BEN

05:49 di 05:49

BEN
Michael Jackson

Ben the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I'll never be alone
And you my friend will see
You've got a friend in me.

Ben you're always running here and there
You feel you're not wanted anywhere
If you ever look behind
And don't like what you find
There's something you should know
You've got a place to go

I used to say
I and me
Now it's us
Now it's we
(Repeat)

Ben most people would turn you away
I don't listen to a word they say
They don't see you as I do
I wish they would try to
I'm sure they'd think again
If they had a friend like Ben

A friend
Like Ben
==================================================================================
Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 – wafat di Los Angeles, Amerika Serikat, 25 Juni 2009 pada umur 50 tahun, dialah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. dekenal sebagai King Of Pop / Raja Pop” dan mempopulerkan gerakan dansa “moonwalk” yang telah menjadi ciri khasnya.

Jackson lahir sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Keluarga itu memang penuh bakat musik, Ia mulai karir bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson yang kita kenal The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971, dia membuat debut di musik professional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5..

Pada awal tahun 1980-an, dia menjadi figur yang sangat dominan dalam musik pop and musisi Afrika-Amerika pertama yang mempunyai crossover kuat di MTV. Popularitas dalam musiknya menanjak saat berbagai video klipnya ditayangkan di MTV, antara lain “Beat It”, “Billie Jean” dan Thriller dianggap telah mengubah video klip menjadi sebuah bentuk karya seni dan sebagai alat promosi untuk mempopulerkan sebuah channel tv. Video-video seperti “Black or White” dan “Scream” membuat Jackson menjadi andalan utama MTV pada tahun 1990-an. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Jackson mempopulerkan sejumlah teknik menari seperti robot dan moonwalk. Suara dan gaya vocal Jackson juga mempengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop dan R&B hingga saat ini. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia.

Penghargaan - penghargaan yang telah dia raih termasuk beberapa kali Guinness World Records—termasuk Thriller sebagai album terlaris di dunia dengan penjualan 104 juta copy — 13 Grammy Awards, 13 buah single nomor 1 dalam solo karirnya dari musisi pria lainnya dalam Hot 100 era—dan penjualan 750 juta unit di seluruh dunia. Hidup Jackson sangat terkenal di seluruh dunia, didampingi dengan karirnya yang sangat sukses, membuatnya menjadi bagian dari kebudayaan pop selama 4 dekade. dalam beberapa tahun dia sering disebut - sebut sebagai salah satu pria paling terkenal di dunia. (Kutif: MetroFM)
==================================================================================
Penggemar Jacko? haha, ngga juga .. Saya bukanlah (termasuk) salah satu penggemar dari Jacko. Lagunya paling satu dua lah yang cukup familiar di telinga. Heal the world, earth song, black or white etc.. Standartji kesiang. Sebuah lagu atau karya yang indah bisa lahir dari siapa saja. Saya suka dengan mazhab karya yg indah. apapun bentuk medianya. Menghargai sebuah karya indah, apapun itu tanpa melihat latar, rasis, dan kehidupan dibalik pemilik karya tersebut. Mengenai Jacko, diantara beberapa lagu nya yang saya gandrungi adalah BEN seperti syair diatas.

Lagu BEN dan Ulang tahun saya tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi tak apalah jika di hari berbahagia ini sy ingin berbagi lagu Jacko. Terus terang saya cukup suka lagu ini. liriknya sederhana. Sekali waktu jika ada waktu waktu tertentu, lagu ini sering saya putarkan baik untuk komsumsi pribadi sekedar pemuas ego pribadi semata. Sepertinya Mendiang Jacko membawakannya dengan sepenuh hati. Mr.Jacko dan Ben nya. Ini adalah lagu hits pertamanya setelah bersolo karir diluar jackson five. Jika belum pernah dengar BEN, Lagunya bisa di Download Here. Yach, Tak terasa sudah 29 Tahun. Terima kasih ucapan selamat ultahnya di Fezbuk daeng Syamsoe. Meski hanya berbagi teks dan lagu BEN, saya berharap semoga di penambahan usia saya yg ke 29 pada hari ini, iringan doa tulus tetap menyertai agar segala cita, dan harapan saya agar bisa lebih terealisasi lebih baik lagi dimasa akan datang. Amin

Ciri-Ciri Uang Palsu” (Just For Laugh)

03:21 di 03:21


Nah, untuk mengetahui uang kita palsu atau asli, ada beberapa tips menarik yang saya dapatkan dari link di internet, berikut ulasannya…

# Mengetes uang Rp 100.000 – 50,000 dan 20,000 an
1. Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang
2. Tekan uang tersebut dengan perasaan secukupnya
3. Buka perlahan-lahan lipatan uang tsb
4. Bila kacamata Bung Hatta,WR Supratman atau Ki Hajar pecah berarti palsu
5. Khusus 50.000 an, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia raya
pasti palsu

# Mengetes uang Rp. 10,000
1. Lipat menjadi 4 bagian secara memanjang
2. Tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya
3. Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah; atau kalau konde Cut
Nyak Dien lepas berarti palsu

# Untuk uang Rp.5000
1. Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut.
2. Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti palsu. Apabila tambah
panjang berarti palsu juga!!
# Untuk ngetes palsu-tidaknya seribuan – 1.000
Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah, kalau
hilang berarti asli….
# Uang 500 an kertas agak susah dites, karena anak-anak SD aja sudah
nyuekin, satu-satunya cara adalah remes kenceng2, kalau monyetnya teriak
berarti palsu.

Sumber : BInus

Primordialisme !!

05:36 di 05:36


Genderang mulai di tabuh. Gemuruh sorak sorai para simpatisan pilpres sepertinya akan kembali menghiasi hari hari. Wajah Ibu Pertiwi akan kembali berwarna dengan berbagai janji dan tagline dari tiga pasangan capres periode 2009-2013. Dan akan terus memuncak hingga jelang seminggu sebelum hari H tentunya (8Juli 2009)

Mungkin ini adalah keniscayaan publik. Tak bisa di pungkiri bahwa pesta demokrasi terakbar ini telah berhasil menyita perhatian masyarakat. Sejenak menenggelamkan beberapa permasalah krusial yg sempat juga menghiasi layar kaca beberapa waktu lalu. Masing2 tim pemenangan capres terkait saling berlomba tuk menarik simpati dengan menebar kantung2 simpatisan, sekedar menambah pundi pundi suara tuk memenangkan kompetisi kursi nomor satu di Indonesia.

Nah, masih dalam euforia pilpres 2009, eloklah kiranya jika sebagai warga negara yg (merasa) baik, tentunya berkompeten juga untuk memberikan sudut pandang dan persepsi tersendiri dalam melihat peta perpolitikan di Indonesia sekarang. Telalu naiflah kiranya jika saya tidak mengkitabkan beberapa kesah, sekedar menasbihkan beberapa pendapat dan opini meskipun itu sifatnya hanya sementara.

1. Indonesia spertinya masuk kategori latah akut. Hanya karena melihat OBAMA sukses berkampanye lwat fezbuk, eh beberapa diantaranya ikutan menjaring simpatisan dengan harapan dapat mengelembungkan suara.. tanpa disadari bahwa penguna internet di Indonesia masih berkisar 20% dari jumlah penduduk di Indonesia.. Efektif ngga sieh?

2. Sebagai negara kepulauan yg terdiri dari berbagai suku dan ras memang menjadi lahan yang empuk dalam memanfaatkan ikatan emosional. Membangun kepercayaan berdasar primordialisme, politik perkauman, atau mengkristalnya subkultur. Jawa memilih jawa, non jawa pun sama adanya. Sebagian besar rakyat dan elite masih mengandalkan isu primordial dalam pesta demokrasi yang sebenarnya, Membentuk opini publik yg (mgkn) kurang rasional, akal sehat, pertimbangan sehingga akhinrya emosi meengalahkan segalanya..

3. Semoga ini bukan fenomena indeks pengetahuan rakyat dan pola demokrasinya yg rendah. Ibarat Kemarau setahun dihapus hujan, sepak terjang selama ini tidak lagi di indahkan. Yang ada hanyalah hujan kritikan, cemooh bahkan sindiran yang menyiratkan ketidak percayaan lag masyarakat tanpa elite penguasa..

Kadang kala timbul rasa welas asih juga melihat para calon pemimpin kita sekarang. Kadang di cela bahkan dihujat. Tanpa lagi melihat track record orang sebelum mengambil asumsi atau bahkan menjustice .. Perlu di ingat, kemungkinan baru beberapa waktu lalu kita mengenal mereka.. Seiring sejalan barulah pada masa bulan madu musim kampanye ini, kita lebih menfokuskan diri untuk mengenal mereka lebih jauh dan mendetail. Nah, apakah kita selalu bersama mereka di tahun2 sebelumnya? memperhatikan polah tingkah dan mengkategorikan mereka dalam raport biru atau mungkin merah sepanjang riwayat dari lahir sampai sekarang? Tak ada salahnya, saya sedikit berapriori, bisa jadi terkadang kita hanya menerima begitu saja isyu miring mengenai sepak terjang dan perilaku dan isyu2 negatif yg dihembuskan oleh selentingan orang yg ingin mengambil keuntungan didalamnya.

4. Memanfaatkan primordialisme untuk kepentingan politik. Entah disadari atau tidak, primordialisme terutama isu agama dan suku, memiliki dua sisi sebagai kekuatan pemersatu atau justru menjadi pemecah-belah. Primordialisme menjadi sebuah harga mati. Tidak loyal rasanya jika tidak memilih berdasarkan ikatan emosional, ketokohan, suku dan kedekatan kekerabatan.

terlepas dari rasa sikap yang (cenderung) ber-primordialis, mungkin ada baik, ada juga buruknya.. Semuanya sah sah saja. Tak ada aturan yg mengharuskan sikap primordialisme itu di tolak atau diyakini dalam kancah perpolitikan Indonesia. semuanya dikembalikan lagi ke diri masing-masing. Apakah anda merasa nyaman dengan sikap Primordialisme atau tidak menuju pilpres 2009 mendatang .. Whetever !!

The Swallow - Kepak Sayap kecil di Ujung Senja

02:49 di 02:49

Sore mulai merendah. Lembayung senja di cakrawala sepertinya beradu dengan batas fatamorgana. Kilau percik air laut menyatu dengan kaki langit, melukiskan rona jingga dan merah di langit kota Sinjai. Udara sejuk menghampar turun sampai jauh menyusup ke rumah pemukiman penduduk nun jauh disana. Teh seduh yang di sediakan oleh tuan rumah juga sudah hampir habis. Sambil menyulut kreteknya, Fadjar mendongak kan kepala ke atas “Lihat, sudah ada beberapa kawanan menuju ke sini”.

Dipenuhi rasa penasaran, saya dan Pak Adi ikut melayangkan pandang ke langit lepas. “biasanya mereka terbang satu, dua atau berkelompok. Berkeliling keliling dulu sebelum masuk, terkadang bermain memutari rumah dan sarang, pohon dan pergi menghilang kemudian akhirnya datang kembali dari berbagai penjuru kota bersama kawanannya. Semakin gelap, kawanan tersebut biasanya semakin ramai. Satu atau dua ekor diantaranya langsung masuk ke sarang rumah” Sela Pak Sahabuddin, keluar dari dalam Rumah.

Sejak beberapa waktu lalu, pak Udin, Panggilan akrab salah satu rekan kantor kami membuat sarang burung wallet disamping rumahnya. Kontur tanah rumah yang berada diketinggian bukit serta udara yang terbuka diselingi suasana alam yang sejuk dan sedikit lembab membuat kawanan burung wallet menjadi suka untuk bergerombol, membuat sarang di rumah Pak Udin.







Orang orang sekitar rumah beliau menganggap Pak Udin cukup beruntung mendapatkan lokasi perumahan tepat berada daerah ketinggian kawasan bukit Gojeng – Kota Sinjai. Setelah lelah "berpusing pusing" keliling kota, sejenak bersantai di atas bukit saat sore menjelang sangatlah menyenangkan. Sambil melepas pandang sejauh mata memandang, yang nampak hanyalah "City View" dari ketinggian berlatar biru laut dengan gugusan pulau sembilan yang nampak menjulang tinggi.





Awalnya Pak Udin hanya membiarkan burung burung wallet bertengger di bawah atap rumahnya. Seiring waktu berlalu serta rasa ingin tahu yang tinggi setelah mendengar cerita dari beberapa orang tentang beberapa keunggulan dengan beternak burung wallet, akhirnya ia pun memutuskan untuk "mengorbankan" salah satu kamar dengan mempertinggi sekitar 5 Meter dari atap rumah. Pak Udin akhirnya membuat sarang burung dengan menyisihkan sebahagian dari penghasilannya untuk sekedar mencoba menjadi “peternak” burung Walet.







Pak Udin mengaku, ilmu beternak Wallet-nya di peroleh secara otodidak. “Yang penting ada kemauan dan usaha”, katanya. Untuk itu, beliau membeli beberapa buku tentang cara beternak Burung Walet sebagai referensi pengetahuan. Peternakan Walet nya ini baru seumur jagung. Sebagai pemain baru di kelasnya, terkadang pertama kali, terkadang beliau juga mengaku mengalami beberapa kendala kecil dalam hal menjalankan usaha peternakan Burung Walet.

Kini, setiap pagi dan sore selama kurang lebih 2,5 Jam, Pak Udin mempunyai rutinitas baru yakni menyalakan kaset berisi suuara Burung Walet dari radio stereo yang khusus dipasang di dinding masuk sarang. Menurut Pak Udin, Hal ini memang sengaja di lakukan untuk memancing burung wallet untuk segera masuk ke sarang sampai datangnya musim panen tiba. Trik ini beliau dapatkan dari buku beternak Walet yang dibelinya beberapa waktu lalu.

Seiring waktu, ia mengaku, setiap sorenya jumlah burung Walet yang terbang mengelilingi rumah dan hinggap masuk ke sarang semakin bertambah banyak. Pun, Jika dikemudian hari jika hasil usahanya tidak sesuai dengan yang di harapkan, Pak Udin akan tetap membiarkan burung burung wallet tersebut terbang bebas berkeliaran di sekitar rumahnya agar ekosistem tetap terjaga.

Parade Bunga Dari Bukit Selatan

Masih di atas bukit Gojeng, dirumah bapak Udin, meninggalkan hiruk pikuk aktifitas keseharian dengan meleburkan diri, sejenak berbagi waktu dengan alam desa, dan menambatkan hati pada semak udara di puncak bukit dalam suasana temaram sore merupakan salah satu bentuk relaksasi tersendiri bagi beberapa kawan termasuk saya sendiri..







Parade bunga di atas bukit bak sahabat pelipur lara. Setiap kuntum bunganya dapat mewakili sejuta perasaan bagi siapa saja yang ingin memilikinya. Di penghujung musim hujan di awal bulan Mei sekarang ini, beberapa bunga tropis khas bukit tampak tumbuh indah bermekaran. Seolah mengucapkan salam perkenalan bagi mereka yang ingin berkunjung dan berbagi cerita.

Yach, The Swallow dan bunga di bukit selatan sepertinya telah berhasil menggugah hati kami. Seolah mengumbar kembali nuansa romantisme keindahan dan kasih sayang. Mereka berlomba menunjukkan "keangkuhan" akan karunia keindahannya. dan akhirnya berhasil meruntuhkan hasrat kami untuk akhirnya berlarut larut sejenak di tempat ini.

(Foto2 pribadi sederhana ini di ambil dari kamera :Casio E-Xilim 7,2 MegaPixel)

Postingan terkait
Burung Layang layang
burung Walet

Backpacker : Gajah Mati Meninggalkan Gading

02:51 di 02:51

Akhirnya Pesawat Garuda No. Penerbangan GA 866 yang saya tumpangi mendarat di Bandara International Suvarnabhumi lewat tengah malam, sekitar pukul 12.10 Waktu Thailand (perbedaan waktu satu jam lebih lambat dari Makasar) atau memasuki hari Jumat tgl 10 April 2009 :) :)

Hamparan lampu kota Bangkok dari ketinggian cukup apik nan eksotis. Deru Pesawat sudah benar benar berhenti. Saya menjejakkan kaki di bumi gajah putih ini sambil merapatkan jacket yang membungkus tubuh. Cuaca cukup sejuk. Tak sabar rasaya untuk sekedar merenggangkan badan, melepas lelah setelah kurang lebih 3 jam lamanya menempuh perjalanan dari Bandara Halim Perdana Kusuma-Jakarta. Suasana Malam di Bandara saat ini cukup Lengang. Hanya terlihat beberapa percik air di beberapa ruas hall bandara. Hujan baru saja reda beberapa jam lalu, mengguyur kota Bangkok membius kota bertabur malam.

Kekhawatiran dalam diri akan situasi politik di Negara ini pun berangsur sirna. Sepertinya semuanya masih tampak aman. Nyaris tak ada tanda tanda bahwa sehari sebelumnya, kota Bangkok telah diwarnai oleh aksi demo besar besaran oleh loyalitas Kaos Merah Thaksin (Mantan PM Thailand) dengan aksi turun di jalan jalan

Oleh petugas bandara, saya bersama beberapa teman pun bergegas meninggalkan tempat untuk menuju ke ruangan passport controller.





Hoahhh, jadi ngantuk nieh. Seraya menunggu antrian, saya mengambil salah satu koran harian nasional tanah air dari backpacker. Untunglah beberapa koran indonesia yg sempat di bagikan oleh crew Garuda yg cuantikkk cuantikk sempat saya lipat dalam saku kantong celana belakang.

Ha ha, Keasyikan mengikuti jalannya proses pilkada usai mencontreng di TPS dekat rumah sebelum berangkat ke bandara membuat saya baru ada kesempatan tuk baca koran hari ini. Ya ya.. Isi koran menerangkan, kemaren itu (tgl 9 April 2009) adalah puncak dari aksi yang sudah di gelar oleh para loyalis “Red Shirts” alias Kaos Merah, pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra sejak 26 Maret lalu dan malah berniat memboikot Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Asean yang rencananya akan digelar pada hari ini (jumat) 10 April 2009 di Royal Cliff Hotel Beach– Patayya, Thailand untuk membahas cara cara mengatasi krisis financial global di asia pada umumnya.

Oh ya, Sebagai Negara dengan sistem pemerintahan Monarkhy (kerajaan), Thailand dipimpin oleh Seorang Prime Minister. Bagi masyarakatnya, PM ini juga dianggap sebagai Raja. segala titah dan petuah sang Raja kudu di laksanakan. Nah cuman akhir akhir ini, terjadi aksi demo besar besaran. Aksi demo kali ini dari pihak PM terdahulu yang tidak puas terhadap sistem pemerintahan sekarang. Mereka pun akhirnya turun ke jalan dan berunjuk rasa. Tersebutlah dari loyalis Takhsin SInawatra (Ex PM) yang menuntut agar perdana Menteri Thailand yang sekarang untuk segera mundur dari jabatannya

Mereka menganggap bahwa pemilu yang lalu dimana terpilihnya PM thailand yang sekarang yaitu Abhisit Vejjajiva terbukti tidak syah. Tetapi Demonstran ini pun sering juga mendapat perlawanan dari kelompok yg PRO ke pemerintah sekarang. Mereka di sebut 'Yellow Shirts' atau kelompok baju kuning. Merah lawan Kuning..haha kayak partai saja. Kalo Di Indonesia mah warna ini malah berkoalisi. Masing masing kelompok pendukung sering beradu argument dan perang urat syaraf. Kelompok kaos Merah dengan pendukungya menuntut untuk segera menggelar pemilu ulang karena mereka mengganggap naiknya PM sekarang tidak lebih karena menggunakan militer untuk mematikan demokrasi, politik praktis dan beberapa tuntutan tuntutan lainnya yg dianggap tidak sesuai prosedural.

(Gambaf bpk yg demo dibawah ini sy unduh dari : www.tribunkaltim.co.id)





Menurut beberapa petugas bandara, Meski aksi demonstrasi masih berpotensi berkelanjutan untuk beberapa hari kedepan tetapi suasana untuk saat sekarang ini masih dapatlah dikatakan dalam taraf kondusif. Jadi "Dont Worry" lah Katanya. Rute Wisatawan sedapat mungkin akan di hindarkan dari jalan jalan yang rentan terjadi kemacetan akibat aksi demonstran. Para pejabat Negara yang akan menghadiri konferensi juga katanya tidak akan melalui bandara Suvarnabhumi tetapi melalui bandara International U-Tapao, sebuah bandara fungsional juga di Kota Bangkok – Thailand yang memang telah dipilih dan di persiapkan untuk lalu lintas para peserta KTT Asean kali ini.





Welcome to Thailand. :) :. Fiuhh, Tidak banyak yg bisa sy ceritakan disini. Yang pastinya, Thailand adalah negara dengan Sejuta Pesona kuil dan pagoda nya. Sebagai salah satu Negara tujuan wisata di Asean, Thailand adalah salah satu dari beberapa Negara di Asia yang tidak mengharuskan para pengunjung dengan aturan visa kunjungan. Meskipun suasana politik Thailand saat ini cukup memanas, geliat pariwisata di kota kota Thailand tidaklah surut.

Para pengunjung wisatawan yang datang berkunjung tetap ramai. Sepanjang antrian diruang Pasport Controller lebih di hiasi oleh wajah wajah dari luar seperti India, Cina, bahkan Inggris. Karena hari sudah larut, akhirnya kami pun bergegas menuju Meridien Hotel di Jantung kota Bangkok.

Pagi harinya, Acara jalan jalannya pun di mulai. Mengingat waktu yang cukup mepet yakni berselang dua hari, akhirnya putuskan untuk menyisir marathon beberapa tempat ikon wisata di kota Bangkok. (foto fotonya intipz di Fezbuk Daeng Syamsoe Yach) dan sorenya bergegas untuk segera meninggalkan kota Bangkok menuju Patayya.

Tidak Lengkap rasanya berkunjung ke Negeri Thailand tanpa menyaksikan Antraksi gajah. Sebagai Simbol dari Negara Thailand. Oh ya, Mayoritas masyarakat Thailand ini menganut agama budha. Gajah bagi penduduk setempat merupakan hewan yang dianggap suci dan merupakan perwujudan dari Dewa. Meskipun gajah putih semakin sulit di temukan, di beberapa tempat di kota Thailand, sosok gajah sering dijadikan sebagai tempat penyembahan maupun akronim akronim benda lainnya yang menyerupai atau mewakili gambar perwujudan gajah. Dari beberapa atraksi show Gajah dan kunjungan tempat wisata yang ada di kota Patayya, Yang sangat berkesan dan Full Entertaint dari aksi para gajah terlatih Thailand di Elephant Show Nong Nooch -Sukhumvit Highway Sattahipcholbury- Patayya











Aksi “demonstrasi” dari beberapa gajah terlatih ini tidak terlepas dari peranan pawang yang pandai menghidupkan suasana dan membuat gajah menjalankan perannya dengan sempurna. Bersepeda, bermain bola, lompat tali, menembak balon sasaran, menggambar pohon, menyapa penonton, bemain bowlin sampai memberikan gerakan message di punggung sukarelawan penonton memberikan sebuah suguhan bertaraf dunia dengan balutan profesionalisme dan guyonan khas negeri gajah putih.



Meski sempat di dera oleh kekisruhan suhu politik Negeri yang memanas sejak beberapa waktu terakhir, kekhawatiran akan adanya kerusuhan dan blockade jalan di beberapa tempat oleh para demonstran yang akan mengurangi kenyamanan berdarmawisata, tidaklah sampai berimbas kepada suasana keceriaan di liburan kami. Rasa lelah sepertinya terobati oleh rasa kegembiraan :) :). Perjalanan yg cukup melelahkan ini setimpal lah dengan pengalaman mengasyikkan yang di peroleh. Nah, dar balik hingar bingar aksidemonstrasi warga setempat, hingar bingar aksi “demonstrasi” para gajah pilihan di pentas Show Pattaya – Salah satu kota di Negeri Gajah Putih, bisa menjadi tambahan referensi atau alternatif tempat pilihan yang yg bisa di catat dalam agenda buku kunjungan liburan anda.

(Foto2 pribadi lainnya hasil jepretan dari Kamera pocket Casio E-Xilim 7 mega)