Mengayuh Sepeda ke Tapal Batas

Selasa, Agustus 04, 2009 di Selasa, Agustus 04, 2009

Sepertinya ini waktu yang tepat untuk kembali bersepeda. Di minggu pagi, rutinitas beberapa waktu terakhir ini adalah mengayuh sepeda di ruas jalan jalan protokol sampai menyusuri lorong lorong sudut kota.



Ya ya.. Makassar kembali marak bersepeda. Kembali terjangkiti demam mengendarai "besi tua" bermesin manusia seperti halnya kota kota besar lain di Indonesia. Seiring waktu, eksistensi kegiatan bersepeda khususnya di Makassar kembali dihidupkan. Kesadaran akan berolah raga bersepeda kembali tumbuh bak jamur di musim hujan. Bisa jadi ini hanya akan menjadi sebuah trend sesaat lagi. Atau karena memang selera masyarakat yang kembali tergugah setelah terpicu oleh kesadaran akan pentingnya berolahraga, atau juga mungkin dikarenakan juga mobilitas kerja yang semakin meningkat seiring bergulirnya waktu. rutinitas yang monoton, iklim trend, pola pikir, serta wadah silaturahim dan aktualisasi diri dari beberapa penggiat olahraga menuntut mereka akhirnya berduyun duyun kembali mencari sebuah varian baru : keluar dari rutinitas dengan sebuah relaksasi baru : Bersepeda

Eksistensi penggiat itu tidaklah sia sia. Olahraga bersepeda jaman sekarang pun kini mulai mengarah ke gaya hidup masa kini. Setidaknya Para Pencinta sepeda kini boleh bernafas lega setelah beberapa pekan lalu pemerintah kota Mks akhirnya mengagas hari minggu pagi sebagai hari “Car free day” atau kawasan di sepanjang jalan pantai Losari Mks terbebas dari kendaraan roda empat dan roda dua (motor) sampai pukul 10 pagi. Program ini diharapkan menjadi central point bagi masyarakat untuk memanfaaatkan pantai losari sebagai sarana tempat olahraga khususnya air, wisata budaya kota, dan rekriasi kuliner bersama keluarga..



Hal ini di sambut secara antusias oleh Masyarakat. Kegiatan Berolahraga di pantai Losari akhirnya menjadi lebih leluasa dan sudah terbebas dari riuhnya kemacetan dan suara bising kendaraan. Di Losari selain bersepeda santai, kita dapat melakukan Senam pagi bersama, menikmati pasar tani wisata kuliner para penjaja dagangan disepanjang pantai atau bergabung dalam kelompok Persatuan jalan kaki Losari (PERJAKA) Mks dan beberapa group sepeda yang sering mangkal di minggu pagi pantai losari. Dalam wajah barunya menuju kota The Great Expectation, geliat minggu pagi Losariku pun kini semakin berwarna … :) :)

===============================================================================

YessS .. Hari ini kami kembali memulai perjalanan mengayuh sepeda. Menembus matahari pagi tuk sekedar berpusing pusing ria (kutip: Malaysia) demi mencari peluh. Menyusuri rute jalan jalan kota ikut dalam tour fun bike yang diadakan oleh salah perusahan perbankan di kota makassar. Start di jalan Jenderal Sudirman, berbelok di ujung Karebosi, terus memutar ke selatan kota dan selanjutnya mengarah ke Tanjung Bunga Akkarena.

Sesuai hasil rembuk sebelumnya, akhirnya rombongan kami pun memisahkan diri dari peserta Fun Bike dengan mengambil rute trek lurus menuju luar kota. Daerah Galesong Kab. Takalar adalah tujuan selanjutnya. Rencananya akan ada pesta bakar ikan disana. Tak ayal lagi, penuh semangat empat lima, tak jarang sepanjang perjalanan, Sepeda kami saling mendahului untuk segera sampai di tujuan.









Kabupaten Takalar terletak di sebelah utara Kota Makassar. Dengan Motto Kota "MENYALA" (Menarik, Nyaman dan Asri), sebahagian besar Topografi alam kab. Takalar meliputi laut dan persawahan. Beberapa masyarakat Takalar terkhusus Daerah Galesong utara sampai ke selatan menggantungkan hidupnya pada hasil laut dan persawahan. Terkadang dihari libur, sebahagian orang memilih untuk melepaskan penat di beberapa objek wisata yang ada di kabupaten Takalar.

Oh ya, Sebenarnya Kab.Takalar ini masih termasuk dalam program pengembangan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa-Gowa, dan Takalar) oleh pemerintah kota Makassar. Konsep pengembangan kota ini diharapkan kedepannya dapat saling berkesinambungan. Dengan menggandeng beberapa kabupaten yang berada disekitar makassar, sarana transportasi dapat semakin lancar. Pesatnya pembangunan kota Makassar setidaknya dapat berimbas kepada kabupaten yang berada di dekatnya. Beberapa aspek penunjang seperti ekonomi, budaya, distribusi dan jasa setidaknya menciptakan aglomerasi antar kota yang menunjang satu dengan yang lainnya.

Kawasan pengembangan kota inilah yang sekarang menjadi lebih mudah di jangkau oleh masyarakat Makassar. Kami memilih jalur melewati Daerah tanjung bunga menuju Takalar, menghabiskan paruh waktu minggu dengan mengambil trek bersepeda bersama sama.

Sepanjang jalan terkadang kami berpapasan dengan beberapa penduduk desa yang mengangkut hasil bumi dengan menggunakan sepeda tua. Tak nampak letih pada raut wajah mereka. Lamat lamat di kejauhan nampak juga motor melintas dari arah berlawanan melaju kencang menuju kota.

Tak mau kalah dengan semangat warga desa, Sesekali kami harus menghindari gundukan tanah dan bahu jalan yang rusak. Melintasi persawahan tampak sebuah truk yang baru saja terperosok masuk ke sawah akibat kelalaian supir. Sekali waktu terlihat juga beberapa petani yang sibuk menyiangi tanaman sayur setelah musim panen padi usai. Kami pun tak menyia nyiakan kesempatan ini tuk pose sejenak di area persawahan layaknya bak laskar Ilalang.. Siappp.. Satu dua tiga.. Jeprett :) :)



Semangat yang tak luruh akhirnya berbuah kebajikan. Sesampainya di tujuan, rekan kami sudah menyiapkan menu kadarnya khas desa. Makan siang dengan menu ikan bakar dan sajian kelapa muda. Suasana semakin meriah dengan iringan keyboard dari pak syaiful. Beberapa rekan di daulat untuk menyumbangkan lagu. Perjalanan yang cukup melelahkan dengan di hibur oleh dendang lagu cinta dari pak Ketua, membuat “kampung tengah” semakin tak terkendali.







Semuanya lahap menikmati hidangan. Semilir angin dalam suasana desa terasa begitu tenteram. Sejenak melupakan kepenatan setelah lelah beraktifitas selama seminggu. Mengingat bayangan sudah sepenggal hasta, perjalanan ini pun sudah harus di akhiri. Kami segera mengucapkan salam perpisahan kepada tuan rumah dan berkemas untuk segera kembali pulang ke kota Makasar…

(Kab. Takalar, Minggu 02 Agustus 2009)

1 komentar:

Cheap Bali Cycling Tour mengatakan...

Wah mantap neh Brot, sekali-sekali datang ke Bali dunk untuk bersepeda. Disini juga ada banyak tempat untuk dijelajah dgn sepeda!

Salam Dari Bali
Nyoman Subandi
http://www.balicheckin.com