Don Antonio Blanco : Dia lebih Indonesia

Rabu, Juli 27, 2011 di Rabu, Juli 27, 2011

In Front of Antonio Blanco's Picture

Dan holiday pun tiba: di waktu yang cukup sempit itu, kantor kami berkesempatan tuk bergathering di pulau dewata- Bali. Yach, pulau bali, sebenarnya ini tuk kali kesekian saya berkesempatan mengunjungi pulau ini. Meskipun masih banyak tempat di sana yg belum sempat saya kunjungi tapi entah kenapa tiba2 saya terbersit niat tuk berkunjung ke museum lukisan sang maestro Antonio Blanco.

Terkadang saya menyukai lukisan. Yang penting indah, tak peduli siapapun pelukisnya. Nah, mumpung ada kesempatan lagi ke bali, niat yang sudah lama terkubur tuk berkunjung ke sasana museum Antonio akhirnya bisa terwujud. disempat sempatin lah

Sebenarnya tak ada rute tuk kesana: yang ada hanyalah jadual kunjungan ke tegalalang, melihat sistem sawah subak yang bertingkat tingkat itu. Nah, saat singgah sebentar di pasar traditional setempat, saya nekat belok dengan menumpang ojek minta diantar ke museum yg kata guide dimobil tadi, ubud itu selain terkenal dengan cinderamata kelas dunia juga menawarkan khas bali yang sebenarnya...

Bali yang sebenarnya? maksudnya apa bli eh om?... ougghh, rupanya Ubud itu syurga bagi mereka yang suka dengan cinderamata kelas dunia. Dikatakan kelas dunia karena rata rata harga souvenir yang ditawarkan itu sedikit lebih mahal dibanding cinderamata dari daerah bali lainnya. Selain itu Ubud dari zaman dahulu katanya adalah satu dari ikon yang lebih intens tuk menonjolkan seni cinderamata, art dan bentang alam rayanya... *sekali lagi bocoran dari guide.

Lukisan ' Girl & Apple

.. Just Action :)

Nah, kembali saat saya sudah niat dari hotel tuk melarikan diri. Sewaktu diperempatan jalan itu, saya melihat banyak jasa rental sepeda, berhubung kondisi waktu yang kurang memungkinkan dan saya belum mengetahui berapa lama jarak dan lama saya disana jika hendak 'melarikan diri sesaat' akhirnya saya mencoba mengajak beberapa teman saya ajak tuk 'belok' bersama, hitung hitung ada teman tuk dihukum bersama qkkk.

Tapi rupanya mereka lebih senang berbelanja dan foto di pure sambil melihat persiapan acara ngabenan::, apa lacur sy pun memilih berjalan kaki sesaat ke arah utara dan menyetop sebuah ojek.

Tak sampai 10 menit berkendara motor, saya pun tiba di museum tiga tingkat peninggalan pelukis spanyol tersebut. Yihaaa,, ini adalah liburan yang sebenarnya... puas berkeliling dan foto foto dibeberapa tempat, saya sempat nanya sana sini kepada petugas disana, oohh rupanya museum ini sekarang di kelola oleh putra semata wayang maestro, bpk Mario yang juga seorang pelukis dan sekarang lebih sering bolak balik jakarta - bali. Beberapa lukisan dilantai dua tak lekat dari pandangan. Mengingat jadual kaboer ku yang semakin mepet akhirnya saya pun mengakhiri "petualangan singkat' ini dengan berfoto bersama burung peliharaan di taman dan belum sempat menguplodnya qkkk. Ubud, Promise to see u again **

0 komentar: