Sehari sebelum Hari Sumpah Pemuda

Senin, Oktober 27, 2014 di Senin, Oktober 27, 2014

Hari Bloger itu apa sieh?

                                My Little Boy Emir lg ngintip blognya di www.dsjunior.net

Saya kadang bertanya, hari Blogger itu apa sieh? hari perayaan nasional apalagi yang ditentukan oleh pemerintah dibulan Oktober setiap tahunnya? mengingat tanggal 27 Oktober untuk untuk kelender tahun ini bukanlah bertanggal merah *dasar mental libur :)

Terus yang masuk kategori blogger itu yang bagaimana?
Banyak pengulasan tentang blogger yang terserak di lini maya. Blogger mungkin adalah orang  yang lebih mampu menumpahkan isi kepalanya secara non verbal dalam bentuk tulisan mengenai suatu pandangan suatu peristiwa dan menasbihkannya dalam laman weblog hingga bisa terbaca oleh khalayak pengguna jasa net?. terus kalau orang yang hanya mengcopy paste suatu rangkuman tulisan milik orang lain hingga webnya ramai dikunjungi untuk mengejar pagerank, jualan produk dalam bentuk penyajian personal blog hingga disebut blogger? Mungkin bisa juga seperti itu.

Sekarang ini, perkembangan blog cukup pesat. Blog blog semakin menancapkan perannya sebagai representasi dari eksistensi seseorang. mau contohnya: Blog yg menurut saya bagus itu seperti blognya bpk Nukman Lutfie, pemerhati medsos di blognya Sudut Pandang Dot Com. Secara ringan ia dapat mengungkapkan ide, pandangan dan sudut pandangnya dengan santai dan style sendiri sehingga mampu berbagi ilmu dan pandangan terhadap para pembaca.

Dengan blog, seorang dapat berkiprah lebih luas lagi, seorang raditya dika, dee atau mungkin juga bapak blog Indonesia Enda Nasution bisa jadi tak akan seperti sekarang ini lewat tulisan tulisan mereka di personal blog. Kalo saya pribadi sieh sebenarnya masih malu menyebut diri seorang blogger. Menurutku seorang blogger itu gampang gampang susah, soalx harus tulus dan mempunyai waktu dan kemampuan untuk mengeluarkan uneg-uneg, berkomunikasi nonverbal dan tau apa yang akan ia tulis. Seorang Blogger juga dominan bersifat memorable. Karena mereka senang menyimpan kenangan dalam bentuk tulisan. Mengingat eksistensi jumlah tulisan, kurang aktifnya dalam beberapa kopdar serta event perayaan blogger yang masih bisa dihitung jari. indikator yang akhirnya meratingkan diri sampai sekarang ini belum layak tuk menyandang predikat blogger secara summa cum laude. 

Padahal mau dibilang telat ngeblog ngg juga sieh. Tertarik nulis malah dari SMP. Saat masih bercelana biru pendek biru, kerap dah sering merepotkan diri dalam ekskul mading dan karena melihat masih ada ruang kosong didinding mading yang belum terisi akhirnya saya mengisinya dengan membuat satu dua puisi 'nyampah untuk mengisi kekosongan ruang itu.Terserah ada yang baca atau tidak yang penting madingnya full.

Barulah sekitar pertengahan tahun 2007 saat masih bekerja disebuah perusahaan otomotif dan nyambi sebagai penyiar radio pemberitaan swasta, saya tertarik untuk ikut ngeblog karena saat itu orientasi awal adalah dengan membuat blog, produk yang dipasarkan dapat terpromosikan secara online. Blog pertama cukup sukses sieh. namanya http://www.toyotague.com. Dari teknisnya masih 80% dibantu oleh rekan Yudi dan Emji. Meskipun sekarang personal web itu sudah tinggal kenangan alias dibanned dikarenakan ketidakmampuan membagi waktu dalam mengurus blog, kefrustasian dan kendala teknis yang terbatas. 

Sampai akhirnya ngeblog ini keterusan dan saya pun terperangkap dalam keasyikan dalam menuangkan ide. Seperti anak yang mendapatkan mainan baru, kapan dan dimana saja saya mulai berusaha menyempatkan waktu untuk sekedar blog walking atau membuat beberapa catatan diblog. Dunia blog menjadi candu saat itu dimana sosoknya hadir sebagai teman pelipur lara saat waktu senggang di indekost kabupaten. Menjadi sahabat bersama tuk sekedar membunuh malam malam sunyi dan keterpenjaraan waktu, meskipun sampai saat itu masih menjadi seorang 'blogger' yang passif, jus a stalker dan terkadang memposisikan diri sebagai hantu milis. Hanya menyimak percakapan milis dari dusun yang sepi.

Untungnya jauh sebelum jaman media laman socmed booming seperti sekarang ini, beberapa link komunitas sudah menfasilitasi ruang diskusi dan koment, sarana tuk berbagi komentar mengenai suatu catatan yang diunggah lewat bantuan admin situs berita. Salah satunya adalah http://www.panyingkul.com - Jurnalisme orang biasa yang entah sekarang akhirnya ikut tergerus mati suri seiring gaung berbagai pilihan socmed.

Dan akhirnya berangkat dan belajar dari media panyingkul dot com serta ikut bergabung dalam milis komunitas blogger anging mamiri makassar; tempat kumpulna blogger makassar, saya semakin intens dan mulai berkenalan dengan teman baru, berbagi cerita dan mencoba mengecap karakter mereka lewat rasa tulisan yang disuguhkan serta warna yang tersirat dari pesan yang ingin disampaikan. Pola pikir yang terasah sumbangsihnya justru dari hasil celutukan celutukan milis dan koment dari blog walking.

Tak ingin berpanjang lebar mengenai flasback awal mula ketertarikan ngeblog, sebenarnya hari ini saya malah ingin menuliskan sesuat yang menurut saya layak dan harus saya buatkan catatan tepat dihari penanggalan 27 Oktober 2014 yang bertepatan dengan hari blogger indonesia. 

Sekali lagi bukan karena latah ingin membuat postingan tepat dimoment special para blogger, juga karena merasa hiatus, lama tak ngeblog lagi dan diawal sebelum nulis tadi malah lebih ingin membuat catatan kenangan terhadap Alm. Asdar Muis RMS- Wartawan dan budayawan Makassar, salah seorang yang saya dapat sebutkan saja seorang kawan yang sampai di akhir hayatnya belum mengenal saya dengan baik, dan saya juga belum mengenalnya secara utuh. Juga beberapa uneg serta harapan dengan pelantikan kabinet kerja dibawah kepemimpinan presiden Jokowi yang baru saja dilantik sehari sebelum hari blogger dan dua hari sebelum hari sumpah pemuda.

Saya berjanji akan menuliskannya dikesempatan mendatang. Tak apalah sedikit pengantar tulisan dihari ini, setidaknya ini bisa dijadikan sebagai bukti bahwa sebenarnya saya masih setia untuk ngeblog, mencitai dunia ini dan ingin terus menulis sampai tak mampu lagi menulis.

Selamat hari Blogger Indonesia ke-7 di tahun 2014 

E-Blusukan; Merayakan Presiden baru di usia Sembilan Bulan

Senin, Oktober 20, 2014 di Senin, Oktober 20, 2014




Sejak 'resmi' menjadi seorang ayah dan orang tua dari seorang anak lelaki kecil bernama Emir, saya jadi semakin menyadari betapa Tuhan itu maha baik dan pemberi.

saya mengatakan tuhan itu maha pemberi sebab telah mempercayakan kepada kami sang buah hati setelah sepuluh bulan dinanti. Ini adalah anugrah tak ternilai bagi kami tentunya dan tentu saja harapan bagi semua pasangan suami istri baru. Sejak bulan bulan pertama kehamilan istri, saya sering berfikir, anak ini tak hanya dititipkan sebagai amanah untuk dididik dan dibesarkan dengan baik tapi juga orang tuan diharapkan menjadi madrasah pendidikan bagi mereka, mengasuh sebagai anak biologis dan juga sebagai anak ideologis yang mampu melanjutkan mimpi ke generasi generasi mendatang harapan orang tua.

Selama sembilan bulan pertama ini pun, sistem kehidupan kami bergulir mengikuti perubahan. Sedapat mungkin dengan kondisi kami yang masing masing bekerja tentunya tak seperti beberapa pasangan orang tua lainnya yang mempunyai waktu berlimpah dalam hal mengurus keseharian anak sepanjang hari.

Aktifitas kerja dari jam 8-5 sore, belum ditambah dengan waktu tempuh selama 5 hari kerja membuat Emir akhirnya hanya dapat bermain penuh di akhir pekan saja di sabtu minggu. Inilah konsekuensi tapi mau bagaimana lagi. Menyerah denga kondisi disaat tahun pertama mengasuh seorang anak tentunya mau tak mau membentuk kami menjadi orang tua yang bisa dikatakan belum sepenuhnya mandiri. Akhirnya harus meminta tolong tuk sementara waktu ke orang tua untuk membantu menjaga cucunya.

Alhamdulillah,, Hari ini Tgl 2 Oktober 2014, tepat di usia kesembilan bulannya, serta bertepatan dengan pelantikan presiden Indonesia Ke-7, elok lah rasanya jika saya merangkum beberapa tulisan, disaat Emir telah melewati fase Asi Ekslusifnya, Fase dimana ia sudah mulai merangkak, belajar berbicara dan berekspresi, menjalani imunisasi, dan sudah mengerti serta mengenali oran terdekatnya. Bisa juga ia sekarang mulai merasa 'kesepian' jikalau tak ada orang yang berada disisinya saat ia bermain.

Karena kesibukan kerja, membuat kondisi emir nyaris lebih banyak bersama Neneknya dirumah serta dibantu oleh seorang penjaga anak yang juga belum dapat diharapkan sepenuhnya. kadang bisa kadang tidak. Ikatan emosional saya rasakan barulah bisa terjalin saat kami berdua pulang dari kerja. Meskipun kantuk dan capai menyerang, tentunya waktu bermain dengan anak tetap harus diluangkan.

Akhirnya dengan meminjam istilah jokowi, metode kedekatan ini kami lakukan dengan cara E -(emir) Blusukan.  Kami selalu mencari waktu yang tepat untuk dapat berjalan bersama. Ujung2nya yaaa tentu mengharapkan akhir pekan lagi. Tapi waktu dua hari itu terasa belum cukup. Masih kurang efektif untuk bisa melekatkan ingata dan lebih mendekatkan ikatan emosional, menjalin keakraban komunikasi verbal dan tubuh. Beberapa fase bulan kehidupan anak kami tak sempat lagi saya rekam. Padahal di awal kelahirannya, dengan antusias, saya malah menyempatkan membuat blog pribadi http://www.dsjunior.net yang sampai sekarang pun masih satu dua kali saya kunjungi.

Pada usia Emir di Enam bulan, tepatnya tgl 27 Juli 2014, kami memulai liburan pertama kami dengan mengunjungi Ibukota Jakarta. Alasannya sieh karena selain momentum idul fitri untuk mengunjungi beberapa keluarga disana, juga untuk sekedar berdarmawisata, mengajak emir naik pesawat Garuda Indonesia, tinggal beberapa hari di Apartemen Taman Sari Jaksel, mengunjungi beberapa tempat lainnya seperti Mesjid Istiqlal, Monas, TMII Keong Mas, Kafe SkyE Menara BCA, mengitari kawasan Mall, Museum Taman Prasasti  dan berkunjung ke rumah keluarga di Jakarta Timur.

Satu hal yang saya sesali saat liburan pertama saat itu adalah terlambat memutuskan karena memperkirakan acara seremoni seperti itu tentu lebih lama antri dan sesaknya dibanding kenyamanan hanya demi untuk mengajak Emir berfoto bersama Presiden RI saat itu yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di acara Open House Lebaran Idul Fitir di Istana Negara. Tentunya merupakan hal yang mewah dan langka menurut kami jikalau hal tersebut bisa terwujud. Kapan lagi bisa melihat Istana Negara secara langsung dan foto bersama presiden tuk kenang kenangan. Hikzz..



Tiga bulan berselang yaitu tgl 10 Oktober 2014, kembali kami berkesempatan mengajak anak kami untuk mengunjungi kota Surabaya, sebagai kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Sebenarnya short trip ini bisa dibilang dadakan karena undangan dari salah satu kerabat yang melangsungkan pernikahan disana sehingga kami memutuskan untuk berangkat bertiga saja kesana.

Akhirnya Liburan kedua Emir pun berlangsung meski hanya dua hari diSurabaya. Nginapnya sengaja kami pilih di Hotel Majapahit Tunjungan karena ingin mencari suasana beda saja. Katanya sieh hotel ini merupakan hotel sejarah dimana para pejuang terdahulu naik ke atas hotel dan merobek kain biru bendera penjajah di Tiang atas Hotel. Disurabaya, kami juga menyempatkan diri mengunjungi daerah lumpr lapindo yang terletak di daerah porong kota Sidoarjo.

Bisa jadi apa yang kami lakukan ini bisa salah. Cuman tuk sementara inilah cara kami menebus waktu yang hilang bersama anak. dan mungkin belum sebanding dengan kebersamaan yang terbuang. Meskipun kami sadar, diusianya yang masih sangat balita, ia pasti belum mengerti tempat dan dimana ia berada sekarang. Belum menikmati travelling bersama orang tuanaya. Yang pasti, kebersamaan singkat itu akan menjadi rekam jejak dikemudian hari tuk dapat ia ceritakan juga kepada teman temannya kelak bahwa ia juga pernah berlibur bersama orang tuaya saat masih kecil.

Kini dihari ulang bulannya yang kesembilan bertepatan dengan hari pelantikan Presiden Baru Indonesia, Bpk Ir. Jokowi dan HM Jusuf Kalla, kami hanya ingin lebih bersama lagi menghabiskan waktu bersama anak kami. Membumikan harapan dan meninggikan cita dimana sekarang Emir telah menghirup udara baru alam demokrasi negeri ini. Pergantian pemimpin tentunya akan mempengaruhi jejak dan kehidupan ia kelak, membawa suasana baru iklim politik yang semoga sehat dan damai dimana nasib masa depan anak kami mendatang semoga bisa juga menjadi anak anak pilihan terbaik nusa bangsa untuk dapat melanjutkan pembangunan negeri.

*diketik dimeja kantor Kab. Maros, usai mengantar istri kebandara tugas sehari di kota semarang.


Hari ini kita catatan sejarah

Rabu, Juli 09, 2014 di Rabu, Juli 09, 2014

Happy 2Nd wedding Anniversary- sebuah postingan telat sehari

Selasa, Juli 01, 2014 di Selasa, Juli 01, 2014

Imunisasi : Usia Emir dah 4 bulan

Selasa, Mei 20, 2014 di Selasa, Mei 20, 2014