Berpusing pusing : Malaysia

Sabtu, Agustus 27, 2011 di Sabtu, Agustus 27, 2011


Sebenarnya ini adalah postingan setengah hati. Kecapean pulang dari taraweh. Tulisan yang tak mendetail dan sekedar tuk menggores. Jadi begini: Berawal dari tawaran teman akan tiket pp air asia yang batal. Meski pun sebenarx dasarnya tiket ini murah, sumpah, sy belum familiar dan begitu tau jika harus booking tiket lewat websitenya.

Ya ya, Ke KL dengan durasi hari hanya dua Hari. Waktu yang singkat memang. Bagi sebahagian orang berkunjung keluar negeri meskipun itu 'hanya' negara tetangga yg terbilang dekat dan dapat dilakukan kapan saja apalagi bagi mereka yang berdomisil di jakarta tentunya...

Beberapa hari yang lalu memang saya berniat tuk mengunjungi negara itu. Min dapat dualah, malaysia dan singapura. Mencari cari waktu yang tepat sepertinya masih sulit melihat aktifitas kantor yang cukup padat. saya pun menyempatkan diri disebuah kesempatan tuk singgah di beberapa travel.

Rupanya tawaran pakansi tuk kedua negara itu cukup 'mencekik' kantong juga. Tuk ukuran pegawai biasa seperti saya tentunya. Meskipun demikian cerita mengenai rumpun temasek dan negeri jiran itu masih menggoda.

Sampai pada akhirnya hasil ngobrol dengan beberapa anak dari komunitas backpaker mks, keinginan tersebut muncul kembali. Keinginan tuk berlibur dengan budget murah dengan hasil yang sama. Sampai akhirnya tawaran tersebut pun datang. Karena sesuatu dan lain hal sehingga rombongan dari sebuah travel batal berangkat. Walhasil tiketnya pun dijual murah tuk kunjungan KL pp dengan budget satu jeti rupiah. ....

Tiba hari pemberangkatan dengan modal ransel dan makanan berbuka puasa serta nomor telepon kakak teman yang katanya akan menjemput dibandara nanti, saya pun dengan 'pede'nya membulatkan tekat tuk sekedar maen ke KL.

Yipppe, pengalaman pertama backpacker keluar negeri sendiri tenyata ada suka dukanya. Sebenarnya saya pun tak mau sendiri. Beberapa teman yg saya ajak rata rata dengan alasan yang senada. 'Ini bulan puasa, bro' ... but show must go on. Karena dah terlanjur semuanya harus dihadapi. Ternyata tak sesulit yang dibayangkan.

Setting awalnya adalah, begitu menjejakkan kaki dibandara, saya akan nginap semalam dulu dan besok shubuhnya baru ke singapura by bus. Usut punya usut setelah nanya sana sini ternyata tuk kesingapura harus menempuh jarak sekitar 300 KM atau kurang lebih 5 jam lah dari KL. Itu belum termasuk waktu tuk menyeberang dan berkeliling disana dan pulang kembali ke KL. Dengan mempertimbangkan waktu serta melihat jadual tiket yang hanya sampai Minggu siang, tuk mengurangi resiko keterlambatan pulang seperti macet atau hal lain akhirnya saya putuskan tuk berkeliling KL saja selama dua hari.

Malaysia Truly Asia. Semuanya pengalaman baru dan menarik. Mulai dari mencari guest house, sempat kesasar dibandara dan lebih sering menggelandang jalan kaki karena sempat salah ngambil rute, fluktuasi tukar Ringgit yang aneh, supir taxi india yang menjengkelkan serta pengalaman ber-monorail membuahkan kesan yang mendalam.
-------------------------------------------------------------


Contek Kelebihannya ::

Terlepas dari beberapa perseteruan politik dua rumpun negara yang sempat berpolemik beberapa waktu lalu, beberapa catatan dari perjalanan kuala lumpur adalah : yang pasti kotanya menarik, point plusnya adalah beberapa ciri kota dunia adalah dari bahasa yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar disamping bahasa melayu itu sendiri. Kota dan suasana nya modern dan bersih. Serta sistem kota dan transportasi yang mudah dan tidak ribet. Saya melihat Kuala Lumpur sebagai ibukota Malaysia menerapkan pembangunan fisik yang terencana sehingga mampu mengatasi masalah substansial kota besar yaitu kemacetan.

Selain memaksimalkan angkutan kota dan kendaraan monorail yang terbukti mampu menciptakan kesan sebagai kota yang modern, monorail juga membuat transportasi menjadi nyaman dan bebas macet. Hal menarik lainnya adalah kota Modern Putra raja (dekat dari Bandara KLIA) dimana pusat pemerintahan disatukan sehingga rapi dan tentunya dapat lebih terjalin korelasi dan kerjasama secara cepat.

Saya selalu membayangkan setiap dinas pemerintahan jika membuat suatu hajatan biasanya menutup jalan protokol yang berada didepan kantornya. Disisi lain jalan tersebut ternyata adalah jantung poros transportasi kota. Bukankah hal itu salah satu dari biang kemacetan juga?

Nah, Putra Raja adalah salah satu solusi. Bagi saya yang awan, tentunya berfikir jika skali waktu setiap dinas secara serentak menghelat suatu hajatan dengan menutup jalan, tentunya transportasi kota umum pun tak terganggu.

Jangankan Makassar, dari empat kota besar di Indonesia, Jakarta sekalipun, cerita macet masih menjadi komsumsi klasik. Bahkan pengoperasian kereta api di tengah kota pun masih belum mampu mencegah tingkat kemacetan. Gimana ngg macet, volume jalanan yang diperlebar sebanding dengan volume kendaraan yang juga terus ditambah.

Maaf yee, ini sekedar share, sampai sekarang penanganan dan solusinya seperti tumpang tindih. saya selalu membayangkan kota kita sebenarnya tak kalah dengan mereka (KL). tentunya dibutuhkan kerja keras lagi tuk menciptakan iklim kota yang tenang. Minimal tidak macetlah dulu. tak usah muluk muluk dengan tagline go green.

Adanya wacana dari pak JK mengenai penerapan Monorailnya terkhusus dulu di kota Makassar sepertinya memberi angin segar (buatku). Sebagai pengguna jalan raya yang setia setiap hari, tentunya saya berharap wacana ini lebih cepat lebih baik di realisasikan di kota Makassar dan 'menyusul' bandung, katanya sieh.... Bravo pak JK, kami tunggu ide 'gila' ta' daeng...*teplak teplok

0 komentar: