Habibie Ainun; Kisah cinta yang melukiskan Sejarah

Kamis, Desember 27, 2012 di Kamis, Desember 27, 2012


Sungguh beruntung sore itu aku bisa mendapatkan satu tiket nonton film Habibie. Dari rencana nonton pada saat hari premiere tgl 22 Des 2012, barulah pada jumat keesokan lusanya, aku pun sudah berada disesaknya antrian di Bioskop Mall Mari Mks.
Satu lagi film bermutu Indonesia yang kurasa wajib ditonton. Sebuah cerita cinta sejati abad ini dari tokoh Nasional yang mantan presiden Indonesia, Bapak Habibie.  Sebuah  Film anak Negeri sendiri yang diangkat dari judul buku yang berjudul sama karya besutan sutradara Muda Hanung Bramantyo yg juga telah menyutradarai film genre romantic lainnya seperti Ketika Cinta Bertasbih, ? (Tanda Tanya), Sang pencerah dan Ayat Ayat Cinta.

Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hati. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.

Dalam film ini menceritakan seorang Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.

Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi? - (Wikipedia)



Sebagai pameran Bapak Habibie, diperankan oleh Aktor Reza Rahadian sebaga Bj Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.  dimana  Bapak Habibie ikut terlibat secara langsung dengan proses casting pemain.

Semula banyak yang menyangsikan kemampuan akting dari sang Reza dan Bunga Citra termasuk aku sendiri apakah mereka dapat mewakilkan karakter dari sang tokoh, tapi setelah melihat keseluruhan dari Film ini, dan pesan yang disampaikan cukup menggugah, barulah penonton memberi jempol dan puas begitu keluar dari ruang bioskop.

Dari kacamata awam sebagai penonton, sejatinya aku melihat film adalah bahagian dari sejarah tokoh bangsa Indonesia, sebab dan bagaimana sehingga beliau (Habibie) mengambil sikap dalam menentukan suatu hal. Dalam film ini juga tersirat kental makna sebuah kasih sayang yang sesungguhnya. Kasih sayang Romeo Juliet Abad dua ribu

film ini masuk kategori wajib tontonlah. Mungkin si Hanung sengaja mengemas tontonan ini menjadi sebuah cerita yang ringan dan cocok untuk segala umur. Ini terbukti dengan ratusan penonton yang didominasi oleh pasangan tua muda bahkan rombongan guru guru sekolah.

Apresiasi terhadap film sampai berpindah ke dalam gedung bioskop. Terkadang disela adegan, terdengan celoteh gemas dari beberapa penonton yang mengomentari akting pemain. 

Habibie adalah Habibie. Beliau adalah bapak bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia khususnya di bidang teknologi. Tak ayal lagi, biografi beliau memang layak untuk di bukukan serta di filmkan untuk menjadi aset serta pembelajaran bagi generasi bangsa.

Ide buku sang tokoh yang kemudian di interpretasikan dalam bentuk sinema ini rupanya menjadi daya magnet tersendiri bagi anda yang suka dan cinta dengan film dalam Negeri sendiri yang bermutu. Penasaran dengan filmnya? silahkan datang kebioskop terdekat kesayangan Anda

0 komentar: