Dialog di Gereja

Minggu, Oktober 26, 2008 di Minggu, Oktober 26, 2008

30 Menit bersama calon walikota Makassar, Iasmo.

Tadi pagi, sepulang dari lapangan Unhas, saya singgah kerumah seorang teman lama di jalan Sermani Steel- Makassar. Namanya pak Adolf Alexander. Beliau seorang guru pengajar matematika di Sebuah SMA di Kabupaten Jeneponto-Sulsel. Selain itu, kadangkala beliau juga memimpin kebaktian doa jemaat Gereja di minggu pagi.

Bersama seorang tetangga, tapi kini sudah berdomisili di kab. Polman (Sulawesi Barat), akhirnya saya pun berboncengan naik motor singgah sejenak di rumah pak Adolf. Kawasan rumah pak adolf adalah kampung rama- Kelurahan Paropo, Makassar. Pemukiman ini di huni oleh mayoritas penduduk Kristen yang berasal dari suku toraja. Sambil menyusuri jalan setapak, sesekali kami menghindari kibasan ekor anjing yang tidur meringkuk dijalanan.

Sampai di rumah pak adolf, ternyata beberapa mobil tampak berjejer. Lorong yang tadinya cukup sempit akhirnya menjadi tambah sempit. Motor kami menyelinap di antara mobil-mobil tersebut. Rumah Pak Adolf ada beberapa meter jaraknya dari Gereja Toraja.

Pak Adolf nya ada di beranda. Sambil ngobrol sana sini, pak adolf juga menginformasikan bahwa di gereja dekat rumahnya rupanya sedang ada penyambutan atas kunjungan salah satu calon walikota makassar Ir. Ilham Arief Siradjuddin, MM ke pemukiman mereka. Kerukunan warga di jalan sermani steel perumahan pak adolf rupanya sengaja mengundang Cawali ini untuk datang melihat langsung kondisi jalan perumahan mereka. selain itu rencananya, mereka akan "menodong" langsung Cawali dengan beberapa permintaan dan harapan harus segera di realisasikan jika akhirnya cawali ini terpilih menjadi walikota Makasar nantinya.

Akhirnya saya, Iwan dan Pak Adolf tertarik juga untuk melihat rombongan Cawali dari dekat. Mumpung beliau ada disini, mungkin ada beberapa informasi baru yang mungkin bisa kami ketahui.

Rupanya Kebaktian doa minggu nya baru saja usai. Pak Cawali dan rombongannya baru akhirnya di terima oleh pengurus gereja. Sambil menunggu beberapa jamaat yang baru saja keluar, akhirnya saya dan iwan menunggu sejenak di luar gereja.

Kami pun langsung berbaur di antara para tamu yg hadir. Tampaknya dialog sudah berlangsung beberapa menit. Saya masih sempat menyaksikan sambutan berupa alunan lagu Anging Mamiri dari kelompok penyanyi gereja. Wah, harus saya akui, harmonisasi dari paduan suara yang menggubah beberapa aransemen lagu daerah makassar ini menjadi lebih indah. Layaknya Prawaningrum dan barisan Choir Impromptu- Nya, lagu tersebut menjadi sangat ritmis, syahdu hingga membuat bulu kuduk saya jadi merinding (?). Tepuk tangan hadirin pun membahana setelah lagu usai di nyanyikan.


Indahnya Ber-toleransi antar umat beragama. Sebagai seorang Muslim, Pak Cawali Ilham tak lupa mengucapkan salam takkala di daulat untuk memberikan sambutannya dihadapan jemaat. Sebelumnya juga telah dihadirkan kata kata sambutan dari panitia dan pemimpin jemaat gereja pagi. Saya pun duduk berbaur bersama yang lain mendengarkan beberapa himbauan dari calon walikota makassar. Pak Ilham mengatakan, kunjungannya kali ini merupakan kunjungan biasa. Sejatinya, beliau mengatakan, kehadirannya di tempat ini sekarang adalah atas undangan dari pihak gereja dan masyarakat setempat. Masyarakat Jalan Sermani Steel ingin menyampaikan secara langsung beberapa aspirasinya kepada calon walikota Mks- Iasmo. Tentunya ini juga harapan kepada calon walikota walikota lain yang ikut bertarung nantinya. Warga menginginkan bargain di sana. Ilham sempat di todong untuk membuat "ikatan kontrak kerja" bahwa jika pak ilham nantinya terpilih kembali menjadi walikota makassar, maka jalan jalan serta gorong-gorong di sepanjang jalan pemukiman warga menjadi prioritas yang harus segera dibenahi, agar sarana jalan tranportasi masyarakat Jl. Sermani Steel dapat lebih lancar.

Berhubung saya masih ada beberapa urusan dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 11 siang, Saya tidak sempat lagi mengikuti dialog masyarakat kampung rama dan cawali Iasmo sampai selesai. Tapi dari hasil dialog antara cawali dan warga, gambaran dialog pada intinya adalah ajakan untuk menyukseskan pemilihan walikota yang makassar yang sudah didepan mata dengan damai dan sukses. Pemilihan langsung walikota Makasar yang akan berlangsung pada hari rabu, tgl 29 Oktober 2008 nantinya merupakan babak sejarah baru dimana selama ini pemilihan walikota tidak dilakukan secara langsung. Masyarakat lah yang akan menentukan calon pemimpinnya kelak. Semoga siapapun Cawali yang akan bertarung dan terpilih nantinya, dia tentunya merupakan pilihan terbaik masyarakat untuk bisa membawa kota Makasar tercinta menjadi semakin baik lagi di Kawasan Timur Indonesia. Amin

3 komentar:

rusle mengatakan...

inilah indahnya toleransi, semua masyarakat berhak untuk diberi janji, demikian juga realisasinya...

siapapun yg terpilih, tak peduli apakah kontrak politik ada atau tidak, yang jelas tugas utama Walikota adalah meperbaiki kitanya dari kerusakan, fisik ataupun moral.

nakkeji mengatakan...

sepakat sekali ka sama kata2na daeng rusle....

tp btw, menangmi tawwa IAsmo

Mus_ mengatakan...

ikut daeng rusle juga, ah... :D