Sop Konro Bagi Jiwa

Jumat, Desember 18, 2009 di Jumat, Desember 18, 2009


Perjalanan lahirnya buku “Sop Konro untuk Jiwa” ini berawal dari keinginan anggota komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri (www.angingmammiri.org) untuk mempersembahkan tulisan-tulisan inspiratif pembangun dan penyemangat yang mampu mencerahkan jiwa guna menandai usia ketiga tahun komunitas ini yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Kenapa mengambil istilah Sop Konro?

Kami memilih nama salah satu hidangan kuliner khas ala Makassar ini sebagai “ikon” buku ini selain untuk mengabadikan nama makanan ala Makassar itu, juga menjadikan judul buku ini memiliki “cita rasa” unik dan berbeda dengan buku-buku serupa yang sudah beredar..

Sop Konro sendiri adalah berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar seperti tulang rusuk sapi atau kerbau, dimasak/dibakar dengan bumbu ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, garam, vitsin yang sudah dihaluskan. Sop Konro pada umumnya disajikan/dimakan bersama nasi putih dan sambal. Rasanya sangat eksotik dan nikmat.(Copas Fr Angingmammiri.org)
----------------------------------------------------------------------------------
Senang, akhirnya saya bisa ikut juga berpartisipasi bersama teman teman bloggers Mks dalam sebuah proyek buku ke-dua persembahan komunitas blogger AngingMammiri Mks. Dari tiga tema besar yaitu Tentang Cinta, Pengorbanan dan Persahabatan, Tentang Sudut Pandang dan Pengajaran , Tentang Rasa Sakit, Kehilangan dan Ketabahan, saya menyumbangkan dua tulisan berjudul "Kelong untuk Anak" di kategori sudut pandang, dan "Kami harus usung kerandanya" untuk kategori tentang rasa sakit, kehilangan dan ketabahan.

Ide Cerita ini mengalir begitu saja. Saya ketik sewaktu malam senggang di Sinjai. isinya erisi murni pengalaman pribadi yg coba saya pindahkan dalam bentuk script untuk komsumsi buku. Ohya, sedikit bocoran mengenai dua kisah saya, tokoh sentral di cerita KUA adalah ponakan dan Almarhum Teman SMP untuk cerita KHUK ..wkk (siap siap tanda tangan artis) :). Nah, Informasi terakhir dari soft launcing blogfest buku "sop konro untuk jiwa" yg sempat saya hadiri beberapa waktu lalu di kafe blogger Mks, rencananya buku ini akan beredar Awal Januari 2010 bulan depan ditoko toko buku kesayangan anda. (Promosi adalah bagian dari gaya hidup wkkk)

Namun tak ada gading yg tak retak, kami terkhusus saya pribadi menyadari sepenuhnya masih banyak yg mungkin harus di benahi terutama dalam hal teknis dan gaya masing masing penulis. Namanya sop Konro, tentu akan banyak warna dan rasa yang akan semakin memperkaya isi buku. Akhirnya penuh harap, semoga apa yg tersaji dalam buku ini nantinya dapat menambah referensi kita terutama memperkaya keberagaman buku karya anak bangsa. Mari kita sama sama sharing dan belajar, bersilaturahim dan saling berbagi melalui sebuah persembahan buku dari ranah daeng-Kota Makassar. Jangan lupa kritik dan sarannya di tunggu lho, hehe.. mmmmm Marikidii''

Kala 'Semut" Menggoda

Selasa, Desember 15, 2009 di Selasa, Desember 15, 2009


Sempat tak mengindahkan dan optimis akan sembuh dengan sendirinya, akhirnya kondisi badanku mengalami drop. Fiuhh, aku kembali lalai dalam menjaga pola makan, tanpa di barengi olahraga dan istirahat yang teratur untuk menjaga kebugaran. Bisa jadi ini juga adalah kebiasaan menyantap gorengan seafood dan junkfood secara berlebih dalam tempo yang sesingkat singkatnya secara kontinyu tanpa mengimbanginya dengan mengkomsumsi sayur dan buah. Akhirnya berdampak pada rasa nyeri dan kesemutan utamanya pada kaki dan punggung disertai keringat yang berlebih.. Dari hasil diagnosa sementara dokter setempat dan search / mencari tambahan informasi lewat bantuan “Om Google”, untuk sementara ini dapat disimpulkan adalah gejala awal Asam Urat atau Rematik tengah mengintai diriku…Damn!!

Oughhh !! Sangatlah tak nyaman beraktifitas dengan kondisi seperti ini. Merasa belum puas atas obat obatan yang diberi, akhirnya saya mencoba mencari pengobatan alternative. Bukannya tak percaya pada ahli medis. Selain murah, tentunya pengobatan alternative kadangkala terbukti mumpuni. Akhirnya berbekal informasi dan saran dari Ibu Kost, saya pun di anjurkan untuk melakukan bekam. Katanya orang itu cukup ahli jugalah dalam hal bekam membekam. Hanya mengiyakan sayapun mengiyakan saja meskipun sebenarnya secara sekilas saya juga sering mendengar istilah bekam tersebut namun apa dan bagaimana teknisnya saya hanya sendiri belum terlalu jelas.

Tertarik dengan metode tersebut, maka sampailah saya di rumah salah satu Uztad yg dimaksud. Rupanya ia juga bukan penduduk asli kota ini. Ilmunya ia dapatkan dari seorang teman sekolahnya sesama pemondokan di pesantren dulu. Beliau mengatakan sebenarnya metode Bekam bukan hal yang baru lagi dalam dunia pengobatan. Bekam kata beliau adalah pengobatan alternative turun temurun berlangsung lama yang awalnya tuh berasal dari Timur tengah. Beliau juga menambahkan, bekam juga salah satu cara pengobatan yang dianjuran oleh Nabi.

Bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata Makan Al Hijamah yang dalam bahasa Arab merupakan asal kata dari “Al Hajmu” yaitu Membekam dimana peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan teknik vakumisasi atau penghisapan setelah melakukan penyayatan pada kulit luar . Nah, bekam ini dapat menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah bersih kepermukaan kulit dan jaringan otot yang mengalam stagnasi serta merangsang system syaraf perifer sehingga mampu memulihkan reaksi pengobatan mejadi lebih cepat. (Sumber : HFM).

Sejenak berbasa basi, Singkat cerita saya pun menceritakan keluhan ke pak Uztad Beliau pun menawarkan saya untuk mencoba terapi bekam. Masih berbekal keraguan, saya pun sempat bertanya apa efek samping dan kemungkinan terburuk dari bekam ini. saya ragu mendengar kata “ disayat”, apa ngga sakit tuh? Pasti berdarah dan perih jika kulitnya terpercik air saat mandi. Belum lagi membayangkan benda asing semacam jarum yang masuk ke tubuh, malpraktek dan berbagai kekhawatiran lainnya,
Alhamdulillah, akhirnya saya cukup tenang dan bisa di yakinkan setelah beliau mengatakan bahwa sampai saat ini dia belum pernah mendapat keluhan dari pasien yg telah ia bekam. Pun, jika akhirnya jika ada yang bermasalah, tentunya akan di kembalikan lagi kepada yang diatas dan ahli terkait untuk ditangani lebih lanjut. Belia menjelaskan bahwa fungsi utama dari bekam ini adalah untuk mengeluarkan drainase cairan tubuh berlebih yaitu darah kotor yang dapat merangsang memperlancar kembali peredaran darah, dengan bantuan jarum dan tabung penghisap yg juga berfungsi sebagai cawan darah kotor.


Berselang kemudian, akhirnya saya sudah bertelanjang dada dan duduk bersila membelakangi sang Uztad. Beliau mencoba menempel satu alat tabung di perut ku. Cukup geli juga merasakan kulit tertarik keluar membentuk tabung. Setelah berselang beberapa menit, akhirnya tabung di lepas. Tampak bekas bundaran merah terukir di perut. Setelah itu beliau kemudian menembakkan alat jarum dengan cara menekan tabung jarum dengan cepat beberapa kali. Ternyata tak sakit. Rasanya kulit hanya seperti di semprot minyak wangi.

Tak sampai disitu, akhirnya pak Uztad memasang kembali tabung penghisap ke bekas bundaran semula dan menarik ujungnya agar menghisap pori pori kulit yang sudah terluka tadi. Darah merah kehitam hitaman tampak merembes keluar dari bekas tembakan tadi. Tak terasa satu dua bekam di perut akhirnya berlanjut ke punggung belakang. Setelah merasa cukup, kulit bekam tadi kemudian di semprot alcohol dan di lap dengan kasa pembersih untuk mencegah infeksi..

Dua hari pasca bekam, perubahan signifikan sangat terasa. Tengkuk terasa segar dan nyut nyutan mulai hilang. Semoga ini hanyalah gejala sesaat, dan Inilah hasil akhirnya.. Melihat cermin belakang, saya cukup bergidik juga melihat tato tato yang telah bertengger manis di sekujur punggung. Wkkkk  karena berharap kesembuhan, walhasil inilah akibat yang harus ditanggung dari hasil bekam tersebut. Ucapan Pak Uztad benar juga, dua tiga hari bekas lingkaran itu mulai menghilang dengan sendirinya dan saya kembali beraktifitas seperti biasanya.

Cerita terkait:
Apa dan bagaimana bekam