Jomblo itu menyenangkan - Sebuah catatan singkat film AADC 2014

Sabtu, November 08, 2014 di Sabtu, November 08, 2014

Waktu tidak pernah berjalan mundur
dan hari tidak pernah terulang
tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru --- 
 - Salah Satu puisi dari Film AADC 2014 -


Excited !!

Era digital sekarang semakin menuntut varian dlm memperkenalkan fiturnya. Ditengah ramainya jagad maya oleh serbuan jejaring social dan microblogging yang menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi secara mobile, LINE INDONESIA hadir dengan mengusung motto 'Love, Life, Life'. Layanan Line sbg salah satu layanan chatting via hp yang sudah ramai di gunakan jutaan orang dari 42 negara ini hadir dengan menawarkan fitur 'find alumni' lewat besutan mini drama dari film remaja anyar 'Ada Apa dengan Cinta' yg sukses merebut hati remaja dan booming di tahun 2002 lalu .

Sebenarnya sudah banyak sieh aplikasi fitur dari berbagai layanan jejaring media social yang menawarkan kemudahan berkomunikasi. Dan seiring waktu dan kebutuhan masyarakat akan komunikasi secara cepat dan modern, kehadiran Line yang awalnya hanya dibuat akibat sulitnya para pegawai NHN Jepang saat itu untuk berkomunikasi akibat dampak tsunami dijepang di tahun 2011 lalu akhirnya kini dapat juga di nikmati oleh masyarakat Indonesia sejak beberapa tahun terakhir secara viral.  

Ide Promosi Line menjadi unggul karena diluar mainstream, menggunakan fasilitas gratisan uplod dari youtube dengan hasil yang luar biasa. Sebuah teknik marketing cerdas dimana para layanan jasa chatt line masih memilih menghamburkan biaya promosi di media berbayar untuk memperkenalkan produknya. Line pandai melihat momentum reuni 12 tahun ketenaran film AADC dgn merangkul Mira Lesmana dan mengumpulkan para pemain film aadc tuk membuat sequel  versi 2014 berdurasi pendek.

Dibawah sentuhan Miles Production bekerja sama dengan Tim Line, syuting selama dua hari di korea ini akhirnya sukses menyentuh sentimentil mereka lewat suguhan durasi 1 menit 24 detik. Menggugah kembali minat remaja yang saat itu masih berusia sekitar 17 tahun dan sasaran sekarang tentunya mereka yang sempat menyaksikan kejayaan film ini sekarang sudah berusia sekitar 29 tahun. Sasaran usia Esmud yang empuk tuk mereka yang gencar gencarnya membutuhkan gadget tuk aktifitas sehari hari.

Meski peluncuran promo film AADC 2014 ini hanya diunggah via media youtube, tetapi respon dan sambutan masyarakat yg sempat mengandrungi kejayaan film remaja ini dimasanya sungguh luar biasa. Di kicauan twitter bahkan bbrp produk lain sudah berusaha numpang beken dgn menggunakan beberapa dialog dlm mini drama sperti indomie, XL dan Guinnes. Dan dengan iklan ini pula akhirnya saya ikut teracuni tuk membuat akun Line Indonesia dgn ID daengsyamsoe * terlambat gaul :)


Curhat Ahh.... 

Reuni 2014 film Ada Apa dgn Cinta. Sebuah film yg bisa di bilang sebuah film remaja yg menjadi tonggak bangkitnya kembali film indonesia di negeri sendiri dimana saat itu film Indonesia sedang terpuruk oleh tema film yang hanya mengumbar Syahwat.

Reuni itu apa sieh? Tanpa bantuan wikipedi saya coba artikan saja.  Dari kata 'RE' mengandung makna melakukan kembali, sedangkan 'UNI' bisa juga diartikan sebagai serikat ehh kumpulan lebih tepatnya jika dpadankan dengan konteks kalimat apa yg akan mengikut dibelakangnya.

Yah, jadi ingin be-reuni juga. Bereuni dengan kenangan diri sendiri 12 tahun silam. Saya adalah satu dari jutaan penggemar film ini. Sewaktu film ini booming, umur saya 22 tahun, masih di bangku kuliah dan belum mempunyai pacar *ehh. Sesekali menyempatkan nonton kalo lagi ada duit saku berlebih dgn memilah film film yg dirasa terjangkau, keren dan masuk kategori wajib tonton versi diri sendiri saat itu. Kadang nonton bioskopnya sendiri tapi lebih sering nobar bersama dengan teman kampus, atau kalo lagi suntuk, kadang juga mengajak Si Iwan, teman depan rumah sepermainan dari kecil dan kebetulan kuliahnya juga satu kampus.

Sedikit flasback, menonton kembali tayangan AADC 2014 versi mini drama ini, saya ikut terseret merasakan romansa atmosfer reuni dua belas tahun lalu. Dahulu, saat tayangan pertama di bioskop 21 saat itu ( skg jd gerai KFC ) dijalan Ratulangi Mks, saya malah pergi nya dengan si Iwan, tidak dgn pacar karena saat itu kebetulan kami berdua masih dalam zona jombo akut. Berada ditengah tengah penonton abg (waktu itu) dgn pasangan masing masing, tapi saya justru hanya dgn si iwan berusaha menyabarkan diri, muka tembok, dan menguatkan hati, ikut militan fight rela antri berjam jam demi mendapatkan dua lembar tiket nonton.

Betapa memalukan. Tapi kami cuek saja dipelototi beberapa pasangan kekasih. Bisa jadi diantara mereka ada yg mungkin sudah berfikiran macam macam menggosipi kami sebagai pasangan terlarang ato apa tapi mau dia apa. Nasib sudah menuntut jalannya harus seperti ini dulu.

Ngomong2 tentang iwan, teman nonton AADCsy waktu itu, sebenarnya ini bukan kali pertama  kami pergi berdua. Berhubung kami berdua adalah penggemar Dian Sastro Terselubung (DST), maka disetiap kesempatan jika ada premier film yang menghadirkan bintang dian sastro maka kami usahakan nonton bersama. Selepas nonton biasanya timbul debat kusir dan diskusi film kecil kecilan tentang mutu film yang telah kami nonton itu. Kaset pita Ost AADC milik iwan saat itu malah sudah berkeliling ke radio liar dan kamar tetangga hingga akhirnya lenyap entah ditangan siapa.  begitu film dian sastro berikutnya tayang berjudul ungu violet diputar di layar 21, kami kembali duduk bersama didalam bioskop Sayang filmnya kurang booming. Animo penonton kurang. Kursi penonton nyaris kosong melompong.

Diluar dari aktifitas nonton, sejatinya Iwan adalah juga penggila Bola. Jika ada pertandingan bola antar lorong, ataukah pertandingan PSM Makassar di stadion, si iwan yg juga piawai memainkan kulit bundar ini jugalah yg lebih sering mengajak saya nonton bersama di stadion mattoanging Mks.

Sungguh menyenangkan. Dimasa masa masa jomblo seperti itu, kami mengisinya dengan merayakan kebebasan mengikuti hobby sesuai yang di inginkan. Di stadion kebanggan Makassar itu jg, kerap kami bertemu dgn bberapa teman dekat rumah lain yg juga sudah lebih dahulu berada di bibir tembok, siap kucing kucingan dengan petugas demi beberapa lembar rupiah, menjadi joki dgn menarik kami kami naik ke atas dgn bantuan tali sabuk karate.

Saya bukan pengamat film. Tapi secara visual, saya mengatakan film aadc ini sukses berat. Kenapa seperti itu? Indikatornya adalah selain meraih jumlah penonton film indonesia terbanyak di jamannya, Ost lagunya laku keras, film ini jg berhasil mengorbitkan bintang idola remaja baru, Nicho dan Dian, hits movie maker pasutri melly dan anto hoed,  serta membawa angin segar dlm geliat industri perfilman indonesia. Pesan moral yg disampaikan adalah, roman sastra kembali di gaungkan. Setelah film ini tayang, beberapa produksi sinetron ikut mencoba peruntungan dgn membuat genre cerita sejenis. Aadc versi tv pun dibuat. Dunia film dan sinetron indonesia saat itu pun menjadi marak, sukses menelorkan para insan tokoh remaja baru dengan dialog berbau syair dan puisi berima koddala'.

Dampaknya memang luar biasa sampai merambah ke lapisan remaja abg di indonesia terkhusus di mks. Sebagai contoh saking lebaynya (istilah lebay jg blum tren saay itu), remaja saat itu demam mendandani diri ala rangga, tokoh utama pria dlm film aadc yg diperankan oleh Nicholas Saputra, mahasiswa arsitek UI. Mereka mengubah gaya rambut sedikit gimbal dan gonrong belah tengah ala rangga dan berjaket kulit kumal. Di pete pete kampus tak jarang ditemui pula terkadang ada mahasiswa gonrong sengaja duduk disudut paling dalam kendaraan umum ini dgn wajah yg dipasang dingin dan sinis, rambut gonrong menutupi sedikit wajah dan asyik membaca novel sastra. Pokoknya jijayyy dehhhh :)

Reuni Children dari ki-ka:  My Emir with Ocha & his sister 'Icha'

Seiring waktu, saya sudah jarang bertemu dgn sahabat saya ini. Aktifitas dan waktu untuk keluarga membuat kami jarang berkomunikasi lagi. Kami sudah menemukan  'Cinta - Dian Sastro' kami masing masing. Dengan istri dan sepasang putra putrinya, Iwan kini telah sibuk meniti karir sebagai Enjiner, mengabdi sebagai PNS departemen PU di propinsi Sulbar. Sayangnya, sampai sekaran saya blum juga menemukan arsip foto kami berdua, jadi terpaksa foto reuninya di wakili saja dgn foto reuni kumpulan anak kami  :)

Akhirnya, ada apa dengan syamsoe? apakah kalian juga punya kenangan dan  ikut merasakan euforia setelah menonton film sequel AADC ini? :)

0 komentar: