berlibur bahari untuk sekedar melepaskan penat di akhir pekan. Untuk menuju kesana, sementara ini hanya bisa dilalui lewat jalur laut. Tapi jangan khawatir, transportasi lautnya cukup lancar. Setiap harinya, tersedia kapal perahu dan boat yang siap mengantarkan kita berwisata ke Pulau Batang Lampe. Alam yang asri, bukit batu karang dan laut biru menjadi ciri khas pulau ini. Beberapa tempat wisata seperti Batu Balandae (batu berbentuk tentara Belanda sedang menembak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita rakyat, konon katanya batu tersebut tempat bernaung para penjajah belanda di jaman kemerdekaan. Sewaktu berburu kehutan, salah satu serdadu belanda bernaung di bawah batu besar itu. Bersamaan dengan hujan dan petir yang tiba tiba menyambar tubuh sang serdadu. Bercak darah dan tubuh sang serdadu pun terhempas ke batu. Sampai sekarang, ornamen batu berwarna putih dengan corak kekuningan berbekas menyerupai tubuh sang serdadu. Itu sekelumit cerita yang saya dapat mengenai Batu Balandae. Selain Batu Balandae, kita juga bisa menikmati Pasir putih dan batu karang, Sarang burung Walet (dalam taraf penelitian), pembudidayaan teripang dan rumput laut serta beberapa titik lokasi mancing dan penyelaman (diving) juga bisa dilihat disini. Menurut pak Kades, Meski masih standart, kedepannya beliau akan menggandeng beberapa investor dan pemda setempat untuk bersama sama mengelola objek wisata  pulau Batang Lampe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Pulau ini berpenghuni sekitar 80 an KK. Kurang lebih hanya sekitar 30% dari area pulau yang dipakai sebagai tempat bermukim. Selebihnya merupakan bukit, dan batu karang dikelilingi laut.  Mengingat bentuk pulau yang memanjang,  letak rumah penduduk terbagi dua. Sebahagian penduduk tinggal di sebelah Selatan dan Sebahagian lagi di Utara. Adanya bukit yang memisahkan mereka tidak membuat keakraban dan silaturahmi menjadi renggang. Sehari harinya untuk menuju ke kampong sebelah, kita bisa menyusuri anak tangga yang menanjak dan berliku untuk sampai kesebelah. Kita juga bisa menggunakan perahu untuk memutari pulau. Kadang kala kita juga bisa berjalan menyusuri pulau jika air laut surut di pagi hari. Tetapi konsekuensinya adalah jika ingin menyusuri pulau dengan berjalan kaki, jangan lupa bangun paginya lebih awal dan men-mengisi ulang baterei (cash) hp dan kamera pocket di malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgj_5LFqI/AAAAAAAAApM/wpzl_YDTFYQ/s1600-h/8+suasana+pagi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgj_5LFqI/AAAAAAAAApM/wpzl_YDTFYQ/s200/8+suasana+pagi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279239728515454626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgyGya2SI/AAAAAAAAApU/A_BLWujJA0Q/s1600-h/9+dermaga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOgyGya2SI/AAAAAAAAApU/A_BLWujJA0Q/s200/9+dermaga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279239970884344098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOg9kOs4fI/AAAAAAAAApc/Du6JB2d1QbU/s1600-h/10+fisherman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOg9kOs4fI/AAAAAAAAApc/Du6JB2d1QbU/s200/10+fisherman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279240167766155762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhMHwlSsI/AAAAAAAAApk/6Tm948cgSjg/s1600-h/11+pantai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhMHwlSsI/AAAAAAAAApk/6Tm948cgSjg/s200/11+pantai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279240417821674178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhdd3BMVI/AAAAAAAAAps/_DFs3dIMiBA/s1600-h/12+tangga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhdd3BMVI/AAAAAAAAAps/_DFs3dIMiBA/s200/12+tangga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279240715812024658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhqrN-PcI/AAAAAAAAAp0/2wjeGvszkjk/s1600-h/13+puncak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOhqrN-PcI/AAAAAAAAAp0/2wjeGvszkjk/s200/13+puncak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279240942736260546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOh2JQW7pI/AAAAAAAAAp8/BkO2oRIujkc/s1600-h/14+karang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOh2JQW7pI/AAAAAAAAAp8/BkO2oRIujkc/s200/14+karang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279241139777891986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOiCIbdFNI/AAAAAAAAAqE/PrS3T3r9b2k/s1600-h/on+the+boad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOiCIbdFNI/AAAAAAAAAqE/PrS3T3r9b2k/s200/on+the+boad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279241345714427090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kades berharap, suatu saat Desa Padaelo, Pulau Batang Lampe ini bisa lebih berkembang lagi setenar dengan pulau pulau wisata lainnya. Alam yang masih asri serta penduduk yang ramah setiap saat dengan senang hati menerima kedatangan para pengunjung yang ingin berwisata bahari, menikmati keindahan alam bahari pulau Batang Lampe. Sebuah Niat yang sangat mulia. Tentunya semuanya itu diperlukan kerja keras dan sentuhan para investor serta pihak terkait untuk mewujudkannya. Ayo ber-lovely December di Pulau Batang Lampe-Kab.Sinjai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tulisan ini juga di muat di&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.panyingkul.com/view.php?id=1028&amp;jenis=kabarkita"&gt;Panyingkul.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-8259642162208275771?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/8259642162208275771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=8259642162208275771&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8259642162208275771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/8259642162208275771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2008/12/tes.html' title='Ber &quot;LOVELY DECEMBER&quot; di Pulau Batang Lampe - Kab. Sinjai'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SUOefl_52lI/AAAAAAAAAoU/Q_G37ZZwQqg/s72-c/1+at+the+sea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6767695302006242637</id><published>2008-12-08T17:25:00.000+08:00</published><updated>2008-12-09T12:20:00.859+08:00</updated><title type='text'>Hikmah Idul Adha (Happy Adha Mubarak 1429 H)</title><content type='html'>&lt;div id="top_banner"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam di seluruh penjuru dunia, hari raya besar ini biasa di peringati pada tanggal 10 dzulhijjah di tahun hijriyah. Idul Adha yang berarti kembali ke kurban memiliki makna yang amat dalam yang terdapat pada rangkaian kata ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://remaja.suaramerdeka.com/wp-content/uploads/2008/12/masjid.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-423" title="masjid" style="MARGIN: 3px 4px" height="151" alt="" src="http://remaja.suaramerdeka.com/wp-content/uploads/2008/12/masjid-300x199.jpg" width="228" align="left" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika kita merenungi sejarah yang menceritakan sebuah pengorbanan seorang anak yang salih Nabi Ismail, beliau rela untuk disembelih oleh bapaknya (Nabi Ibrahim) atas perintah Allah. Akibat keikhlasan dari sebuah pengorbanan, maka hal yang terjadi setelah itu di luar jangkauan akal manusia, yaitu tatkala Nabi Ibrahim menyembelih putranya ternyata atas kuasa Allah yang disembelih berubah menjadi seekor kambing (bukan malah Nabi Ismail) dan Nabi Ismail selamat, &lt;em&gt;subhanallah atas segala kekuasaannya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari penggalan sejarah diatas, maka sebagai manusia kita bisa mengambil pelajaran yang amat mulia yaitu pentingnya taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtua, dua hal ini yang menjadi motivasi bagi Nabi Ismail di usianya yang waktu itu baru menginjak dewasa. Namun, usia dini tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk bisa bersikap dewasa. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang ketika diamati secara sekilas kisah ini sungguh tidak masuk akal ”bagaimana mungkin seorang ayah yang baik akan menyembelih anaknya sendiri yang sangat salih dan sangat beliau cintai”, semua orangtua saya yakin tak ada yang akan melakukan hal itu, namun itulah cobaan yang diberikan Allah pada Nabi-Nya untuk menguji kecintaannya pada Allah SWT. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah yang membedakan antara cobaan seorang Nabi dengan manusia biasa. Dengan keteguhan iman dan cinta mereka berdua akhirnya lulus dari cobaan yang amat berat ini, walau berkali-kali setan selalu menghadang untuk menghalang-halangi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika kita mencoba menarik pesan yang ada dalam Idul Adha dalam konteks kekinian, maka sudah saatnya semua elemen masyarakat sadar dengan tugas masing-masing dan selalu ikhlas berkorban untuk kepentingan masyarakat, umat dan bangsa. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk berbuat baik dalam konteks individual maupun sosial. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehingga dengan momen Idul Adha, semoga menjadi momen penyadar dan penggugah bagi semua manusia dan remaja khususnya. Bahwa hidup adalah sebuah pengorbanan, kehidupan dunia bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal di akhirat nanti. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengorbanan bisa dilakukan oleh siapa saja, para pemimpin berkorban dengan kekuasaanya untuk menegakkan keadilan dan memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat, para remaja dengan kegigihannya dalam belajar dan beribadah untuk mempersiapkan menjadi penerus leluhur, masyarakat pada umumnya juga selalu berusaha memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang baik secara individual dan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://remaja.suaramerdeka.com/wp-content/uploads/2008/12/praying.jpg"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-424" title="praying" style="MARGIN: 3px 4px" height="267" alt="" src="http://remaja.suaramerdeka.com/wp-content/uploads/2008/12/praying-294x300.jpg" width="262" align="right" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pesan yang terkandung dalam Idul Adha bukan hanya sekedar anjuran menyembelih hewan kurban, kemudian dibagikan kepada orang-orang miskin dan kepada siapa saja yang membutuhkan, tetapi banyak pesan yang tersirat dari simbol seremonial itu, diantaranya anjuran menjadi orang yang mampu atau kaya yang ihklas menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang-orang miskin (dengan berkorban), anjuran untuk saling menyayangi diantara si kaya dan si miskin, anjuran untuk saling tolong-menolong dan menjadi orang yang selalu siap berkorban demi mengutamakan kepentingan agama dan bangsa. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Semestinya pesan-pesan ini bisa bisa diaplikasikan tidak hanya dalam momen Idul Adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara seperti ini. semoga bangsa Indonesia akan bisa lebih mudah untuk dalam menghadapi krisis dalam berbagai aspek kehidupan. Minal Aidin Wal Faidzin. Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H. &lt;/p&gt;(Unduh dari &lt;a href="http://remaja.suaramerdeka.com/?p=414"&gt;suara-merdeka.com )&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-6767695302006242637?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/6767695302006242637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=6767695302006242637&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6767695302006242637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/6767695302006242637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2008/12/happy-adha-mubarak-1429h.html' title='Hikmah Idul Adha (Happy Adha Mubarak 1429 H)'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-5232111230577569120</id><published>2008-11-27T11:59:00.000+08:00</published><updated>2008-11-30T08:40:10.909+08:00</updated><title type='text'>Kambuno Island</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pukul 8.15 waktu kab. Sinjai. Sepertinya cuaca bersahabat hari ini. Mendung yang bergelanyut semalaman di langit kota seakan tak berbekas. Yang tampak hanyalah hamparan air biru sejauh mata memandang. Batas fatamorgana nampak menyatu dengan gugusan beberapa pulau di kawasan pulau sembilan yang nampak dari garis pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemani seorang rekan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, berangkatlah kami bertiga ke dermaga Pantai. Pulau Kambuno adalah tujuan kami pagi ini. Sebagai salah satu gugusan pulau diantara sembilan pulau yang termasuk dalam wilayah kecamatan pulau Sembilan, pulau ini juga merupakan pulau dengan tingkat penduduk yang terpadat diantara kumpulan pulau Sembilan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Arah Pulau&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273183656037491154" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 220px; height: 149px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4cmL2CodI/AAAAAAAAAlc/DR_ioOuHHjI/s200/PULAU+SEMBILAN.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273183921875173874" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 212px; height: 169px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4c1qKrwfI/AAAAAAAAAlk/EBUX-4zwB6U/s200/BUIH+OMBAK.jpg" border="0" /&gt; buih ombak memecah laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk sementara perjalanan ke pulau Kambuno hanya bisa ditempuh lewat jalur transportasi air dengan menggunakan perahu biasa atau perahu boat. Jaraknya sekitar 3 mil dari lepas pantai. Maka dari itu untuk lebih memaksimalkan waktu, akhirnya kami sepakat untuk memilih perahu boat dengan kapasitas 4-5 penumpang termasuk nahkoda boat. Menurut hemat kami, paling cuma butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke tujuan dibandingkan dengan harus terombang ambing di lautan selama 1.5 jam an jika menggunakan perahu biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, sesekali mata saya kerap berkeliling memandangi langit biru. Rupanya saya belum beruntung. Tidak nampak seekor pun camar laut yang terbang melintasi kami dengan membawa ikan tangkapan di paruhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273185542930294114" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 233px; height: 165px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4eUBEV5WI/AAAAAAAAAls/UOTdCP6Ezkw/s200/PULAU+BURUNGLOHE.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Melintasi Pulau Burung-Lohe&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273185898630689122" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 228px; height: 190px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4eouJ7MWI/AAAAAAAAAl0/vCg4BTZwiLE/s200/DERMAGA+KAMBUNO.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Dermaga Pulau&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273186395583579362" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 224px; height: 174px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4fFpcuhOI/AAAAAAAAAl8/Tn9I3pe4W8o/s200/PASIR+PUTIH+KAMBUNO.jpg" border="0" /&gt; Pasir Putih Di Kambuno&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari beberapa penduduk Kambuno ada juga yang berasal dari pulau Jawa. Salah satunya adalah pak Sumono. Beliau mengaku sudah berdomisili di pulau ini sekitar 22 tahun. Di karenakan tuntutan tugas dan tidak adanya mutasi dan promosi kantor membuat pak Sumono akhirnya memilih untuk menetap dan berkeluarga di pulau Kambuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273188262763976450" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 219px; height: 195px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4gyVPOVwI/AAAAAAAAAmE/j2AoNgBMpqM/s200/RUMPUT+LAUT.jpg" border="0" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;Rumput laut yang dikeringkan&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273188697380615426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 220px; height: 156px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4hLoT59QI/AAAAAAAAAmM/96YtFmp8AWE/s200/MAKAN+SIANG.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="center"&gt;Makan siang istimewa - the truly seafood&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273189376584909026" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 224px; height: 174px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4hzKi1AOI/AAAAAAAAAmU/vuNLIsx7s-M/s200/NARSIS+DI+KAMBUNO.jpg" border="0" /&gt;Narsis di depan kantor desa&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk menunjang kehidupan sehari-hari, mayoritas Penduduk Kambuno menggantungkan hidup mereka dari hasil laut. Selebihnya lagi menjadi pegawai negeri dengan mengajar di beberapa sekolah di pulau kambuno. Usaha Rumput laut dan teripang menjadi primadona bagi penduduk setempat. Hal inilah yang membuat kami seakan tak mau beranjak kembali sewaktu fajar sudah mulai tenggelam di ufuk barat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Love Syamsoe And You&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1919282377706600123-5232111230577569120?l=www.syamsoe.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.syamsoe.com/feeds/5232111230577569120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1919282377706600123&amp;postID=5232111230577569120&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5232111230577569120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1919282377706600123/posts/default/5232111230577569120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.syamsoe.com/2008/11/tes_1172.html' title='Kambuno Island'/><author><name>Lihat Lebih Dekat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00827622020685821123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_8Ei4WFIlEEE/SCRTa754mQI/AAAAAAAAAI4/cVa8O8xG5do/S220/Bandara.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SS4cmL2CodI/AAAAAAAAAlc/DR_ioOuHHjI/s72-c/PULAU+SEMBILAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1919282377706600123.post-6039108008376527243</id><published>2008-11-13T06:22:00.000+08:00</published><updated>2008-11-20T17:58:55.168+08:00</updated><title type='text'>Damai Tapi Gersang</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejatinya pernikahan menurutku adalah sebuah hal yang sangat suci dan sakral. Kalau boleh cuma sieh cuman sekali dalam seumur hidup. Sebuah hal yang bersifat general, manusiawi, tapi mungkin juga sedikit spesifik dan “tabu” untuk dibicarakan bagi sebahagian orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di usiaku yang sudah menginjak 28 tahun ini, sepertinya aku sudah harus mulai memikirkan calon pendamping hidup. Pun, seharusnya dimasa masa seperti itu, menurut rekan rekan yang sudah terlebih dahulu mengarungi bahtera rumah tangga, masa masa sekarang adalah masa indah menjadi seorang kepala rumah tangga muda bagi istri dan anaknya. :-)Ha..ha ha, Sebuah guyonan yang masuk akal juga menurutku tapi kadang kadang menyakitkan hati :-# dan membuat kuping jadi panas juga. Sepele saja. Persoalannya tak lain adalah dana dan Wanita &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267900479573020210" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 140px; height: 168px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/SRtXk10PTjI/AAAAAAAAAjU/yBNDxN-E-xI/s200/pertama.jpg" border="0" /&gt; Sejujurnya, celutukan celutukan seperti itu biasanya aku anggap sebagai angin lalu saja. Jika sampai waktunya nanti. Cepat atau lambat aku pasti akan menuju ke fase sebuah tali perkawinan. Dalam hal ini aku selalu berusaha memposisikan diriku sebahagian dari mereka yang menganggap pernikahan sebagai hal itu merupakan hal yg sudah tergaris pada kodratnya tersediri. Sebuah hal yang bisa dikatakan biasa. Akan mengalir seperti apa adanya.. Yach, Namanya hidup dan jodoh itu sudah ada yang atur. Tinggal bagaimana kita nya saja. Di jaman sekarang, dimana kesetaraan gender semakin di dengung dengungkan. Dinamika hidup semakin tinggi dan teknologi yang sudah melintasi batas. Budaya hidup entah semakin terkikis atau maju. Jaman sekarang, Masih Elok lah di temui wanita atau pria separuh baya yang masih belum terikat dalam tali pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernah sempat juga ngobrol dengan beberapa teman. Dari celutukan mereka, ada yang menggelikan dan ada yg membuat terhenyak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ eh, ngapain kamu lama2 pacaran? Malah mendekatkan diri ke jurang dosa, rentan perzinahan lho! Kalau sudah merasa cocok yach lamar saja. Ngapain lama lama! ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ju
