Back For Good

Rabu, Juli 25, 2007 di Rabu, Juli 25, 2007


Ini bukan Boy Band "Take That" Bossss !!!
-------

Sekali waktu saya pernah melihat salah satu sticker di ujung jalan dekat rumah. Stickernya cukup bagus. Simple dan Bersahaja. Mengajak kita untuk lebih menyatukan visi melihat perubahan ke depan dan tidak lagi menengok kebelakang, melupakan masa yang telah lalu. Tapi tentunya kita tidak akan membahas hal tersebut. Kita batasi tulisan ini dengan menitik beratkan ke music Jadul saja.. Ok!!

Back for Good. Maknanya cukup dalam, Banyak hal yang bisa dipetik. Tergantung sudut pandang yang menpersepsikan. Tapi apapun itu, bagi saya Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya dan tidak melupakan sejarah. Dengan melihat ke belakang, setidaknya kita menjadi lebih intropeksi diri untuk lebih menyongsong masa depan yang lebih baik

About Music Jadul? knapa tidak!.... selama music jadul nya asik ditelinga syah2 saja. Skarang kan dah banyak music jadul yang direcycle ulang. Mengikuti kemauan pasar dan perkembangan zaman katax. Musik jadul slama ini tolak ukur nya identik dengan musik kenangan dengan harmonisasi yang lembut, mendayu2, mellow dengan iringan tempo medium. Menurut hemat saya, kayakx musik jadul, tembang kenangan, evergreen ato sejenisnya ngga musti harus slow atawa mellow dehh.. Setiap orang punya masa lalu dan berhak mengapresiasikan kenangan, yach, bisa dalam bentuk tulisan blog mungkin ataupun cukup diwakili dengan aktualisasi musik yang bisa mengingatkan kita pada kenangan indah. Satujuuuuuuuuu

Skali lagi Musik kenangan bagi saya tidak mesti slow motion. genre Rock era 60-70 dengan hardspeed pun sepanjang bisa mengingatkan kita pada suatu kisah atau kenangan (manis ato pait) .. yachhhhh itu pun sbenarnya bisa masuk dalam kategori tembang kenangan (versi kita tentunya). Cuma paradigma yang terbentuk selama ini sepertinya kayak githu. mo mi di apa... lempar ide deh.. gimana kalo Acara2 seperti berpacu dalam melody, titian muhibah atau tembang kenangan indosiar harusnya di hidupkan kembali... minimal tuk nambah khasanah lagu2 jadul bagi kita yang muda2 ini hehee...

Actuall, saya juga suka kok dengan lagu2 jadul!. Makax untuk siaran, sengaja saya pilih format acara siaran dengan lagu2 genre taon 60-2000 an. untuk have fun saja plus biar berkesan ekslusif kata orang. Liat aja fotonya. Mirip pak Tino Sidin hehe .. gayanaji bodo'///

Pengetahuan tentang musik, waduhh saya jangan ditanya dehh.. Nol besar, I'm a bit ashamed if compare with u about music. Tapi Meski tidak jadul2 banget setidaknya saya cukup punyalah cadangan lagu kalo disuruh jreng2 dikit dengan gitar dipinggir jalan atau mendadak ditodong jadi penyanyi dadakan di pesta kawinan teman hehe4.

Ta' pikir2, The beatles, Abadi Soesman, Yuni Shara atau The everly Brothers kayak keren juga lho ... Bravo Music Indonesia

(wrote inspiring this item at In the middle of the dark)

0 komentar: