Baso itu temannya Basse !!

Minggu, Oktober 10, 2010 di Minggu, Oktober 10, 2010

Sepasang gambar disamping ini diberi nama Baso dan Besse. Sebuah perumpamaan dalam bentuk karikatur yang cukup unik dan lucu. Saya melihat dan mengambil gambar nya pertama kali dari baliho sewaktu melintasi ruas jalan Urip Sumohardjo depan kantor Gubernur Sulsel -Kota Mks. Dengar dengar sieh, maskot ini oleh pemerintah setempat akan di perkenalkan kepada khalayak sebagai kado Hari Ulang Tahun Ke- 341 Provinsi Sulsel tepat tgl 19 Oktober 2010 nanti. Sebuah Ikon baru bermuatan lokal yg sarat makna.

Dalam gambar disamping menggambarkan tokoh perempuan dan lelaki tengah bersanding. Ana' dara dan daeng Ahh, tapi sepertinya gambar itu bukan anak dara dan daeng. Maskot itu di simbolkan sebagai pasangan yang berusia dewasa . Tentunya itu terlihat dari gambar kumis yang melintang di atas bibir tokoh lelaki Baso dalam gambar. Hmm kira kira mirip kumis siapa yach

Sang pria berkumis, I Baso, memakai pakaian adat Sulsel, jas tutup lengkap dengan badik (senjata tajam khas Sulsel) yang terselip dipinggang bagian depannya. Tak salah lagi, tentunya itu berarti ia mewakili karakter masyarakat Sulsel yang dari dahulu terdengar pemberani dan pantang menyerah. Lengkap dengan penutup kepala khas, juga kumis melintang bak pahlawan nasional Sultan Hasanuddin- I Mallombassi Daeng Mattawang atau Ayam Jantan dari Timur.

Sementara I Besse, sang perempuan cantik bermata bundar itu di sosokkan mengenakan baju khas daerah Sulsel yakni baju bodo berwarna merah dengan rias empat tusuk sanggul. Kedua karakter tersebut nampak memberi salam tangan dengan mengatupkan kedua tangan berhias senyum menawan seakan mengucapkan selamat datang di kota Propinsi Sulsel.

Menurut informasi di koran, sejatinya maskot atau logo ini akan diluncurkan dengan menggandengkan sebuah tagline baru. Tagline itu bertuliskan “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju”. Sebuah tagline yang melambangkan ciri khas Sulsel dengan karakter masyarakatnya yang ramah, ceria, serta cinta kepada adat dan budayanya. Budaya mengakar yang menganut empat etnis Makassar, Bugis, Toraja dan suku Mandar (Kini menjadi Propinsi Sulbar).

Bagi masyarakat diluar Sulsel, mungkin masih ada yg belum tahu apa arti nama tersebut. namun bagi sebahagian besar masyarakat asli makassar, kedua nama Maskot tersebut sudah tak asing lagi di telinga. Terkadang nama ini biasanya di berikan kepada mereka atau anak kecil yang belum mempunyai nama. Malah sekali waktu dijadikan sebagai guyonan dan bernada konotasi jenaka disana. Nama yg juga seringkali 'maaf' masih sering dijadikan olok olokan, panggilan akrab bersahabat, juga dalam suasana santai bercanda dengan teman serta kenalan baru. Beragam penafsiran mengenai arti nama tsb. Namun sampai sekarang juga masih banyak yang belum mengetahui makna arti dari balik nama itu termasuk saya sendiri :)

Entahlah siapa dan dari mana asal mula nama itu muncul. setahu saya sewaktu kecil dulu, nama tersebut sudah begitu familiar di telinga. Hanya ada beberapa versi. Setahu saya sieh Aco dan Acce, atau Baco dan Bacce. Kini nama nama "gelaran" itu kini di munculkan kembali dalam bentuk Maskot "I Baso dan I Basse".

Selain memperkenalkan tagline baru, Maskot tersebut juga menampilkan gambar rumah Tongkonan Tanah Toraja yang bersanding dengan kapal kebanggaan Sulawesi Selatan yakni kapal pinisi dengan Tulisan Dirgahayu Sulsel 341 tercantum di dalam logo tongkonan.

Meretas kenangan Makassar yang terus bersolek. Roda kepemimpinan pun silih berganti memberi warna dalam pembangunan. Kota daeng ini semakin mengembeli dirinya dengan lencana tagline dalam balutan jas pembangunan. Kilas balik ke belakang. Dengan tagline Ujung pandang Kota Teduh Bersinar, Ujung Pandang – Pintu Gerbang Emas Timur Indonesia, Makassar kota Anging Mammiri, Makassar The Great Ekxpectation, Makassar Menuju Kota Dunia, kini sosisalisasi tagline “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju” mulai digulirkan di masyarakat.

Dari beberapa tagline yang telah di tempelkan ke dlm penggambaran karakteristik ranah daeng tentunya diharapkan tak hanya sebagai bumbu pemanis ucapan selamat datang kepada menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke makassar. Implementasi serta dukungan timbale balik antara pemerintah dan masyarakat dalam mengusung tagline tsb tak lagi berada di luar kurung. Berhasil atau tidaknya ikon baru ini tentunya tak lepas dari apresiasi masyarakat itu sendiri dalam menginterpretasikan makna yang ingin disampaikan.

Hingga tagline tsb benar benar melekat dan di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Siapapun mereka yang merasa atau pernah mempunyai ikatan darah dan emosional dgn tanah sulawesi Selatan. Bukan tagline yang hanya semusim dan gaungnya kembali terbang hilang di tiup angin selatan Anging Mammiri.

5 komentar:

bisot™ mengatakan...

Tgl 19 Oktober 2010... Yak Selamat ULTAH ke 341 buat SULAWESI SELATAN

bizwud mengatakan...

hallo salam kenal, ijin nyomot gambar baso n bassenya ya daeng, saya kasi link kesini kok. okeh. makasih

Ipul dg. Gassing mengatakan...

selamat ulang tahun SulSel..
selamat ulang tahun kota Makassar..

semoga makin ramah, makin nyaman dan makin sejahtera..

saya bangga sebagai orang SulSel..

Nurul Inayah Arifin mengatakan...

izin ambil gambarnya yach kakak,mau dijadiin avatar twitter @Daengbajie

Nurul Inayah Arifin mengatakan...

izin ambil gambarnya yach kakak untuk avatar twitter @Daengbajie